• (GFD-2021-7060) [SALAH] Black Fungus Berasal dari Peternakan Ayam

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 08/06/2021

    Berita

    BLACK FUNGUS SPREADING DUE TO FARM CHICKENS
    Punjab government has notified the poultry farm as an infected area
    PLEASE DON’T EAT FARM CHICKEN FOR SOME DAYS, STAY SAFE.
    (terjemahan)
    Penyebaran infeksi jamur hitam diakibatkan oleh peternakan ayam
    Pemerintah Punjab telah memberi tau bahwa peternakan unggas sebagai wilayah yang terinfeksi

    Harap jangan makan ayam dari peternakan selama beberapa hari, jagalah diri.

    Hasil Cek Fakta

    Beredar postingan di Facebook oleh akun bernama Hasham Qureshi, dalam postingannya terlihat gambar peternakan ayam dengan disertai narasi yang menyatakan Black Fungus atau infeksi jamur hitam berasal dari peternakan ayam, ia juga mendesak masyarakat agar tidak mengonsumsi ayam yang berasal dari peternakan karena ayam tersebut sudah terinfeksi Black Fungus.

    Postingan Hasham beredar di tengah merebaknya kasus Mucormycosis atau infeksi kapang hitam yang mematikan di India utamanya karena menyerang pasien COVID-19.

    Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat (CDC), Mucormycosis (yang sebelumnya dinamakan Zygomycosis) adalah infeksi jamur langka yang serius, disebabkan oleh sekelompok jamur yang disebut Mucormycetes. Jamur Mucormycetes hidup di lingkungan sekitar, terutama pada daun, tanah, kompos, dan kotoran hewan. Mucormycetes dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui pernapasan atau kontak dengan kulit setelah terjadi luka, luka bakar, atau jenis cedera kulit lainnya.

    Mucormycosis menyerang orang yang memiliki masalah kesehatan atau minum obat yang dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan jenis kuman dan penyakit. Infeksi Black Fungus paling sering menyerang sinus atau paru-paru setelah menghirup spora jamur Mucormycetes dari udara.

    Meski begitu, setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, infeksi jamur hitam yang menyerang pasien COVID-19 di India, tidak disebabkan oleh peternakan ayam. Dilansir dari kanal berita Indiatoday.in, saat pemeriksa fakta dari agensi berita Indiatoday.in (AFWA) menghubungi Dr Aparna Mukherjee, ilmuwan senior di Dewan Penelitian Medis India (ICMR); Dr MR Reddy, ilmuwan utama di ICAR-Indian Veterinary Research Institute; dan Dr Suneetha Narreddy, konsultan senior, penyakit menular di Rumah Sakit Apollo di Hyderabad.

    Dr Aparna Mukherjee menjelaskan bahwa Mucormycosis terdapat di seluruh lingkungan, sehingga memungkinkan dapat menginfeksi ayam juga. Namun, Mucormycosis tidak menular, mereka tidak dapat menyebar melalui kontak antara manusia dengan manusia maupun manusia dengan hewan. Pasien yang terinfeksi awalnya menghirup jamur Mucormycosis melalui hidung mereka dan hal tersebut menyebabkan penurunan kekebalan tubuh sehingga memicu kasus Mucormycosis.

    Dr Reddy menyatakan, meskipun ayam dapat terinfeksi Mucormycosis, sejauh ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa seseorang yang mengonsumsi ayam terinfeksi Mucormycosis, maka seseorang tersebut juga ikut tertular infeksi Mucormycosis.

    Sejalan dengan itu, Dr Narreddy berpendapat bahwa ayam yang terinfeksi Mucormycosis dapat menyebarkannya ke manusia tidak berdasar secara ilmiah.

    Ahli kesehatan di India memiliki perbedaan pendapat mengenai penyebab merebaknya infeksi Black Fungus pada pasien COVID-19, sejumlah ahli merujuk pada sanitasi yang buruk yang menyebabkan infeksi tersebut. Menurut SP Kalantri, dokter dan peneliti di Institut Ilmu Medis Mahatma Gandhi di Maharashtra, kondisi rumah sakit yang kotor adalah penyebabnya.

    Nishant Kumar, ahli ophthalmologi di Rumah Sakit Hinduja di Mumbai, berpendapat bahwa infeksi jamur kapang disebabkan oleh pipa-pipa dan tabung oksigen yang sudah lama diletakkan di ruangan pasien COVID-19, jamur tersebut berpotensi masuk melalui saluran pernapasan pasien yang kondisi kesehatannya sedang tidak stabil.

    Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa Hasham Qureshi adalah hoaks dan termasuk kategori konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Ani Nur MR (Universitas Airlangga).

    Informasi Palsu. Hingga saat ini belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa, Black Fungus atau infeksi jamur hitam berasal dari peternakan ayam yang kemudian dapat tersebar ke tubuh manusia.

    Rujukan

  • (GFD-2021-7061) [SALAH] Foto “Miliarder Tiongkok, He Shihua memaksa pelatih untuk memainkannya di lapangan”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 08/06/2021

    Berita

    Akun Facebook AC Milan News Indonesia (fb.com/NewsMilanoIndonesia) pada 18 Mei 2021 mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan pria berbaju biru dengan narasi sebagai berikut:

    “#COPAS Miliarder Tiongkok, He Shihua membeli klub divisi kedua Liga Tiongkok, Zibo Cuju. Dan dalam pertandingan beberapa hari yang lalu ia memaksa pelatih untuk memainkannya di lapangan jelang injury time dan ia memakai no. punggung 10. Selain itu dia juga minta pelatih untuk selalu memainkan anaknya yang memiliki berat 126kg di starting lineup. Ini terjadi di pertandingan resmi dan bukan uji coba. Zibo Cuju saat ini mendekam di dasar klasemen divisi dua Liga Tiongkok dengan hanya koleksi 1 poin dari 5 pertandingan. [TitanSport & TUDN] #Avilla”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, adanya foto miliarder Tiongkok, He Shihua memaksa pelatih untuk memainkannya di lapangan merupakan konten yang salah.

    Faktanya, bukan He Shihua. Pria di foto itu adalah investor klub Jilin Baijia bernama Xu Guangnan. Dia ikut bermain dalam pertandingan Liga 2 China pada September 2019.

    Dilansir dari JawaPos yang mengutip artikel berjudul “The truth about Chinese football club owner’s 126kg son viral story” yang terbit di South China Morning Post (SCMP) pada 21 Mei 2021, Xu Guangnan ikut bermain dalam pertandingan Liga 2 China pada September 2019. Xu masuk pada babak kedua melawan klub Xian Daxing Chongde pada hari terakhir Liga 2 setelah tim tersebut dipastikan terdegradasi dan akhirnya bubar.

    Artikel itu juga mengutip informasi dari akun Twitter titan_plus tentang penyebab sang investor terpaksa ikut merumput. Disebutkan bahwa saat itu beberapa pemainnya melayangkan protes lantaran manajemen menunggak pembayaran gaji.

    Kemudian, SCMP juga menautkan akun Twitter titan_plus yang menyebut siapa sebenarnya He Shihua. Dia merupakan pemegang saham utama klub Zibo Cuju. Pria berusia 35 tahun itu juga pernah ikut bermain dengan nomor punggung 10 saat injury time melawan klub Sichuan Jiuniu. Jadi, Xu Guangnan dan He Shihua adalah orang yang berbeda. Mereka juga tidak memiliki hubungan anak dan bapak.

    Kesimpulan

    BUKAN He Shihua. Pria di foto itu adalah investor klub Jilin Baijia bernama Xu Guangnan. Dia ikut bermain dalam pertandingan Liga 2 China pada September 2019.

    Rujukan

  • (GFD-2021-7062) [SALAH] Razia Masker di Seluruh Indonesia mengerahkan Lintas Sektor

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 08/06/2021

    Berita

    “PENGUMUMAN

    DARI DITLANTAS POLDA METRO BESOK ADA RAZIA MASKER SERENTAK DI SELURUH WILAYAH INDONESIA, BAIK YANG DI KANTOR, TOKO, BENGKEL MOBIL/MOTOR/LAS DAN WARUNG-WARUNG WARTEG SEMUA.

    AKAN MELIBATKAN LANGSUNG TURUN LAPANGAN DARI SEMUA LINTAS SEKTOR DARI KEJAKSAAN, POLISI, POM, DLL.

    DAN KALAU ADA YANG TIDAK PAKAI MASKER LANGSUNG DI TINDAK BAYAR DITEMPAT RP. 250.000.- TOLONG DI INFOKAN KE KELUARGA, TETANGGA, DAN TEMAN SEMUA, JANGAN SAMPAI KENA DENDA.

    DEMIKIAN ATAS PERHATIANNYA DISAMPAIKAN TERIMAKASIH.”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar pesan berantai lewat Whatsapp tentang informasi adanya razia masker serentak di Indonesia yang akan melibatkan dari semua lintas sektor baik dari Kejaksaan, Polisi, POM, dan lain-lain. Dalam razia tersebut jika tidak memakai masker akan ditindak bayar ditempat sebesar Rp 250.000.

    Setelah ditelusuri melansir dari antaranews.com Polda Metro Jaya menginfomasikan bahwa pesan tersebut adalah tidak benar alias hoaks.

    “Informasi tersebut tidak benar. Hoaks,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus saat dikonfirmasi oleh antaranews.

    Pihak yang berwenang melaksanakan razia kepada masyarakat yang melanggar prokes tidak menggunakan masker adalah Satpol PP. TNI dan Polri hanya mendampingi tambah Yusri.

    Informasi tentang razia masker di seluruh Indonesia yang melibatkan semua lintas sektor dan bagi pelanggar akan dikenakai denda sebesar Rp 250.000 merupakan hoaks lama yang kembali beredar. Pada bulan Januari 2021 ditemukan informasi hoaks yang sama.

    Dengan demikian informasi yang beredar di Whatsapp tentang razia masker serentak di Indonesia yang dilakukan lintas sektor dari Kejaksaan, Polisi dan lain-lain adalah hoaks sehingga masuk dalam kategori konten palsu.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Luthfiyah Oktari Jasmien (Institut Agama Islam Negeri Surakarta).

    Informasi tersebut tidak benar. Faktanya, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus menjelaskan bahwa hal tersebut tidak benar dan pihak yang mempunyai kewenangan merazia adalah petugas Satpol PP sedangkan TNI dan Polri hanya mendampingi.

    Rujukan

  • (GFD-2021-8655) Keliru, Klaim Ini Foto-foto Jenazah Covid-19 India yang Dibuang ke Laut dan Hanyut Sampai Malaysia

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 08/06/2021

    Berita


    Gambar tangkapan layar sebuah unggahan di Facebook yang memperlihatkan foto-foto jenazah dalam tumpukan ikan yang terjaring pukat nelayan beredar di media sosial. Foto-foto tersebut dibagikan dengan klaim bahwa jenazah Covid-19 di India yang dibuang ke laut telah hanyut sampai ke perairan Sabah, Malaysia.
    Dalam gambar tangkapan layar itu, terdapat teks yang berbunyi: “Mayat covid19 yang di buang laut di India sudah sampai di sabah siapa berani makan ikan patutlah ikan sekarang lain macam rasanya.!!!” Gambar tersebut dibagikan salah satunya oleh akun ini pada 6 Juni 2021.
    Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi klaim keliru terkait foto-foto yang diunggahnya. Foto-foto ini bukanlah foto-foto jenazah pasien Covid-19 di India yang dibuang ke laut.

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo menelusuri jejak digital foto-foto tersebut dengan reverse image tool Source, Google, dan Yandex. Hasilnya, ditemukan bahwa foto-foto tersebut telah beredar di internet sejak 2014, jauh sebelum munculnya pandemi Covid-19. Jenazah dalam foto-foto ini diidentifikasi sebagai warga negara Cina yang tengah melancong ke Malaysia.
    Foto-foto yang identik pernah diunggah ke Twitter oleh akun @Twt_TgMalim pada 11 November 2014. “Gempar! Penemuan mayat dalam pukat tunda,” demikian narasi yang tertulis dalam cuitan akun tersebut.
    Dilansir dari Perak Today, pada 11 November 2014, Ketua Polis Daerah Besut, Superintendan Khaled Che Lah, mengatakan mayat tersebut ditemukan oleh nelayan kapal pukat tunda dari Kuala Terengganu di sekitar Pulau Susu Dara. Mayat itu pun diserahkan kepada Agensi Penguat Maritim Malaysia (APMM).
    Berdasarkan hasil pemeriksaan kondisi tubuh, kata Khaled, mayat tersebut merupakan warga negara asing. “Jenazah laki-laki tersebut diperkirakan meninggal sekitar seminggu yang lalu, berdasarkan kondisi jenazah, dan belum diketahui penyebab kematiannya,” ujarnya.
    Kepala Operasi SAR itu pun menjelaskan bahwa jenazah tersebut telah dibawa ke Dermaga APMM di Tok Bali, Pasir Putih, Kelantan, dan selanjutnya dikirim ke Rumah Sakit Tengku Anis untuk diautopsi.
    Dikutip dari Liputan6.com, yang juga memuat foto-foto yang identik dengan yang terdapat dalam unggahan di atas, mayat itu bernama Zhe Liu, 31 tahun, warga negara Cina yang pergi ke Perhentian Island Resort, Pulau Perhentian Besar, bersama keluarganya. Dia dikenali karena tato yang terdapat di dadanya.
    "Investigasi awal mengungkapkan keluarga tersebut tinggal di Awana Resort di pulau itu. Sebelum kejadian tersebut, Zhe Liu pergi snorkeling sendirian. Sementara teman dan istrinya bergabung dalam aktivitas menyelam di lokasi lain," kata Kapten Besut Superintendan Mohd Zamri Mohd Rowi.
    Pada 4 Juni 2021, Pesuruhjaya Polis Sabah Datuk Hazani Ghazali, seperti dilansir dari kantor berita Malaysia, Bernama, pun telah memastikan kabar yang beredar di media sosial, yang menyebut bahwa jenazah pasien Covid-19 di India yang dibuang ke laut telah hanyut hingga ke perairan Sabah, merupakan berita palsu.
    Sejauh ini, pihaknya tidak menerima laporan yang terkait dengan kasus semacam itu. Ghazali pun meminta semua pihak untuk tidak mudah percaya dengan kabar yang masih belum pasti kebenarannya serta tidak menyebarkan berita tersebut tanpa memastikan kesahihannya terlebih dahulu. “Tidak ada kasus seperti itu di Sabah,” katanya kapada Bernama.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto-foto tersebut adalah foto-foto jenazah Covid-19 di India yang dibuang ke laut dan hanyut sampai ke perairan Sabah, Malaysia, keliru. Foto-foto ini telah beredar di internet sejak 2014, jauh sebelum munculnya Covid-19 pada akhir 2019 lalu. Mayat pria dalam foto-foto itu pun adalah Zhe Liu, warga negara Cina yang sedang berlibur ke Malaysia bersama keluarganya. Sebelum ditemukan tewas, Zhe Liu pergi snorkeling sendirian.
    TIM CEK FAKTA TEMPO
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan