• (GFD-2022-10478) Keliru, Malaysia Jual Pulau Demi Lunasi Utang ke Indonesia

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 19/08/2022

    Berita


    Sebuah akun Facebook mengunggah video berjudul “Malaysia Jual Pulau Demi lunasi Utang ke Indonesia”. 
    Video ini menuliskan deskripsi bahwa demi melunasi hutang ke Indonesia, Malaysia rela jual pulau untuk melunasi hutang ke Indonesia, seluruh istana goyang. Juga terdapat teks “Malaysia tidak bayar hutang ke Indonesia”.
    Sementara dalam narasinya video ini menyampaikan Malaysia perlu membayar utangnya, soal ahli waris Kesultanan Suluh, serta jumlah utang yang berusaha dilunasi Malaysia. Disebut pula, utang Malaysia menggunung hingga Rp 3.500 triliun dan mencapai 60 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).  Diklaim, informasi ini bersumber dari media Grid Hot dari Intisari.
    Tangkapan layar video yang beredar di Facebook dengan narasi Malaysia melunasi utang ke Indonesia dengan menjual pulau
    Sampai tulisan ini dibuat, video berdurasi 4:22 menit ini disukai 6000, 829 komentar, dan dilihat 372 ribu pengguna Facebook. Video ini diunggah tanggal 15 Agustus 2022.

    Hasil Cek Fakta


    Hasil penelusuran Tim Cek Fakta Tempo menunjukkan, utang pemerintah federal Malaysia hingga akhir Juni 2022 mencapai RM1,045 triliun, atau 63,8 persen dari produk domestik bruto (PDB). Sebesar RM43,1 miliar setara 18,4 persen dari perkiraan total pendapatan negara dialokasikan untuk biaya layanan utang dan RM19,8 miliar dihabiskan untuk melunasi bunga utang pemerintah yang belum terbayar
    Untuk verifikasi narasi video ini, Tempo menonton video sampai selesai dan memeriksa sumber klaimnya. Klaim tersebut dibandingkan dengan sumber resmi pemerintah Malaysia dan pemberitaan media kredibel di Malaysia.
    Tempo juga menelusuri fragmen video dengan Yandex, Fake News Debunker by InVid, dan Google Images. Video ini merupakan unggah ulang dari video yang diunggah akun Mita CH pada tanggal 12 Agustus 2022. Narasi dan durasinya pun sama.
    Sumber Klaim
    Narasi dalam video merujuk Grid Hot dari Intisari sebagai sumber Informasi. Hasil penelusuran Tempo menemukan tulisan pada situs sosok.grid.id yang dipublikasikan tanggal 4 Maret 2021. Situs ini membuat judul “Punya Utang Rp 3.500 Triliun, Malaysia Terancam Bangkrut, Padahal Baru Setengah Utang Indonesia, Apakah RI Bakal Ikut Jejak Negara Tetangga? Begini Penjelasannya!.
    Walaupun ditulis tahun 2021, data yang dikutip dalam situs ini berasal dari tahun 2017. Salah satunya pernyataan Menteri Keuangan Malaysia, Lim Guang Eng, pada periode 2017. Sementara tahun 2022, Menteri Keuangan Malaysia dijabat oleh Tengku Datuk Seri Zafrul Abdul Aziz.
    Situs ini menuliskan total utang negeri Jiran mencapai 1.087 triliun ringgit atau setara dengan Rp 3.500 triliun pada 31 Desember 2017. Dilansir New Straits Times, utang, dan kewajiban pembayaran pemerintah Malaysia pada tahun 2017 senilai RM1,08 triliun. Namun utang tersebut bukan utang kepada Indonesia seperti yang dinarasikan.
    Video 1
    Pada detik ke 0:17, video ini menampilkan fragmen potongan pernyataan seseorang yang berpakaain jas dan topi kopiah. Berdasarkan penelusuran Tempo, fragmen tersebut identik dengan video yang diunggah kanal YouTube Kingdom Of Sulu pada tanggal 30 September 2013.
    Pemeriksaan video 1
    Hasil pencarian Tempo menemukan, sosok ini adalah Tuanku Datuk Mudarasulail Alastam Kiram yang disebut sebagai Sultan Sulu. Dalam video ini Alastam Kiram menyebutkan Malaysia masih membayar upeti kepada Kesultanan Sulu sebanyak  5300 ringgit setiap tahunnya.
    Haniff Khatri, seorang konsultan hukum di Malaysia dalam video yang ditayangkan The Malaysian Insight membenarkan pernyataan tersebut. Upeti tersebut dibayarkan sejak tahun 1963 dan dihentikan pembayarannya pada tahun 2013.
    Dilansir New Straits Times, pembayaran tersebut  berdasarkan perjanjian yang ditandatangani pada tanggal 22 Januari 1878, antara Sultan Sulu Sultan Jamal Al Alam dan Baron de Overbeck dan Alfred Dent dari British North Borneo Company yang jadi perwakilan Kerajaan Inggris.
    Pemerintah Malaysia menghentikan pembayaran setelah kasus serangan bersenjata di  Lahad Datu, Sabah. Dilansir BBC, pada tanggal 1 Maret 2013 di Lahad Datu, Sabah, aparat keamanan Malaysia terlibat kontak senjata dengan kelompok yang mengaku Tentara Kerajaan Sulu. Dari laman CSIS, pertempuran yang berlangsung tanggal 1-5 Maret tersebut menewaskan 52 anggota kelompok Sulu dan delapan polisi Malaysia.
    Isu pembayaran upeti ini kembali menguat setelah pemerintah Malaysia yang diperintahkan oleh pengadilan arbitrase Prancis untuk membayar setidaknya RM62,59 miliar (US$14,92 miliar) kepada keturunan Sultan Sulu.
    Dilansir Free Malaysia Today, pengadilan arbitrase pada tanggal 28 Februari 2022 memutuskan bahwa Malaysia melanggar perjanjian tahun 1878 antara kerajaan Sulu lama di Filipina dan perwakilan dari British North Borneo Company yang sekarang dikenal sebagai wilayah Sabah. 
    Video 2
    Pemeriksaan video 2
    Pada menit ke 3:04, video ini menampilkan fragmen gambar yang berdasarkan penelusuran Tempo merupakan Perdana Menteri (PM) Malaysia Dato' Sri Ismail Sabri Yaakob. Fragmen ini identik dengan tayangan laman resmi Pejabat Perdana Menteri Malaysia pada tanggal 8 Maret 2022.
    Dilansir Bernama.com, Perdana Menteri Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob pada tanggal 8 Maret 2022, mengumumkan Malaysia akan memasuki fase "Transisi ke Endemik" Covid-19 mulai 1 April 2022. Dengan pengumuman ini semua pembatasan jam operasional bisnis dicabut dan kegiatan sholat diperbolehkan tanpa jarak fisik.
    Video 3
    Pemeriksaan video 3
    Pada  menit 3:57, video ini menampilkan fragmen gambar Sri Mulyani. Hasil pencarian menunjukan, fragmen ini identik dengan tayangan BeritaSatu tanggal 2 Mei 2014. Tayangan ini terkait  kesaksian Sri Mulyani Indrawati di Pengadilan Tipikor dalam kasus Bank Century.
    Dilansir Tempo, Sri Mulyani menjadi saksi dalam sidang kasus Century dengan terdakwa Budi Mulya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi tanggal 2 Mei 2014. Dalam kasus ini Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi mendakwa Budi Mulya dalam kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek Bank Century. Kebijakan FPJP disebut merugikan keuangan negara Rp 689,39 miliar.
    Sedangkan proses penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik merugikan negara Rp 6,76 triliun.
    Tentang Utang Luar Negeri Malaysia
    Dilansir The Star, Menteri Keuangan Malaysia Tengku Zafrul mengatakan utang Malaysia sampai Juli 2022  mencapai RM1,045 triliun atau 63,8% dari produk domestik bruto (PDB).
    Zafrul mengatakan Pemerintah Federal membayar utang senilai RM43.1 miliar atau 18,4% dari pendapatan pemerintah dan RM19,8 miliar telah dihabiskan menjelang akhir Juni untuk melayani pembayaran bunga yang ditimbulkan oleh total utang. 
    Direktur eksekutif Pusat Penelitian Sosial-Ekonomi Lee Heng Guie, seperti dilansir Free Malaysia Today   mengatakan ada alasan untuk khawatir karena rasio utang pemerintah Malaysia saat ini berada di 18,4%, jauh lebih tinggi dari batas 15%. 
    "Kami tidak melihat ini sebagai sesuatu yang mengkhawatirkan karena negara ini membuka diri untuk tingkat kegiatan ekonomi yang lebih tinggi, tetapi hal itu memerlukan kehati-hatian," katanya.
    Sementara itu, Profesor Ekonomi Universitas Sunway, Yeah Kim Leng mengatakan hal itu hanya akan mengkhawatirkan jika rasio pembayaran utang Malaysia melebihi ambang batas 20% dan dalam mata uang asing.
    “Untungnya, 97,5% dari utang Malaysia dalam mata uang ringgit dan itu membuatnya jauh lebih tidak stabil serta lebih mudah bagi pemerintah untuk membayarnya,” kata Yeah.
    Menteri Keuangan Malaysia, Tengku Datuk Seri Zafrul Abdul Aziz j

    Kesimpulan


    Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan video dan narasi bahwa Malaysia jual pulau demi lunasi utang ke Indonesia adalah keliru.
    Indonesia tidak punya kaitan dengan utang Malaysia. Juga tidak ada kaitannya dengan sengketa arbritrase ahli waris Kesultanan Sulu yang memerintahkan Pemerintah Malaysia membayar 14,19 miliar dolar. 
    Meskipun rasio hutangnya mencapai 63,8% (PDB), pemerintah Malaysia mampu mengelola tingkat hutang dan tidak akan mengalami kebangkrutan karena 97,5% dari utang Malaysia dalam mata uang ringgit.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10479) Belum Ada Bukti, Kunyit dan Madu sebagai Ramuan Obat Cacar Monyet

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 19/08/2022

    Berita


    Video berdurasi 17 detik yang diklaim merupakan cara membuat ramuan dari kunyit dan madu untuk obat cacar monyet beredar di Facebook
    Video ini diunggah akun Mohd J Hasby S pada 27 Juli 2022 dengan menambahkan narasi:
    “Jika Anda menderita cacar monyet, Anda harus mencoba obat ini untuk mengobatinya. Obat ini mudah dan dilengkapi dengan bahan-bahan sederhana dan alami, seperti: 1 sendok makan dihaluskan; (ditumbuk) daun nimba 1 sendok makan bubuk kunyit; 1 sendok makan madu.
    Hingga artikel ini ditulis unggahannya telah 13 kali dibagikan dan 57 disukai.

    Lantas apakah benar kunyit dan madu bisa digunakan sebagai ramuan mengobati cacar monyet? 

    Hasil Cek Fakta


    Untuk membuktikan klaim diatas, cekfakta Tempo menelusuri informasi terkait obat cacar monyet dari sumber kredibel. Hasilnya, hingga saat ini belum ada obat yang digunakan untuk mengobati orang yang terpapar virus cacar monyet.
    Dokter RSUD Halmahera Tengah, Ririn Hardiyanti mengatakan, hingga saat ini belum ada obat yang digunakan untuk mencegah penyakit akibat virus. Penanganan medis untuk orang yang terpapar virus cacar monyet biasanya dilakukan dengan cara pemberian vaksin cacar. 
    “Setahu saya belum ada obat yang digunakan untuk pengobatan akibat virus seperti cacar monyet. Kalaupun ada yang mengkonsumsi herbal biasanya untuk mempertahankan daya tahan tubuh,” kata dokter lulusan Universitas Sam Ratulangi Manado tersebut saat dihubungi TEMPO, Jumat, 19 Agustus 2022.
    Steven Gordon, MD, spesialis penyakit menular di Cleveland Klinik Amerika Serikat mengungkapkan, hingga saat ini tidak ada pengobatan untuk cacar monyet yang benar-benar bisa digunakan. Obat yang baik untuk mencegah penyakit akibat virus cacar monyet adalah anti-virus dengan vaksin. 
    Cleveland Clinic mendapati cacar monyet biasanya merupakan penyakit yang sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung dari dua minggu hingga empat minggu. Kebanyakan orang dengan cacar monyet sembuh sendiri tanpa pengobatan. Hingga saat ini tidak ada pengobatan antivirus yang disetujui untuk monkeypox. 
    Obat antivirus dapat membantu, tetapi belum dipelajari sebagai pengobatan untuk cacar monyet. Beberapa antivirus yang diteliti dengan aktivitas melawan monkeypox tersedia, tetapi hanya sebagai bagian dari studi penelitian.
    Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) bahkan baru menyetujui dua vaksin yang digunakan untuk mencegah cacar monyet seperti JYNNEOS dan ACAM2000. JYNNEOS sendiri adalah satu-satunya vaksin berlisensi FDA di Amerika Serikat yang disetujui untuk pencegahan penyakit cacar monyet. 
    Dikutip dari TEMPO, ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk mencegah infeksi atau penyebaran virus monkeypox, seperti menghindari kontak dekat dengan orang yang tengah terinfeksi dan orang-orang yang memiliki ruam yang tampak seperti cacar monyet, serta memegang pakaian, seprai, selimut, atau bahan lain yang pernah kontak dengan hewan atau orang yang terinfeksi. 
    Melakukan Isolasi orang yang tengah terinfeksi cacar monyet dari orang yang sehat. Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air setelah kontak dengan orang atau hewan yang terinfeksi. Hindari hewan yang mungkin membawa virus.
    https://gaya.tempo.co/read/1617248/macam-obat-yang-bisa-meredakan-cacar-monyet  
    Badan kesehatan Dunia (WHO), bahkan mengungkapkan sudah ada beberapa vaksin yang digunakan untuk mencegah cacar monyet. Beberapa negara bahkan merekomendasikan vaksin tersebut untuk digunakan pada orang yang berisiko. 
    Penelitian bertahun-tahun telah mengarah pada pengembangan vaksin yang lebih baru dan lebih aman untuk penyakit yang diberantas yang disebut cacar, yang mungkin juga berguna untuk cacar monyet. 
    Untuk sementara vaksin cacar terbukti melindungi terhadap cacar monyet di masa lalu, data saat ini tentang efektivitas vaksin cacar atau cacar monyet yang lebih baru dalam pencegahan cacar monyet dalam praktik klinis dan dalam pengaturan lapangan terbatas.  

    Kesimpulan


    Dari hasil pemeriksaan fakta, klaim kunyit dan madu bisa digunakan untuk mengobati cacar monyet, Belum Ada Bukti. 
    Hingga saat ini belum ada obat yang disahkan banyak negara untuk digunakan untuk mengobati orang yang terpapar virus cacar monyet. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) bahkan baru menyetujui dua vaksin yang digunakan untuk mencegah cacar monyet seperti JYNNEOS dan ACAM2000. WHO sendiri masih merekomendasi vaksin cacar terbukti melindungi terhadap cacar monyet di masa lalu. 

    Rujukan

  • (GFD-2022-10464) Keliru, Sandiwara dalam Penjara, Ferdy Sambo Ngamuk dan Ancam Lakukan Ini Pada Polisi

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 18/08/2022

    Berita


    Sebuah akun Facebook mengunggah video berjudul Irjen Ferdy S4mbo Diduga Ng4muk Sambil Teriak dan Tebar Anc4man (Baca: Irjen Ferdy Sambo Diduga Ngamuk Sambil Teriak dan Tebar Ancaman). 
    Di dalam video terdapat teks “ Breaking News : Sandiwara dalam Penjara, Ferdy S Ngamuk dan Ancam Lakukan Ini Pada Polisi. Video tersebut menarasikan Ferdy Sambo mengamuk dan menebar ancaman, Kapolri Jenderal Listiyo kena colek. Menurut informasi dari sebuah akun Twitter, Irjen Sambo mengamuk di sebuah ruangan jika ditetapkan sebagai tersangka.
    Thumbnail video yang beredar di Facebook soal Ferdy Sambo
    Video berdurasi 12:10 menit itu diunggah tanggal 10 Agustus 2022. Sampai tulisan ini dibuat, unggahan tersebut telah disukai 18 ribu, 2,4 ribu komentar, dan disaksikan 1,6 juta view dari  pengguna Facebook.

    Hasil Cek Fakta


    Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta, Irjen Ferdy Sambo pada tanggal 9 Agustus 2022 ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Ia kemudian ditangkap dan ditempatkan di Mako Brimob untuk menjalani pemeriksaan soal dugaan pelanggaran kode etik sejak tanggal 6 Agustus 2022.
    Untuk verifikasi video dan narasi dalam video ini, Tempo menelusuri fragmen video dengan reverse image tool dengan Yandex, Google, maupun kata kunci di Youtube. 
    Dari penelusuran ditemukan bahwa fragmen-fragmen dalam video ini berasal dari potongan foto, tangkap layar dan video pemberitaan dari media yang berbeda-beda. 
    Berikut ini fakta-fakta atas tiga cuplikan video tersebut:  
    Thumbnail Video 1
    Fakta: Berdasarkan penelusuran Tempo, keluku yang ditempatkan pada detik pertama video ini merupakan hasil olah digital. Foto itu identik dengan foto karya Hasan, fotografer Detik, yang ditayangkan Detik.com tanggal 4 November 2014 terkait kasus admin twitter @TrioMacan2000. 
    Gambar kiri adalah foto hasil suntingan dari foto pemeriksaan kasus admin Twitter yang dimuat Detik.com pada 2 November 2014
    Foto ini menunjukkan Raden Nuh (kiri) dan Edi Syahputra berteriak saat diperkenalkan kepada jurnalis dalam jumpa pers oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Jakarta, tanggal, 3 November 2014. 
    Tangkap Layar
    Pada detik ke 0:41, video ini menampilkan tangkap layar laman media daring. Hasil penelusuran merujuk ke sebuah laman media Populis. Pada tanggal 8 Agustus 2022, laman Populis menuliskan artikel dan foto  berjudul Irjen Ferdy Sambo Disebut Ngamuk Sambil Teriak dan Tebar Ancaman, Kapolri Jenderal Listyo Kena Colek..
    Media ini mengutip akun twitter yang menuliskan “bahwa Sambo mengamuk di sebuah ruangan, sambil berteriak, dia menebar ancaman untuk membuka semua yg dia tahu jika ditetapkan sebagai tersangka. makanya dibawa ke Mako Brimob”.
    Foto yang diunggah artikel Populis ini identik dengan video Kompas.com
    Hasil pemeriksaan Tempo menunjukkan, foto pada artikel Populis tersebut identik dengan video yang ditayangkan Kompas.com tanggal 4 Agustus 2022.  
    Dilansir Kompas.com, pada tanggal 4 Agustus 2022, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) nonaktif Polri Irjen Ferdy Sambo menjalani pemeriksaan keempat terkait insiden baku tembak antarpolisi di rumah dinasnya bersama tim khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit. 
    Video 1
    Sumber: Tribun Medan
    Fakta: Pada menit 4:19 fragmen video menunjukan  Irjen Ferdy Sambo sedang mendatangi dan berbicara di sebuah ruangan. Hasil penelusuran menunjukkan fragmen tersebut identik dengan unggahan YouTube Tribun Medan TV pada tanggal 11 Januari 2022.
    Dilansir Tribun Medan TV, Kadiv Propam mendatangi Polrestabes Medan untuk melakukan pengecekan terhadap Rumah Tahanan Polisi (RTP). Irjen Sambo kepada jurnalis mengatakan, kedatangannya ke Polrestabes Medan untuk mencegah pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Polri.
    Video 2
    Sumber: Kompas TV
    Fakta: Pada menit ke 10.00, fragmen video menunjukkan Ferdy Sambo sedang berbicara. Di Belakangnya berdiri sejumlah orang. Tampak papan bertuliskan “No Antrian Besuk Tahanan” dan tulisan “Polrestabes Medan”.
    Fragmen ini identik dengan identik dengan unggahan YouTube Kompas TV pada tanggal 12 Januari 2022. Dilaporkan, Kepala Divisi Propam Mabes Polri melakukan pemeriksaan sel tahanan Polrestabes Medan untuk  memastikan pola penanganan tahanan, dan mengantisipasi tidak terulangnya peristiwa penganiayaan sesama tahanan.
    Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo didampingi sejumlah pejabat Propam Mabes Polri dan Polda Sumatera Utara,  terlihat langsung menuju gedung rumah tahanan Polrestabes Medan.
    Tentang Irjen Ferdy Sambo 
    Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka pada tanggal 9 Agustus 2022. Ia ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Hal ini disampaikan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers. 
    Dilansir Tempo, mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo ditahan di Markas Komando atau Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Penahanan dilakukan setelah Sambo ditangkap di Bareskrim Polri pada Sabtu sore, 6 Agustus 2022. 

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan bahwa narasi dan video “Irjen Ferdy Sambo Diduga Ngamuk Sambil Teriak dan Tebar Ancaman” adalah Keliru.
    Video dan foto tersebut adalah hasil olah digital dari foto lain. Video ini merupakan gabungan dari peristiwa saat Irjen Ferdy Sambo penuhi panggilan penyidik Bareskrim dan kunjungan ke Rumah Tahanan Polisi Polrestabes Medan. 
    Saat ini Sambo ditempatkan di tempat khusus di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat. 

    Rujukan

  • (GFD-2022-10465) Menyesatkan, Klaim Kim Jong Un Marah, Ratusan Militer Korea Utara Terbang Menuju Perbatasan Malaysia

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 18/08/2022

    Berita


    Sebuah akun Facebook mengunggah sebuah video yang diberi judul ‘Kim Jong Un Marah, Ada Apa?!!! Ratusan militer Korea Utara terbang menuju perbatasan Malaysia. Di Awal video juga muncul narasi yang sama ‘Kian Memanas. Militer Korea Utara siap menuju perbatasan Malaysia’.
    Postingan itu berisi kolase foto dan video parade militer, kendaraan tank, kapal perang, helikopter dan menampilkan tokoh dari kedua negara, Malaysia dan Korea Utara.
    Hingga saat ini, unggahan ini sudah mendapat 797 komentar, 8 ribuan tanggapan, dan 495 ribu kali tayang sejak terbitkan pada Kamis, 11 Agustus 2022.
    Tangkapan layar video yang beredar di Facebook soal pimpinan Korea Utara, Kim Jong Un, yang mengirimkan militernya ke perbatasan Malaysia
    Benarkan Kim Jong Un Marah dan tentaranya terbang menuju perbatasan Malaysia?

    Hasil Cek Fakta


    Hasil verifikasi Tempo menunjukkan kolase video yang diunggah tersebut tidak ada kaitannya dengan judul yang dituliskan, yaitu ‘Kim Jong Un Marah, Ada Apa?!!! Ratusan militer Korea Utara terbang menuju perbatasan Malaysia. 
    Untuk memverifikasi kebenaran narasi, video dan foto yang ditampilkan dalam unggahan itu, Tim Cek Fakta Tempo memfragmentasi potongan video menjadi gambar dan menelusurinya menggunakan Google Reverse Image - Yandex Images.
    Setelah ditemukan, kolase video tersebut pembahasan topiknya ternyata berbeda-beda dan tidak berkaitan dengan narasi Kim Jong Un Marah dan Militer Korea Utara Terbang ke Perbatasan Malaysia.
    Video 1
    Pemeriksaan video 1
    Cuplikan video yang muncul pada detik-17 ini adalah Duta Besar Korea Utara untuk Malaysia, Kang Chol. Foto ini yang diabadikan Manan Vatsyayana/AFP/Getty Images ini diberi keterangan Kang Chol berbicara kepada wartawan di halaman kantor Kedutaan Besar Korea Utara di Kuala Lumpur pada Senin, 20 Februari 2020.
    Saat itu, dia menjelaskan tentang persoalan kematian Kim Jong Nam, saudara tiri Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) 2, pada 13 Februari 2017.
    “Kami tidak bisa mempercayai penyelidikan oleh polisi Malaysia,” kata Kang Chol, utusan Pyongyang, kepada wartawan di luar Kedutaan Besar Korea Utara di Kuala Lumpur dikutip dari Washington Post.
    Potongan video yang sama juga ditampilkan pada menit ke-2:45, menit ke-3:52 dan menit ke-4:57.
    Video 2
    Pemeriksaan video 2
    Kolase video detik ke-37 menunjukkan parade ratusan tank berbendera Korea Selatan yang direkam menggunakan drone. Ini merupakan kegiatan Divisi ke-20 Angkatan Darat Korea Selatan yang diperagakan di Provinsi Gyeonggi, Korea Selatan pada Februari 2016.
    Dikutip dari Insider, dalam gambar ini terlihat tank K1 dan K2 buatan Korea Selatan, serta kendaraan lapis baja, kendaraan pertahanan udara, dan artileri bergerak. Korea Selatan saat ini memiliki lebih dari 2.300 tank, 2.600 kendaraan lapis baja, dan hampir 2.000 artileri self-propelled.
    Video identik dan lengkap beredar di YouTube berbahasa Korea dengan judul ROK ARMY The 20th Mechanized Infantry Division Armour Parade.
    Selain muncul di detik ke-37, video ini juga terlihat beberapa kali, termasuk pada detik ke-51, menit ke-01:25; 01:30, 01:56, 02:56, 03:14 dan terakhir di menit ke-04:24.
    Video 3
    Pemeriksaan video 3
    Potongan video yang muncul pada detik ke-41 merupakan gambar yang identik dengan mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Muhammad. Video ini telah banyak beredar di media-media lokal dan luar Malaysia.
    Disebutkan di APNews, Mahathir saat berbicara dengan para wartawan di Kuala Lumpur pada Kamis, 10 Mei 2018, setelah dinyatakan terpilih sebagai Perdana Menteri Malaysia.
    Ketika itu, ia juga mengatakan partai-partai oposisi yang meraih kemenangan mengejutkan dalam pemilu Malaysia memiliki mandat yang jelas untuk membentuk pemerintahan baru dan dia berharap bisa dilantik sebagai perdana menteri.
    Sepanjang ditampilkan sebanyak delapan kali dalam video ini, Mahathir tidak ada membicarakan tentang Kim Jong Un, apalagi mengaitkannya dengan perang militer Korea yang menuju perbatasan Malaysia.
    Video 4
    Pemeriksaan video 4
    Potongan video pada menit pertama ini terlihat seorang militer sedang memberikan aba-aba penyeberangan tank perang lengkap dengan pasukannya. Video yang diunggah di Facebook Gogreen ini mirip dengan isi YouTube Yoo Yong-won TV berbahasa asing dengan judul ?? 3???? ???? T-80U ?? ???? ?? ????! (Brigade Lapis Baja ke-3 Situs Pelatihan Tank T-80U Rusia Dibuka untuk Pertama Kalinya!)
    Dalam postingan yang diterbitkan pada 16 November 2017 itu disebutkan ini adalah video liputan tempat latihan Doha tank 3d Armored Brigade T-80U dengan kecepatan dan performa akselerasi yang bertenaga.
    Tank T-80U, diperkenalkan melalui Brown Bear Project pada tahun 1996, memiliki kemampuan terobosan berkecepatan tinggi dan dievaluasi sebagai tank dengan mobilitas dan daya tembak yang sangat baik, karena merupakan meriam smoothbore kaliber 125 mm 52 yang dapat menembakkan ledakan tinggi, bom anti-tank berdaya tinggi dan jangkauan 5 km.
    Seluruh kolase video yang ada di akun Facebook itu, mulai dari detik ke-5-14, detik ke-25-35, detik ke-50, dan menit ke-5:14 sama dengan isi YouTube Yoo Yong-won TV.
    Video yang sama juga ada di akun YouTube Rider Eye-Aviation&Military berjudul ???? ?? 3???? T-80U?? ????/ROK ARMY T-80U Tank Cross a River Training [ridereye] (Tentara Republik Korea Brigade Lapis Baja ke-3 T-80U Tank Pelatihan Doha/ROK ARMY T-80U Tank Pelatihan Cross a River ridereye).
    Jadi, judul yang dibuat pada Facebook tersebut tidak ada kaitannya dengan isi video, dan tidak ada membahas soal Kim Jong Un marah hingga militer Korea Utara terbang ke perbatasan Malaysia. Karena, para militer yang ada di dalam video itu hanya latihan bukan menuju Malaysia.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta TEMPO, video yang mengklaim Kim Jong Un Marah, Ada Apa?!!! Ratusan militer Korea Utara terbang menuju perbatasan Malaysia, Menyesatkan.
    Judul dan isi video tidak berhubungan, karena tokoh-tokoh yang dimunculkan dalam video itu tidak membicarakan soal militer dan perbatasan.

    Rujukan