• (GFD-2021-7045) [SALAH] Gambar Postingan Twitter Denny Siregar tentang Hidupnya yang Semakin Berat

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 06/06/2021

    Berita

    “Hidup makin blangsak listrik malah BBM mahal sembako mahal jantung pun minta ring nya di tambah kucuran dana di bayar cicil dimanakah perasaan mu bantulaj kami pak kami bertalang nyawa buat bapak kelurga pun jadi korban di maki2 orang bantulah kami pak”

    Hasil Cek Fakta

    Telah beredar di Facebook gambar tangkapan layar dari Twitter dengan nama Denny siregar yang mengunggah narasi tentang hidupnya yang semakin berat dan keluarganya menjadi korban makian orang. Postingan gambar tersebut diunggah oleh akun bernama Dhani Agung di grup LAWAN KADRUN.

    Setelah ditelusuri, Denny Siregar sudah mengklarifikasi terkait gambar tangkap layar tersebut tidak benar dan merupakan editan pada akun Twitternya. Narasi tersebut tidak pernah dituliskan pada akun Twitter Denny Siregar.

    “Yang percaya itu twitku, bodoh aja.. Lha jelas2 editan gitu. Kasar lagi editannya..

    ?? ” cuit Denny pada 17 Mei 2021.

    Dengan demikian klaim postingan Twitter Denny Siregar tentang hidupnya yang semakin berat dan keluarganya menjadi korban makian orang tidak benar. Melalui akun Twitter Denny Siregar telah mengklarifikasi hal tersebut adalah editan sehingga masuk dalam kategori konten palsu.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Luthfiyah Oktari Jasmien (Institut Agama Islam Negeri Surakarta).

    Gambar postingan tersebut merupakan editan. Melalui akun Twitter Denny Siregar telah mengklarifikasi hal tersebut adalah editan.

    Rujukan

  • (GFD-2021-7046) [SALAH] Video “MALAYSIA MENYEDIHKAN LUR”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 06/06/2021

    Berita

    Akun Facebook Ngatino Tino (fb.com/ngatino.tino.589) pada 1 Juni 2021 mengunggah sebuah video yang memperlihatkan sejumlah pasien Covid-19 dirawat di tepi jalan sekitar rumah sakit dengan narasi sebagai berikut:

    “MALAYSIA MENYEDIHKAN LUR.. TETAP JAGA PROTOKOL KESEHATAN SI KADRUN NGEYEL BIAR MODAR GAK APA.”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, adanya video ang memperlihatkan sejumlah pasien Covid-19 dirawat di tepi jalan sekitar rumah sakit yang diklaim terjadi di Malaysia merupakan klaim yang salah.

    Faktanya, bukan di Malaysia. Kejadian di video itu terjadi di Taiwan.

    Video yang identik, dimuat di artikel berjudul “急診患者在戶外吹風?醫:戶外等篩檢降低風險” yang terbit di situs ftvnews.com.tw pada 31 Mei 2021. Video itu diunggah kanal Youtube 民視新聞網 Formosa TV News network pada 31 Mei 2021 dengan judul “急診患者在戶外吹風?醫:戶外等篩檢降低風險-民視新聞” atau yang jika diterjemahkan: “Pasien darurat meniup udara di luar ruangan? Medis: Skrining luar ruangan mengurangi risiko-Minshi News”

    Dilansir dari JawaPos yang mengutip isi artikel di situs ftvnews.com.tw tersebut, video itu direkam pengendara yang kebetulan melintas di depan Rumah Sakit Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Taipei. Disebutkan bahwa tidak sedikit warga yang mengeluh lantaran fasilitas medis tak mampu lagi menangani lonjakan pasien. Untuk menghindari penularan, pihak rumah sakit berjanji memasang tirai sekaligus untuk menjaga privasi pasien.

    Wu Xindai, ketua National Medical Industry Union of Physicians, mengatakan, video serupa terlihat di rumah sakit lain di Taipei. Menurut dia, kondisi tersebut (menunggu di luar ruangan) merupakan salah satu prosedur yang harus dilakukan untuk mengurangi risiko infeksi.

    Kesimpulan

    BUKAN di Malaysia. Kejadian di video itu terjadi di Taiwan.

    Rujukan

  • (GFD-2021-7047) [SALAH] Foto-foto “Orang Mati COVID-19 yang Dilempar ke Laut Tiba di Laut Sabah”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 06/06/2021

    Berita

    * “Jangan makan ikan .mereka berkeliaran di lautan ..
    Orang-orang Conviq19 yang mati di India dibuang ke Laut .. yang mati tiba di Samudra Sabah ….” (di pos)

    * “Mayat covid19 yang dibuang di laut di India telah tiba di Sabah. Siapa yang berani makan ikan harus punya ikan sekarang, rasanya berbeda. !!!” (dalam gambar, tangkapan layar dari sharer asli)

    (Bahasa asli: “Mayat covid19 yang di buang laut di India sampai di sabah siapa berani makan sudah patutlah ikan sekarang lain macam rasanya.!!!”)

    Hasil Cek Fakta

    Foto-foto yang dibagikan SUMBER yang sebelumnya beredar pada tahun 2014 dan 2017 menyalahgunakan momen saat ini terkait dengan wabah COVID-19 baru-baru ini (2021) di India, yang menyebabkan premis/kesimpulan SALAH. Selain itu, kasus klaster COVID-19 pertama dilaporkan pada tahun 2019 [3], oleh karena itu dari aspek waktu tidak RELEVAN.

    Cari Internet pada 11-12-2014: “Kuala Besut: Sebuah kapal nelayan yang mengira telah menangkap ikan besar terkejut ketika pukat yang mereka pasang menabrak mayat saat melabuhkan tangkapannya. Mayatnya hampir busuk dan identitasnya belum teridentifikasi dan masalah ini akan dikonfirmasi oleh pihak berwenang.”

    Brilio.net pada 02 / 06/2017: “Namun, apa yang ditemukan di jaring ikan di Malaysia sangat mengejutkan. Seperti dilansir brilio.net dari Viral4real, Kamis (1/6) alih-alih mendapatkan ikan, nelayan justru mendapatkan jasad laki-laki. Mayat yang membusuk diangkut bersama dengan banyak ikan. Foto penemuan mayat di dalam jaring pun langsung viral hingga saat ini. Tapi menurut sumber lain, kejadian ini terjadi setahun yang lalu.”

    Liputan6.com pada 03 Jun 2017: “Awalnya para nelayan tidak merasa curiga saat mengangkat jaring dari laut, karena jaring tersebut dipenuhi ikan. Tapi tak disangka, saat nelayan mengeluarkan ikan dari jaring, mereka melihat mayat yang membusuk.”

    BERNAMA: “KOTA KINABALU, 4 Juni-Berita menular di media sosial yang mengklaim bahwa mayat pasien COVID-19 yang dibuang di laut di India telah hanyut ke Sabah adalah berita palsu, kata Komisaris Polisi Sabah Datuk Hazani Ghazali. Menurutnya, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan apapun terkait kasus tersebut dan meminta semua pihak untuk tidak mudah percaya dan tidak menyebarkan berita tersebut tanpa memastikan keasliannya terlebih dahulu.”

    astro AWANI: “KOTA KINABALU: Berita menular di media sosial yang mengklaim bahwa mayat pasien COVID-19 yang dibuang ke laut di India telah hanyut ke Sabah adalah berita palsu, kata Komisaris Polisi Sabah Datuk Hazani Ghazali”

    Kesimpulan

    TIDAK TERKAIT COVID-19, sudah beredar sebelumnya pada tahun 2014 dan 2017. Selain itu, kasus klaster COVID-19 pertama dilaporkan pada tahun 2019, sehingga dari segi waktu TIDAK RELEVAN.

    Rujukan

  • (GFD-2021-7042) [SALAH] Mantan Gubernur Kaltim Faroek Ishak Meninggal Dunia

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 05/06/2021

    Berita

    Beredar melalui pesan berantai Whatsapp informasi yang menyebut bahwa mantan Gubernur Kalimantan Timur Faroek Ishak meninggal dunia. Dalam narasi yang beredar, disebutkan bahwa Faroek meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto.
    NARASI:

    Innalillahi Wainnailaihirajiun… semoga Allah Mengampuni Segala dosa dan kesalahan beliau, memberikan yang terbaik serta memberikan kesabaran bagi keluarga beliau… Hari ini wafat Bapak Prof. H. Awang Faroek Ishak di RSPAD Gatot subroto JKT… Waassalaam

    Hasil Cek Fakta

    Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, diketahui bahwa informasi meninggalnya Faroek adalah palsu alias hoaks. Melansir dari antaranews.com, Kepala Biro Humas Setda Kaltim M Syafranuddin menjelaskan bahwa Faroek saat ini tengah mendapat perawatan setelah sebelumnya menjalani check up di RSPAD Gatot Soebroto.

    “Pak Awang, sudah lama tidak check up karena kesibukan beliau sebagai Anggota DPR-RI, kemarin ada kesempatan untuk check up, sehingga check up dan disarankan dokter untuk istirahat dalam beberapa hari,” jelasnya.

    Keterangan serupa juga disampaikan oleh Wali Kota Samarinda Andi Harun, yang menuturkan bahwa saat ini kondisi Faroek sudah mulai membaik.

    “AYAHANDA Prof. Dr. AWANG FAROEK ISHAK Alhamdulillah sehat, kontrol dan istirahat karena kecapaian di salah satu RS Jakarta,” tulisnya melalui laman Facebook.

    Berdasar pada seluruh referensi, informasi seputar meninggalnya mantan Gubernur Kalimantan Timur Faroek Ishak adalah hoaks dengan kategori fabricated content atau konten palsu.

    Kesimpulan

    Informasi palsu. Biro Humas Setda Kaltim dan Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan informasi terkait meninggalnya mantan Gubernur Kalimantan Timur Faroek Ishak adalah hoaks.

    Rujukan