• (GFD-2022-9118) Keliru, Menepuk Lengan Dapat Mencegah Segala Penyakit dan Serangan Jantung

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 01/02/2022

    Berita


    Tempo menerima pesan berantai melalui Whatsapp yang mengajak kita untuk mencegah segala penyakit jantung dan serangan jantung dengan menepuk bagian lengan sebelah kiri  setiap hari. Cara tersebut diklaim berhasil hingga seseorang yang mengalami serangan jantung langsung sembuh dan hidup kembali.  
    “Di Bioskop tiba-tiba ada orang kena serangan jantung. Pas ada sinshe dari Tiongkok, dia tepok kedua tangannya. Dua menit sembuh dan hidup kembali,” tulis pesan berantai tersebut yang diterima, Senin 31 Januari 2022.
    Selanjutnya pesan berantai itu memuat langkah-langkah teknis. Yakni saat serangan jantung terjadi, kita diminta menepuk siku lengan sebelah kiri yang berhubungan dengan 3 titik di jantung dan paru-paru, serta memperlancar peredaran darah. Selain itu, pesan itu mengajak agar kita menepuk bagian ini setiap hari karena dapat mencegah segala penyakit jantung dan mengurangi serangan jantung mendadak. 
    Pesan semacam ini ternyata telah menyebar pada 2019. Unggahan versi video, masih dapat Tempo temukan pada tautan ini.
    Tangkapan layar unggahan video dengan klaim Menepuk Lengan Dapat Mencegah Segala Penyakit dan Serangan Jantung

    Hasil Cek Fakta


    Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), pernah mengeluarkan pernyataan yang membantah klaim tersebut. Dikutip dari laman  PERKI bahwa tidak benar menepuk siku dan lengan dapat mencegah dan mengatasi serangan jantung. 
    Menurut PERKI, serangan jantung adalah suatu kegawatdaruratan yang disebabkan oleh sumbatan pembuluh darah secara mendadak ke jantung. Keluhan yang dirasakan di antaranya adalah nyeri dada kiri, mual, keringat dingin, kadang disertai sesak mendadak, bahkan pingsan.
    Apabila menemui seseorang dengan tanda-tanda tersebut, PERKI menghimbau agar segera membawa orang tersebut ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan lebih lanjut. “Semakin cepat serangan jantung diatasi, semakin baik angka keberhasilan,” tulis PERKI dalam siaran persnya, 24 Juni 2019.
    Menurut PERKI, apabila menemui seseorang yang tiba-tiba tidak sadar, segera cek respon, dan panggil bantuan. Apabila tidak merespon, segera lakukan pijat jantung dengan kedua tangan saling bertumpu di tengah-tengah dada orang tersebut sampai dengan bantuan paramedis datang.
    Mencegah penyakit jantung
    Menepuk siku dan lengan juga bukan termasuk cara untuk mencegah serangan jantung. Dikutip dari laman American Heart Association, langkah-langkah untuk mencegah serangan jantung adalah dengan mengubah gaya hidup, di antaranya:

    Kesimpulan


    Dari pemeriksaan fakta di atas menunjukkan, klaim menepuk lengan bisa mencegah segala penyakit dan serangan jantung adalah keliru. Menepuk siku atau lengan tidak dapat mencegah dan mengatasi serangan jantung.
    Tim Cek Fakta Tempo

    Rujukan

  • (GFD-2022-9120) [SALAH] Bantuan Sosial Kemensos untuk Dosen, Guru, Siswa, dan Mahasiswa

    Sumber: Whatsapp.com
    Tanggal publish: 01/02/2022

    Berita

    “http://bantuan-sosial.my.id/?v=Bansos
    KEMENSOS
    Program Bantuan Sosial (BANSOS) untuk dosen, guru, siswa, mahasiswa selama masa pandemi
    Batas akhir 2022-3-1”
    Bansos untuk dosen guru siswa mahasiswa selama masa pandemi

    KEMENSOS BANSOS

    Bantuan kemensos
    http://ri.bantuan-sosial.asia/?v=BansosRi

    KEMENSOS
    Program Bantuan Sosial (BANSOS) untuk dosen, guru, siswa, mahasiswa selama masa pandemi
    Batas akhir 2022-3-8

    Program bantuan sosial untuk dosen,guru,siswa selama masa pandemi

    Bansos Kemendikbud

    Bansos 2022

    KEMENDIKBUD
    Program kuota belajar pulsa 250rb dan kuota 75GB untuk dosen, guru, siswa, mahasiswa selama pembelajaran jarak jauh
    Program kuota belajar pulsa 250rb dan kuota 75GB untuk dosen, guru, siswa, mahasiswa selama pembelajaran jarak jauh
    Batas akhir 2022-3-24
    KEMENDIKBUD
    Program kuota belajar pulsa 250rb dan kuota 75GB untuk dosen, guru, siswa, mahasiswa selama pembelajaran jarak jauh!
    Batas akhir 2022-3-24

    Hasil Cek Fakta

    Telah beredar pesan berantai melalui WhatsApp yang berisi informasi serta tautan terkait program bantuan sosial (BANSOS) Kemensos sebesar Rp900.000 yang ditujukan untuk dosen, guru, siswa, dan mahasiswa di masa pandemi. Untuk mendapatkan bansos yang berlaku sampai 1 Maret 2022 itu, calon penerima diharuskan memasukan nomor telponnya pada situs bantuan tersebut.

    Berdasarkan hasil penelusuran, informasi bantuan sosial tersebut adalah hoaks. Kemensos melalui akun Twitter resminya (@KemensosRI) mengklarifikasi bahwa pihaknya tidak pernah membuat situs bantuan sosial sebesar Rp900.000. Informasi seputar bantuan sosial dapat diakses melalui kemensos.go.id dan akun resmi @KemensosRI. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk selalu mengecek ulang kebenaran informasi dan tidak ikut menyebarkannya sebagai langkah memerangi hoaks.

    Sebagai tambahan, hoaks seputar bantuan di masa pandemi sebelumnya pernah dibahas dalam artikel Turn Back Hoax berjudul [SALAH] Link Mendaftarkan Bantuan Covid-19 Bagi yang Mempunyai E-KTP terbit pada 24 Desember 2021.

    Dengan demikian, informasi BANSOS Kemensos itu dikategorikan sebagai Konten Palsu.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)

    Faktanya, melalui akun Twitter resmi @KemensosRI, Kemensos mengonfirmasi informasi bansos yang beredar di masyarakat itu adalah hoaks. Informasi seputar bantuan sosial dapat ditemukan melalui situs http://kemensos.go.id dan akun resmi @KemensosRI.

    Rujukan

  • (GFD-2022-9121) [SALAH] Foto “seorang ayah di Texas membunuh seorang pria karena memperkosa putrinya yang berusia 5 tahun”

    Sumber: Instagram.com
    Tanggal publish: 01/02/2022

    Berita

    Akun Instagram Gangsal – 5 (instagram.com/gang5al_) pada 28 November 2021 mengunggah sebuah foto seorang pria yang mengenakan baju tahanan berwarna oranye yang tampak menangis. Di foto itu terdapat narasi; “Kirim ambulance dan polisi sekarang, aku telah membunuh seseorang. Silakan tangkap saya.” Ucap seorang ayah di Texas setelah membunuh seorang pria karena kedapatan sedang memperkosa putrinya yang berusia 5 tahun.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, adanya foto seorang seorang pria yang mengenakan baju tahanan berwarna oranye yang tampak menangis yang diklaim sebagai seorang ayah di Texas membunuh seorang pria karena memperkosa putrinya yang berusia 5 tahun merupakan klaim yang menyesatkan.

    Faktanya, pria di foto itu bukan pembunuh pelaku pemerkosaan. Pria di foto itu adalah Frank K.C Hertel yang divonis bersalah di Pengadilan Ohio karena telah memperkosa putrinya sejak berusia 3 tahun.

    Foto yang identik, salah satunya dimuat di artikel berjudul “Man Raped His Daughter And Fled The Country For 10 Years, Finally Learns His Fate In American Court” yang terbit di situs opposingviews.com.

    Dilansir dari Tempo, pria yang menangis dalam foto itu adalah Frank K.C Hertel yang divonis bersalah di Pengadilan Ohio setelah menjadi buron selama 10 tahun. Ia divonis antara 19-95 tahun karena telah memperkosa putrinya sejak berusia 3 tahun.

    Kesimpulan

    BUKAN pembunuh pelaku pemerkosaan. Pria di foto itu adalah Frank K.C Hertel yang divonis bersalah di Pengadilan Ohio karena telah memperkosa putrinya sejak berusia 3 tahun.

    Rujukan

  • (GFD-2022-9122) [SALAH] “Demonstran di Israel tiba2 kepalanya terbakar mengeluarkan asap putih dari mata, hidung, mulut dan telinga”

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 01/02/2022

    Berita

    Akun Facebook Duck Sen (fb.com/100076700326959) pada 18 Januari 2022 mengunggah satu gambar dan dua video video yang memperlihatkan beberapa orang terkapar dengan kondisi wajah mengeluarkan darah dan asap ke grup Duck Sen official. Di gambar yang ia unggah terdapat narasi:

    “Beberapa demonstran di Israel yg menentang kebijakan Presiden tiba² di kepalannya mengeluarkan asap putih dari hidung, mulut, mata dan telinga karena di dalam tubuhnya sdh tertanam NANO CHIP yg apabila bertabrakan dgn gelombang. frequensi jaringan 5G maka reaksinya akan sepaerti ini… Bila elite igin memusnahkan beberapa orang yg di inginkan maka tinggal menekan tombol on…! Nano Chip berbeda dgn Implan Chip… ! Implan Chip sebesar biji beras sedangkan Nano Chip berukuran sehelai rambut di belah 1000… dan Nano Chip ada terkandung di dalam Vaksin…!!”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, adanya video yang memperlihatkan beberapa orang terkapar dengan kondisi wajah mengeluarkan darah dan asap yang diklaim sebagai demonstran di Israel yang menentang kebijakan Presiden tiba-tiba kepalanya mengeluarkan asap putih dari hidung, mulut, mata dan telinga karena di dalam tubuhnya sudah tertanam nanochip merupakan klaim yang salah.

    Faktanya, bukan di Israel dan bukan karena di tubuhnya tertanam nanochip. Aksi demonstrasi dalam video tersebut terjadi di Irak pada 2019 untuk menentang Perdana Menteri Adel Abdul Mahdi. Penyebab asap yang keluar dari kepala pengunjuk rasa adalah kapsul peluru gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan menembus tengkorak korban.

    Dilansir dari Tempo, video yang identik dengan kualitas yang lebih baik pernah diunggah ke Youtube oleh kanal Newsy, pada 12 November 2019 dengan judul, “’Non-Lethal’ Crackdown On Protests Turns Deadly In Iraq.” Menurut kanal tersebut, bukti menunjukkan sumber tak terduga dari korban pengunjuk rasa: tabung gas air mata ditembakkan langsung ke kerumunan.

    Video analisis tewasnya dua orang demonstran akibat peluru gas air mata yang menembus tengkorak, juga pernah dimuat ke Youtube oleh kanal situs berita NBC News pada 19 November 2019 dengan judul, “Iraqi Protesters Dying From Tear Gas Canisters To The Skull | NBC News Now.”

    Menurut NBC News, protes di Irak telah berdarah, merenggut ratusan nyawa dan melukai ribuan lainnya. Video yang dibagikan di media sosial menjadi semakin mengerikan. Emmanuelle Saliba dari NBC News menjalani proses menganalisis dan memverifikasi beberapa video ini yang mengungkapkan bagaimana pasukan keamanan menggunakan kekuatan mematikan untuk menindak pengunjuk rasa.

    Kesimpulan

    BUKAN di Israel dan bukan karena di tubuhnya tertanam nanochip. Aksi demonstrasi dalam video tersebut terjadi di Irak pada 2019 untuk menentang Perdana Menteri Adel Abdul Mahdi. Penyebab asap yang keluar dari kepala pengunjuk rasa adalah kapsul peluru gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan menembus tengkorak korban.

    Rujukan