“Lewat sungai aj mudik kda mungkin penjagaan berenang”
NARASI DALAM VIDEO:
“Mudik bareng yu
kada kawa lewat darat lewat sungai aja mudik”
(GFD-2021-6900) [SALAH] Video Warga Mudik Lewat Sungai
Sumber: facebook.comTanggal publish: 09/05/2021
Berita
Hasil Cek Fakta
Pengguna Facebook dengan nama pengguna Idha Kutus Kutus mengunggah ulang sebuah video dari akun TikTok dengan nama pengguna mhenthul yang menunjukkan sebuah perahu yang penuh dengan warga tengah melintasi sebuah sungai. Unggahan tersebut juga disertai dengan narasi yang menyatakan bahwa video tersebut merupakan video warga yang mudik lewat sungai karena jalur darat dijaga dengan ketat.
Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut merupakan video perjalanan melintasi Sungai Ambawang, Kalimantan Barat, bukan video warga yang mudik lewat sungai. Video yang terdapat dalam unggahan tersebut merupakan potongan pada detik 0:20-0:50. Versi lengkap dari video tersebut pertama kali diunggah di kanal YouTube Tebegaya Tampan dengan judul video “Journey To Sungai Ambawang 6” pada 27 November 2013 yang lalu.
Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh pengguna Facebook dengan nama pengguna Idha Kutus Kutus tersebut dapat dikategorikan sebagai Konteks yang Salah/False Context.
Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut merupakan video perjalanan melintasi Sungai Ambawang, Kalimantan Barat, bukan video warga yang mudik lewat sungai. Video yang terdapat dalam unggahan tersebut merupakan potongan pada detik 0:20-0:50. Versi lengkap dari video tersebut pertama kali diunggah di kanal YouTube Tebegaya Tampan dengan judul video “Journey To Sungai Ambawang 6” pada 27 November 2013 yang lalu.
Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh pengguna Facebook dengan nama pengguna Idha Kutus Kutus tersebut dapat dikategorikan sebagai Konteks yang Salah/False Context.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro).
Video tersebut merupakan video perjalanan melintasi Sungai Ambawang, Kalimantan Barat, bukan video warga yang mudik lewat sungai. Video tersebut pertama kali diunggah di kanal YouTube Tebegaya Tampan dengan judul video “Journey To Sungai Ambawang 6” pada 27 November 2013 yang lalu.
Video tersebut merupakan video perjalanan melintasi Sungai Ambawang, Kalimantan Barat, bukan video warga yang mudik lewat sungai. Video tersebut pertama kali diunggah di kanal YouTube Tebegaya Tampan dengan judul video “Journey To Sungai Ambawang 6” pada 27 November 2013 yang lalu.
Rujukan
(GFD-2021-6901) [SALAH] Pesan Giveaway dari Kedas Beauty
Sumber: SMSTanggal publish: 09/05/2021
Berita
“N.O anda dpt Rp.100.000.000 dri program give away KEDAS BE4UTY thn 2021 kode pin (CK805KU)
silahkan cocokkan pin anda di; bit.ly / infogiveaway95″
silahkan cocokkan pin anda di; bit.ly / infogiveaway95″
Hasil Cek Fakta
Telah beredar sebuah SMS yang mengabarkan perihal giveaway dari sebuah merek produk kecantikan, Kedas Beauty. SMS giveaway 100 juta rupiah ini akan masuk dengan memberikan sebuah kode pin untuk penerima pesan, serta mengarahkan penerima pesan tersebut untuk masuk ke sebuah tautan yang tertera.
Setelah melakukan penelusuran melalui Google, tidak ditemukan klarifikasi resmi terkait giveaway ini. Dari akun Instagram @kedas_beautyofficial dan owner resmi @ownerkedasbeauty_ tidak ditemukan adanya informasi mengenai giveaway atau informasi hoaks. Sementara melalui website resminya kedasbeautyresmi.com juga tidak didapati informasi mengenai giveaway atau informasi hoaks.
Namun uniknya, dari kata kunci pencarian “Giveaway Kedas Beauty”, ditemukan banyak sekali blog-blog bahkan video youtube yang menyatakan bahwa giveaway ini adalah hoaks. Yang terbaru pada April 2021, sebuah blog dari infoperbankan.com membagikan informasi dan pengalaman seseorang korban penipuan yang berkedok giveaway dari Kedas Beauty.
Hoaks giveaway Kedas Beauty ini ternyata sudah tersebar sejak tahun 2020. Dengan mekanisme yang sama, pesan akan dikirimkan melalui SMS dan penerima pesan diarahkan untuk masuk ke sebuah tautan yang terdapat dalam pesan. Biasanya pesan tersebut akan meminta data pribadi dan sejumlah uang yang diklaim sebagai uang administrasi.
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat terjadi peningkatan penipuan undian berhadiah lima kali lipat pada 2020 dibanding tahun sebelumnya. Modus penipuan ini marak ditemukan pada layanan SMS, aplikasi chatting, maupun media sosial lainnya. Salah satu modus yang paling banyak tercatat adalah ‘phising’ atau penipuan online.
Melansir dari media CNNIndonesia, terdapat beberapa cara yang dapat diperhatikan agar terhindar dari penipuan online ini, yaitu:
Perhatikan nomor pengirim pesan
Pastikan nomor tersebut sesuai dengan situs dan media sosial resmi pihak penyelenggara.
Perhatikan tautan yang diberikan
Modus ‘phising’ akan mengarahkan calon korbannya ke alamat situs web palsu yang mirip dengan situs web yang asli. Hal lain yang dapat diperhatikan adalah untuk melangsungkan aksinya, penipu kebanyakan menggunakan tautan yang berakhiran “blogspot.com” atau domain lain yang dapat dibuat secara gratis.
Waspadai permintaan informasi pribadi dan biaya
Informasi yang biasanya dibutuhkan oleh penyelenggara untuk proses verifikasi antara lain:
Nama lengkap
Nomor telepon
Nomor identitas (KTP/SIM)
Alamat sesuai kartu identitas
Bukti nomor undian
Jika pihak penyelenggara meminta Anda untuk menyebutkan identitas yang bersifat sensitif seperti pin ATM, nomor kartu kredit, nama ibu kandung, atau memungut biaya maka dipastikan hal tersebut mengarah ke modus penipuan berkedok undian berhadiah.
Hubungi pihak penyelenggara
Selain melalui telepon, SMS atau chat WhatsApp, pelaku umumnya menggunakan saluran komunikasi konvensional dalam bentuk surat yang dikirimkan berisi tata cara klaim hadiah. Surat yang dikirimkan ini dibuat seolah menyerupai pengumuman resmi.
Segeralah hubungi call center pihak penyelenggara untuk melaporkan adanya potensi modus penipuan dan mencegah diri Anda terjebak ke dalam penipuan.
Apabila Anda telah terlanjur memberikan informasi pribadi yang berkaitan dengan data pribadi, perbankan, atau pengiriman sejumlah uang segera hubungi pihak yang berwajib agar dapat ditindaklanjuti.
Jadi dapat disimpulkan bahwa pesan giveaway dari Kedas Beauty adalah pesan hoaks kategori fabricated content atau konten palsu.
Setelah melakukan penelusuran melalui Google, tidak ditemukan klarifikasi resmi terkait giveaway ini. Dari akun Instagram @kedas_beautyofficial dan owner resmi @ownerkedasbeauty_ tidak ditemukan adanya informasi mengenai giveaway atau informasi hoaks. Sementara melalui website resminya kedasbeautyresmi.com juga tidak didapati informasi mengenai giveaway atau informasi hoaks.
Namun uniknya, dari kata kunci pencarian “Giveaway Kedas Beauty”, ditemukan banyak sekali blog-blog bahkan video youtube yang menyatakan bahwa giveaway ini adalah hoaks. Yang terbaru pada April 2021, sebuah blog dari infoperbankan.com membagikan informasi dan pengalaman seseorang korban penipuan yang berkedok giveaway dari Kedas Beauty.
Hoaks giveaway Kedas Beauty ini ternyata sudah tersebar sejak tahun 2020. Dengan mekanisme yang sama, pesan akan dikirimkan melalui SMS dan penerima pesan diarahkan untuk masuk ke sebuah tautan yang terdapat dalam pesan. Biasanya pesan tersebut akan meminta data pribadi dan sejumlah uang yang diklaim sebagai uang administrasi.
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat terjadi peningkatan penipuan undian berhadiah lima kali lipat pada 2020 dibanding tahun sebelumnya. Modus penipuan ini marak ditemukan pada layanan SMS, aplikasi chatting, maupun media sosial lainnya. Salah satu modus yang paling banyak tercatat adalah ‘phising’ atau penipuan online.
Melansir dari media CNNIndonesia, terdapat beberapa cara yang dapat diperhatikan agar terhindar dari penipuan online ini, yaitu:
Perhatikan nomor pengirim pesan
Pastikan nomor tersebut sesuai dengan situs dan media sosial resmi pihak penyelenggara.
Perhatikan tautan yang diberikan
Modus ‘phising’ akan mengarahkan calon korbannya ke alamat situs web palsu yang mirip dengan situs web yang asli. Hal lain yang dapat diperhatikan adalah untuk melangsungkan aksinya, penipu kebanyakan menggunakan tautan yang berakhiran “blogspot.com” atau domain lain yang dapat dibuat secara gratis.
Waspadai permintaan informasi pribadi dan biaya
Informasi yang biasanya dibutuhkan oleh penyelenggara untuk proses verifikasi antara lain:
Nama lengkap
Nomor telepon
Nomor identitas (KTP/SIM)
Alamat sesuai kartu identitas
Bukti nomor undian
Jika pihak penyelenggara meminta Anda untuk menyebutkan identitas yang bersifat sensitif seperti pin ATM, nomor kartu kredit, nama ibu kandung, atau memungut biaya maka dipastikan hal tersebut mengarah ke modus penipuan berkedok undian berhadiah.
Hubungi pihak penyelenggara
Selain melalui telepon, SMS atau chat WhatsApp, pelaku umumnya menggunakan saluran komunikasi konvensional dalam bentuk surat yang dikirimkan berisi tata cara klaim hadiah. Surat yang dikirimkan ini dibuat seolah menyerupai pengumuman resmi.
Segeralah hubungi call center pihak penyelenggara untuk melaporkan adanya potensi modus penipuan dan mencegah diri Anda terjebak ke dalam penipuan.
Apabila Anda telah terlanjur memberikan informasi pribadi yang berkaitan dengan data pribadi, perbankan, atau pengiriman sejumlah uang segera hubungi pihak yang berwajib agar dapat ditindaklanjuti.
Jadi dapat disimpulkan bahwa pesan giveaway dari Kedas Beauty adalah pesan hoaks kategori fabricated content atau konten palsu.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)
Pesan tersebut adalah hoaks. Faktanya, tidak ada informasi terkait giveaway yang ditemukan dalam media sosial ataupun website resmi dari Kedas Beauty.
Pesan tersebut adalah hoaks. Faktanya, tidak ada informasi terkait giveaway yang ditemukan dalam media sosial ataupun website resmi dari Kedas Beauty.
Rujukan
(GFD-2021-8619) Keliru, Klaim Ini Video Aksi Anarki Warga India Akibat Frustasi karena Covid-19
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 08/05/2021
Berita
Video yang memperlihatkan puluhan warga India yang mencegat dan merusak sebuah mobil serta memukuli seorang pria berseragam dalam mobil tersebut beredar di Facebook. Video itu diklaim menunjukkan warga India yang melakukan aksi anarki akibat frustasi dan marah karena penerapan lockdown di tengah pandemi Covid-19.
Akun ini membagikan video berdurasi 30 detik tersebut pada 4 Mei 2021. Akun itu pun menulis narasi sebagai berikut:
“BREAKING NEWS. India dengan cepat tenggelam dalam anarki dan kekacauan perkotaan. Di India orang yang frustrasi dan marah sudah merasa muak. Mereka memukuli polisi dan tentara karena pembatasan koped dan penegakan proses. Bentrokan ini telah meletus di seluruh India karena pemerintah mencoba melakukan lockdown yang lebih diktator dan fasis."
Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi klaim keliru terkait video yang diunggahnya. Video ini tidak terkait dengan kebijakan lockdown di India di tengah pandemi Covid-19
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan verifikasi Tim CekFakta Tempo, video tersebut tidak terkait dengan kebijakan lockdown di India untuk menahan penyebaran virus Corona. Protes warga yang berujung pada pembakaran mobil polisi itu terjadi Distrik Bhadrak, India. Mereka marah lantaran ada seorang warga yang tewas saat dikejar oleh polisi.
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tempo mula-mula mengambil gambar tangkapan layar video tersebut. Lalu, gambar itu ditelusuri denganreverse image tool Google dan Yandex. Hasilnya, ditemukan bahwa cuplikan video yang identik pernah diunggah ke YouTube oleh kanal milik stasiun televisi lokal India, Kalinga TV, pada 13 Januari 2021.
Video ini berjudul “Warga Membakar Van Polisi setelah Seorang Anak Muda Meninggal karena Diduga Dipukuli Polisi di Bhadrak”. Peristiwa yang sama juga pernah diberitakan oleh stasiun televisi lokal India, Prameya News7, pada 15 Januari 2021. Video berita itu diunggah ke YouTube dengan judul “Enam Orang Ditangkap karena Membakar Kendaraan Polisi di Bhadrak”.
Dilansir dari Prameyanews.com, ketegangan meletus ketika warga Bhadrak membakar mobil polisi dan menghantam seorang petugas, setelah kematian seorang pemuda di Alinagar Square di distrik tersebut pada 13 Januari 2021. Pemuda itu bernama Bapi Mahalik, warga Desa Hatuari.
Menurut warga setempat, peristiwa berawal ketika Mahalik pergi ke rumah saudara perempuannya untuk bekerja. Dalam perjalanan, polisi diduga tiba-tiba mengejarnya karena beberapa alasan yang dirahasiakan. Saat polisi mengejarnya, Mahalik ketakutan dan jatuh ke kolam di sekitar lokasi kejadian, lalu meninggal karena tenggelam.
Warga setempat pun melakukan pemblokiran jalan antara Bhadrak dan Chandbali, dengan menempatkan jenazah di jalanan dan melakukan protes dengan membakar ban. Saat polisi tiba di lokasi untuk mengendalikan situasi, warga yang marah meronta-ronta dan membakar kendaraan mereka. Mereka juga melempari batu karena pasukan polisi yang dikerahkan untuk mengendalikan situasi bertambah.
Newindianexpress.com melaporkan pula peristiwa itu. Kejadian ini bermula ketika seorang pemuda berusia 22 tahun bernama Bapi Mahalik ketakutan melihat kedatangan polisi di rumahnya. Ia pun melarikan diri hingga terjun ke dalam kolam dan mencoba berenang. Namun, dia terjebak dalam ganggang dan tenggelam hingga tewas.
Mahalik sendiri bukanlah target polisi. Polisi yang datang ke rumahnya bermaksud memeriksa adik iparnya, Ashok Malik, terkait sebuah kasus lama. Namun, karena Mahalik berlari, polisi mengira dia adalah Malik dan terus mengejarnya.
Insiden ini membuat kesal warga setempat yang kemudian melakukan protes dan memblokir jalan Bhadrak-Chandbali dekat Alinagar selama dua jam pada 13 Januari 2021 sore. Para pengunjuk rasa yang meletakkan jenazah Mahalik di jalanan juga membakar ban.
Saat aksi unjuk rasa, sebuah kendaraan dari Pos Polisi Pirahat yang membawa tersangka melewati jalur tersebut. Sementara personel di dalam kendaraan tidak mengetahui adanya protes tersebut, warga setempat berasumsi bahwa mereka berasal dari kantor polisi Tihidi. Warga pun melampiaskan kemarahan mereka terhadap kendaraan tersebut.
Situasi pandemi di India
Di tengah gelombang kedua pandemi Covid-19 di India, per 7 Mei 2021, jumlah keseluruhan kasus infeksi virus Corona di negara tersebut menembus 21,49 juta, yang tersebar di kota-kota padat penduduk hingga desa-desa terpencil. Adapun jumlah kasus baru di India pada hari itu mencapai 414.188 kasus dengan 3.915 kematian.
Perdana Menteri India Narendra Modi menghadapi tekanan yang semakin besar untuk segera memberlakukan penguncian nasional yang jauh lebih ketat. Para ahli medis, pemimpin oposisi, hingga beberapa hakim Mahkamah Agung mendesaknya untuk menerapkan lockdown, sebagai satu-satunya pilihan untuk menghambat penyebaran virus Corona.
Modi, yang mengadakan konsultasi dengan para pemimpin terpilih dan pejabat negara bagian yang terkena dampak paling parah pada 6 Mei, sejauh ini telah menyerahkan tanggung jawab untuk memerangi virus kepada pemerintah negara bagian yang tidak memiliki perlengkapan yang memadai.
Srinath Reddy, Presiden Public Health Foundation of India, sebuah konsultan publik swasta, mengakui bahwa sejumlah negara bagian memang mengalami intensitas epidemi yang berbeda, tapi "strategi nasional yang terkoordinasi" masih sangat diperlukan.
Menurut Reddy, keputusan soal penanganan Covid-19 perlu didasarkan pada kondisi lokal, tapi harus dikoordinasikan oleh pusat. "Seperti orkestra yang memainkan partitur yang sama, tapi dengan instrumen yang berbeda," kata Reddy.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas merupakan video warga India yang melakukan aksi anarki akibat frustasi dan marah karena penerapan lockdown di tengah pandemi Covid-19, keliru. Video tersebut menunjukkan aksi protes warga yang berujung pada pembakaran mobil polisi di Distrik Bhadrak, India, pada 13 Januari 2021. Warga marah lantaran seorang pemuda yang dikejar oleh polisi tewas akibat tenggelam setelah kabur dan terjun ke sungai.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/india
- https://web.facebook.com/100022632759717/videos/956100838487666?_rdc=1&_rdr
- https://www.tempo.co/tag/virus-corona
- https://www.youtube.com/watch?v=4HPY3ersPxM
- https://www.youtube.com/watch?v=oyoD93ebQdM
- https://www.prameyanews.com/irate-mob-sets-police-van-ablaze-over-youths-death-in-bhadrak/
- https://www.newindianexpress.com/states/odisha/2021/jan/14/seeing-men-in-uniform-youth-runs-into-pond-dies-2250045.html
- https://www.tempo.co/tag/pandemi-covid-19
- https://www.tempo.co/dw/4920/infeksi-covid-19-tak-terkendali-pm-modi-didesak-berlakukan-lockdown-ketat
- https://www.tempo.co/tag/covid-19
- https://www.tempo.co/tag/lockdown
(GFD-2021-6884) [SALAH] Karena Suramadu Ditutup, Para Pemudik Terpaksa Berenang di Laut
Sumber: facebook.comTanggal publish: 08/05/2021
Berita
Akun facebook bernama Jujun Damacai mengunggah 2 buah foto yang menunjukkan banyak prang menyeberangi Laut Suramadu dan diklaim merupakan para pemudik karena Suramadu ditutup. [NARASI]:
“Di karnakan jembatan dengan tujuan surabaya madura (SURAMADU) di tutup.
Terpaksa PEMUDIK menggunakan jalur laut..
Nabeng aman ekoh…”
“Di karnakan jembatan dengan tujuan surabaya madura (SURAMADU) di tutup.
Terpaksa PEMUDIK menggunakan jalur laut..
Nabeng aman ekoh…”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, dilansir dari merdeka.com, foto itu bukanlah pemudik yang berenang karena Jembatan Suramadu ditutup. Melainkan foto prajurit Marinir berenang menyeberangi Selat Madura yang terjadi pada tahun 2016.
Dilansir dari artikel merdeka.com berjudul “2.016 Prajurit Marinir pecahkan rekor MURI seberangi Selat Madura” pada 28 April 2016. Sebanyak 2.016 Prajurit Marinir melakukan renang dengan menyeberangi Selat Madura. Start dimulai dari bawah jembatan Suramadu sisi Surabaya (Tambak Wedi) dan finish di Desa Labang Kecamatan Labang (kaki Suramadu Sisi Madura), Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Kamis 28 April 2016.
Kemudian, 360 personel dari Resimen Kavaleri-1 Marinir, 50 personel dari Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan V Lantamal V Surabaya, 50 perenang dari Komando Pendidikan Korps Marinir (Kodikmar) dan 26 perenang dari Akademi Angkatan Laut.
Rekor Muri bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-15 Pasmar (Pasukan Marinir) 1 di tahun 2016. “Yang dilakukan prajurit ini untuk mengulang sejarah 20 tahun yang lalu, seperti yang pernah dilakukan oleh para senior Marinir TNI Angkatan Laut,” terang Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi saat itu.
Sementara itu, terkait penyekatan jembatan Suramadu terkait larangan mudik lebaran 2021, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum membenarkan bahwa jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) Jawa Timur, akan disekat pada 6 hingga 17 Mei 2021.
Dilansir dari artikel merdeka.com berjudul “2.016 Prajurit Marinir pecahkan rekor MURI seberangi Selat Madura” pada 28 April 2016. Sebanyak 2.016 Prajurit Marinir melakukan renang dengan menyeberangi Selat Madura. Start dimulai dari bawah jembatan Suramadu sisi Surabaya (Tambak Wedi) dan finish di Desa Labang Kecamatan Labang (kaki Suramadu Sisi Madura), Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Kamis 28 April 2016.
Kemudian, 360 personel dari Resimen Kavaleri-1 Marinir, 50 personel dari Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan V Lantamal V Surabaya, 50 perenang dari Komando Pendidikan Korps Marinir (Kodikmar) dan 26 perenang dari Akademi Angkatan Laut.
Rekor Muri bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-15 Pasmar (Pasukan Marinir) 1 di tahun 2016. “Yang dilakukan prajurit ini untuk mengulang sejarah 20 tahun yang lalu, seperti yang pernah dilakukan oleh para senior Marinir TNI Angkatan Laut,” terang Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi saat itu.
Sementara itu, terkait penyekatan jembatan Suramadu terkait larangan mudik lebaran 2021, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum membenarkan bahwa jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) Jawa Timur, akan disekat pada 6 hingga 17 Mei 2021.
Kesimpulan
Bukan pemudik. Foto-foto tersebut merupakan kegiatan 2.016 Prajurit Marinir yang memecahkan reor MURI pada 2016 silam, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-15 Pasmar (Pasukan Marinir).
Rujukan
- https://www.merdeka.com/cek-fakta/cek-fakta-foto-ini-bukan-pemudik-berenang-karena-jembatan-suramadu-ditutup.html
- https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3199336/2016-prajurit-marinir-pecahkan-rekor-muri-berenang-lintasi-selat-madura
- https://www.tigapilarnews.com/berita/2016/03/29/14187-marinir-berenang-seberangi-selat-madura
Halaman: 6639/7954



