(GFD-2021-8835) Keliru, Ini Bentuk Kristal Air Biasa dan Kristal Air Zamzam yang Berhasil Diabadikan Masaru Emoto
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 14/12/2021
Berita
Kolase foto dua bentuk kristal air temuan Masaru Emoto beredar di media sosial. Kolase foto tersebut dibagikan dengan klaim sebagai penampakan kristal air biasa dan kristal air Zamzam.
Di Twitter, gambar tersebut dibagikan akun ini pada 5 Desember 2021 disertai narasi, “Begini penampakan molekul air biasa dan molekul air Zamzam dilihat menggunakan mikroskop.”
Hingga artikel ini dimuat, gambar tersebut telah mendapat 125 likes dan diretweet sebanyak 17 kali. Apa benar ini foto kristal air biasa dan air zamzam yang berhasil diabadikan Masaru Emoto?
Cover Cek Fakta: Bentuk Kristal Air Biasa dan Kristal Air Zamzam yang Berhasil Diabadikan Masaru Emoto
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo menelusuri jejak digital gambar tersebut dengan menggunakan tool reverse image Google dan Yandex. Hasilnya, gambar pertama merupakan bentuk kristal air yang terbentuk setelah mendapat pengaruh dari music “Swan Lake” karya Tchaikovsky. Sementara foto kristal air yang kedua merupakan kristal air yang terbentuk setelah dibacakan doa dari seorang biksu Buddha.
Gambar yang identik pernah dimuat situs masaru-emoto.net. Foto pertama merupakan wujud kristal air setelah mendapat pengaruh music “ Swan Lake ” Tchaikovsky. Sementara foto kristal air yang kedua merupakan kristal air yang terbentuk setelah dibacakan doa dari seorang biksu Buddha.
Situs ini menampilkan sejumlah karya fotografi kristal air yang terbagi dalam empat kategori yakni air alami, pengaruh musik, pengaruh kata-kata dan kekuatan doa.
Bentuk kristal air Zamzam temuan Masaru Emoto sendiri pernah dimuat situs nationalgeographic.grid.id pada 12 Mei 2021 dengan judul, “ Bentuk Asli Kristal Unik Air Zamzam dari Penelitian Masaru Emoto.” Keterangan foto menjelaskan bahwa molekul air Zamzam membentuk dua kristal.
Dilansir dari nationalgeographic.grid.com, Masaru terkenal berkat paparan penelitian resonansi kristal air yang ditangkap melalui foto mikroskopis. Masaru mencoba membuktikan bahwa air tidak hanya berbicara tentang senyawa H20 saja.
Penelitiannya menunjukan bahwa pikiran, kata-kata, emosi, doa, dan musik memilik efek langsung pada pembentukan kristal air. Dan karena tubuh dan planet kita sebagian besar adalah air, pikiran dan kata-kata tidak hanya memengaruhi pikiran kita sendiri, tetapi juga dunia.
Eksperimen Masaru melibatkan pemaparan gelas berisi air ke berbagai kata, gambar atau musik. Kemudian membekukan air dan memeriksa kristal beku di bawah mikroskop. Penelitianya memperlihatkan bahwa kata-kata dan emosi positifm musik klasik dan doa positif yang diarahkan ke air menghasilkan kristal yang indah.
Dikutip dari laman flaska.eu, metode Dr Masaru Emoto didasarkan pada prinsip pembekuan berbagai sampel air 0,5 ml. Kemudian, potongan-potongan kecil es diekstraksi dari sampel dan digunakan sebagai apa yang disebut "benih" dari mana kristal air kemudian tumbuh.
Kristal terbentuk pada suhu antara -5 dan 0 °C dalam berbagai bentuk berdasarkan kesimpulan Dr Emoto tentang kualitas air. Air dengan struktur internal yang hancur (karena pengaruh mekanis, kimia atau getaran) tidak membentuk kristal atau membentuk kristal dengan bentuk yang tidak beraturan. Mata air biasanya membentuk kristal heksagonal, yang sama dengan kristal air dari Flaska di foto.
Dr Emoto telah menulis beberapa buku di antaranya yang paling terkenal adalah Messages from Water. Dalam buku tersebut, berbagai perairan dari seluruh dunia mengungkapkan wajah mereka masing-masing melalui foto kristal mereka.
Namun, beberapa ilmuan meragukan hasil penelitian Masaru. Seorang profesor biokimia dan kesadaran publik, William Reville, bahkan menyebutnya sebagai pseudoscience.
Keraguan itu didasarkan pada latarbelakang keilmuan Masaru yang merupakan lulusan dari departemen humaniora dan sains Universitas Yokohama dengan fokus Hubungan Internasional. Juga gelar doktor pengobatan alternatif yang ia dapatkan dari Open International University.
Dilansir dari irishtimes.com, William mengatakan sangat tidak mungkin ada kenyataan di balik klaim Emoto. Bahkan sebuah studi triple blind tentang klaim Masaru gagal menunjukkan efek apapun. Juga, fenomena yang dia gambarkan belum pernah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah peer review, yang hampir pasti berarti bahwa efeknya tidak dapat ditunjukkan dalam kondisi yang terkendali.
“Tapi, Anda mungkin berkata, mungkin tidak ada yang mencoba meniru efek ini di bawah kondisi yang terkendali. Saya sangat meragukan itu. Bagaimanapun, fenomena Emoto akan luar biasa, jika benar, dan demonstran dari fenomena tersebut akan mencapai ketenaran instan dan, mungkin, keberuntungan,” kata William.
Menurut William banyak faktor dalam pekerjaan yang dijelaskan oleh Emoto tampaknya tidak terkontrol dengan baik – pembentukan kristal es diketahui dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti laju pendinginan. Juga, fotografer kristal diberitahu untuk memilih tampilan "paling menyenangkan", sangat meningkatkan kemungkinan subjektivitas yang mempengaruhi hasil.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, foto-foto kristal air temuan Masaru Emoto yang diklaim sebagai kristal air biasa dan kristal air Zamzam, keliru. Kedua foto tersebut memang merupakan hasil temuan Masaru, namun foto pertama bukanlah wujud kristal air biasa, melainkan kristal air yang diklaim Masaru telah mendapat pengaruh music “Swan Lake” Tchaikovsky. Sementara foto kristal air yang kedua merupakan kristal air yang terbentuk setelah dibacakan doa dari seorang biksu Buddha.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Rujukan
- https://twitter.com/Hayuningrat7/status/1467440376986275840
- http://masaru-emoto.net/
- https://www.masaru-emoto.net/en/
- https://nationalgeographic.grid.id/read/132690888/bentuk-asli-kristal-unik-air-zamzam-dari-penelitian-masaru-emoto
- https://nationalgeographic.grid.id/read/132699697/hidup-masaru-emoto-si-peneliti-air-kritik-dan-pesan-sebelum-meninggal?page=all
- https://nationalgeographic.grid.id/tag/air
- https://www.flaska.eu/water-structuring/pioneers-of-water-research/dr-masaru-emoto
- https://www.irishtimes.com/news/science/the-pseudoscience-of-creating-beautiful-or-ugly-water-1.574583
(GFD-2021-8836) Sesat, Klaim Gunung Welirang di Jawa Timur Mengalami Erupsi
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 14/12/2021
Berita
Beberapa video yang memperlihatkan awan berwarna merah disertai petir yang disebut terjadi di sekitar Gunung Arjuno Welirang beredar di media sosial. Video tersebut dibagikan dengan narasi bahwa Gunung Welirang mengalami erupsi.
Di Youtube, Video tersebut diunggah kanal ini pada 14 Desember 2021 dengan judul, “masih jawa timur || Gunung welirang erupsi. ya Allah ampunilah dosa2 kami.”
Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah disaksikan sebanyak 72 kali. Apa Benar gunung Welirang di Jawa Timur mengalami erupsi?
Tangkapan layar unggahan video yang diklaim sebagai momen erupsi Gunung Welirang
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut dengan menggunakan tool InVid. Selanjutnya gambar-gambar hasil fragmentasi ditelusuri jejak digitalnya dengan menggunakan tool reverse image Google dan Yandex.
Hasilnya, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stamet Juanda, Teguh Tri Susanto fenomena awan berwarna merah disertai petir yang terjadi di gunung welirang bukanlah erupsi.
Video yang identik pernah diunggah ke Youtube oleh kanal KOMPASTV pada 13 Desember 2021 dengan judul, “Viral! Fenomena Langit Merah di Atas Gunung Welirang, Begini Penjelasan BMKG.”
“Sejumlah video amatir warga mempelihatkan langit seperti membara di atas Gunung Welirang, Malang, Jawa Timur,” tulis kanal tersebut.
Video identik lainnya juga diunggah kanal ONE-OFFICIAL pada hari yang sama dengan judul, “GUNUNG WELIRANG - FENOMENA AWAN CUMULONIMBUS - AWAN YANG MEMANCARKAN CAHAYA MERAH & KILAT.”
Menurut kanal tersebut, fenomena cuaca ekstrem yang berasal dari awan Cumulonimbus (CB), lumrah ketika siangnya terik, maka biasanya sore hari muncul awan CB.
Koordinator Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur Taufiq Hermawan juga mengatakan, fenomena langit merah dan petir tersebut merupakan hal biasa.
Menurut Taufiq, awan merah itu salah satu contoh fenomena optik atmosfer. Taufiq menjelaskan, warna kemerahan pada awan langit di sekitarnya disebabkan oleh pembiasan cahaya matahari oleh partikel-partikel yang ada di atmosfer.
"Sehingga menghasilkan energi yang rendah, gelombang panjang dan memunculkan warna kemerahan," kata Taufiq dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (14/12/2021).
Semakin rendah posisi matahari dari garis cakrawala, jelas dia, maka semakin rendah cahaya merah yang dicapai. Taufiq menuturkan, fenomena langit kemerahan ini biasa terjadi pada sore menjelang malam hari.
Dilansir dari CNN Indonesia, kejadian itu dilaporkan berlangsung sekitar pukul 18.00 WIB, Senin (13/12). Fenomena tersebut membuat warga heboh. Mereka pun khawatir gunung tersebut mengalami erupsi.
"Seperti awan warnanya merah, terus terlihat juga kilat menyala-nyala, dari atas Welirang," kata Febri Arissandi, seorang mahasiswa pascasarjana di Batu, kepada CNNIndonesia.com.
Gunung Welirang berstatus aktif dengan ketinggian 3.156 mdpl yang secara administratif terletak di perbatasan Kota Batu, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stamet Juanda, Teguh Tri Susanto mengatakan dari hasil pantauan pihaknya di wilayah Malang, Mojokerto, dan sekitarnya, fenomena tersebut adalah hal biasa dan bukan sebuah erupsi.
"Fenomena awan yang terlihat berwarna merah, merupakan hal yang biasa terjadi. Hal tersebut merupakan salah satu contoh fenomena optik atmosfer," ujarnya.
Teguh menjelaskan warna kemerahan pada awan dan langit di sekitarnya disebabkan pembiasan cahaya matahari oleh partikel-partikel yang ada di atmosfer sehingga menghasilkan energi yang rendah, gelombang panjang, dan memunculkan warna kemerahan.
"Semakin rendah posisi matahari dari garis cakrawala, maka semakin rendah pula cahaya merah yang dicapai," ujarnya.
Fenomena langit kemerahan ini biasanya memang terjadi pada sore menjelang malam hari. Berdasarkan radar BMKG Juanda terpantau banyak pertumbuhan awan Cumulonimbus di sekitar lokasi.
"Awan cumulonimbus adalah satu-satunya jenis awan yang dapat menghasilkan petir. Sambaran kilat dari awan ini menambah cahaya kemerahan dari langit tersebut," katanya.
Teguh berharap agar masyarakat tidak panik. Ia meminta tetap selalu memantau serta mencari informasi yang valid sehingga terhindar dari isu-isu yang tidak bertanggung jawab.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, video yang memperlihatkan fenomena awan merah disertai kilatan petir yang disertai klaim bahwa Gunung Arjuno Welirang di Jawa Timur mengalami erupsi, menyesatkan. Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stamet Juanda, Teguh Tri Susanto fenomena awan berwarna merah disertai petir yang terjadi di gunung welirang bukanlah erupsi.
Warna kemerahan pada awan dan langit di sekitarnya disebabkan pembiasan cahaya matahari oleh partikel-partikel yang ada di atmosfer sehingga menghasilkan energi yang rendah, gelombang panjang, dan memunculkan warna kemerahan. Saat enomena tersebut terjadi, radar BMKG Juanda memantau banyak pertumbuhan awan Cumulonimbus yang dapat menghasilkan petir.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Rujukan
- https://www.youtube.com/watch?v=yoYCnKIaL1Q
- https://www.youtube.com/watch?v=WwuUtdpliB0
- https://www.youtube.com/watch?v=kVlG_19S6bQ
- https://www.kompas.com/tren/read/2021/12/14/093000965/heboh-langit-merah-disertai-petir-di-gunung-welirang-benarkah-tanda-erupsi?page=all
- https://www.cnnindonesia.com/nasional/20211213213329-20-733599/heboh-awan-merah-dan-petir-di-gunung-welirang-bmkg-sebut-bukan-erupsi
(GFD-2021-7991) [SALAH] Penemuan Bahtera Nuh di Gunung Ararat
Sumber: Youtube.comTanggal publish: 13/12/2021
Berita
“Philips Williams visited the large prehistoric wooden structure on Mt. Ararat in Eastern Turkey, Novvember 2014– Second deck of Noah’s ark Mt. Ararat”
Hasil Cek Fakta
Kabar tentang ditemukannya bangunan Bahtera Nuh yang sangat bersejarah memang telah beredar beberapa kali di kalangan arkeolog dunia. Beberapa hasil penelitian sedikit banyak mencoba memetakan keberadaan bahtera, dan salah satu tempat yang paling banyak diduga sebagai tempat Bahtera Nuh terdampar adalah bagian di Turki Timur yaitu Gunung Ararat.
Terkait dari misteri keberadaan bahtera ini, sebuah akun Youtube bernama Gerit Aalten, membagikan video perjalanan seorang bernama Philip Wiliams yang mengklaim dirinya berada di dalam bangunan kayu prasejarah yaitu Bahtera Nuh. Video ini mengklaim keberadaan Bahtera Nuh adalah di Gunung Ararat, Turki Timur. Namun apakah benar, bahwa Bahtera Nuh yang terkenal dengan sejarahnya memang berada di Gunung Ararat, Turki Timur?
Melansir dari artikel NBCNews, Arkeolog Cornell Peter Ian Kuniholm, yang telah berfokus pada bentang alam Turki selama beberapa dekade, lebih langsung mengatakan bahwa temuan yang dilaporkan terkait keberadaan persis Bahtera Nuh adalah kekeliruan. Mendukung hal ini, Paul Zimansky, seorang arkeolog dan sejarawan di Universitas Stony Brook menunjukkan bahwa, Kitab Kejadian mengidentifikasi pegunungan Urartu (alias Ararat) sebagai zona pendaratan untuk bahtera, tetapi bukan puncak yang spesifik. Selama berabad-abad, Gunung Ararat setinggi 16.946 kaki dan formasi batuan Durupinar yang berbentuk perahu di dekatnya telah muncul sebagai tempat favorit para pemburu bahtera.
Salah satu hasil penelitian dalam Journal of Geosciences Education, v. 44, 1996, p. 439-444 yang ditulis oleh seorang pensiunan profesor geologi dari California State University, Lorence Gene Collins dan perwira kelautan David Fasold, menyatakan bahwa struktur batuan alami di dekat Dogubayazit, Turki, telah salah diidentifikasi sebagai Bahtera Nuh.
Studi mikroskopis dari yang diduga penyangga/braket besi, menunjukkan bahwa itu berasal dari mineral vulkanik yang lapuk. Yang diduga dinding dengan penahan logam, merupakan konsentrasi alami dari limonit dan magnetit di dalam lapisan sedimen yang cenderung curam. Diperkirakan fosil kulit kayu gopherwood adalah peridotit yang bermetamorfosis dan berkerut. Sedangkan batu jangkar di Kazan (Arzap) berasal dari andesit lokal dan bukan dari Mesopotamia.
Sampai saat ini, masih belum ada hasil penelitian yang akurat, yang dapat memetakan secara tepat dan jelas terkait keberadaan Bahtera Nuh. Gunung Ararat yang diyakini menjadi tempat Bahtera Nuh terdampar, masih simpang siur dan belum dapat disetujui oleh seluruh arkeolog dunia.
Jadi dari penjelasan di atas, video dengan klaim perjalanan ke bangunan kayu prasejarah Bahtera Nuh, merupakan informasi keliru kategori misleading content atau konten menyesatkan.
Terkait dari misteri keberadaan bahtera ini, sebuah akun Youtube bernama Gerit Aalten, membagikan video perjalanan seorang bernama Philip Wiliams yang mengklaim dirinya berada di dalam bangunan kayu prasejarah yaitu Bahtera Nuh. Video ini mengklaim keberadaan Bahtera Nuh adalah di Gunung Ararat, Turki Timur. Namun apakah benar, bahwa Bahtera Nuh yang terkenal dengan sejarahnya memang berada di Gunung Ararat, Turki Timur?
Melansir dari artikel NBCNews, Arkeolog Cornell Peter Ian Kuniholm, yang telah berfokus pada bentang alam Turki selama beberapa dekade, lebih langsung mengatakan bahwa temuan yang dilaporkan terkait keberadaan persis Bahtera Nuh adalah kekeliruan. Mendukung hal ini, Paul Zimansky, seorang arkeolog dan sejarawan di Universitas Stony Brook menunjukkan bahwa, Kitab Kejadian mengidentifikasi pegunungan Urartu (alias Ararat) sebagai zona pendaratan untuk bahtera, tetapi bukan puncak yang spesifik. Selama berabad-abad, Gunung Ararat setinggi 16.946 kaki dan formasi batuan Durupinar yang berbentuk perahu di dekatnya telah muncul sebagai tempat favorit para pemburu bahtera.
Salah satu hasil penelitian dalam Journal of Geosciences Education, v. 44, 1996, p. 439-444 yang ditulis oleh seorang pensiunan profesor geologi dari California State University, Lorence Gene Collins dan perwira kelautan David Fasold, menyatakan bahwa struktur batuan alami di dekat Dogubayazit, Turki, telah salah diidentifikasi sebagai Bahtera Nuh.
Studi mikroskopis dari yang diduga penyangga/braket besi, menunjukkan bahwa itu berasal dari mineral vulkanik yang lapuk. Yang diduga dinding dengan penahan logam, merupakan konsentrasi alami dari limonit dan magnetit di dalam lapisan sedimen yang cenderung curam. Diperkirakan fosil kulit kayu gopherwood adalah peridotit yang bermetamorfosis dan berkerut. Sedangkan batu jangkar di Kazan (Arzap) berasal dari andesit lokal dan bukan dari Mesopotamia.
Sampai saat ini, masih belum ada hasil penelitian yang akurat, yang dapat memetakan secara tepat dan jelas terkait keberadaan Bahtera Nuh. Gunung Ararat yang diyakini menjadi tempat Bahtera Nuh terdampar, masih simpang siur dan belum dapat disetujui oleh seluruh arkeolog dunia.
Jadi dari penjelasan di atas, video dengan klaim perjalanan ke bangunan kayu prasejarah Bahtera Nuh, merupakan informasi keliru kategori misleading content atau konten menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)
Faktanya, sampai sekarang keberadaan bahtera bersejarah ini masih mengalami perdebatan di kalangan arkeolog di dunia. Gunung Ararat yang diduga menjadi tempat Bahtera Nuh terdampar, masih dalam penelitian lebih lanjut. Belum ada hasil penelitian dengan menggunakan seluruh variabel rujukan, yang mampu memastikan Gunung Ararat sebagai tempat Bahtera Nuh terdampar.
Faktanya, sampai sekarang keberadaan bahtera bersejarah ini masih mengalami perdebatan di kalangan arkeolog di dunia. Gunung Ararat yang diduga menjadi tempat Bahtera Nuh terdampar, masih dalam penelitian lebih lanjut. Belum ada hasil penelitian dengan menggunakan seluruh variabel rujukan, yang mampu memastikan Gunung Ararat sebagai tempat Bahtera Nuh terdampar.
Rujukan
(GFD-2021-7992) [SALAH] Video “BERITA TERKINI ~ MPUS!! SRIMUL M4L4H BERKHI4N4T ~ NEWS VIRAL KPK JOKOWI”
Sumber: Youtube.comTanggal publish: 13/12/2021
Berita
Narasi pada judul:
“BERITA TERKINI ~ MPUS!! SRIMUL M4L4H BERKHI4N4T ~ NEWS VIRAL KPK JOKOWI”
Narasi pada thumbnails:
“MPUS !! SRIMUL MALAH BERKHIANAT !!
JKW MERASA MUAK HINGGA BEGINI
SRIMULYANI BOCORKAN KEBUSUKAN PEMERINTAH”
“BERITA TERKINI ~ MPUS!! SRIMUL M4L4H BERKHI4N4T ~ NEWS VIRAL KPK JOKOWI”
Narasi pada thumbnails:
“MPUS !! SRIMUL MALAH BERKHIANAT !!
JKW MERASA MUAK HINGGA BEGINI
SRIMULYANI BOCORKAN KEBUSUKAN PEMERINTAH”
Hasil Cek Fakta
Kanal Youtube POLITISI NEWS mengunggah video berjudul “BERITA TERKINI ~ MPUS!! SRIMUL M4L4H BERKHI4N4T ~ NEWS VIRAL KPK JOKOWI” pada tanggal 10 Desember 2021. Adapun, pada thumbnailsnya tertulis narasi “MPUS !! SRIMUL MALAH BERKHIANAT !! JKW MERASA MUAK HINGGA BEGINI SRIMULYANI BOCORKAN KEBUSUKAN PEMERINTAH.”
Berdasarkan hasil penelusuran, video merupakan hasil suntingan sejumlah video. Adapun, video pertama yang dicuplik berasal dari video berjudul “Utang Pemerintah Terus Membengkak Tembus Rp 6.625 Triliun” yang tayang pada 29 September 2021 di kanal KOMPASTV. Dalam video tersebut memang membahas mengenai kondisi utang Indonesia. Namun, tidak ada pernyataan dari Sri Mulyani.
Video kedua yang dicuplik ialah video berjudul “INI SERIUS! BPK PERINGATKAN KEMBALI GAWATNYA UTANG PEMERINTAH” yang tayang di kanal Hersubeno Point pada 9 Desember 2021. Dalam video tersebut berisikan wawancara Herusubeno Arief dengan ekonom Awalil Rizqi. Tidak ada pernyataan Sri Mulyani di dalam video tersebut.
Selain suntingan cuplikan video, pada video yang diunggah POLITISI NEWS berisikan pembacaan dua artikel yang diketahui bersumber dari kumparan.com. Artikel pertama berjudul “Utang Indonesia Sudah Lebih dari Rp 6.700 Triliun, Kemenkeu Sebut Masih Aman” yang tayang pada 6 Desember 2021. Isi artikel merupakan pembahasan mengenai utang Indonesia dibandingkan negara lain yang dipaparkan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu, Febrio Nathan Kacaribu. Dalam artikel itu tidak ditemukan pernyataan Sri Mulyani.
Lalu, artikel kedua ialah artikel berjudul “Sri Mulyani: Negara yang Tak Bisa Atasi Korupsi, Rakyatnya Banyak yang Kelaparan” yang tayang pada 8 Desember 2021 di kumparan.com. Dalam artikel tersebut membahas mengenai pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) Kementerian Keuangan 2021. Tidak ada pernyataan Sri Mulyani mengenai pengkhianatan atau membuka rahasia negara.
Berdasarkan penjelasan itu, isi video tidak sesuai dengan klaim pada judul dan narasi thumbnails. Oleh sebab itu, video yang diunggah di kanal POLITISI NEWS itu masuk ke dalam kategori Konten yang Dimanipulasi.
Berdasarkan hasil penelusuran, video merupakan hasil suntingan sejumlah video. Adapun, video pertama yang dicuplik berasal dari video berjudul “Utang Pemerintah Terus Membengkak Tembus Rp 6.625 Triliun” yang tayang pada 29 September 2021 di kanal KOMPASTV. Dalam video tersebut memang membahas mengenai kondisi utang Indonesia. Namun, tidak ada pernyataan dari Sri Mulyani.
Video kedua yang dicuplik ialah video berjudul “INI SERIUS! BPK PERINGATKAN KEMBALI GAWATNYA UTANG PEMERINTAH” yang tayang di kanal Hersubeno Point pada 9 Desember 2021. Dalam video tersebut berisikan wawancara Herusubeno Arief dengan ekonom Awalil Rizqi. Tidak ada pernyataan Sri Mulyani di dalam video tersebut.
Selain suntingan cuplikan video, pada video yang diunggah POLITISI NEWS berisikan pembacaan dua artikel yang diketahui bersumber dari kumparan.com. Artikel pertama berjudul “Utang Indonesia Sudah Lebih dari Rp 6.700 Triliun, Kemenkeu Sebut Masih Aman” yang tayang pada 6 Desember 2021. Isi artikel merupakan pembahasan mengenai utang Indonesia dibandingkan negara lain yang dipaparkan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu, Febrio Nathan Kacaribu. Dalam artikel itu tidak ditemukan pernyataan Sri Mulyani.
Lalu, artikel kedua ialah artikel berjudul “Sri Mulyani: Negara yang Tak Bisa Atasi Korupsi, Rakyatnya Banyak yang Kelaparan” yang tayang pada 8 Desember 2021 di kumparan.com. Dalam artikel tersebut membahas mengenai pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) Kementerian Keuangan 2021. Tidak ada pernyataan Sri Mulyani mengenai pengkhianatan atau membuka rahasia negara.
Berdasarkan penjelasan itu, isi video tidak sesuai dengan klaim pada judul dan narasi thumbnails. Oleh sebab itu, video yang diunggah di kanal POLITISI NEWS itu masuk ke dalam kategori Konten yang Dimanipulasi.
Kesimpulan
Isi video tidak sesuai dengan klaim pada judul dan narasi thumbnails. Adapun, isi video berupa suntingan sejumlah video dan pembacaan dua artikel dari kumparan.com, yakni artikel berjudul “Utang Indonesia Sudah Lebih dari Rp 6.700 Triliun, Kemenkeu Sebut Masih Aman” yang tayang pada 6 Desember 2021 serta artikel berjudul “Sri Mulyani: Negara yang Tak Bisa Atasi Korupsi, Rakyatnya Banyak yang Kelaparan” yang tayang pada 8 Desember 2021.
Rujukan
Halaman: 6346/7988



