(GFD-2021-8646) Keliru, Klaim Ini Video Rudal Al Qassam yang Hantam Israel dan Tewaskan Ratusan Warga Yahudi
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 02/06/2021
Berita
Video yang diklaim sebagai video rudal milik Brigade Al Qassam, sayap militer milik kelompok Hamas di Palestina, yang menghantam wilayah Israel dan menewaskan ratusan warga Yahudi, beredar di Facebook.
Video itu memperlihatkan kobaran api raksasa yang membakar sejumlah mobil di sebuah tempat parkir. Tampak pula beberapa orang di sekitar lokasi kebakaran itu yang panik dan melarikan diri.
Akun ini membagikan video berdurasi 29 detik tersebut pada 27 Mei 2021 dengan narasi, “Roket² al qassam menghantam wilayah Israel.. kejadian baru diperkirakan 650 korban Yahudi..”
Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi klaim keliru terkait video yang diunggahnya. Video itu tidak terkait dengan konflik Israel-Palestina yang memanas baru-baru ini.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula mengambil gambar tangkapan layar video di atas dan menelusuri jejak digitalnya denganreverse image toolGoogle dan Yandex. Hasilnya, ditemukan bahwa video itu adalah video lama yang tidak terkait dengan konflik antara Israel dan Palestina.
Akun Twitter terverifikasi milik situs berita Mesir dan Timur Tengah Youm 7, @youm7, pernah mengunggah video tersebut pada 14 Juli 2020. Video itu diberi keterangan: "Kebakaran besar melalap mobil-mobil di jalan gurun di Ismailia, Mesir."
Video serupa juga pernah ditayangkan dalam video berita stasiun televisi Indonesia, tvOne, di kanal YouTube-nya pada 15 Juli 2020. Video berita tersebut diberi judul "Mengerikan! Jalur Pipa Minyak di Kairo Meledak, Belasan Orang Terluka".
Dalam keterangannya, tvOne menulis penjelasan: "Kebocoran minyak dari pipa Shuqair-Mostorod di sebelah jalan raya yang sibuk di pinggiran Kairo, Mesir, memicu terjadinya kebakaran hebat. Sedikitnya 17 orang terluka akibat kejadian itu."
Dilansir dari kantor berita Reuters, kebakaran itu terjadi setelah minyak bocor dari pipa Shuqair-Mostorod yang berada di sebelah jalan raya yang sibuk di pinggiran Kairo, Mesir, pada 14 Juli 2021. Pipa minyak ini membentang di sepanjang jalan raya, dan terbakar setelah terkena percikan api dari kendaraan yang melintasi jalur tersebut.
Dikutip dari ABC News, akibat kejadian tersebut, sebanyak 17 orang yang menjadi korban mesti dilarikan ke rumah sakit. Kebakaran itu juga membuat petugas pemadam kebakaran berjuang selama berjam-jam untuk menahan pilar api yang menjulang tinggi, yang membakar puluhan mobil.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video tersebut adalah video rudal milik Brigade Al Qassam, sayap militer milik kelompok Hamas di Palestina, yang menghantam wilayah Israel dan menewaskan ratusan warga Yahudi, keliru. Video tersebut merupakan video lama, yang menunjukkan peristiwa kebakaran pipa minyak di Kairo, Mesir, pada 14 Juli 2020. Sebanyak 17 orang menjadi korban dari peristiwa itu.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/israel
- https://www.facebook.com/watch/?v=162893149126059&_rdc=1&_rdr
- https://www.tempo.co/tag/palestina
- https://twitter.com/youm7/status/1283061138008178688
- https://www.youtube.com/watch?v=EdB5-20BBMQ
- https://www.tempo.co/tag/mesir
- https://www.reuters.com/article/us-egypt-pipeline-fire-idUSKCN24F2LX
- https://abcnews.go.com/International/wireStory/ruptured-pipeline-egypt-massive-blaze-injuring-12-71779675?cid=social_twitter_abcn
- https://www.tempo.co/tag/rudal
- https://www.tempo.co/tag/hamas
(GFD-2021-8647) Keliru, Klaim Ini Video Perayaan Peresmian Kantor Hamas di India
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 02/06/2021
Berita
Video yang memperlihatkan sekelompok orang sedang meneriakkan suatu kalimat sembari mengibarkan bendera Palestina beredar di Facebook. Video tersebut diklaim sebagai video perayaan peresmian kantor baru Hamas, kelompok militan Palestina, di negara bagian Kerala, India.
Akun ini membagikan video berdurasi 30 detik tersebut pada 20 Mei 2021. Akun itu pun menulis, “This is not Gaza. This is Waynad, North Kerala...Rahul Gandhi constituency. Hamas branch in India”. Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah disaksikan sebanyak 77 kali.
Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi klaim keliru terkait video yang diunggahnya. Video itu bukan video perayaan peresmian kantor Hamas di India.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan verifikasi Tim CekFakta Tempo, video itu direkam pada 16 Mei 2021, saat ribuan orang berkumpul di alun-alun Masjid Imam Muhammad bin Abdulwahhab di Doha, Qatar, untuk mengekspresikan solidaritas terhadap rakyat Palestina yang tengah melawan agresi Israel.
Untuk memeriksa klaim tersebut, Tempo memfragmentasi video itu menjadi sejumlah gambar dengan tool InVid, lalu menelusuri gambar-gambar ini dengan reverse image tool Google dan Yandex. Hasilnya, ditemukan video yang sama yang pernah diunggah ke YouTube oleh kanal GulfMalayali pada 16 Mei 2021 dengan judul “Palestine solidarity in Qatar”.
Dalam keterangannya, tertulis bahwa video itu menunjukkan orang-orang Malayale yang sedang meneriakkan sejumlah slogan dalam sebuah acara terkait Palestina di Qatar. Mereka berbondong-bondong menghadiri acara solidaritas bagi Palestina yang tengah melawan Israel di Gaza tersebut.
Video yang identik pun pernah dimuat oleh kanal YouTube milik platform komunitas Qatar, Qatar Living, pada 17 Mei 2021 dengan judul “Qatar's Solidarity Stand with Palestine”. Menurut laporan Qatar Living, ribuan orang dari berbagai kebangsaan berkumpul di alun-alun Masjid Imam Muhammad bin Abdulwahhab pada 16 Mei 2021 untuk mengekspresikan solidaritas terhadap rakyat Palestina.
Aksi solidaritas yang digagas oleh International Union of Muslim Scholars (IUMS) itu dihadiri oleh sejumlah tokoh dan warga Qatar, termasuk orang Palestina yang tinggal di negara tersebut. Para peserta aksi itu pun mengibarkan bendera Palestina, Qatar, dan negaranya masing-masing. Mereka meneriakkan slogan-slogan yang menekankan dukungan penuh mereka bagi rakyat Palestina dan cinta serta kesiapan mereka untuk berkorban bagi Masjid Al Aqsa.
Dikutip dari surat kabar Qatar, The Peninsula, selain mengibarkan bendera Palestina, para peserta aksi solidaritas tersebut juga membawa plakat bertuliskan "Bebaskan Palestina!" dan "Pertahankan Gaza!". Mereka juga meneriakkan slogan-slogan yang menunjukkan dukungannya terhadap Palestina. Para demonstran pun meminta pertanggungjawaban Israel dan mengakhiri agresinya di tanah Palestina.
Pimpinan Hamas, Ismail Haniyeh, yang berpidato dalam acara tersebut, menyatakan rasa terima kasihnya terhadap pemerintah dan rakyat Qatar atas dukungan mereka bagi Palestina. Dia mengatakan bahwa konflik antara Palestina dan Israel telah berakhir di Al Quds atau Yerusalem, dan generasi mendatang akan terus melawan.
“Kami menyuruh mereka untuk tidak bermain api. Masjid Al Aqsa adalah Qibal dan identitas kami," katanya. “Kami memperingatkan mereka berulang kali tidak hanya dengan kata-kata tetapi melalui pemberontakan dan perlawanan. Kami memberitahu mereka di bulan suci Ramadan dan mereka berencana untuk menembus Masjid Al Aqsa dan menggusur warga dari lingkungan Sheikh Jarrah," ujar Haniyeh.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video tersebut merupakan video perayaan peresmian kantor baru Hamas, kelompok militan Palestina, di negara bagian Kerala, India, keliru. Video itu menunjukkan aksi solidaritas bagi warga Palestina di alun-alun Masjid Imam Muhammad bin Abdulwahhab, Doha, Qatar, pada 16 Mei 2021.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/hamas
- https://archive.ph/RLBlV
- https://www.tempo.co/tag/israel
- https://www.youtube.com/watch?v=kgK-ifrIeT8
- https://www.youtube.com/watch?v=fL9edkVlo_k
- https://www.qatarliving.com/forum/news/watch-thousands-qatar-residents-attend-solidarity-stand-held-support-palestine?fbclid=IwAR2TLkS83W_dvjam8i3wZinfQ2LvgENlWl8zPEThNtOg22bx-sAOFuodOuc
- https://www.tempo.co/tag/qatar
- https://www.thepeninsulaqatar.com/article/16/05/2021/Thousands-gather-to-show-solidarity-with-Palestinians
- https://www.tempo.co/tag/palestina
- https://www.tempo.co/tag/india
(GFD-2021-7025) [SALAH] Foto “Uya Kuya Menghipnotis Wapres Maruf Amin”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 01/06/2021
Berita
Akun Facebook Osaki (fb.com/rizky.restuwiratama) mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan Uya Kuya sedang menghipnotis Wakil Presiden Maruf Amin ke grup Makar community dengan narasi sebagai berikut:
“Pak Ma’ruf amin beliau bekerja dari balik layar layaknya Uchiha Itachi dalam Serial Naruto, Beliau adalah Wakil Presiden sekaligus Ulama yang di cintai dan di hormati rakyat sayangnya tidak terlihat di publik saja…… Bismillah Kursi DPR”
“Pak Ma’ruf amin beliau bekerja dari balik layar layaknya Uchiha Itachi dalam Serial Naruto, Beliau adalah Wakil Presiden sekaligus Ulama yang di cintai dan di hormati rakyat sayangnya tidak terlihat di publik saja…… Bismillah Kursi DPR”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, adanya foto yang diklaim sebagai Uya Kuya yang sedang menghipnotis Wakil Presiden Maruf Amin merupakan konten yang dimanipulasi.
Faktanya, foto itu merupakan foto editan yang menggabungkan foto saat Uya Kuya menghipnotis komedian Sule di sebuah acara televisi pada Oktober 2019 dan foto Wapres Maruf Amin saat mengikuti dalam rapat paripurna bersama para Menteri pada 18 Juni 2020.
Foto editan ini merupakan hoaks lama yang beredar kembali, karena sebelumnya pada tahun 2020, foto ini sudah pernah diperiksa faktanya, salah satunya di artikel berjudul “[SALAH] Foto Uya Kuya Menghipnotis Wapres Maruf Amin” yang terbit di situs turnbackhoax.id pada 2 Juli 2020.
Dilansir dari artikel tersebut, foto asli yang pertama adalah foto Uya Kuya. Foto tersebut diambil dari tayangan sebuah acara televisi ketika Uya Kuya menghipnotis komedian Sule. Video tersebut diunggah oleh kanal Youtube Ini Talk Show pada 24 Oktober 2019.
Sementara itu foto yang kedua adalah foto Wapres Maruf Amin yang tengah duduk sambil mengenakan masker hitam. Salah satu yang menampilkan hal ini adalah video yang diunggah di kanal Youtube Kompas TV pada 29 Juni 2020.
Faktanya, foto itu merupakan foto editan yang menggabungkan foto saat Uya Kuya menghipnotis komedian Sule di sebuah acara televisi pada Oktober 2019 dan foto Wapres Maruf Amin saat mengikuti dalam rapat paripurna bersama para Menteri pada 18 Juni 2020.
Foto editan ini merupakan hoaks lama yang beredar kembali, karena sebelumnya pada tahun 2020, foto ini sudah pernah diperiksa faktanya, salah satunya di artikel berjudul “[SALAH] Foto Uya Kuya Menghipnotis Wapres Maruf Amin” yang terbit di situs turnbackhoax.id pada 2 Juli 2020.
Dilansir dari artikel tersebut, foto asli yang pertama adalah foto Uya Kuya. Foto tersebut diambil dari tayangan sebuah acara televisi ketika Uya Kuya menghipnotis komedian Sule. Video tersebut diunggah oleh kanal Youtube Ini Talk Show pada 24 Oktober 2019.
Sementara itu foto yang kedua adalah foto Wapres Maruf Amin yang tengah duduk sambil mengenakan masker hitam. Salah satu yang menampilkan hal ini adalah video yang diunggah di kanal Youtube Kompas TV pada 29 Juni 2020.
Kesimpulan
Foto EDITAN yang menggabungkan foto saat Uya Kuya menghipnotis komedian Sule di sebuah acara televisi pada Oktober 2019 dan foto Wapres Maruf Amin saat mengikuti dalam rapat paripurna bersama para Menteri pada 18 Juni 2020.
Rujukan
(GFD-2021-7026) [SALAH] Gubernur Provinsi Papua Meninggal Dunia
Sumber: facebook.comTanggal publish: 01/06/2021
Berita
“Bapak Gubernur Papua Meninggal Dunia Selamat (emoticon)”
Hasil Cek Fakta
Beberapa waktu lalu sempat beredar postingan di salah satu akun facebook bernama Abraham Tabuni yang memposting sebuah video upacara pemakaman militer yang disebutnya sebagai upacara pemakaman atas meninggalnya Gubernur Papua.
Namun berdasarkan hasil periksa fakta terkait video yang beredar tersebut, ditemukanlah sebuah fakta bahwa informasi mengenai meninggalnya Gubernur Papua sebagaimana dikatakan oleh pemilik salah satu akun facebook tersebut ialah informasi palsu.
Melansir dari cnnindonesia.com , Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Akmal Malik memastikan bahwa kabar Gubernur Papua, Lukas Enembe meninggal dunia ialah hoax.
Selain itu, Akmal Malik juga menegaskan bahwa, Gubernur Papua, Lukas Enembe pada saat ini hanya sedang menjalani operasi di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura. Bahkan Juru Bicara Gubernur Papua, Rifai Darus juga telah menggelar jumpa pers untuk mengklarifikasi informasi tersebut.
Atas dasar tersebut, maka melansir dari kompas.com , Rifai Darus mengatakan bahwa pada saat ini Pemerintah Provinisi Papua sedang mengumpulkan data dan akan melaporkan kasus atas penyebaran kabar hoax tersebut ke polisi.
Selanjutnya, Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri juga telah memerintahkan Direktorat Kriminal Khusus mengejar pelaku yang menyebarkan informasi palsu tersebut karena dianggap telah meresahkan masyarakat.
Fakhiri juga menegaskan kembali bahwa apabila terjadi sesuatu dengan Gubernur Papua, maka ia akan mendapat kabar lebih dulu dibandingkan para awak media ataupun masyarakat umum.
Berdasarkan pada seluruh referensi, informasi terkait meninggalnya Gubernur Papua, Lukas Enembe ialah informasi salah atau kategori konten yang salah.
Namun berdasarkan hasil periksa fakta terkait video yang beredar tersebut, ditemukanlah sebuah fakta bahwa informasi mengenai meninggalnya Gubernur Papua sebagaimana dikatakan oleh pemilik salah satu akun facebook tersebut ialah informasi palsu.
Melansir dari cnnindonesia.com , Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Akmal Malik memastikan bahwa kabar Gubernur Papua, Lukas Enembe meninggal dunia ialah hoax.
Selain itu, Akmal Malik juga menegaskan bahwa, Gubernur Papua, Lukas Enembe pada saat ini hanya sedang menjalani operasi di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura. Bahkan Juru Bicara Gubernur Papua, Rifai Darus juga telah menggelar jumpa pers untuk mengklarifikasi informasi tersebut.
Atas dasar tersebut, maka melansir dari kompas.com , Rifai Darus mengatakan bahwa pada saat ini Pemerintah Provinisi Papua sedang mengumpulkan data dan akan melaporkan kasus atas penyebaran kabar hoax tersebut ke polisi.
Selanjutnya, Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri juga telah memerintahkan Direktorat Kriminal Khusus mengejar pelaku yang menyebarkan informasi palsu tersebut karena dianggap telah meresahkan masyarakat.
Fakhiri juga menegaskan kembali bahwa apabila terjadi sesuatu dengan Gubernur Papua, maka ia akan mendapat kabar lebih dulu dibandingkan para awak media ataupun masyarakat umum.
Berdasarkan pada seluruh referensi, informasi terkait meninggalnya Gubernur Papua, Lukas Enembe ialah informasi salah atau kategori konten yang salah.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Novita Kusuma Wardhani (Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta).
Informasi yang salah. Faktanya Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Akmal Malik memastikan kabar Gubernur Papua Lukas Enembe meninggal dunia adalah hoaks.
Informasi yang salah. Faktanya Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Akmal Malik memastikan kabar Gubernur Papua Lukas Enembe meninggal dunia adalah hoaks.
Rujukan
Halaman: 6603/7958



