• (GFD-2025-26737) [HOAKS] Program Hasilkan Rp 330 Juta/Bulan dari Deddy Corbuzier-Cania Citta, Berlogo Kompas.com

    Sumber:
    Tanggal publish: 28/04/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar video yang menampilkan podcast Deddy Corbuzier berbincang dengab Cania Citta. Video itu memuat logo Kompas.com.

    Dalam video itu, Deddy mengatakan kepada Cania soal proyek rahasia yang disembunyikan pemerintah dari rakyat untuk mendapatkan penghasilan bulanan besar.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu adalah hasil manipulasi artificial intelligence (AI). Konten ini perlu diluruskan karena informasinya keliru atau hoaks.

    Video podcast Deddy Corbuzier dan Cania Citta yang mencantumkan logo Kompas.com dibagikan oleh akun Facebook ini.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Berita terbaru!

    Deddy Corbuzier mengejutkan semua orang! Proyek yang telah disembunyikan oleh pemerintah selama ini sekarang tersedia untuk semua orang Indonesia!

    Dengan mengaktifkan program ini hanya dengan 3.700.000 IDR, Anda MENJAMIN diri Anda sendiri mendapatkan penghasilan bulanan hingga 330.000.000 IDR

    Screenshot Video podcast Deddy Corbuzier dan Cania Citta hasil manipulasi AI

    Hasil Cek Fakta

    Kompas.com tidak pernah memproduksi atau menayangkan podcast yang menampilkan Deddy Corbuzier dan Cania Citta.

    Video tersebut tidak ditemukan di situs utama Kompas.com, atau laman media sosial resmi milik Kompas.com.

    Faktanya, video tersebut dipublikasikan di kanal YouTube Cania Citta pada 22 Juli 2024 dengan judul "Deddy Corbuzier Ngajak Mikir Mikir Mikir".

    Akan tetapi, percakapan antara Cania dan Deddy dalam video YouTube tersebut berbeda dengan video yang beredar di Facebook.

    Setelah diperiksa menggunakan Hive Moderation, ditemukan bahwa video Facebook tersebut adalah hasil manipulasi AI.

    Suara Cania dan Deddy terdeteksi memiliki probabilitas 99,9 persen dan 90,8 persen dihasilkan perangkat AI.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video podcast Deddy Corbuzier dan Cania Citta yang mencantumkan logo Kompas.com perlu diluruskan karena informasinya keliru.

    Kompas.com tidak pernah memproduksi atau menayangkan podcast yang menampilkan Deddy Corbuzier dan Cania Citta.

    Video yang beredar di Facebook tersebut adalah hasil manipulasi AI dari video asli yang dipublikasikan di kanal YouTube Cania Citta pada 22 Juli 2024.

    Waspada penipuan. Jangan menuruti apa pun permintaan yang disampaikan pihak tidak dikenal yang menggunakan konten itu.

    Rujukan

  • (GFD-2025-26738) [HOAKS] Promosi Undian Rp 3 Miliar di Aplikasi BPD Bali

    Sumber:
    Tanggal publish: 28/04/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Bermunculan akun-akun Facebook mengatasnamakan PT Bank Pembangunan Daerah Bali atau BPD Bali.

    Akun-akun itu mengunggah konten promosi undian berhadiah senilai Rp 3 miliar bagi pengguna aplikasi BPD Bali Mobile.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.

    Promosi undian berhadiah senilai Rp 3 miliar disebarkan oleh akun media sosial yang memakai nama dan logo menyerupai BNP Bali.

    Misalnya akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 14 April 2025:

    Khusus penguna aplikasi BPD BALI MOBILE hadiah utama (Rp 3 milyar) Apresiasi dari bank Bali buat nasabah yang rajin transaksi dan menabung di bank BPD bali

    Hadiah utama(Uang tunai Rp 3milyar)

    10 Unit wuling air ev5 Unit Hyundai Creta50 Unit Vespa Primavera

    Khusus Nasabah Bank BPD BALI MOBILE (pendaftaran gratis)Daftar Sekarang klik tombol daftar

    Terdapat empat tautan yang disebarkan pengguna Facebook, baik yang ditaruh dalam unggahan maupun di biodata akun.

    Berikut tautannya:

    akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, mengenai promosi undian berhadiah senilai Rp 3 miliar dari BPD Bali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek tautan yang beredar menggunakan Whois dan URL Scan. Tools tersebut dapat mengetahui laman yang dituju dari suatu tautan tanpa perlu mengekliknya.

    Pelacakannya dapat dilihat di sini, di sini, di sini, dan di sini.

    Hasilnya, tidak ada tautan yang mengarah ke situs web resmi BPD Bali.

    Adapun situs web resmi bank daerah tersebut yakni www.bpdbali.co.id.

    Sementara, akun Facebooknya memakai nama PT. Bank Pembangunan Daerah Bali.

    Melalui laman resminya, BPD Bali mengimbau kepada nasabah agar waspada terhadap berbagai modus penipuan.

    Salah satu modus yang sering digunakan yakni mencatut nama BPD Bali di media sosial.

    "Jangan tergiur oleh hadiah atau program undian berhadiah yang mengatasnamakan Bank BPD Bali. Perusahaan tidak pernah mengadakan undian berhadiah dengan meminta data pribadi atau biaya tertentu," tulisnya.

    Kesimpulan

    Promosi undian berhadiah senilai Rp 3 miliar dari BPD Bali merupakan hoaks.

    Akun-akun Facebook yang menyebarkan promosi tersebut merupakan akun tiruan. Tautan yang disebarkan juga tidak mengarah ke situs web resmi.

    BPD Bali mengimbau nasabah untuk waspada terhadap modus penipuan mencatut bank daerah tersebut.

    Rujukan

  • (GFD-2025-26709) [PENIPUAN] Tautan Rekrutmen Pegawai Koperasi Desa Merah Putih

    Sumber: Tiktok.com
    Tanggal publish: 27/04/2025

    Berita

    Akun Tik Tok “Info_Loker_terpdate” pada Kamis (10/04/2025) membagikan video [arsip] berisi informasi rekrutmen pegawai Koperasi Desa Merah Putih tahun 2025. Berikut narasi lengkapnya:
    “RESMI DIBUKA REKRUITMEN PEGAWAI KOPERASI DESA MERAH PUTIH TAHUN 2025
    Program ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berkontribusi dalam pembangunan dan pemberdayaan desa di seluruh Indonesia. Untuk informasi cara pendaftaran dan selengkapnya silahkan klik link atau website yang ada di bio profil”.
    Pengunggah mengarahkan warganet untuk mendaftar lewat tautan yang tersemat di bio profil akun.

    Per Minggu (27/04/2025), unggahan dilihat hampir 12 ribu kali dan disukai 82 pengguna. Unggahan serupa ditemukan di akun Facebook “Info Lowongan Kerja 2025”, [arsip].

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengakses tautan yang tersemat di bio akun. Diketahui, tautan tidak mengarah ke laman resmi Koperasi Desa Merah Putih (kopdesmerahputih.kop.id). Warganet justru diminta menuliskan nama, asal provinsi, dan nomor telepon yang terhubung dengan Telegram.
    Tidak ada informasi terkait pendaftaran pegawai dalam laman resmi Koperasi Desa Merah Putih. Turnbackhoax kemudian menelusuri akun Instagram Kementerian Koperasi Republik Indonesia “kemenkop”. Diketahui, kementerian telah membantah kabar rekrutmen.
    “Baru-baru ini beredar informasi hoaks terkait rekrutmen Pegawai Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) di media sosial. Kami tegaskan bahwa informasi tersebut TIDAK BENAR. Pastikan SobatKop selalu mendapatkan informasi yang valid dari sumber resmi kami,” tulis kementerian pada Senin (24/3/2025).
    Kemenkop meminta masyarakat selalu mengecek informasi di sumber resmi, yakni:
    laman kop.go.id
    Instagram “kemenkop”
    Facebook “Kementerian Koperasi”

    Kesimpulan

    Unggahan berisi tautan “rekrutmen pegawai Koperasi Desa Merah Putih” yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-26710) Hoaks! Prabowo akan bubarkan DPR jika tak sahkan RUU Perampasan Aset

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/04/2025

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di TikTok menarasikan Presiden Prabowo akan membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI jika tidak segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.

    Sebagaimana diketahui, DPR memiliki tugas utama dalam pembuatan, pembahasan, dan pengesahan undang-undang. DPR membentuk undang-undang yang dibahas dengan Presiden untuk mendapat persetujuan bersama.

    Berikut narasi dalam unggahan dengan total ebih dari 600.000 penayangan tersebut:

    “presiden Prabowo Subianto tegaskan akan membubarkan DPR-RI jika masih bersikeras tidak mau mengesahkan RUU perampsan Aset bagi koruptor”

    Namun, benarkah Prabowo akan membubarkan DPR jika tidak mengesahkan RUU Perampasan Aset?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran ANTARA, tidak ada narasi Presiden Prabowo akan membubarkan DPR jika tidak segera mengesahkan RUU Perampasan Aset.

    Diketahui, anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo atau Bamsoet mengatakan bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perampasan Aset tinggal menunggu keputusan politik dari masing-masing partai di parlemen.

    “Ketika Pemerintah sebagai salah satu yang diberi kewenangan membuat hukum sudah menyampaikan kepada parlemen, maka tinggal menunggu keputusan politik dari partai-partai politik yang ada di parlemen. Jadi kita tinggal tunggu saja,” kata Bamsoet, dilansir dari ANTARA.

    Sebelumnya (15/4), Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas mengatakan bahwa RUU tentang Perampasan Aset hanya tinggal memerlukan komunikasi serius dengan partai politik.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Menurut dia, Pemerintah akan melakukan komunikasi tersebut. Terlebih, Pemerintah sempat mengajukan RUU Perampasan Aset pada periode pemerintahan sebelumnya.

    Menkum menyebut sikap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mengenai RUU tersebut tidak berubah. Dia pun menyebut Presiden Prabowo menaruh atensi terhadap RUU Perampasan Aset.

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2025