• (GFD-2021-7068) [SALAH] Akun Facebook Bupati Pacitan “Indrata Nur Bayuaji”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 10/06/2021

    Berita

    Beredar akun Facebook Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji. Akun tersebut membagikan postingan terkait bantuan modal usaha dengan bunga 0% dan angsuran 50% perbulan.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, Bupati Aji mengonfirmasi melalui akun resmi Facebooknya (https://www.facebook.com/Indratanurbayuaji) bahwa akun tersebut adalah akun palsu.

    “Hati-hati muncul fake akun mengatasnamakan saya. Informasi terkait bantuan pinjaman modal wira usaha dengan bunga 0% dan biaya subsidi/angsuran 50% perbulan dibantu pemerintah dan program ini adalah selama Covid-19 di akun Facebook : Indrata Nur Bayu Aji [tidak benar] dan itu merupakan [akun fake]. Mohon berhati-hati untuk saudara-saudara semua nya terima kasih,” tulis Bupati Aji melalui akun Facebooknya di Indrata Nur Bayuaji.

    Bupati Aji sendiri telah mengimbau melalui video yang diunggah oleh Humas Pemkab Pacitan agar masyarakat berhati-hati dengan segala modus penipuan yang mengatasnamakan dirinya.

    “Kepada seluruh masyarakat pacitan, terkait dengan adanya dugaan penipuan oleh orang tak bertanggungjawab yang mencatut mengatasnamakan Indrata Nur Bayuaji, bupati Pacitan dengan modus meminta sejumlah uang dalam rangka realisasi program bantuan dari Pemda, perlu kami sampaikan hal-hal sebagai berikut,” kata Bupati Aji dalam video tersebut.

    Dengan demikian, akun Facebook Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji dapat dikategorikan sebagai Konten Tiruan/Imposter Content.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Rahmah an nisaa (Uin Sunan Ampel Surabaya).
    Bupati Aji mengonfirmasi melalui akun resmi Facebooknya bahwa akun tersebut adalah akun palsu.

    Rujukan

  • (GFD-2021-7069) [SALAH] Video “BNN Periksa Truk Containner Yang Sengaja Diekspor Oleh Cina Tiongkok”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 10/06/2021

    Berita

    Akun Facebook Inne Indriani Suryatmana (fb.com/inne.indriani) pada 8 Juni 2021 mengunggah sebuah video dengan narasi sebagai berikut:

    “BNN PERIKSA TRUK CONTAINNER YANG SENGAJA DIEKSPOR OLEH CINA TIONGKOK, JELAS KAN SIAPA PERUSAK NEGERI INI MASIH MAU BELA?”

    Dalam video tersebut terlihat petugas membongkar plat besi bagian dalam kontainer yang berisi narkotika.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, video petugas membongkar plat besi bagian dalam kontainer yang berisi narkotika yang diklaim sebagai Badan Narkotika Nasional (BNN) yang sedang truk kontainer yang sengaja diekspor oleh Cina merupakan konten yang salah.

    Faktanya, truk itu bukan diekspor dari Cina. Kejadian di video tersebut adalah ketika BNN menyita ganja seberat 1,4 ton asal Aceh yang diselundupkan melalui jalur darat dan udara pada tahun 2019.

    Video yang identik, dimuat di situs vidio.com pada 31 Januari 2019 dengan judul “Lihat Aksi BNN Sergap Truk Pembawa Ganja”. Video ini juga ditampilkan di artikel berita berjudul “Bau Ganja Kering di Truk Asal Aceh” yang terbit di situs Liputan6 pada 1 Februari 2019.

    DIlansir dari artikel tersebut, Badan Narkotika Nasional (BNN) menyita ganja seberat 1,4 ton asal Aceh. Selain barang bukti, petugas juga meringkus lima orang tersangka di tempat berbeda. Kepala BNN RI Komjen Pol Heru Winarko menjelaskan, ganja yang disita diselundupkan melalui jalur darat dan jalur udara (via kargo).

    “Keseluruhan barang bukti di tiga lokasi berbeda, yakni di kargo Bandara Soekarno Hatta, Depok, dan Bogor, Jawa Barat,” kata Heru, Jumat (1/2/2019) di Kantor BNN, Cawang Jakarta Timur.

    Heru menceritakan terungkapnya kasus tersebut. Awalnya, petugas menyelidiki truk jenis engkel yang berangkat dari Aceh. Petugas pun membuntuti truk hingga menuju Baranangsiang, Bogor, Jawa Barat. Petugas pun menangkap dan menggeledah truk menggunakan anjing pelacak. Ternyata ditemukan bungkusan-bungkusan ganja yang disembunyikan dalam kompartemen khusus di dasar truk yang ditutup dengan pelat besi.

    “Kami menangkap sopir truk berinisial BS saat akan meninggalkan kendaraan dan menitipkan kuncinya kepada tukang parkir. BS ditangkap Rabu, 30 Januari 2019 sekitar pukul 13.35 WIB. Jadi, oleh tersangka truk dikamuflase sebagal reefer truck,” ucap dia.

    Kesimpulan

    BUKAN dari Cina. Kejadian di video tersebut adalah ketika BNN menyita ganja seberat 1,4 ton asal Aceh yang diselundupkan melalui jalur darat dan udara pada tahun 2019.

    Rujukan

  • (GFD-2021-8660) Keliru, Klaim Ini Foto Masjid Al-Aqsa yang Dibom Israel

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 10/06/2021

    Berita


    Foto yang memperlihatkan kepulan asap tebal yang disertai api di sebuah wilayah kota beredar di media sosial. Foto tersebut dibagikan dengan narasi bahwa Masjid Al Aqsa di Palestina telah dibom. Foto itu menyebar di tengah memanasnya konflik antara Israel dan Palestina belakangan ini.
    Di Facebook, foto tersebut dibagikan salah satunya oleh akun ini pada 12 Mei 2021. Akun itu pun menulis narasi dalam Bahasa Hindi yang jika diterjemahkan berarti, "Al Aqsa dianggap sebagai masjid tersuci ketiga dalam Islam, setelah Mekah dan Madinah, yang didirikan oleh Israel. Telah rusak (dibom)."
    Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi klaim keliru terkait Masjid Al Aqsa di Palestina.

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri jejak digital foto tersebut dengan reverse image tool Source, Google dan Yandex. Hasilnya, ditemukan bahwa foto ini telah beredar di internet sejak 2014 lalu. Foto itu pun tidak menunjukkan Masjid Al Aqsa yang dibom.
    Foto yang identik pernah dimuat oleh The Washington Post pada 28 Juli 2017 dalam artikelnya yang berjudul “Israeli government watchdog slams Netanyahu, army over failures in 2014 Gaza war”. Foto tersebut diberi keterangan bahwa wilayah Jabal al-Rayyes di Jalur Gaza, Palestina, terkena serangan udara Israel pada 29 Juli 2014.
    Foto yang identik juga pernah dimuat situs Avax.news. Foto ini disebut menunjukkan asap yang mengepul di wilayah al-Tuffah setelah adanya serangan udara Israel selama operasi militer di timur Jalur Gaza pada 29 Juli 2014. Kekerasan meningkat, saat Israel memulai serangan udara intens di Gaza untuk merespons rentetan roket Palestina setelah upaya gencatan senjata tak resmi untuk tiga hari libur Idul Fitri gagal.
    The Independent pun pernah memuat foto yang sama dalam artikelnya pada 30 Juli 2014. Foto ini diberi keterangan: "Asap mengepul di wilayah al-Tuffah setelah serangan udara Israel di timur Jalur Gaza. Pengeboman tanpa henti telah melumpuhkan infrastruktur kota."
    Adapun dalam laporannya, tertulis bahwa akibat serangan tanpa henti melalui udara, laut, dan darat itu, tidak banyak yang tersisa dari infrastruktur di Jalur Gaza. Terjadi pula penghancuran rumah para pejabat Hamas, termasuk rumah pimpinan kelompok militan Palestina ini, Ismail Haniyeh.
    Jaringan listrik yang seadanya mati setelah satu-satunya pembangkit listrik di sana terbakar. Para pejabat senior pun menjauh dari Shifa, rumah sakit utama, setelah klinik di sebelahnya terkena serangan rudal, yang menyebabkan sejumlah masalah serius.
    Masjid Al Aqsa sendiri berada di wilayah yang berbeda dengan al-Tuffah. Masjid itu terletak di Yerusalem, wilayah yang terpisah dengan Jalur Gaza. Dilansir dari Aljazeera, Masjid Al Aqsa adalah masjid berkubah perak di dalam kompleks seluas 35 hektare yang disebut al-Haram al-Sharif oleh umat Islam dan sebagai Temple Mount bagi orang Yahudi. Kompleks ini terletak di Kota Tua Yerusalem.
    Situs ini menjadi wilayah yang paling diperebutkan sejak Israel menduduki Yerusalem Timur, termasuk Kota Tua, pada 1967, bersama dengan Tepi Barat dan Jalur Gaza. Namun, konflik itu sebenarnya telah terjadi jauh lebih lama, sebelum pembentukan Israel.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto tersebut menunjukkan Masjid Al Aqsa yang dibom oleh Israel, keliru. Foto itu telah beredar di internet sejak 2014 silam, yang memperlihatkan serangan udara Israel di wilayah al-Tuffah selama operasi militer di timur Jalur Gaza pada 29 Juli 2014. Masjid Al Aqsa sendiri berada di wilayah yang berbeda dengan al-Tuffah. Masjid itu terletak di Yerusalem, wilayah yang terpisah dengan Jalur Gaza.
    TIM CEK FAKTA TEMPO
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2021-7063) [SALAH] Video “Cino lagi Cino lagi..kpnkah ini terjadi..? #AdiliPerampokDanaHaji”

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 09/06/2021

    Berita

    “Cino lagi Cino lagi..kpnkah ini terjadi..?

    #TiongkokBikinJongkok

    #AdiliPerampokDanaHaji”

    Hasil Cek Fakta

    Akun Twitter RAJO LANGIT (@RAJO_LANGIT007) mengunggah cuitan berupa video disertai dengan narasi yang menyebutkan adanya keterkaitan antara Tiongkok dan dana haji. Unggahan tersebut telah ditonton sebanyak 49rb kali dan mendapat atensi berupa 66 retweet, 201 suka, dan 43 balasan.

    Berdasarkan hasil penelusuran, video unggahan tersebut sempat viral di tahun 2019 dengan klaim bahwa WNA China menyerbu Riau lewat bandara di Kota Pekanbaru. Mengutip dari Antaranews, Executive General Manager Bandara SSK II, Jaya Tahoma Sirait membantah isu serbuan WNA China di bandara Kota Pekanbaru itu.

    “Mereka itu wisatawan yang habis menghadiri Bakar Tongkang. Kita sebagai operator bandara, semuanya tentu harus kita layani,” ujar Jaya.

    Hoaks serupa terkait WNA China yang menyerbu Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, sebelumnya pernah dibahas dalam artikel Turn Back Hoax berjudul [SALAH] Ribuan Warga China Berdatangan Ke Indonesia Lewat Bandara Kota Pekanbaru pada 2 Juli 2019.

    Dari berbagai fakta yang telah dipaparkan, unggahan akun Twitter RAJO LANGIT (@RAJO_LANGIT007) dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)

    Faktanya, video tersebut terekam di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, setelah para wisatawan menghadiri acara Bakar Tongkang tahun 2019 dan tidak ada kaitannya dengan dana haji.

    Rujukan