(GFD-2021-6601) [SALAH] Modus Pencurian Menyemprot Bius ke Helm Pengendara Roda Dua
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 29/03/2021
Berita
Sebuah informasi beredar melalui aplikasi perpesanan Whatsapp mengenai modus pencurian baru yaitu menyemprotkan bius ke dalam helm pengendara beroda dua. Kemudian tidak lama, korban akan pingsan dan pelaku dengan mudah mengambil motor dan harta benda milik korban.
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, hoaks ini merupakan hoaks berulang yang pernah beredar oada tahun 2017. Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera mengatakan bahwa modus seperti yang beredar tersebut tidak pernah terjadi dan modus tersebut adalah hoaks.
Sehingga, modus pencurian dengan menyemprot bius ke helm pengendara termasuk hoaks dengan kategori konten yang menyesatkan.
Sehingga, modus pencurian dengan menyemprot bius ke helm pengendara termasuk hoaks dengan kategori konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Aisyah Adilah (Anggota Komisariat MAFINDO Institut Ilmu Sosial Ilmu Politik Jakarta)
Klaim tersebut salah, faktanya ini merupakan hoaks berulang dan modus pencurian tersebut tidak pernah terjadi.
Klaim tersebut salah, faktanya ini merupakan hoaks berulang dan modus pencurian tersebut tidak pernah terjadi.
Rujukan
(GFD-2021-6595) [SALAH] Foto Masa Kecil Bill Gates pada Tahun 1963
Sumber: facebook.comTanggal publish: 28/03/2021
Berita
Akun Facebook dengan nama pengguna Rob Celsius mengunggah sebuah foto yang menunjukkan seorang anak tengah memegang balon. Unggahan tersebut disertai keterangan yang menyatakan bahwa sosok tersebut adalah Bill Gates saat masih anak-anak, tepatnya pada tahun 1963.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, foto tersebut bukan merupakan foto masa kecil Bill Gates pada tahun 1963, melainkan foto seorang anak tak dikenal di Kota Lviv, Ukraina, yang diambil pada tahun 1968. Foto tersebut pernah diunggah di laman Facebook Museum Sejarah Fotografi, Ukraina pada tanggal 1 Mei 2019 yang lalu. Bersama dengan unggahan tersebut, pihak museum memberikan keterangan bahwa foto tersebut diambil pada tanggal 1 Mei 1968 oleh seorang fotografer bernama Payvluk Zh.I. Lebih lanjut, pihak museum juga menegaskan bahwa anak dalam foto tersebut bukan merupakan sosok tokoh terkenal.
Artikel dengan topik serupa juga telah dimuat dalam situs Reuters dengan judul artikel “Fact Check-Photo Does Not Show Bill Gates as A Child” dan mengkategorikannya sebagai ‘false’.
Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Facebook dengan nama pengguna Rob Celsius tersebut dapat dikategorikan sebagai Konteks yang Salah/False Context.
Artikel dengan topik serupa juga telah dimuat dalam situs Reuters dengan judul artikel “Fact Check-Photo Does Not Show Bill Gates as A Child” dan mengkategorikannya sebagai ‘false’.
Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Facebook dengan nama pengguna Rob Celsius tersebut dapat dikategorikan sebagai Konteks yang Salah/False Context.
Rujukan
(GFD-2021-6596) [SALAH] “setelah vaksin Covid-19 selama 5 bulan tak boleh minum yg mengandung alkohol”
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 28/03/2021
Berita
Beredar pesan berantai Whatsapp dengan
NARASI: “Info setelah vaksin Covid-19 2021 buat yg ikutan Vaksin..
Gak boleh makan TAPE SINGKONG
🙏🙏
Oh iya, selama 5 bulan tak boleh minum yg mengandung alkohol. Termasuk tape. Ini sangat penting. Krena fungsi vaksin akan hilang total jikalau kita komsumsi alkohol.. 💪💪💪
Kabarin ke orang tua tersayang, kerabat tercinta.. Thanks”.
Tdk boleh vaksinasi
minum alkohol setelah vaksin
NARASI: “Info setelah vaksin Covid-19 2021 buat yg ikutan Vaksin..
Gak boleh makan TAPE SINGKONG
🙏🙏
Oh iya, selama 5 bulan tak boleh minum yg mengandung alkohol. Termasuk tape. Ini sangat penting. Krena fungsi vaksin akan hilang total jikalau kita komsumsi alkohol.. 💪💪💪
Kabarin ke orang tua tersayang, kerabat tercinta.. Thanks”.
Tdk boleh vaksinasi
minum alkohol setelah vaksin
Hasil Cek Fakta
BELUM ada bukti secara ilmiah mengonsumsi minuman beralkohol berdampak terhadap vaksinasi COVID-19, tetapi konsumsi minuman beralkohol dengan jumlah berlebihan memang pada dasarnya TIDAK baik untuk kesehatan.
Rujukan
- http[1] firstdraftnews.org: “Berita palsu. Ini rumit.”
- http://bit.ly/2MxVN7S (Google Translate),
- http://bit.ly/2rhTadC. [2] verywellhealth.com: “Apakah Alkohol Mengurangi Efektivitas Vaksin COVID-19?” (Google Translate),
- https://bit.ly/3lUY5MQ /
- https://archive.st/so58 (arsip cadangan). [3] pubmed.ncbi.nlm.nih.gov: “Konsumsi alkohol dalam jumlah sedang meningkatkan respons yang diinduksi vaksin pada kera rhesus” (Google Translate),
- https://bit.ly/3swClcr /
- https://archive.st/7vz1 (arsip cadangan). [4] prevention.com: “Bisakah Anda Minum Alkohol Setelah Mendapatkan Vaksin COVID-19? Dokter Meluruskan Rekor” (Google Translate),
- https://bit.ly/2PArmjI /
- https://archive.st/e8fe (arsip cadangan). [5] kompas.com: “[HOAKS] Tidak Boleh Makan Tape Singkong Setelah Disuntik Vaksin Covid-19”,
- https://bit.ly/2PyPymL /
- https://archive.md/7i6Lu (arsip cadangan).
(GFD-2021-6597) [SALAH] Video Pertandingan Persib Bandung vs Bali United Diwarnai Suara Yel-Yel Ujaran Kebencian kepada Persija
Sumber: Instagram.comTanggal publish: 28/03/2021
Berita
Beredar video pertandingan sepak bola Persib Bandung vs Bali United dalam video tersebut samar-samar terdengar yel-yel ujaran kebencian kepada Persija. Dalam video tersebut merupakan tayang stasiun televisi Indosiar.
NARASI:
“ja ja ja ja ja persija anjing”
NARASI:
“ja ja ja ja ja persija anjing”
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, melalui akun Twitter resmi Indosiar dalam postingan tanggal 24 Maret 2021 telah dipastikan bahwa video tersebut adalah hoaks. Jika melihat dan mendengar video asli yang ada di akun Twitter Indosiar tidak terdengar ujaran kebencian terhadap Persija.
“Hati-hati beredar video HOAX pertandingan #PialaMenpora yang memprovokasi suporter Indonesia.
Nih cek dulu video aslinya yaa.” mengutip dari Twitter Indosiar.
Dengan demikian video yang disiarkan stasiun televisi Indosiar yang terdengar yel-yel ujaran kebencian terhadap Persija tidak benar. Indosiar telah mengklarifikasi bahwa video tersebut hoaks sehingga masuk dalam kategori konten yang dimanipulasi.
“Hati-hati beredar video HOAX pertandingan #PialaMenpora yang memprovokasi suporter Indonesia.
Nih cek dulu video aslinya yaa.” mengutip dari Twitter Indosiar.
Dengan demikian video yang disiarkan stasiun televisi Indosiar yang terdengar yel-yel ujaran kebencian terhadap Persija tidak benar. Indosiar telah mengklarifikasi bahwa video tersebut hoaks sehingga masuk dalam kategori konten yang dimanipulasi.
Rujukan
Halaman: 6721/7951



