“Apa betul saat ini saya terhubung dg pengurus Masjid Darussalam Ubing?
(waalaikum salam
enggeh, bapak. Apa ada yg perlu kami bantu)
Tujuan saya menghubungi saat ini terkait pemberitahuan pembagian donasi dari pemkot. Denpasar yg di tujukan kepada tempat ibadah, untuk membantu operasional penunjang fasilitas tempat ibadah. dan saat ini masjid Darussalam masuk dlm daftar nama-nama penerima donasi tsb.)”
(GFD-2022-9244) [SALAH] Akun Whatsapp Wakil Wali Kota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa “+6282143125934”
Sumber: Whatsapp.comTanggal publish: 22/02/2022
Berita
Hasil Cek Fakta
Beredar akun Whatsapp mengatasnamakan dan menggunakan foto profil Wakil Wali Kota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa dengan nomor Whatsapp “+6282143125934”. Akun tersebut mengirimkan pesan terkait pemberitahuan pembagian donasi dari pemkot yang bertujuan untuk membantu operasional penunjang fasilitas tempat ibadah.
Namun setelah ditelusuri, melalui akun Instagram pribadinya (@kadekagusaryawibawaofficial), mengonfirmasi bahwa akun tersebut adalah akun palsu. Wakil Wali Kota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa mengajak masyarakat Kota Denpasar untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan dirinya.
Ia juga menambahkan dan memberikan cara dalam postingannya untuk menghindari penipuan yang seringkali beredar.
“Untuk menghindari penipuan seperti halnya di atas, dapat melakukan tiga langkah. Pertama, masyarakat diminta tidak mudah percaya apabila memperoleh telepon dan pesan yang mengatasnamakan pihak tertentu. Kemudian, cara kedua, masyarakat sebaiknya tidak memberikan data pribadi apa pun yang diminta oleh pihak yang mengaku dari pihak tertentu. Ketiga, masyarakat mencatat nomor dan pesan serta mengkonfirmasikan melalui nomor pihak yang resmi. @kadekagusaryawibawaofficial Denpasar JayaWibawa”, tulis Kadek Agus Arya Wibawa pada akun Instagramnya (28/01/22).
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka akun Whatsapp Wakil Wali Kota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa “+6282143125934” dapat dikategorikan kedalam konten tiruan.
Namun setelah ditelusuri, melalui akun Instagram pribadinya (@kadekagusaryawibawaofficial), mengonfirmasi bahwa akun tersebut adalah akun palsu. Wakil Wali Kota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa mengajak masyarakat Kota Denpasar untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan dirinya.
Ia juga menambahkan dan memberikan cara dalam postingannya untuk menghindari penipuan yang seringkali beredar.
“Untuk menghindari penipuan seperti halnya di atas, dapat melakukan tiga langkah. Pertama, masyarakat diminta tidak mudah percaya apabila memperoleh telepon dan pesan yang mengatasnamakan pihak tertentu. Kemudian, cara kedua, masyarakat sebaiknya tidak memberikan data pribadi apa pun yang diminta oleh pihak yang mengaku dari pihak tertentu. Ketiga, masyarakat mencatat nomor dan pesan serta mengkonfirmasikan melalui nomor pihak yang resmi. @kadekagusaryawibawaofficial Denpasar JayaWibawa”, tulis Kadek Agus Arya Wibawa pada akun Instagramnya (28/01/22).
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka akun Whatsapp Wakil Wali Kota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa “+6282143125934” dapat dikategorikan kedalam konten tiruan.
Kesimpulan
AKUN Whatsapp palsu, Wakil Wali Kota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa melalui akun Instagram pribadinya (@kadekagusaryawibawaofficial) mengonfirmasi bahwa akun tersebut merupakan akun palsu.
Rujukan
(GFD-2022-9245) [SALAH] Video Tanggul Kali Pemali Brebes Jebol pada 13 Februari 2022
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 22/02/2022
Berita
“kali pemali jebol desa terlangu”
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook Warsim Acim mengunggah sebuah video dengan dengan narasi tanggul kali pemali Desa Terlangu jebol pada 13 Februari 2022. Video berdurasi 30 detik menggambarkan seorang warga yang bercerita terkait kondisi akibat tanggul yang jebol.
Berdasarkan hasil penelusuran, waktu kejadian dalam video adalah salah. Faktanya video tanggul kali pemali jebol terjadi pada tahun 2018. Dilansir dari aboutcirebon.id, ditemukan artikel terbit pada (12/02/18) dengan judul ‘Tanggul Kali Pemali Jebol, 3 Kecamatan di Brebes Banjir’ yang menampilkan video serupa. Dalam artikel dijelaskan bahwa penyebab tanggul di Desa Telangu jebol adalah akibat hujan deras yang terjadi selama satu malam pada waktu itu sehingga dua titik tanggul di Desa Terlangu tidak kuat menahan derasnya air hingga mengalir menggenangi rumah warga.
Dari penjelasan di atas, unggahan Akun Facebook Warsim Acim dengan klaim video tanggul jebol diunggah pada (13/02/22) dapat dikategorikan sebagai konteks yang salah.
Berdasarkan hasil penelusuran, waktu kejadian dalam video adalah salah. Faktanya video tanggul kali pemali jebol terjadi pada tahun 2018. Dilansir dari aboutcirebon.id, ditemukan artikel terbit pada (12/02/18) dengan judul ‘Tanggul Kali Pemali Jebol, 3 Kecamatan di Brebes Banjir’ yang menampilkan video serupa. Dalam artikel dijelaskan bahwa penyebab tanggul di Desa Telangu jebol adalah akibat hujan deras yang terjadi selama satu malam pada waktu itu sehingga dua titik tanggul di Desa Terlangu tidak kuat menahan derasnya air hingga mengalir menggenangi rumah warga.
Dari penjelasan di atas, unggahan Akun Facebook Warsim Acim dengan klaim video tanggul jebol diunggah pada (13/02/22) dapat dikategorikan sebagai konteks yang salah.
Kesimpulan
hasil periksa fakta Rahmah a n (UIN sunan ampel Surabaya).
Faktanya, video tersebut merupakan video yang terjadi pada tahun 2018.
Faktanya, video tersebut merupakan video yang terjadi pada tahun 2018.
Rujukan
(GFD-2022-9233) Keliru, Video dengan Klaim Berkat Pendekatan Jokowi, Rusia Akhirnya Menarik Pasukannya dari Perbatasan Ukraina
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 21/02/2022
Berita
Sebuah video dari Tiktok yang diklaim bahwa Rusia akhirnya menarik pasukannya dari perbatasan Ukraina berkat pendekatan Jokowi, dibagikan di Instagram, 17 Februari 2022. Tempo menerima permintaan verifikasi video itu dari grup pembaca di Telegram.
Video itu berisi kolase video pesawat jet, video pertemuan Jokowi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin serta saat Jokowi hadir di pertemuan di luar negeri.
Video yang disukai 13,6 ribu di Tiktok itu memuat teks bertuliskan: “Dunia butuh Indonesia. Berkat pendekatan Jokowi, Rusia akhirnya menarik pasukannya dari perbatasan Ukraina.”
Tangkapan layar video dengan klaim berkat pendekatan Jokowi, Rusia akhirnya menarik pasukannya dari perbatasan Ukraina
Hasil Cek Fakta
Video 1
Tangkapan layar video Jokowi bersalaman dengan Putin.
Fakta: Video ini adalah pertemuan empat mata antara Jokowi dan Vladimir Putin pada 18 Mei 2016. Pertemuan ini dilaksanakan di Bucherov Rucey, rumah kediaman Presiden Putin di Sochi, Rusia.
Video pertemuan keduanya disiarkan di kanal Youtube Kementerian Sekretariat Negara RI. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas kerja Sama Ekonomi, Pertahanan dan Keamanan. Jokowi menyampaikan tentang ekspor sawit Indonesia ke Rusia, pembelian properti di Moskow sebagai gedung Kedutaan Besar Indonesia.
Video 2
Tangkapan layar potongan video Jokowi berjalan di karpet merah.
Fakta: video ini juga tidak terkait dengan pertemuan Presiden Jokowi untuk membahas tentang Ukraina bersama Rusia. Video ini adalah kedatangan Jokowi saat menghadiri KTT G20 di Italia yang disambut oleh Perdana Menteri Italia.
Video ini identik dengan tayangan di kanal Youtube Kompas TV pada 30 Oktober 2021. Terlihat Presiden Jokowi tiba menumpangi mobil berwarna silver yang di depannya dipasang bendera merah putih.
Jokowi terlihat mengenakan setelan jas berwarna abu-abu, dasi berwarna biru dongker dan masker berwarna hitam.
Desakan berbagai negara untuk Rusia
Indonesia telah menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan mengutamakan dialog dan diplomasi. Pernyataan itu seperti yang dipublikasikan Kementerian Luar Negeri RI melalui akun twitter pada 7 Februari 2022.
“Indonesia menghimbau semua pihak untuk menahan diri dan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi keberhasilan dialog dan diplomasi. Konflik tidak menguntungkan siapa pun.”
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi juga telah menjalin komunikasi telepon dengan Menlu Rusia Sergey Lavrov pada 9 Februari 2022, seperti yang dimuat oleh Kantor Berita Antara.
Namun desakan itu juga banyak dilakukan oleh pemerintah negara lain, seperti Amerika Serikat, Perancis, Jerman, Inggris termasuk Perserikatan Bangsa-bangsa dan NATO.
Hingga 20 Februari 2022 belum ada tanda-tanda bahwa Rusia menarik pasukannya dari perbatasan Ukraina. Dikutip dari The Guardian, bahwa Rusia memperpanjang latihan militer bersama dengan Belarus di dekat perbatasan Belarusia. Latihan seharusnya berakhir hari ini dan Rusia mundur. Perpanjangan tersebut dilihat sebagai tanda yang tidak menyenangkan di Ukraina.
Kesimpulan
Dari pemeriksaan fakta di atas, video yang diklaim berkat pendekatan Jokowi, Rusia akhirnya menarik pasukannya dari perbatasan Ukraina, adalah keliru. Isi video tersebut tidak berkaitan dengan pembahasan soal Ukraina. Pertemuan Jokowi dan Presiden Rusia Vladimir Putin terjadi pada 2016, sebelum hubungan Rusia dan Ukraina memburuk saat ini. Demikian juga video kedua yang menunjukkan Jokowi bertemu pimpinan negara itu terjadi saat acara KTT G20 di Italia 2021.
Tim Cek Fakta Tempo
Rujukan
- https://www.tiktok.com/@guntur.surabaya/video/7065547415067168027?is_copy_url=1&is_from_webapp=v1
- https://www.instagram.com/reel/CaElQ2TFPHY/?utm_medium=share_sheet
- https://www.youtube.com/watch?v=FeNmBaWi9Xg
- https://www.youtube.com/watch?v=MkenL340IcI
- https://twitter.com/Kemlu_RI/status/1490545088296271873?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1490545088296271873%7Ctwgr%5E%7Ctwcon%5Es1_&ref_url=
- https%3A%2F%2Fwww.antaranews.com%2Fberita%2F2696505%2Findonesia-serukan-perdamaian-untuk-redakan-ketegangan-rusia-ukraina
- https://www.antaranews.com/berita/2696505/indonesia-serukan-perdamaian-untuk-redakan-ketegangan-rusia-ukraina
- https://www.reuters.com/world/europe/un-chief-speaks-with-russia-ukraine-still-believes-there-will-not-be-conflict-2022-02-14/
- https://www.dw.com/en/natos-jens-stoltenberg-urges-russia-to-step-back-from-the-brink/a-60840025
- https://www.theguardian.com/world/live/2022/feb/20/ukraine-crisis-russia-plans-biggest-war-since-1945-says-johnson-zelenskiy-calls-for-sanctions-now-live
(GFD-2022-9235) [SALAH] “Prancis menangkap seorang anak Mali dan mengencinginya di depan umum”
Sumber: Whatsapp.comTanggal publish: 21/02/2022
Berita
“Skandal terburuk abad kedua puluh satu !!! Adegan yang tidak manusiawi, merendahkan, dan mengejutkan dari dua pria dan seorang wanita yang mengencingi seorang anak Afrika, di salah satu desa Prancis di Mali. Anak itu benar-benar dilucuti pakaiannya, wajah terbaring di tanah, sementara sejumlah orang Prancis, yang negaranya selalu mengguncang dunia dengan kecanggihan peradaban mereka, menyaksikan tindakan cabul dan kotor, tidak normal itu, tanpa ada tanda-tanda intervensi dari mereka !!! setelah negara Mali mengusir duta besar Prancis. Prancis membalas dendam dengan menangkap seorang anak Mali di sebuah desa Prancis dan mengencinginya di depan umum. Afrika harus bangun… Kami menyesali keburukan pemandangan itu. Dimana para pembela HAM… dimana suara mereka???😢😢”
Hasil Cek Fakta
SUMBER membagikan video pertunjukan “Piedra” oleh seniman Regina Jose Galindo di Brazil pada tahun 2013 dengan menambahkan narasi yang TIDAK sesuai dengan fakta, sehingga membangun kesimpulan KELIRU. Berkaitan dengan pertunjukan “Piedra”, situs regina josé galindo: “Tubuhku tetap tidak bergerak, tertutup batu bara, seperti batu. Dua relawan dan seseorang dari penonton kencing di tubuh batu saya.”
Hemispheric Institute of Performance and Politics: “Piedra (2013) dimulai pada sore yang sejuk Januari lalu di Encuentro Tahunan ke-8 Hemispheric Institute di São Paulo, Brasil . Penonton mengeluarkan kamera dan alat perekam mereka dan menantikan aksi atau gestur Galindo selanjutnya. Tubuh yang tak bergerak menyatu dengan pemandangan alam yang rimbun sementara kami terus menunggu dan mendokumentasikan. Pada tanda sepuluh menit, seorang anggota bertubuh laki-laki dari kerumunan amorf yang mengelilingi artis ini melangkah ke tengah dan berjalan ke arah tubuh. Kemudian, dia membuka ritsleting celananya, mengeluarkan penisnya, dan mulai buang air kecil di atas benjolan seperti batu seorang wanita.”
regina josé galindo: “Regina José Galindo (1974) adalah seniman visual dan penyair, yang media utamanya adalah pertunjukan. Galindo tinggal dan bekerja di Guatemala, menggunakan konteksnya sendiri sebagai titik awal untuk mengeksplorasi dan menuduh implikasi etis dari kekerasan sosial dan ketidakadilan terkait dengan diskriminasi gender dan ras, serta pelanggaran hak asasi manusia yang muncul dari ketimpangan endemik dalam hubungan kekuasaan kontemporer. masyarakat. Galindo adalah, dalam kata-kata Loris Romano, “seorang seniman yang mendorong dirinya melampaui batasnya sendiri, melalui pertunjukan yang radikal, meresahkan dan secara etis tidak nyaman”.
Hemispheric Institute of Performance and Politics: “Piedra (2013) dimulai pada sore yang sejuk Januari lalu di Encuentro Tahunan ke-8 Hemispheric Institute di São Paulo, Brasil . Penonton mengeluarkan kamera dan alat perekam mereka dan menantikan aksi atau gestur Galindo selanjutnya. Tubuh yang tak bergerak menyatu dengan pemandangan alam yang rimbun sementara kami terus menunggu dan mendokumentasikan. Pada tanda sepuluh menit, seorang anggota bertubuh laki-laki dari kerumunan amorf yang mengelilingi artis ini melangkah ke tengah dan berjalan ke arah tubuh. Kemudian, dia membuka ritsleting celananya, mengeluarkan penisnya, dan mulai buang air kecil di atas benjolan seperti batu seorang wanita.”
regina josé galindo: “Regina José Galindo (1974) adalah seniman visual dan penyair, yang media utamanya adalah pertunjukan. Galindo tinggal dan bekerja di Guatemala, menggunakan konteksnya sendiri sebagai titik awal untuk mengeksplorasi dan menuduh implikasi etis dari kekerasan sosial dan ketidakadilan terkait dengan diskriminasi gender dan ras, serta pelanggaran hak asasi manusia yang muncul dari ketimpangan endemik dalam hubungan kekuasaan kontemporer. masyarakat. Galindo adalah, dalam kata-kata Loris Romano, “seorang seniman yang mendorong dirinya melampaui batasnya sendiri, melalui pertunjukan yang radikal, meresahkan dan secara etis tidak nyaman”.
Kesimpulan
TIDAK ada kaitannya dengan Prancis dan Mali. BUKAN peristiwa nyata, video yang dibagikan adalah pertunjukan “Piedra” oleh seniman Regina Jose Galindo yang diadakan di Brazil pada tahun 2013.
Rujukan
- http[1] firstdraftnews.org: “Memahami gangguan informasi” (Google Translate),
- https://bit.ly/3wHx0lO /
- https://archive.md/nb52W (arsip cadangan dengan bahasa asli, English). [2] reginajosegalindo.com: “piedra” (Google Translate),
- https://archive.ph/LNFxB /
- https://bit.ly/3I9pCUS &
- https://archive.ph/ImXra (tautan sumber dan arsip cadangan dengan bahasa asli, English). [3] hemi.nyu.edu: “e10.2 Tinjauan Kinerja -Piedra” (Google Translate),
- https://bit.ly/34ODeXy &
- https://archive.ph/jCojD (arsip cadangan) /
- https://archive.ph/NqmLL (arsip cadangan dengan bahasa asli, English). [4] guggenheim.org: “Regina Jose Galindo” (Google Translate Chrome extension),
- https://bit.ly/3JHq0ul /
- https://bit.ly/3h7gOmw &
- https://archive.ph/xKF8g (tautan sumber dan arsip cadangan dengan bahasa asli, English). [5] reginajosegalindo.com: “biografi” (Google Translate),
- https://archive.ph/9VmBb /
- https://bit.ly/3I9dPWT /
- https://archive.ph/rXkRk (tautan sumber dan arsip cadangan dengan bahasa asli, English).
Halaman: 6247/7995




