• (GFD-2024-17891) Jokowi copot Pj Gubernur Aceh karena Anies menang telak di Aceh, benarkah?

    Sumber:
    Tanggal publish: 28/03/2024

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di Facebook menarasikan Pj Gubernur Aceh langsung dicopot oleh Presiden Jokowi setelah pasangan calon nomor urut satu Anies-Muhaimin menang telak di Aceh.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Anies menang telak di Aceh, pjbt Gub dicopot Jkdok. Why ....?”

    Namun, benarkah Jokowi copot Pj Gubernur Aceh karena Anies menang telak di Aceh?

    Hasil Cek Fakta

    Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memastikan pergantian Penjabat Gubernur Aceh dari Ahmad Marzuki kepada Bustami Hamzah sama sekali tidak bermuatan politis. Mendagri menegaskan pergantian Ahmad Marzuki dilakukan atas dasar masa jabatannya yang sudah terlalu lama.

    "Sudah satu tahun delapan bulan, sudah cukuplah, gantian. Kita belum ada Pj (penjabat) satu tahun delapan bulan," kata Tito Karnavian, dilansir dari ANTARA.

    Tito juga membantah dengan tegas bahwa pergantian penjabat gubernur itu ada kaitannya dengan kekalahan salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden saat Pemilu 2024 di Provinsi Aceh.

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2024

    Rujukan

  • (GFD-2024-17126) [SALAH] Anies dan Gus Imin Capres Cawapres Putaran Kedua 2024

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 28/03/2024

    Berita

    PUTARAN KEDUA “ABAH ANIES GUS IMIN CAPRES CAWAPRES PILPRES 2024”

    Pasangan Amin Sangat Mencerdaskan Rakyat … Semangat ‘Salam Perubahan

    Hasil Cek Fakta

    Kanal Youtube @AbacoFamily pada 24 Maret 2024 mengunggah video dengan klaim bahwa Anies dan Gus Imin menjadi Capres dan Cawapres pada pemilu putaran kedua tahun 2024.

    Setelah dilakukan penelusuran, faktanya unggahan video berdurasi 59 detik tersebut sangat identik dengan unggahan video milik akun @METRO TV dengan judul “KICK KONTROVERSI – AMIN MAKIN YAKIN [FULL]” yang diunggah pada 19 Oktober 2024.

    Unggahan video tersebut membahas tanggapan Anies dan Gus Imin ketika berjuang untuk mendaftarkan diri menjadi capres dan cawapres 2024. Anies mengatakan bahwa ia bersyukur bisa mengantarkan berkas-berkas pendaftaran dan langsung mendapat status memenuhi syarat (MS). Sementara Gus Imin mengatakan bahwa tahapan yang dikira akan terhambat nyatanya berjalan lancar dan antusiasme semangat perubahan menjadi energi yang luar biasa dan bisa menjadi harapan untuk memenangkan pemilu.

    Dapat disimpulkan bahwa unggahan video milik akun @AbacoFamily merupakan video yang dimanipulasi dengan memotong video dari akun @METRO TV.

    Kesimpulan

    Unggahan video dengan klaim bahwa Anies dan Gus Imin menjadi Capres dan Cawapres pada putaran kedua 2024 adalah konten yang dimanipulasi. Faktanya unggahan video tersebut merupakan potongan dari video yang diunggah oleh akun lain.

    Rujukan

  • (GFD-2024-17638) [KLARIFIKASI] Fenomena Alam Gunung Lumpur Dinarasikan Bumi Meledak Setelah Gempa Tuban

    Sumber:
    Tanggal publish: 28/03/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video semburan lumpur dari perut Bumi yang diklaim terjadi setelah gempa mengguncang Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada 22 Maret 2024.

    Narasi video menyebutkan, Bumi tiba-tiba meledak setelah gempa mengguncang Tuban.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, konten tersebut perlu diluruskan.

    Video semburan lumpur yang dinarasikan Bumi meledak setelah gempa Tuban dibagikan oleh akun Facebook ini dan akun YouTube ini pada 22 Maret 2024.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Gempar !! Pertanda Apa ini...?Setelah Gempa Bumi Di Tuban.Bumi Tiba-tiba Meledak Sangat Dahsyat.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, video itu menunjukkan aktivitas gunung lumpur atau mud volcano di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

    Dilansir Kompas.com, gunung lumpur tersebut biasa disebut "bledug kuwu", dan terjadi akibat fenomena ekstrusi cairan seperti hidrokarbon dan gas seperti metana.

    Ekstrusi adalah gerakan cairan dari dalam perut Bumi untuk mencapai permukaan. Sehingga, muncul letupan-letupan lumpur di permukaan tanah.

    Sementara itu, Ketua Komite Shifting Energy dan EBTKE Pengurus Pusat Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Handoko Teguh Wibowo, memberikan penjelasan terkait fenomena semburan lumpur dari mud volcano di Grobogan.

    Selain Bledug Kuwu, terdapat gunung lumpur lain di Grobogan, tepatnya di Desa Grabagan, Kecamatan Kradenan, dan disebut "bledug cangkring".

    Handoko mengatakan, muntahan lumpur pascagempa adalah hal yang lazim terjadi di beberapa gunung lumpur.

    "Hal ini terjadi karena adanya tekanan berlebih atau over pressure yang diakibatkan rambatan gelombang gempa yang terjadi di bawah kawah mud volcano," kata Handoko seperti diberitakan Kompas.com, 25 Maret 2024.

    Menurut Handoko, hal tersebut bisa kembali terjadi apabila magnitudo gempa cukup besar dan menimbulkan tekanan berlebih.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video semburan lumpur yang dinarasikan Bumi meledak setelah gempa Tuban perlu diluruskan.

    Video itu menunjukkan aktivitas gunung lumpur atau mud volcano di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

    Video tersebut dibagikan dengan judul clickbait. Faktanya, ahli geologi menjelaskan bahwa muntahan lumpur pascagempa adalah hal yang lazim terjadi di beberapa gunung lumpur.

    Rujukan

  • (GFD-2024-17127) [SALAH] Rusia Klaim 10 WNI menjadi tentara bayaran Ukraina dan 4 di antaranya telah tewas

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 28/03/2024

    Berita

    Kementerian Pertahanan Rusia sejak Februari 2022 silam telah merilis bahwa Ukraina telah memakai 'tentara bayaran asing', termasuk didalamnya terdapat 10 warga negara Indonesia (WNI). Menurut data tersebut, 13.387 tentara bayaran telah mendukung Ukraina dalam pertempuran kedua negara tersebut.

    Ditambahkan dalam catatan disitu, empat orang dari 10 orang tentara bayaran asal Indonesia telah meninggal dunia seperti yang juga dirilis oleh Kedutaan Besar Rusia di Jakarta.

    Mending jadi penonton bayaran ya #BerandaPeople dibanding harus jadi tentara bayaran 

    #BerandaHariIni #BerandaNews #Russia #Ukraine #War #Kyiv

    Hasil Cek Fakta

    Akun facebook Beranda ID mengunggah postingan mengenai klaim Rusia yang menyebutkan Ukraina memiliki tentara bayaran asing, serta adanya 10 warga negara Indonesia (WNI) menjadi tentara bayaran Ukraina dan empat di antaranya tewas di tangan Rusia.

    Setelah dilakukan penelusuran, terdapat beberapa tokoh pemerintah yang mengklarifikasi hal tersebut. Pertama, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto membantah adanya informasi yang beredar mengenai 10 WNI menjadi tentara bayaran Ukraina dan 4 diantaranya tewas. Agus mengaku sudah mengecek ke Kedutaan Rusia bahwa data 10 WNI menjadi tentara bayaran itu tidak ada. Agus juga mengecek kabar melalui Kedutaan Besar Rusia di Indonesia dan memastikan tidak ada WNI yang meninggal.

    Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI juga menyebutkan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kyiv dan KBRI Moskow tak pernah mendapat informasi mengenai warga negara Indonesia (WNI) jadi tentara bayaran di Ukraina, terlebih lagi mengenai tewasnya 4 WNI ditangan Rusia.

    Selanjutnya, Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin juga membantah data tersebut. Hamianin justru mempertanyakan keabsahan data dari Kemhan Rusia.

    Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI Judha, mengaku pihaknya tengah menelusuri lebih lanjut dan meminta informasi resmi perihal klaim Rusia tersebut, walaupun belum ada jawaban dari Rusia sampai saat ini. "Perwakilan RI saat ini tengah melakukan penelusuran dan meminta informasi resmi mengenai hal ini," jelas Judha.

    Kesimpulan

    https://www.kompas.com/cekfakta/read/2024/03/22/174000482/-hoaks-10-wni-jadi-tentara-bayaran-ukraina-4-di-antaranya-tewas
    https://news.detik.com/berita/d-7254702/panglima-tni-pastikan-isu-10-wni-tentara-bayaran-ukraina-adalah-hoax
    https://www.cnnindonesia.com/nasional/20240317185526-20-1075381/tni-buka-suara-soal-rusia-sebut-10-wni-jadi-tentara-bayaran-di-ukraina

    Rujukan