• (GFD-2025-26444) Benar: Konten tentang Kerja Sama Garuda Indonesia dan Pokemon

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/04/2025

    Berita

    TEMPO menerima permintaan pembaca untuk memeriksa kebenaran video berisi kritik anggota DPR RI tentang kolaborasi Garuda Indonesia dengan Pokemon yang diunggah akun media sosial X [arsip]. 

    Unggahan tersebut memuat tiga foto di antaranya memperlihatkan motif Pikachu berbatik dalam badan pesawat Garuda. Serta satu video anggota DPR bernama Tom Liwafa yang menyampaikan keprihatinannya karena Garuda berkolaborasi dengan Pokemon. “Ini produk luar, UMKM tapi UMKM Jepang. Ini Pokemon, produk luar, berbatik pula. Kok bisa?” katanya. 



    Lalu benarkah Garuda Indonesia dan Pokemon bekerja sama?

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tempo menggunakan bantuan mesin pencarian Google dan YouTube. Hasilnya, versi lengkap potongan video itu pernah diunggah akun Youtube Nusantara TV pada 3 Desember 2024 berjudul NGAMUK! Komisi VII DPR Kritik Keras Pesawat Garuda Gambar Pokemon: Saya Miris Lihatnya | NTV.

    Pernyataan Tom Liwafa yang ada dalam potongan video, berada antara detik ke-26 dan menit ke-01:18.



    Dalam rapat Komisi VII DPR, anggota Dewan mengungkapkan kekesalan mereka terhadap desain pesawat Garuda Indonesia yang memuat gambar karakter Pokemon. Mereka mengkritik keras keputusan tersebut, menyebutnya sebagai langkah yang tidak pantas dan mencoreng citra maskapai nasional.

    Pokemon merupakan produk The Pokémon Company, sebuah perusahaan Jepang yang mengelola merek dagang Pokémon. Perusahaan ini didirikan oleh Nintendo, Game Freak, dan Creatures, yang merupakan pemegang hak cipta Pokémon.

    Dilansir dari laman Corporate Pokemon, bisnis perusahaan ini memproduksi dan mengembangkan video game Pokémon, permainan kartu, video dan aplikasi, manajemen lisensi, operasi toko resmi, dan lain-lain.  Berdiri pada 23 April 1998 dengan modal awal 365,4 yen. Bila dirupiahkan dengan kurs saat ini ¥1,000 JPY = Rp116,1 IDR, maka modal awal perusahaan asal Jepang ini mencapai Rp 42.440.844.600.

    Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia memang berkolaborasi dengan The Pokémon Company, bagian dari program “Pokémon Air Adventure”. Kerja sama mereka diresmikan pada  Kamis, 22 Februari 2024. Desain livery tematik Pikachu Jet GA-1 merupakan desain pertama dari total 2 (dua) desain yang telah disiapkan oleh Garuda Indonesia dan The Pokémon Company.

    Penerbangan perdana pesawat Garuda Indonesia dengan desain livery tematik Pikachu Jet GA-1 tersebut direncanakan pada 23 Februari, pada penerbangan GA 408 dengan rute penerbangan Jakarta-Denpasar, GA411 dengan rute penerbangan Denpasar-Jakarta, dan selanjutnya akan diperluas di rute domestik lainnya.

    Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengungkapkan bahwa peluncuran desain livery tematik Pikachu Jet GA-1 ini merupakan inisiatif berkelanjutan Garuda Indonesia yang terus selaraskan dengan animo Masyarakat.

    “Resmi dioperasikannya Pikachu Jet GA-1 sekaligus turut menjawab antusiasme masyarakat yang ingin merasakan pengalaman penerbangan yang unik melalui peluncuran livery dan berbagai aktivasi bersama The Pokémon Company,” kata Irfan.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan bahwa Garuda Indonesia dan Pokemon bekerja sama adalah benar.

    Rujukan

  • (GFD-2025-26445) Cek Fakta: Hoaks Link Pendaftaran Penghapusan Tunggakan dan Iuran BPJS Gratis

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/04/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan link pendaftaran penghapusan tunggakan BPJS Kesehatan dan iuran gratis. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 5 April 2025.
    Berikut isi postingannya:
    "LAYANAN BPJS GRATIS AYO SEGERA DAFTARKAN DIRI ANDA. KUOTA TERBATAS.!!Pendaftaran BPJS Gratis ini tidak Dipungut biaya !!"
    Postingan itu juga disertai link yang mengarah ke website tertentu.
    Lalu benarkah postingan link pendaftaran penghapusan tunggakan BPJS Kesehatan dan iuran gratis?

    Hasil Cek Fakta


    Informasi terkait pendaftaran penghapusan tunggakan BPJS Kesehatan dan iuran gratis merupakan hoaks yang berulang. Sebelumnya Cek Fakta Liputan6.com pernah menghubungi Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizky Anugrah.
    "Informasi ini hoaks dan penipuan. Tidak ada program seperti hal tersebut," ujar Rizky saat dihubungi Rabu (19/2/2025).
    "Hati-hati terhadap penipuan mengatasnamakan BPJS Kesehatan. Apabila terdapat pertanyaan dan keluhan terkait BPJS Kesehatan dapat menghubungi Care Center 165, Mobile JKN dan Pandawa (Pelayanan Melalui WA) 08118165165," ujarnya menambahkan.
    Selain itu itu postingan juga disertai website yang bukan mengarah ke website resmi BPJS Kesehatan. Dalam website tersebut masyarakat diminta mengisi data pribadi dan juga nomor Telegram.
    Ini merupakan indikasi scam atau pencurian data serta bisa menghubungkan kita ke pinjaman online ilegal.

    Kesimpulan


    Postingan link pendaftaran penghapusan tunggakan BPJS Kesehatan dan iuran gratis adalah hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2025-26446) Cek Fakta: Tidak Benar Artikel Dedi Mulyadi Berkata Tuhan Tidak Ada dan Lebih Percaya Nyi Roro Kidul

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/04/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan artikel Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berkata Tuhan tidak ada dan lebih percaya Nyo Roro Kidul. Postingan itu beredar sejak tengah pekan ini.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 9 April 2025.
    Dalam postingannya terdapat cuplikan layar artikel berjudul "Dedi Mulyadi: Saya Mengatakan Kepada Guru Saya Bahwa Tuhan itu Tidak Ada, Saya Lebih Percaya Nyi Roro Kidul."
    Akun itu menambahkan narasi:
    "TERNYATA GUB KEBANGGAAN JABAR Dedi Mulyadi PENGIKUT NYI RORO KIDUL 🤣. Benar2 jadi provinsi penyembah berhala lama lama kurasa"
    Lalu benarkah postingan artikel Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berkata Tuhan tidak ada dan lebih percaya Nyo Roro Kidul?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel yang identik dengan postingan. Artikel itu diunggah oleh Radarbogor.jawapos.com pada Rabu 9 April 2025 pada 08.23 WIB dengan nama penulis yang sama dengan postingan.
    Selain itu foto yang digunakan dalam artikel juga sama dengan postingan. Namun dalam artikel asli berjudul "Cinta Banget sama Kokom, Dedi Mulyadi Ngaku Rela Puasa Matigeni dan Keluar Kamar Cuma Salat, Gubernur Jawa Barat: Sekarang Sudah jadi Janda"

    Kesimpulan


    Postingan artikel Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berkata Tuhan tidak ada dan lebih percaya Nyo Roro Kidul adalah tidak benar.

    Rujukan

  • (GFD-2025-26449) [KLARIFIKASI] Video Prabowo Peringatkan Media Berhati-hati Terjadi 2019, Bukan 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/04/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah video menghadirkan narasi yang menyebut Presiden Prabowo Subianto mengancam media massa dengan cara memperingatkan insan pers untuk berhati-hati. 

    Menurut Prabowo, ia mencatat apa yang dilakukan oleh media. Unggahan itu menarasikan bahwa Prabowo mengancam kebebasan pers.

    Namun, setelah ditelusuri narasi tersebut perlu diluruskan. Video itu diambil pada 2019 sebelum Prabowo menjadi presiden.

    Narasi yang mengeklaim Presiden Prabowo memperingatkan media massa untuk berhati-hati muncul pada akhir Maret 2025, salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, ini dan Threads ini. 

    Dalam video Prabowo mengatakan:

    "Para media hati-hati, kami mencatat kelakuan-kelakuanmu satu-satu". 

    Kemudian terdapat keterangan teks sebagai berikut:

    PRABOWO PENDENDAM, KASAR, NGAMUKAN

    PRABOWO ANCAM MEDIA

    PRABOWO AKAN MENJADI PRESIDEN DIKTATOR

    KEBEBASAN PERS TERANCAM, DEMOKRASI AKAN MATI

    Akun Facebook Tangkapan layar Fcebook narasi yang mengeklaim Prabowo peringatkan media untuk berhati-hati

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri video Prabowo tersebut menggunakan Google Lens.

    Hasilnya, video identik dengan unggahan di kanal YouTube Kompas TV ini. Video itu diambil pada 2019 sebelum Prabowo menjadi presiden.

    Diberitakan Kompas.com, Prabowo melontarkan pernyataan itu saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat pada 1 Mei 2019.

    Saat itu, Prabowo yang maju sebagai calon presiden di Pemilihan Presiden 2019 mengatakan bahwa media sebagai pihak yang ikut merusak demokrasi.

    "Para media, hati-hati, kami mencatat kelakuan-kelakuanmu satu-satu," kata Prabowo yang langsung disambut riuh pada buruh.

    "Kami bukan kambing yang bisa kau atur-atur. Hati-hati kau yah. Hati-hati kau, suara rakyat adalah suara Tuhan," sambung Prabowo.

    Hal itu disampaikan Prabowo setelah ia menyampaikan bahwa kebohongan, kecurangan, kekayaan Indonesia yang diambil, serta penindasan terhadap rakyat harus disudahi.

    Setelah resmi dinyatakan terpilih sebagai presiden, Prabowo berkomitmen terhadap kebebasan pers sebagai syarat mutlak demokrasi.

    Dia mengakui bahwa pers kadang menghadirkan pemberitaan bersifat kritik yang pedas, namun dia tetap berterima kasih dengan kritik itu.

    "Pers yang bebas dan vital adalah syarat mutlak demokrasi. Walaupun kadang pedas di telinga, tapi tetap terima kasih kepada pers media kita," kata Prabowo di kantor KPU, Jakarta, pada 24 April 2024, dilansir dari laman CNN Indonesia.

    Kekhawatiran akan belenggu terhadap kebebasan pers kemudian muncul setelah kantor dan jurnalis Tempo mendapat teror berupa kiriman kepala babi dan sejumlah tikus tanpa kepala.

    Teror itu kemudian ditanggapi Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi dengan canda. Hasan mengatakan, kepala babi itu "dimasak saja" saat ditanya wartawan.

    Respons itu menuai kritik, karena pernyataan Kantor Komunikasi Kepresidenan dianggap tidak pantas diucapkan, apalagi sebagai representasi presiden.

    Menanggapi pernyataan Hasan Nasbi, Prabowo mengakui bahwa pernyataan itu sebagai keteledoran.

    "Itu ucapan yang menurut saya teledor, keliru, saya kira beliau menyesal," ujar Prabowo.

    Video yang mengeklaim Presiden Prabowo memperingatkan media untuk berhati-hati dibagikan dengan konteks keliru. Video itu diambil pada 2019, sebelum Prabowo menjadi presiden. 

    Prabowo yang saat itu maju sebagai capres di Pilpres 2019 menyebut media massa sebagai salah satu pihak yang ikut merusak demokrasi. 

    Hal itu disampaikan Prabowo ketika berpidato dalam peringatan Hari Buruh Internasional di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat pada 1 Mei 2019.

    Akan tetapi, setelah terpilih sebagai presiden, Prabowo sudah menyatakan komitmennya untuk mendukung kebebasan pers.

    Rujukan