• (GFD-2021-7538) [SALAH] Video “BERITA TERBARU HARI INI ~ INNALILLAH,BEGINI KONDISINYA SAAT INI~VIRAL NEWS MEGAWATI”

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 12/09/2021

    Berita

    “BERITA TERBARU HARI INI ~ INNALILLAH,BEGINI KONDISINYA SAAT INI~VIRAL NEWS MEGAWATI”

    NARASI DALAM GAMBAR:
    “~INNALILLAH..!!!
    MAK BANTENG KRITIS
    BANTENG MERAH AKAN KEHILANGAN SOSOKNYA”

    Hasil Cek Fakta

    Kanal YouTube “KABAR NUSANTARA” mengunggah sebuah video yang memberitakan bahwa Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri, kini tengah dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta, sejak tanggak 8 September 2021 dan sedang dalam kondisi kritis. Video tersebut diunggah pada 10 September 2021 dan telah ditonton sebanyak 3.091 kali.

    Melansir dari Kompas, Politisi PDI-P, Effendi Simbolon membantah kabar bahwa Megawati tengah dalam kondisi kritis dan dirawat di RS Pusat Pertamina. Effendi menyatakan bahwa Megawati hingga kini dalam keadaan sehat di kediaman pribadinya di daerah Menteng, Jakarta Pusat.

    Lebih lanjut, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat RS Pusat Pertamina, Agus Susetyo juga menegaskan bahwa RSPP tidak sedang merawat Megawati.

    Dengan demikian, video yang diunggah oleh kanal YouTube “KABAR NUSANTARA” tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten Palsu/Fabricated Content.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro).

    Faktanya, pihak PDI-P telah menegaskan bahwa Megawati kini dalam keadaan sehat.

    Rujukan

  • (GFD-2021-7532) [SALAH] “Biaya Tilang Terbaru di Indonesia”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 11/09/2021

    Berita

    Beredar lagi informasi mengenai biaya tilang terbaru yang dikeluarkan oleh Mabes Polri. Dalam pesan tersebut terdapat pula informasi bahwa Kapolri memerintahkan seluruh personelnya untuk membuktikan ada warga yang menyuap Polisi di jalan raya akan mendapatkan bonus dari Kapolri sebesar Rp 10 juta/1 orang warga, serta yang menyuap akan dikenakan hukuman 10 tahun

    Biaya tilang terbaru indonesia

    Hasil Cek Fakta

    Melalui akun resmi Divisi Humas Polri (@divisihumaspolri), Divisi Humas Polri memastikan bahwa informasi yang beredar adalah HOAX. Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., tidak pernah memberikan instruksi atau perintah seperti informasi tersebut.

    Hoax yang sama persis pernah dilakukan pengecekan fakta oleh turnbackhoax.id dalam artikelnya yang berjudul [SALAH] “Biaya Tilang Terbaru di Indonesia. Kapolri Baru Mantap”, diunggah pada 5 Februari 2021.

    Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa informasi tilang terbaru dari Mabes Polri adalah HOAX dan termasuk kategori Konten Palsu.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Ani Nur MR (Universitas Airlangga).

    Informasi Palsu. Divisi Humas Polri melalui akun resmi Instagram (@divisihumaspolri) mengklarifikasi bahwa informasi yang beredar mengenai biaya tilang terbaru adalah HOAX.

    Rujukan

  • (GFD-2021-8756) Keliru, Informasi Penjualan Vaksin Seharga Rp 1 juta di Situs PeduliLindungi

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 10/09/2021

    Berita


    Tangkapan layar mirip platform Peduli Lindungi, beredar di Whatsapp, Kamis 9 September 2021. Dalam gambar tersebut memuat pengumuman jual-beli vaksin seharga Rp 1 juta melalui rumah sakit. 
    Pengumuman itu selengkapnya berisi:
    Pasokan vaksin Covid19 sudah diatur, dengan dana sebesar 1000000 rupiah dan bisa langsung membuat janji untuk sukses dan mengatur inokulasi rumah sakit terdekat dalam waktu sepuluh hari. 
    Di bawah pengumuman tersebut, menyertakan nomor rekening atas nama Nurmainah.

    Hasil Cek Fakta


    Dari verifikasi Tempo menunjukkan, gambar tangkapan layar yang beredar di Whatsapp tersebut, bukan platform Peduli Lindungi milik Pemerintah Indonesia. 
    Dalam gambar tangkapan layar terlihat tautan url bertuliskan: pedulilindungia.com. Sedangkan platform PeduliLindungi yang dikelola Kementerian Kesehatan RI, beralamat di: pedulilindungi.id
    Perbedaan dengan platform asli tersebut, situs palsu memuat huruf “a” setelah kata “lindungi” dan alamat situs menggunakan .com
    Saat memeriksa platform asli PeduliLindungi, Tempo tidak menemukan pengumuman terkait penjualan vaksin seharga Rp 1 juta. 
    Perbedaan alamat URL mengenai dua platform tersebut bisa dilihat dalam gambar 
    berikut:
     Kiri adalah situs palsu dengan memakai nama yang mirip platform PeduliLindungi milik Pemerintah Indonesia. Bandingkan alamat URL dan tampilan depan dengan platform aslinya di gambar kanan.
    Saat dicek menggunakan domainbigdata dan who.is, dua tools untuk melacak keberadaan sebuah website, terlihat bahwa situs pedulilindungia.com baru dibuat pada 27 Agustus 2021 dan beralamat di California, Amerika Serikat. 
    Tangkapan layar informasi dan domain situs Pedulilindungi.com yang dicek tim Cek Fakta Tempo
     Tangkapan layar informasi dan domain situs Pedulilindungi.com
    Juru bicara Kementerian Kominfo, Dedy Permadi, mengatakan situs yang menggunakan atribut, logo, gambar, dan tampilan menyerupai situs PeduliLindungi.id itu merupakan situs palsu. “Bukan situs yang digunakan pemerintah untuk melakukan penanganan pandemi Covid-19,” ujar Dedy dalam keterangannya, Kamis, 9 September 2021.
    Dedy mengatakan, seluruh isi dan informasi dalam situs pedulilindugia.com tidak berhubungan dengan situs PeduliLindungi.id dan upaya pemerintah menangani Covid-19 dalam bentuk apapun.
    Menurut Dedy, pemerintah menggunakan aplikasi Pedulilindungi untuk melakukan upaya surveilans kesehatan sesuai Keputusan Menteri Kominfo Nomor 171 Tahun 2020 tentang Penetapan Aplikasi Pedulilindungi Dalam Rangka Pelaksanaan Surveilans Kesehatan Penanganan Covid-19 beserta perubahannya.

    Kesimpulan


    Dari pemeriksaan fakta di atas informasi penjualan vaksin seharga Rp 1 juta di situs PeduliLindungi adalah keliru. Gambar tangkapan layar yang memuat informasi tersebut menggunakan situs palsu dengan nama mirip platform PeduliLindungi.
    Tim Cek Fakta Tempo

    Rujukan

  • (GFD-2021-7529) [SALAH] Video “Orang Dimangsa Buaya Di Kawasan Jembatan Musi Dua Palembang 4 September 2021”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 10/09/2021

    Berita

    Akun Facebook HarryDay Chanel UpTv (fb.com/harryday.tvone) pada 4 September 2021 mengunggah sebuah video dengan narasi sebagai berikut:

    “Viral,,,! Orang Dimangsa Buaya Semoga ditempatkan pada syurga-Nya dan diampunkan segala dosa, keluaraga yg ditinggalkan selalu dalam ketabahan,,, Aamiiin,,,, Di Kawasan Jembatan Musi Dua Palembang, Kecamatan Gandus Seberang Ilir, Kecamatan Kertapati Seberang Ulu, Provinsi Sumatera Selatan.” Di video tersebut juga terdapat narasi “Kejadian Sabtu, 04/09/2021”

    Ada dua cuplikan tayangan dalam video berdurasi 1 menit 44 detik tersebut. Yang pertama memperlihatkan seekor buaya menggigit tubuh manusia yang tampak sudah tak bernyawa. Video kedua menunjukkan puluhan warga berada di tepi sungai.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, adanya video yang diklaim sebagai kejadian orang dimangsa buaya di kawasan jembatan Musi Dua Palembang pada 4 September 2021 merupakan konten yang menyesatkan.

    Faktanya, bukan kejadian di Palembang pada 4 September 2021. Video buaya memangsa manusia itu pernah diunggah portal asal Brasil pada 5 Agustus 2021. Sementara itu, video kerumunan warga di tepi sungai direkam saat evakuasi bocah tenggelam di Jembatan Musi II pada 20 Agustus 2021.

    Dilansir dari JawaPos, penelusuran jejak digital sama sekali tidak menemukan berita tentang buaya menerkam manusia pada 4 September 2021. Foto yang identik dari peristiwa itu justru pernah diunggah pada 5 Agustus 2021 oleh situs berbahasa Portugis, primeirahora.com.br.

    Tidak disebutkan lokasi maupun kronologi buaya memangsa manusia itu. Situs Primeira Hora hanya menyebutkan bahwa sebuah video viral di media sosial memperlihatkan kejadian yang mengejutkan. Seekor buaya seperti memamerkan mangsanya yang merupakan seorang perempuan. Sementara, lokasinya belum diidentifikasi.

    Sementara itu, Kepala Basarnas Palembang Herry Marantika menegaskan bahwa video buaya menerkam manusia tersebut merupakan rekaman lama yang kembali beredar. ”Kami tidak begitu mengetahui kejadian itu. Yang jelas, itu bukan di Sungai Musi,” terangnya. Herry menjelaskan, posting-an tersebut terdiri atas dua sesi video yang digabung. Satu di antaranya menunjukkan kerumunan orang di tepi Sungai Musi saat evakuasi seorang anak yang tenggelam beberapa waktu lalu.

    ”Yang video wanita dimakan buaya di bawah Jembatan Musi II itu hoax,” tandasnya.

    Kesimpulan

    BUKAN kejadian di Palembang pada 4 September 2021. Video buaya memangsa manusia itu pernah diunggah portal asal Brasil pada 5 Agustus 2021. Sementara itu, video kerumunan warga di tepi sungai direkam saat evakuasi bocah tenggelam di Jembatan Musi II pada 20 Agustus 2021.

    Rujukan