KOMPAS.com - Di media sosial beredar video yang diklaim menampilkan Presiden Prabowo Subianto menyanyikan lagu dari Lampung berjudul "Andahmu".
Namun, setelah ditelusuri video tersebut merupakan hasil manipulasi. Konten itu perlu diluruskan karena informasinya keliru.
Video yang diklaim menampilkan Prabowo tengah menyanyikan lagu Lampung berjudul "Andahmu" muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini.
Akun tersebut membagikan video yang menampilkan Prabowo sedang bernyanyi di atas panggung.
Salah satu akun menuliskan keterangan:
Special lagu lampung ANDAHMU RI1 PRABOWO SUBIANTO.Izin Posting ulang lur..
Penelusuran menggunakan teknik reverse image search menemukan, konten tersebut merupakan potongan video di kanal YouTube tvOne ini.
Klip Prabowo sedang bernyanyi bisa dilihat pada menit 1:45.
Dalam video aslinya, Prabowo tidak menyanyikan lagu Lampung berjudul "Andahmu", namun ia menyanyikan lagu daerah Maluku berjudul "O Ulate".
Video itu telah direkayasa seolah Prabowo menyanyikan lagu "Andahmu".
Dikutip dari Detik.com, video Prabowo menyanyikan lagu "O Ulate" diambil pada 16 Januari 2025 saat ia menghadiri acara Musyawarah Nasional Konsolidasi Persatuan Kamar Dagang dan Industri Indonesia.
Saat itu Prabowo menyanyikan lagu "O Ulate" bersama Ketua Umum Kadin, Anindya Bakrie dan Ketua Dewan Pertimbangan Kadin, Arsjad Rasjid.
(GFD-2025-26610) [KLARIFIKASI] Video Prabowo Menyanyikan Lagu Lampung adalah Hasil Manipulasi
Sumber:Tanggal publish: 17/04/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Kesimpulan
Video yang diklaim menampilkan Prabowo menyanyikan lagu Lampung berjudul "Andahmu" merupakan hasil manipulasi.
Adapun video aslinya adalah momen ketika Prabowo menyanyikan lagu daerah Maluku "O Ulate" di acara Munas Konsolidasi Persatuan Kadin Indonesia pada 16 Januari 2025.
Adapun video aslinya adalah momen ketika Prabowo menyanyikan lagu daerah Maluku "O Ulate" di acara Munas Konsolidasi Persatuan Kadin Indonesia pada 16 Januari 2025.
Rujukan
- https://www.facebook.com/watch/?v=1028599429186496&rdid=N2rqdkcpgGt3ThyG
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=2148073415629357&id=100012801587263&rdid=A9smxmQJDbx1ueis
- https://www.facebook.com/watch/?v=676343708426048&rdid=5fAq7zy6AKUfQ6fu
- https://www.facebook.com/reel/1182236580103061
- https://www.facebook.com/watch/?v=1856710548421714&rdid=URwnROL2NcjOTT5Q
- https://www.youtube.com/watch?v=6wHw8-PWjcs&ab_channel=tvOneNews
- https://news.detik.com/berita/d-7735946/prabowo-nyanyi-o-ulate-bareng-anindya-bakrie-arsjad-di-munas-kadin
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-26612) [KLARIFIKASI] Tidak Benar Anies Baswedan yang Menyerukan Gerakan 1821
Sumber:Tanggal publish: 17/04/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar pesan berantai mengatasnamakan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Pesan itu berisi ajakan untuk melakukan Gerakan 1821 atau membatasi pemakaian gawai selama pukul 18.00 sampai 21.00.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, pesan itu bukan berasal dari Anies Baswedan.
Pesan berantai tentang Gerakan 1821 mengatasnamakan Anies Baswedan dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini pada April 2025.
Berikut narasi yang dibagikan:
*PESAN DARI ANIES BASWEDAN ,1821*
*Yth : Para Orang Tua di Seluruh Negara Kesatuan Republik Indonesia**Dan**Dinas Pendidikan
*Memperhatikan Hiruk Pikuknya per HP an.... saya usul ( mohon responnya ) dilakukan*"GERAKAN 1821"*
*Para Ayah dan Bunda yang baik hati, khususnya yg mempunyai anak SMA ke bawah (SMP, SD, TK)..., betapa dasyatnya pengaruh HP thd perkembangan anak-anak kita.*
*Anak-anak semakin egois, susah dikendalikan dan terkena dampak negatif lainnya.**Untuk itu mari kita Lawan dg "Gerakan 1821".*
*Apa itu "Gerakan 1821"?*
*Gerakan 1821 adalah himbauan kepada para orangtua untuk melakukan puasa gadget/HP,**hanya 3 jam saja, yaitu mulai jam 18.00 s/d 21.00.*
Screenshot Klarifikasi, tidak benar Anies Baswedan serukan Gerakan 1821
Pesan itu berisi ajakan untuk melakukan Gerakan 1821 atau membatasi pemakaian gawai selama pukul 18.00 sampai 21.00.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, pesan itu bukan berasal dari Anies Baswedan.
Pesan berantai tentang Gerakan 1821 mengatasnamakan Anies Baswedan dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini pada April 2025.
Berikut narasi yang dibagikan:
*PESAN DARI ANIES BASWEDAN ,1821*
*Yth : Para Orang Tua di Seluruh Negara Kesatuan Republik Indonesia**Dan**Dinas Pendidikan
*Memperhatikan Hiruk Pikuknya per HP an.... saya usul ( mohon responnya ) dilakukan*"GERAKAN 1821"*
*Para Ayah dan Bunda yang baik hati, khususnya yg mempunyai anak SMA ke bawah (SMP, SD, TK)..., betapa dasyatnya pengaruh HP thd perkembangan anak-anak kita.*
*Anak-anak semakin egois, susah dikendalikan dan terkena dampak negatif lainnya.**Untuk itu mari kita Lawan dg "Gerakan 1821".*
*Apa itu "Gerakan 1821"?*
*Gerakan 1821 adalah himbauan kepada para orangtua untuk melakukan puasa gadget/HP,**hanya 3 jam saja, yaitu mulai jam 18.00 s/d 21.00.*
Screenshot Klarifikasi, tidak benar Anies Baswedan serukan Gerakan 1821
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, pesan berantai tentang Gerakan 1821 bukan berasal dari Anies Baswedan. Gerakan itu juga bukan diinisiasi Anies.
Dikutip dari Jalahoaks, penjelasan itu disampaikan oleh Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta pada 5 Agustus 2022.
TGUPP DKI Jakarta menyebutkan, pesan berantai tersebut bukan berasal dari Anies atau Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat itu.
Adapun, imbauan serupa untuk melakukan Gerakan 1821 diketahui diserukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah.
Imbauan tersebut dipublikasikan di situs resmi Provinsi Jawa Tengah pada 8 April 2022.
Dikutip dari Jalahoaks, penjelasan itu disampaikan oleh Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta pada 5 Agustus 2022.
TGUPP DKI Jakarta menyebutkan, pesan berantai tersebut bukan berasal dari Anies atau Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat itu.
Adapun, imbauan serupa untuk melakukan Gerakan 1821 diketahui diserukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah.
Imbauan tersebut dipublikasikan di situs resmi Provinsi Jawa Tengah pada 8 April 2022.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, pesan berantai tentang Gerakan 1821 mengatasnamakan Anies Baswedan perlu diluruskan.
Pesan berantai tersebut bukan berasal dari Anies. Semasa menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, ia juga tidak menginisiasi Gerakan 1821.
Imbauan serupa untuk melakukan Gerakan 1821 diketahui diserukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah.
Pesan berantai tersebut bukan berasal dari Anies. Semasa menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, ia juga tidak menginisiasi Gerakan 1821.
Imbauan serupa untuk melakukan Gerakan 1821 diketahui diserukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah.
Rujukan
- https://www.facebook.com/rihana.ofline/posts/pfbid0fW24uyEPWey89ovEt49W7qij7vQR1jzcMmXBWQZXm9gt14ggScznTtMgog4TV1xTl
- https://www.facebook.com/tomo.954133/posts/pfbid02Gb9dUgiZgKHnJm4m8tHDAdo6KZmDKgNNkJGmQm4hSfUmKgRDLnLmTBdQACsU3XD7l
- https://www.facebook.com/groups/348431313848134/?multi_permalinks=1040894091268516&hoisted_section_header_type=recently_seen
- https://www.facebook.com/irha.lawia.5/posts/pfbid02toohj13WsGvNrTaBdz7eQoNUZfhr6mMBknrT8hduFNAX7YaGkr4DPHc6GzfnCcASl
- https://www.facebook.com/selvia.setiawan.2025/posts/pfbid0UUNjpwkQ3rEdZCTuJAarnpzGfm1iRmV5pdeizAY7GJMVEsQrMZvMNUypc5H65TS9l
- https://jalahoaks.jakarta.go.id/detail/HOAKS-PESAN-BERANTAI-AJAKAN-GUBERNUR-ANIES-BASWEDAN-UNTUK-GERAKAN-1821
- https://jatengprov.go.id/beritaopd/antisipasi-dampak-negatif-hp-disdikbud-gagas-gerakan-1821/
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-26623) [KLARIFIKASI] Tidak Benar Ada Kurir Jadi Korban Begal di Banyuwangi
Sumber:Tanggal publish: 17/04/2025
Berita
KOMPAS.com - Sebuah video menampilkan seorang kurir paket berinisial RAD yang dinarasikan sebagai korban begal.
Narasi yang beredar menyebutkan, RAD mengalami luka di bagian dagu akibat aksi pembegalan di kebun tebu daerah Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut tidak benar atau merupakan informasi keliru yang perlu diluruskan.
Informasi mengenai kurir paket menjadi korban begal di Banyuwangi disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Kamis (17/4/2025):
Seorang pengantar atau kurir di Banyuwangi nyaris jadi korban aksi begal saat akan mengantarkan barang ke penerima. Sang kurir dicegat oleh sejumlah orang yang diduga hendak melakukan aksi begal.
Beruntung kurir berinisial RAD tersebut berhasil lolos dari aksi begal. Akan tetapi ia mengalami luka pada bagian dagu dan kepala diduga dipukul.
Pasca-lolos dari cengkeraman begal, RAD lantas membagikan insiden tersebut ke media sosial. Video yang diunggah melalui akun TikTok @/ngurirdily
Narasi yang beredar menyebutkan, RAD mengalami luka di bagian dagu akibat aksi pembegalan di kebun tebu daerah Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut tidak benar atau merupakan informasi keliru yang perlu diluruskan.
Informasi mengenai kurir paket menjadi korban begal di Banyuwangi disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Kamis (17/4/2025):
Seorang pengantar atau kurir di Banyuwangi nyaris jadi korban aksi begal saat akan mengantarkan barang ke penerima. Sang kurir dicegat oleh sejumlah orang yang diduga hendak melakukan aksi begal.
Beruntung kurir berinisial RAD tersebut berhasil lolos dari aksi begal. Akan tetapi ia mengalami luka pada bagian dagu dan kepala diduga dipukul.
Pasca-lolos dari cengkeraman begal, RAD lantas membagikan insiden tersebut ke media sosial. Video yang diunggah melalui akun TikTok @/ngurirdily
Hasil Cek Fakta
Video yang beredar berlokasi di area perkebunan tebu Afdeling Porolinggo, Kebun Kalitelepak, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur.
Sebagaimana yang diberitakan Kompas.com sebelumnya, Polsek Glenmore segera melakukan penyelidikan dan memeriksa RAD sebagai pelapor dan turun langsung ke lokasi.
"Setelah dilakukan interogasi mendalam, saudara RAD akhirnya mengakui bahwa cerita pembegalan tersebut hanyalah karangan," kata Kapolsek Glenmore, AKP Budi Hermawan, Rabu (16/4/2025).
Luka gores di tubuh RAD merupakan luka lama yang sengaja dikelupas ulang. Sementara, warna merah mirip darah berasal dari tumbuhan yang diremas.
Pria berusia 20 tahun itu membuat kisah rekaan untuk menakut-nakuti rekan sesama kurir.
Polisi lantas meminta RAD membuat video klarifikasi.
Sebagaimana yang diberitakan Kompas.com sebelumnya, Polsek Glenmore segera melakukan penyelidikan dan memeriksa RAD sebagai pelapor dan turun langsung ke lokasi.
"Setelah dilakukan interogasi mendalam, saudara RAD akhirnya mengakui bahwa cerita pembegalan tersebut hanyalah karangan," kata Kapolsek Glenmore, AKP Budi Hermawan, Rabu (16/4/2025).
Luka gores di tubuh RAD merupakan luka lama yang sengaja dikelupas ulang. Sementara, warna merah mirip darah berasal dari tumbuhan yang diremas.
Pria berusia 20 tahun itu membuat kisah rekaan untuk menakut-nakuti rekan sesama kurir.
Polisi lantas meminta RAD membuat video klarifikasi.
Kesimpulan
Narasi mengenai kurir paket menjadi korban begal di Banyuwangi merupakan hoaks.
Polisi memastikan tidak ada kasus pembegalan di area perkebunan tebu Afdeling Porolinggo, Kebun Kalitelepak, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi.
Video dan peristiwa pembegalan merupakan rekaan seorang kurir berinisial RAD, dengan motif menakuti-nakuti rekan sekerjanya.
Polisi memastikan tidak ada kasus pembegalan di area perkebunan tebu Afdeling Porolinggo, Kebun Kalitelepak, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi.
Video dan peristiwa pembegalan merupakan rekaan seorang kurir berinisial RAD, dengan motif menakuti-nakuti rekan sekerjanya.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/1174041457524661
- https://www.facebook.com/reel/1314554712960436
- https://www.facebook.com/reel/24162349196685937
- https://surabaya.kompas.com/read/2025/04/16/222714978/heboh-video-kurir-jadi-korban-begal-di-perkebunan-banyuwangi-ternyata
- https://www.instagram.com/reel/DIgr1Kyv1IB/
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-26560) Hoaks! AHY minta masyarakat ikhaskan dana haji
Sumber:Tanggal publish: 16/04/2025
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menampilkan tangkapan layar artikel media massa yang menyebutkan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta masyarakat untuk merelakan dana haji yang disebut dibawa kabur oleh Menteri Agama periode 2020-2024 Yaqut Cholil Qoumas.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“AHY: Dana Haji Yang Dibawa Kabur Oleh Bpk Yaqut Cholil Sudah Di Ikhlaskan Oleh Masyarakat Indonesia”
Namun, benarkah AHY minta masyarakat ikhaskan dana haji yang dibawa kabur Yaqut Cholil?
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“AHY: Dana Haji Yang Dibawa Kabur Oleh Bpk Yaqut Cholil Sudah Di Ikhlaskan Oleh Masyarakat Indonesia”
Namun, benarkah AHY minta masyarakat ikhaskan dana haji yang dibawa kabur Yaqut Cholil?
Hasil Cek Fakta
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Berdasarkan penelusuran, tangkapan layar berita dalam unggahan tersebut menampilkan foto, waktu, dan tanggal terbit yang identik dengan salah satu artikel CNN Indonesia berjudul “AHY Wanti-wanti Dampak Perang Tarif Trump secara Global”.
Isi artikel asli memuat pernyataan AHY selaku Direktur The Yudhoyono Institute (TYI), yang mengingatkan dampak dari kebijakan tarif impor yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump. AHY menilai bahwa kebijakan tersebut berpotensi memicu perlawanan kolektif dari berbagai negara terhadap Amerika Serikat.
Namun demikian, tangkapan layar yang beredar menunjukkan judul yang telah disunting dan tidak sesuai dengan isi artikel yang sebenarnya. Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa judul berita dalam unggahan tersebut merupakan hasil manipulasi dan tergolong sebagai informasi hoaks.
Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi kebenaran informasi yang beredar di media sosial dan merujuk pada sumber resmi guna menghindari penyebaran berita palsu.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
Berdasarkan penelusuran, tangkapan layar berita dalam unggahan tersebut menampilkan foto, waktu, dan tanggal terbit yang identik dengan salah satu artikel CNN Indonesia berjudul “AHY Wanti-wanti Dampak Perang Tarif Trump secara Global”.
Isi artikel asli memuat pernyataan AHY selaku Direktur The Yudhoyono Institute (TYI), yang mengingatkan dampak dari kebijakan tarif impor yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump. AHY menilai bahwa kebijakan tersebut berpotensi memicu perlawanan kolektif dari berbagai negara terhadap Amerika Serikat.
Namun demikian, tangkapan layar yang beredar menunjukkan judul yang telah disunting dan tidak sesuai dengan isi artikel yang sebenarnya. Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa judul berita dalam unggahan tersebut merupakan hasil manipulasi dan tergolong sebagai informasi hoaks.
Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi kebenaran informasi yang beredar di media sosial dan merujuk pada sumber resmi guna menghindari penyebaran berita palsu.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
Rujukan
Halaman: 2093/8120
