(GFD-2024-24590) Cek Fakta: Hoaks Pemilik Kartu Indonesia Sehat dapat Bantuan Rp 600 Ribu dari Pemerintah
Sumber:Tanggal publish: 12/12/2024
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang pemilik Kartu Indonesia Sehat (KIS) mendapat bantuan sebesar Rp600 ribu dari pemerintah beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 11 Desember 2024.
Akun Facebook tersebut menulis narasi bahwa semua masyarakat yang memiliki KIS mendapat bantuan dari pemerintah sebesar Rp600 ribu. Akun tersebut juga menyematkan situs 24bansos.indtimesnow.online.
Dalam situs tersebut terdapat tulisan "CLAIM BANSOS VIA TELEGRAM Rp 2.000.000" dan diminta untuk memasukkan nomor telegram aktif jika ingin menerima dana tersebut.
"Bantuan Cair
Alhamdulillah, Bagi yang punya kartu KIS (kartu Indonesia sehat) selamat anda dapat bantuan pemerintah Rp.600.00 Seluruh Indonesia," tulis salah satu akun Facebook.
Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 55 kali direspons dan mendapat 51 komentar dari warganet.
Benarkah pemilik KIS mendapat bantuan sebesar Rp600 ribu dari pemerintah? Berikut penelusurannya.
Ikuti Kuis Cek Fakta Liputan6.com di Aplikasi Youniverse dan menangkan saldo e-money jutaan rupiah.
Caranya mudah:
* Gabung ke Room Cek Fakta di aplikasi Youniverse
* Scroll tab ke samping, klik tab “Campaign”
* Klik Campaign “Kuis Cek Fakta”
* Klik “Check It Out” untuk mengikuti kuisnya
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri pemilik KIS mendapat bantuan sebesar Rp600 ribu dari pemerintah. Penelusuran dilakukan dengan menghubungi Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah.
Rizzky mengatakan bahwa BPJS Kesehatan atau KIS tidak memiliki program bagi-bagi bantuan seperti postingan di Facebook.
"Itu hoaks. Tidak ada bantuan dan program seperti hal tersebut," kata Rizzky kepada Liputan6.com, Kamis (12/12/2024).
Menurut Rizzky, postingan tersebut diduga merupakan modus penipuan yang mencatut BPJS Kesehatan dan KIS. Ia pun meminta, masyarakat berhati-hati dan tidak mudah percaya.
"Masyarakat agar berhati-hati terhadap penipuan mengatasnamakan BPJS Kesehatan. Apabila terdapat pertanyaan dan keluhan terkait BPJS Kesehatan dapat menghubungi Care Center 165, Mobile JKN dan Pandawa (Pelayanan Melalui WA) 08118165165," ucap Rizzky.
Kesimpulan
Kabar tentang pemilik KIS mendapat bantuan sebesar Rp600 ribu dari pemerintah ternyata tidak benar alias hoaks. Faktanya, postingan tersebut diduga merupakan modus penipuan mencatut KIS dan BPJS Kesehatan.
(GFD-2024-24594) [HOAKS] Foto Anggota Kelompok Oposisi Suriah Berasal dari Uighur
Sumber:Tanggal publish: 12/12/2024
Berita
KOMPAS.com - Sebuah foto beredar di media sosial dan diklaim memperlihatkan anggota kelompok revolusi Suriah yang berasal dari suku Uighur di China.
Mereka disebut turut berjuang menggulingkan pemerintahan Presiden Suriah, Bashar al-Assad saat kelompok oposisi menguasai Damaskus pada Minggu (8/12/2024) dini hari.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto tersebut disebarkan dengan konteks keliru.
Foto anggota kelompok oposisi Suriah yang berasal dari suku Uighur disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Pengguna Facebook mengunggah tangkapan layar artikel dari sebuah akun X.
Foto tersebut menampilkan dua orang pria berambut panjang mengenakan seragam militer. Mereka berpose dengan menaikkan satu jari telunjuknya.
Berikut narasi yang ditulis pengguna X pada Selasa, 3 Desember 2024:
Utas"Jihadis" di Suriah (yang bertujuan menggulingkan Assad dan bikin khilafah) datang dari lebih 100 negara.1/ ini dari Uyghur
Mereka disebut turut berjuang menggulingkan pemerintahan Presiden Suriah, Bashar al-Assad saat kelompok oposisi menguasai Damaskus pada Minggu (8/12/2024) dini hari.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto tersebut disebarkan dengan konteks keliru.
Foto anggota kelompok oposisi Suriah yang berasal dari suku Uighur disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Pengguna Facebook mengunggah tangkapan layar artikel dari sebuah akun X.
Foto tersebut menampilkan dua orang pria berambut panjang mengenakan seragam militer. Mereka berpose dengan menaikkan satu jari telunjuknya.
Berikut narasi yang ditulis pengguna X pada Selasa, 3 Desember 2024:
Utas"Jihadis" di Suriah (yang bertujuan menggulingkan Assad dan bikin khilafah) datang dari lebih 100 negara.1/ ini dari Uyghur
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek jejak digital foto yang beredar dengan metode reverse image search.
Hasil pencarian di TinEye mengarahkan ke unggahan akun X (dulu Twitter) pada 30 Mei 2016 dan 2 November 2016.
Foto serupa juga diunggah oleh akun Facebook ini pada 4 April 2016. Kedua pria dalam foto tampak berpose di depan bendera Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS.
Kemudian, akun X @DawodHabeeb pada 30 Mei 2024, mengunggah foto yang sama dengan menyertakan tagar al-Fallujah.
Fallujah adalah salah satu dari dua kota besar Irak, selain Mosul, yang masih dikuasai ISIS.
Foto tersebut dikaitkan dengan kerusuhan di Irak yang melibatkan bentrokan antara Pasukan Mobilisasi Populer Irak dan ISIS.
Dilansir Al Jazeera, kelompok militer melakukan operasi seminggu penuh untuk merebut Fallujah yang berada sekitar 50 km dari Baghdad.
Kelompok bersenjata Arab Sunni di Fallujah melawan pendudukan Amerika Serikat (AS) di Irak dan pemerintah pimpinan Syiah yang menggantikan pemimpin Irak Saddam Hussein.
Para komandan Irak mengklaim telah membunuh puluhan pejuang ISIS namun tetap ragu untuk merilis jumlah korban.
Sumber asli foto tersebut belum ditemukan, tetapi foto jelas beredar sebelum kejatuhan pemerintahan Bashar al-Assad pada Minggu (8/12/2024).
Sebelumnya, pemeriksa fakta Misbar juga mencari jejak digital foto tersebut. Sejauh ini tidak ada bukti kuat bahwa foto terkait langsung dengan penggulingan rezim al-Assad.
Hasil pencarian di TinEye mengarahkan ke unggahan akun X (dulu Twitter) pada 30 Mei 2016 dan 2 November 2016.
Foto serupa juga diunggah oleh akun Facebook ini pada 4 April 2016. Kedua pria dalam foto tampak berpose di depan bendera Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS.
Kemudian, akun X @DawodHabeeb pada 30 Mei 2024, mengunggah foto yang sama dengan menyertakan tagar al-Fallujah.
Fallujah adalah salah satu dari dua kota besar Irak, selain Mosul, yang masih dikuasai ISIS.
Foto tersebut dikaitkan dengan kerusuhan di Irak yang melibatkan bentrokan antara Pasukan Mobilisasi Populer Irak dan ISIS.
Dilansir Al Jazeera, kelompok militer melakukan operasi seminggu penuh untuk merebut Fallujah yang berada sekitar 50 km dari Baghdad.
Kelompok bersenjata Arab Sunni di Fallujah melawan pendudukan Amerika Serikat (AS) di Irak dan pemerintah pimpinan Syiah yang menggantikan pemimpin Irak Saddam Hussein.
Para komandan Irak mengklaim telah membunuh puluhan pejuang ISIS namun tetap ragu untuk merilis jumlah korban.
Sumber asli foto tersebut belum ditemukan, tetapi foto jelas beredar sebelum kejatuhan pemerintahan Bashar al-Assad pada Minggu (8/12/2024).
Sebelumnya, pemeriksa fakta Misbar juga mencari jejak digital foto tersebut. Sejauh ini tidak ada bukti kuat bahwa foto terkait langsung dengan penggulingan rezim al-Assad.
Kesimpulan
Foto anggota kelompok oposisi Suriah yang berasal dari suku Uighur merupakan konten dengan konteks keliru.
Adapun foto yang beredar kemungkinan besar terkait perang di Fallujah pada 2016, antara pemerintah Irak dan ISIS.
Foto tersebut beredar sebelum kejatuhan pemerintahan Bashar al-Assad pada Minggu (8/12/2024).
Adapun foto yang beredar kemungkinan besar terkait perang di Fallujah pada 2016, antara pemerintah Irak dan ISIS.
Foto tersebut beredar sebelum kejatuhan pemerintahan Bashar al-Assad pada Minggu (8/12/2024).
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=122162066540329683&set=a.122095132190329683
- https://www.facebook.com/photo?fbid=122102086970655042&set=a.122096567204655042
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=873017611669817&set=a.107948424843410
- https://twitter.com/dina_sulaeman/status/1863879085019345210
- https://www.tineye.com/search/295c3c23c3bbcd9b8af8374cca088134925d35d2?sort=crawl_date&order=asc&page=1
- https://www.facebook.com/SyrianFlagYouths/photos/a.509951779097287/1043628115729648/?type=3&ref=embed_post
- https://twitter.com/DawodHabeeb/status/736990526801649666
- https://www.aljazeera.com/news/2016/6/2/battle-for-fallujah-iraqi-troops-die-in-isil-attacks
- https://misbar.com/en/factcheck/2024/12/08/photo-does-not-show-recently-deployed-foreign-fighters-with-syrian-opposition-forces
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-24599) [HOAKS] Pemerintah Jepang Tuntut Bill Gates atas Temuan Obat Aborsi dalam Vaksin
Sumber:Tanggal publish: 12/12/2024
Berita
KOMPAS.com - Unggahan di media sosial mengeklaim Pemerintah Jepang menuntut miliarder Bill Gates atas kejahatan kemanusiaan terkait temuan obat aborsi dalam vaksin Covid-19.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.
Narasi pemerintah Jepang menuntut Bill Gates dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Oktober 2024. Berikut narasi yang dibagikan:
Jepang Peringatkan Bill Gates "Hari-harinya Sudah Dihitung" Setelah Obat Aborsi Ditemukan dalam Vaksin
Jepang telah mengirimkan pesan yang jelas kepada Bill Gates - waktunya hampir habis. Dengan Gugus Tugas Covid pemerintah yang dengan cepat mengungkap kejahatannya, tembok-tembok semakin menutup bagi gembong globalis itu.
Ilmuwan Jepang kini mengambil sikap, mendesak jaksa internasional untuk mengajukan kasus kejahatan terhadap kemanusiaan terhadap Gates.
Di antara mereka, para ahli terkenal di dunia seperti Dr. Fukushima membunyikan alarm, mengungkap penemuan mengejutkan bahwa beberapa vaksin mengandung obat aborsi yang dirancang untuk mengurangi populasi.
Mereka memperingatkan bahwa ada banyak bukti yang menunjukkan Gates belum selesai - ia memiliki rencana untuk menimbulkan lebih banyak kerusakan dalam waktu dekat.
Sudah waktunya bagi dunia untuk bersatu dan membawanya ke pengadilan!
Screenshot Hoaks, pemerintah Jepang tuntut Bill Gates
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.
Narasi pemerintah Jepang menuntut Bill Gates dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Oktober 2024. Berikut narasi yang dibagikan:
Jepang Peringatkan Bill Gates "Hari-harinya Sudah Dihitung" Setelah Obat Aborsi Ditemukan dalam Vaksin
Jepang telah mengirimkan pesan yang jelas kepada Bill Gates - waktunya hampir habis. Dengan Gugus Tugas Covid pemerintah yang dengan cepat mengungkap kejahatannya, tembok-tembok semakin menutup bagi gembong globalis itu.
Ilmuwan Jepang kini mengambil sikap, mendesak jaksa internasional untuk mengajukan kasus kejahatan terhadap kemanusiaan terhadap Gates.
Di antara mereka, para ahli terkenal di dunia seperti Dr. Fukushima membunyikan alarm, mengungkap penemuan mengejutkan bahwa beberapa vaksin mengandung obat aborsi yang dirancang untuk mengurangi populasi.
Mereka memperingatkan bahwa ada banyak bukti yang menunjukkan Gates belum selesai - ia memiliki rencana untuk menimbulkan lebih banyak kerusakan dalam waktu dekat.
Sudah waktunya bagi dunia untuk bersatu dan membawanya ke pengadilan!
Screenshot Hoaks, pemerintah Jepang tuntut Bill Gates
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, narasi pemerintah Jepang menuntut Bill Gates bersumber dari artikel yang dipublikasikan The People's Voice pada 9 Oktober 2024.
Menurut Media Bias Fact Check, situs tersebut memiliki bias dan kredibilitas sangat rendah. Sumber informasinya dipertanyakan, tidak dapat dipercaya, dan bias ekstrem sayap kanan.
Situs yang berbasis di Los Angeles, Amerika Serikat tersebut rutin menerbitkan artikel soal konspirasi dan propaganda sejak 2014 di bawah perusahaan induk Newspunch LLC.
Sementara itu, tidak ditemukan bukti soal temuan obat aborsi dalam vaksin Covid-19. Sebelumnya, sempat beredar narasi bahwa vaksin mengandung sel janin hasil aborsi.
Narasi tersebut menyasar vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan AstraZeneca dan Pfizer. Akan tetapi, klaim tersebut telah dibantah.
Seperti diberitakan Kompas.com, juru bicara AstraZeneca mengonfirmasi bahwa perusahaan tidak menggunakan sel MRC-5 atau sel janin hasil aborsi dalam pengembangan vaksinnya.
AstraZeneca tidak menggunakan sel MRC-5, tetapi menggunakan sel TREX 293 Ginjal Embrio Manusia yang berasal dari garis sel manusia yang berbeda.
Menurut tim pengembangan Universitas Oxford, sel 293 Ginjal Embrio Manusia yang asli diambil dari ginjal janin yang diaborsi pada tahun 1973. Namun, sel yang digunakan sekarang adalah kloning dari sel asli dan bukan jaringan janin asli.
Adapun, sebagaimana diberitakan Kompas.com, Pfizer menggunakan garis sel janin untuk menguji kemanjuran vaksin.
Garis sel adalah salinan sel yang dikloning dari sumber yang sama yang telah diadaptasi untuk tumbuh terus menerus di laboratorium.
Garis sel merupakan kunci penelitian medis. Peneliti bukan memasukkan sel janin untuk membuat vaksin, tapi menggunakan salinan garis sel untuk menguji kemanjuran vaksin yang memang sesuai prosedur penelitian.
Menurut Media Bias Fact Check, situs tersebut memiliki bias dan kredibilitas sangat rendah. Sumber informasinya dipertanyakan, tidak dapat dipercaya, dan bias ekstrem sayap kanan.
Situs yang berbasis di Los Angeles, Amerika Serikat tersebut rutin menerbitkan artikel soal konspirasi dan propaganda sejak 2014 di bawah perusahaan induk Newspunch LLC.
Sementara itu, tidak ditemukan bukti soal temuan obat aborsi dalam vaksin Covid-19. Sebelumnya, sempat beredar narasi bahwa vaksin mengandung sel janin hasil aborsi.
Narasi tersebut menyasar vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan AstraZeneca dan Pfizer. Akan tetapi, klaim tersebut telah dibantah.
Seperti diberitakan Kompas.com, juru bicara AstraZeneca mengonfirmasi bahwa perusahaan tidak menggunakan sel MRC-5 atau sel janin hasil aborsi dalam pengembangan vaksinnya.
AstraZeneca tidak menggunakan sel MRC-5, tetapi menggunakan sel TREX 293 Ginjal Embrio Manusia yang berasal dari garis sel manusia yang berbeda.
Menurut tim pengembangan Universitas Oxford, sel 293 Ginjal Embrio Manusia yang asli diambil dari ginjal janin yang diaborsi pada tahun 1973. Namun, sel yang digunakan sekarang adalah kloning dari sel asli dan bukan jaringan janin asli.
Adapun, sebagaimana diberitakan Kompas.com, Pfizer menggunakan garis sel janin untuk menguji kemanjuran vaksin.
Garis sel adalah salinan sel yang dikloning dari sumber yang sama yang telah diadaptasi untuk tumbuh terus menerus di laboratorium.
Garis sel merupakan kunci penelitian medis. Peneliti bukan memasukkan sel janin untuk membuat vaksin, tapi menggunakan salinan garis sel untuk menguji kemanjuran vaksin yang memang sesuai prosedur penelitian.
Kesimpulan
Narasi Pemerintah Jepang menuntut miliarder Bill Gates atas kejahatan kemanusiaan terkait temuan obat aborsi dalam vaksin Covid-19 adalah hoaks.
Narasi itu bersumber dari situs The People's Voice, yang memiliki rekam jejak menyebarkan disinformasi dan teori konspirasi.
Selain itu, tidak ditemukan bukti bahwa vaksin Covid-19 mengandung obat aborsi. Klaim bahwa vaksin mengandung sel janin hasil aborsi juga telah dibantah.
Narasi itu bersumber dari situs The People's Voice, yang memiliki rekam jejak menyebarkan disinformasi dan teori konspirasi.
Selain itu, tidak ditemukan bukti bahwa vaksin Covid-19 mengandung obat aborsi. Klaim bahwa vaksin mengandung sel janin hasil aborsi juga telah dibantah.
Rujukan
- https://www.facebook.com/dhimazario/posts/pfbid0Q88zhwt55Sffkc53KHxkDRrMoTnpbnML6Hykz7DBBQHjk7vXuCCVSAz85cQ7Dvoul
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02CpL84UAAwvFbAnnxbjSz6GibuWCgSp45XW9uD6dQkGz4aCC2y3X1MNEq5jL3zTC8l&id=61564990185762
- https://www.facebook.com/reel/1649258772309305
- https://mediabiasfactcheck.com/news-punch/
- https://www.kompas.com/tren/read/2020/11/22/155600665/-klarifikasi-vaksin-covid-19-astrazeneca-disebut-gunakan-jaringan-janin?page=all
- https://www.kompas.com/sains/read/2021/10/13/090200823/hoaks-vaksin-pfizer-mengandung-sel-janin-ini-faktanya?page=all
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-24600) [KLARIFIKASI] Jokowi-Kapolri Kunjungi Rumah Miftah pada September, Bukan Desember 2024
Sumber:Tanggal publish: 12/12/2024
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial muncul foto yang menampilkan Presiden ke-7 RI Joko Widodo bersama Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengunjungi rumah Miftah Maulana.
Foto itu beredar setelah Miftah mengundurkan diri sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan pada 6 Desember 2024.
Namun, setelah ditelusuri unggahan tersebut perlu diluruskan karena informasinya keliru.
Miftah mengundurkan diri sebagai Utusan Khusus Presiden setelah video dirinya mengolo-olok penjual es teh viral di media sosial. Tidak hanya itu, sejumlah video lain kemudian memperlihatkan perlakuan Miftah yang dianggap tidak pantas.
Foto yang menampilkan Jokowi dan Listyo Sigit mengunjungi rumah Miftah Maulana dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini dan TikTok ini.
Unggahan itu muncul setelah Miftah mengundurkan diri sebagai Utusan Khusus Presiden. Foto tersebut diberi keterangan demikian:
tiba-tiba jokowi dan kapolri datang ke rumah gus miftah, ADA APA INI ??
Akun Facebook Foto Jokowi dan Listyo Sigit mengunjungi rumah Miftah Maulana
Foto itu beredar setelah Miftah mengundurkan diri sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan pada 6 Desember 2024.
Namun, setelah ditelusuri unggahan tersebut perlu diluruskan karena informasinya keliru.
Miftah mengundurkan diri sebagai Utusan Khusus Presiden setelah video dirinya mengolo-olok penjual es teh viral di media sosial. Tidak hanya itu, sejumlah video lain kemudian memperlihatkan perlakuan Miftah yang dianggap tidak pantas.
Foto yang menampilkan Jokowi dan Listyo Sigit mengunjungi rumah Miftah Maulana dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini dan TikTok ini.
Unggahan itu muncul setelah Miftah mengundurkan diri sebagai Utusan Khusus Presiden. Foto tersebut diberi keterangan demikian:
tiba-tiba jokowi dan kapolri datang ke rumah gus miftah, ADA APA INI ??
Akun Facebook Foto Jokowi dan Listyo Sigit mengunjungi rumah Miftah Maulana
Hasil Cek Fakta
Penelusuran menggunakan Google Lens menemukan bahwa foto tersebut identik dengan unggahan di Instagram Miftah pada 19 September 2024.
Miftah menuliskan, foto itu adalah momen ketika Jokowi dan Listyo Sigit berkunjung ke Pondok Pesantren Ora Aji miliknya dalam rangka harlah yang ke-12.
Foto itu diambil sebelum Miftah dilantik menjadi Utusan Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Diberitakan Kompas.com, dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Ora Aji pada 19 September 2024, Jokowi bertemu dengan 50 kiai muda yang berasal dari Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Menurut Miftah, kunjungan itu sudah direncanakan Jokowi saat ia mengisi nasehat buka puasa bersama di Istana Negara pada Ramadhan 2024.
Miftah menuliskan, foto itu adalah momen ketika Jokowi dan Listyo Sigit berkunjung ke Pondok Pesantren Ora Aji miliknya dalam rangka harlah yang ke-12.
Foto itu diambil sebelum Miftah dilantik menjadi Utusan Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Diberitakan Kompas.com, dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Ora Aji pada 19 September 2024, Jokowi bertemu dengan 50 kiai muda yang berasal dari Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Menurut Miftah, kunjungan itu sudah direncanakan Jokowi saat ia mengisi nasehat buka puasa bersama di Istana Negara pada Ramadhan 2024.
Kesimpulan
Foto yang menampilkan Jokowi dan Listyo Sigit mengunjungi rumah Miftah Maulana dibagikan dengan narasi keliru. Foto itu diambil pada 19 September 2024 sebelum Miftah menjadi Utusan Khusus Presiden.
Saat itu Jokowi dan Listyo Sigit berkunjung dalam rangka harlah ke-12 Ponpes Ora Aji yang didirikan oleh Miftah.
Setelah Miftah mengundurkan diri pada 6 Desember 2024, tidak ada informasi valid Jokowi dan Listyo Sigit mengunjungi rumah Miftah.
Saat itu Jokowi dan Listyo Sigit berkunjung dalam rangka harlah ke-12 Ponpes Ora Aji yang didirikan oleh Miftah.
Setelah Miftah mengundurkan diri pada 6 Desember 2024, tidak ada informasi valid Jokowi dan Listyo Sigit mengunjungi rumah Miftah.
Rujukan
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=9393617834011054&id=100000887918907&rdid=UVx17WpWSZVNgffy
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=10230321840501572&id=1583521760&rdid=6DD7iAEDQgU2XlZk
- https://www.facebook.com/share/p/1EZq5YzRdF/
- https://www.tiktok.com/@lurae88/video/7445270644750634246?_r=1&_t=8s7E46Rv03b
- https://www.instagram.com/p/DAF42Xipu5h/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA%3D%3D&img_index=3
- https://yogyakarta.kompas.com/read/2024/09/19/124804778/jokowi-kunjungi-ponpes-ora-aji-sleman-bertemu-50-kiai-muda
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 2371/7915
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5047664/original/080179500_1733992767-BPJS1.jpg)