• (GFD-2021-6810) [SALAH] Gambar Jokowi Meminta Wakaf

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 26/04/2021

    Berita

    “EXPRESI WAJAH PLANGA PLONGO SA,AT MINTA WAKAF”

    Hasil Cek Fakta

    Akun Facebook Habida Haeliya Amel memposting sebuah gambar Jokowi yang memakai baju putih sedang memegang kardus bertuliskan “MINTA WAKAF”. Postingan tersebut mendapat 279 suka, 1.200 komentar dan 19 kali dibagikan.

    Setelah ditelusuri menggunakan google images, ditemukan beberapa artikel dengan gambar serupa. Pada salah satu situs fotografi yaitu istockphoto.com, diketahui bahwa foto sebenarnya ialah foto anak laki-laki Afrika yang memegang kardus bertuliskan “HOPE”, yang diunggah pada 5 Mei 2010 silam, kemudian disunting dengan menggunakan wajah Jokowi.

    Sedangkan wajah Jokowi yang terdapat dalam gambar tersebut identik dengan gambar yang terdapat dalam artikel merdeka.com, berjudul “Jokowi sudah ajukan cuti ke Mendagri untuk kampanye” diunggah pada 7 Maret 2014.

    Dengan demikian, klaim gambar Jokowi meminta wakaf adalah tidak benar dan termasuk dalam kategori konten yang dimanipulasi.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Rahmah an nisaa (Uin Sunan Ampel Surabaya).

    Gambar tersebut merupakan suntingan. Faktanya, pada gambar yang asli merupakan gambar seorang anak laki-laki Afrika memegang kardus dengan tulisan “HOPE”.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6811) [SALAH] “Sebuah masjid muncul di gurun setelah badai pasir – Aljazair”

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 26/04/2021

    Berita

    "Sebuah masjid muncul di gurun setelah badai pasir - Aljazair".

    Hasil Cek Fakta

    George Steinmetz menjawab pertanyaan dari Yousef Elqedra (Institute of Arab Research and Studies (Kairo)), juga mengingatkan saya di email: “Hai Yousef,

    Ya, ini foto saya. Saya yakin foto itu diambil pada 11 Februari 2010, dekat desa Lizereg, dekat El Oued.

    Info caption saya mengatakan:
    Desa terlantar dekat Lizereg, NE El Oued, yang menunjukkan praktik membangun rumah yang sekarang sudah tidak digunakan lagi dengan serangkaian kubah dan dinding yang dibuat dengan mawar pasir, atau kristal pasir yang mengandung garam yang disatukan. Gaya bangunan ini telah menghilang selama 25 tahun terakhir karena wilayah tersebut mengadopsi beton dan tulangan sebagai bahan bangunan, tetapi El Oued di dekatnya masih dikenal dengan nama yang diberikan lebih dari seratus tahun yang lalu oleh wisatawan Isabelle Eberhardt yang menyebutnya sebagai kota seribu kubah.

    Saya tidak memiliki informasi tentang penggunaan asli bangunan tersebut, tetapi di masa lalu sebagian besar desa dibuat dengan struktur kubah ini, jadi saya tidak punya alasan untuk percaya bahwa itu adalah sesuatu yang lebih dari rumah.

    Salam hormat,

    Kesimpulan

    TIDAK TERKAIT dengan Masjid. Deskripsi asli dari gambar tersebut, yang dikonfirmasi oleh George Steinmetz sebagai fotografernya, adalah: “praktik yang sekarang tidak digunakan dalam membangun rumah dengan serangkaian kubah dan dinding yang dibuat dengan mawar pasir, atau kristal pasir yang mengandung garam yang direkatkan menjadi satu. Gaya bangunan ini telah menghilang selama 25 tahun terakhir karena wilayah tersebut mengadopsi beton dan tulangan sebagai bahan bangunan ”.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6800) [SALAH] “Enak ya di rusia….poligami jadi wajib”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 25/04/2021

    Berita

    Akun Facebook Hendy El Asgar (fb.com/hendi.permana.54772) pada 4 Maret 2021 mengunggah sebuah gambar ke grup Ensiklopedia Dunia dengan narasi sebagai berikut:

    “Enak ya di rusia….poligami jadi wajib”

    Di gambar tersebut terdapat narasi foto beberapa wanita dan juga narasi “Tempekah Kamu?? 10 Juta Wanita Rusia Menjomblo, Dan Pemerintah Rusia Mewajibkan Pria Disana Memiliki Dua Istri Atau Lebih Dan Akan Diberi Tunjangan” serta tautan akun Instagram https://www.instagram.com/filesehat/

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa di Rusia poligami diwajibkan dan akan diberi tunjangan karena 10 juta wanita Rusia tidak memiliki pasangan merupakan klaim yang menyesatkan.

    Faktanya, dalam Pasal 14 Undang-Undang Keluarga Federasi Rusia, yang disahkan pada 29 Desember 1995, justru menyatakan bahwa poligami dilarang. Selain itu, informasi pelegalan poligami itu berasal dari usulan seorang politisi Rusia yang disampaikan pada tahun 2006, dan hingga kini belum diterima atau disahkan oleh Pemerintah Rusia.

    Dilansir dari Portal Internet resmi untuk informasi hukum milik Rusia, Pasal 14 dari Undang-Undang Keluarga Federasi Rusia menyatakan: “Не допускается заключение брака между: лицами, из которых хотя бы одно лицо уже состоит в другом зарегистрированном браке;” atau yang jika diterjemahkan : “Pernikahan tidak diperbolehkan antara: orang yang setidaknya satu orang sudah dalam pernikahan terdaftar lainnya;”

    Selain itu, dilansir dari RBTH Indonesia yang merupakan bagian dari kantor berita milik pemerintah Rusia, Russia Beyond, diketahui bahwa klaim yang menyebutkan tentang pewajiban poligami oleh Pemerintah Rusia, berasal dari usulan salah seorang politisi negara tersebut pada 2006 lalu. Pada 13 Januari 2006, media Rusia RBC mengutip pernyataan seorang politisi Rusia bernama Vladimir Zhirinovsky, yang mengusulkan poligami dilegalkan.

    Sebelumnya, pada tahun 2018 RBTH Indonesia sudah pernah menerbitkan artikel yang membantah klaim ini. Pada Maret 2021, melalui akun twitternya, RBTH Indonesia menyatakan bahwa usulan tersebut hingga saat ini belum diterima atau disahkan dan hingga kini, baik poligami maupun poliandri dilarang di Rusia.

    “Jika orang asing yang sebelumnya sudah pernah menikah dan hendak menikah di Rusia, mereka harus membuktikan kelajangannya dengan satu dokumen lain — sertifikat perceraian atau sertifikat kematian pasangannya.” tulis RBTH Indonesia.

    RBTH Indonesia juga menyatakan bahwa klaim “10 juta perempuan Rusia lajang” juga berasal dari pernyataan Zhirinovsky yang sumbernya tidak jelas dan bukan angka resmi atau hasil sensus.

    Sementara itu, foto wanita yang disertakan diklaim itu sendiri tidak terkait dengan isu poligami di Rusia. Foto asli wanita wanita tersebut adalah foto remaja putri Rusia yang tergabung dalam sebuah program khusus untuk membina remaja-remaja Rusia yang sudah tidak memiliki orang tua. Program ini merupakan strategi pemerintah Rusia melahirkan kader-kader andal yang dapat menyokong kegiatan militer.

    Foto ini adalah karya fotografer Yuri Kochetkov dan dimuat di situs European Pressphoto Agency dengan keterangan “Girls are seen prior to the beginning of a Cadet Ball at the Russian Defense Ministry’s Culture Center in Moscow, Russia 20 November 2011.”

    Foto yang sama juga dimuat di artikel berjudul “Gadis-gadis binaan Pemerintah Rusia” yang terbit di situs beritagar.id pada 26 November 2015.

    Kesimpulan

    Faktanya, dalam Pasal 14 Undang-Undang Keluarga Federasi Rusia, yang disahkan pada 29 Desember 1995, justru menyatakan bahwa poligami dilarang. Selain itu, informasi pelegalan poligami itu berasal dari usulan seorang politisi Rusia yang disampaikan pada tahun 2006, dan hingga kini belum diterima atau disahkan oleh Pemerintah Rusia.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6801) [SALAH] 6 Makanan yang Tidak Dapat Dikonsumsi Secara Bersamaan sampai Menyebabkan Kematian

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 25/04/2021

    Berita

    “iki perlu di catat nggeh ben gak sampai terjadi,tak simpen ben wong2 tmn podo ngrti nggeh.🙏”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar di jagad media sosial beberapa foto yang menampilkan aneka ragam makanan yang diklaim tidak dapat dikonsumsi secara bersamaan karena dapat menyebabkan kematian. Foto tersebut diunggah oleh akun Facebook @DuwiLusdiono.

    Informasi tersebut telah mendapat 128 komentar, 1.131 suka dan 1.509 kali dibagikan.

    Namun setelah dilakukan penelusuran, faktanya mengonsumsi makanan secara bersamaan seperti yang diinformasikan dalam unggahan tersebut tidak dapat menyebabkan kematian.

    Seperti yang dilansir dari KOMPAS.com, informasi tersebut dibantah langsung oleh Dokter spesialis gizi klinik dari Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) Siloam Hospital, dr Inge Permadhi.

    Dalam wawancaranya dengan pihak Kompas.com, Inge menjelaskan bahwa mengonsumsi beberapa jenis makanan secara bersamaan seperti yang diinformasikan pada unggahan tersebut tidak menyebabkan kematian.

    Masyarakat juga diimbau untuk tidak langsung mempercayai informasi yang didapatkan tanpa bukti ilmiah yang jelas.

    Dengan demikian informasi yang beredar di Facebook terkait mengonsumsi beberapa makanan secara bersamaan yang dapat menyebabkan kematian tersebut tidak benar, sehingga informasi tersebut masuk dalam kategori konten yang salah.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Fachrun Nisa (Universitas Muhammadiyah Luwuk).

    Memakan beberapa jenis makanan secara bersamaan tidak menyebabkan kematian.

    Rujukan