KOMPAS.com - Di media sosial beredar video sebuah mobil terbakar bergerak menuruni sebuah jalan raya. Tampak orang-orang berlarian menghindair mobil tersebut.
Sementara itu, narasi video mengeklaim bahwa mobil tersebut dikemudikan oleh arwah pengemudinya yang telah tewas terbakar.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.
Video mobil terbakar yang disebut bergerak karena dikemudikan arwah pengemudinya yang telah tewas dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini pada Februari 2025.
Berikut narasi yang dibagikan:
Serem !! Mobil ini tiba-tiba jalan ketika pengemudinya t3w4s terbakar
Video itu juga dibubuhi teks sebagai berikut:
Jasadnya sudah jadi abu, kini giliran rohnya yang nyetir mau pulang ke rumah...aneh tapi nyata
Screenshot Hoaks, mobil terbakar dikemudikan arwah
(GFD-2025-25834) [HOAKS] Video Mobil Terbakar Bergerak karena Dikemudikan Arwah
Sumber:Tanggal publish: 24/02/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Video serupa pernah beredar pada Oktober 2024 dan telah dibantah Tim Cek Fakta Kompas.com.
Mobil terbakar itu bukan dikemudikan oleh arwah pengemudinya.
Setelah ditelusuri menggunakan Google Lens, ditemukan bahwa peristiwa dalam video tersebut terjadi di India. Peristiwa itu diberitakan Times of India pada 13 Oktober 2024.
Pengendara mobil yang terbakar itu bernama Jitendra Jangid. Ia mengendarai mobil tersebut menuju Sudarshanpura Pulia pada 12 Oktober 2024.
Jitendra tidak tewas dalam peristiwa tersebut.
Menurut keterangan polisi, mobil itu sedang menuruni jalan layang Ajmer ketika Jitendra melihat asap keluar dari AC mobil dan membuatnya panik.
Jitendra pun menelepon saudaranya, yang menyarankan untuk memeriksa bagian bawah kap mobil. Setelah keluar dan membuka kap mobil, Jitendra mendapati mesinnya terbakar.
Namun, api menyebar dengan cepat, merusak rem tangan mobil, dan menyebabkan kendaraan itu meluncur menuruni lereng jalan layang.
Mobil itu menabrak sepeda yang diparkir sebelum berhenti setelah menabrak pembatas jalan. Tidak ada yang terluka akibat insiden tersebut.
Mobil terbakar itu bukan dikemudikan oleh arwah pengemudinya.
Setelah ditelusuri menggunakan Google Lens, ditemukan bahwa peristiwa dalam video tersebut terjadi di India. Peristiwa itu diberitakan Times of India pada 13 Oktober 2024.
Pengendara mobil yang terbakar itu bernama Jitendra Jangid. Ia mengendarai mobil tersebut menuju Sudarshanpura Pulia pada 12 Oktober 2024.
Jitendra tidak tewas dalam peristiwa tersebut.
Menurut keterangan polisi, mobil itu sedang menuruni jalan layang Ajmer ketika Jitendra melihat asap keluar dari AC mobil dan membuatnya panik.
Jitendra pun menelepon saudaranya, yang menyarankan untuk memeriksa bagian bawah kap mobil. Setelah keluar dan membuka kap mobil, Jitendra mendapati mesinnya terbakar.
Namun, api menyebar dengan cepat, merusak rem tangan mobil, dan menyebabkan kendaraan itu meluncur menuruni lereng jalan layang.
Mobil itu menabrak sepeda yang diparkir sebelum berhenti setelah menabrak pembatas jalan. Tidak ada yang terluka akibat insiden tersebut.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video mobil terbakar yang disebut bergerak karena dikemudikan arwah pengemudinya yang telah tewas adalah hoaks.
Video itu dibagikan dengan konteks keliru. Peristiwa itu terjadi di India dan mobil itu bukan dikemudikan arwah, tetapi melaju karena rem tangan yang menahannya terbakar.
Video itu dibagikan dengan konteks keliru. Peristiwa itu terjadi di India dan mobil itu bukan dikemudikan arwah, tetapi melaju karena rem tangan yang menahannya terbakar.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/1068731191936281
- https://www.facebook.com/reel/1150193029814079
- https://www.facebook.com/reel/1264944908539429
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2024/10/17/132000882/-klarifikasi-video-perlihatkan-mobil-terbakar-bukan-dikemudikan-arwah
- https://timesofindia.indiatimes.com/city/jaipur/driverless-burning-car-causes-panic-on-jaipur-roads/articleshow/114177913.cms
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-25843) [HOAKS] Bansos Rp 1,25 Juta atas Nama BPJS Kesehatan
Sumber:Tanggal publish: 24/02/2025
Berita
KOMPAS.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan disebut menyalurkan bantuan sosial senilai Rp 1,25 juta.
Informasi itu beredar di media sosial Facebook dan disertai tautan yang disebut untuk mencairkan bantuan denagan mendaftarkan akun Telegram.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut hoaks.
Informasi BPJS Kesehatan menyalurkan bantuan Rp 1,25 juta dengan mendaftarkan akun Telegram dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini antara 19-24 Februari 2025.
Berikut narasi yang dibagikan:
PENERIMAAN BANTUAN SOSIAL BPJSKabar baik! Anda berhak menerima bantuan sosial BPJS senilai Rp 1.250.000. Pastikan data Anda sudah terverifikasi agar dana dapat segera cair
Screenshot Hoaks, bansos Rp 1,25 juta atas nama BPJS Kesehatan
Informasi itu beredar di media sosial Facebook dan disertai tautan yang disebut untuk mencairkan bantuan denagan mendaftarkan akun Telegram.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut hoaks.
Informasi BPJS Kesehatan menyalurkan bantuan Rp 1,25 juta dengan mendaftarkan akun Telegram dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini antara 19-24 Februari 2025.
Berikut narasi yang dibagikan:
PENERIMAAN BANTUAN SOSIAL BPJSKabar baik! Anda berhak menerima bantuan sosial BPJS senilai Rp 1.250.000. Pastikan data Anda sudah terverifikasi agar dana dapat segera cair
Screenshot Hoaks, bansos Rp 1,25 juta atas nama BPJS Kesehatan
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menghubungi BPJS Kesehatan untuk mengonfirmasi kebenaran informasi bantuan Rp 1,25 juta tersebut.
Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan, informasi bantuan Rp 1,25 juta yang dapat dicairkan dengan akun Telegram tersebut adalah hoaks dan modus penipuan.
"Tidak ada bantuan dan program seperti hal tersebut. Masyarakat agar berhati-hati terhadap penipuan mengatasnamakan BPJS Kesehatan," kata Rizzky kepada Kompas.com, Senin (24/2/2025).
Rizzky mengatakan masyarakat dapat menghubungi saluran komunikasi resmi apabila memiliki pertanyaan atau keluhan terkait BPJS Kesehatan.
Berikut saluran komunikasi resmi BPJS Kesehatan:
Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan, informasi bantuan Rp 1,25 juta yang dapat dicairkan dengan akun Telegram tersebut adalah hoaks dan modus penipuan.
"Tidak ada bantuan dan program seperti hal tersebut. Masyarakat agar berhati-hati terhadap penipuan mengatasnamakan BPJS Kesehatan," kata Rizzky kepada Kompas.com, Senin (24/2/2025).
Rizzky mengatakan masyarakat dapat menghubungi saluran komunikasi resmi apabila memiliki pertanyaan atau keluhan terkait BPJS Kesehatan.
Berikut saluran komunikasi resmi BPJS Kesehatan:
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi BPJS Kesehatan menyalurkan bantuan Rp 1,25 juta dengan mendaftarkan akun Telegram adalah hoaks.
Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan, informasi bantuan Rp 1,25 juta yang dapat dicairkan dengan akun Telegram tersebut adalah hoaks dan modus penipuan.
Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan, informasi bantuan Rp 1,25 juta yang dapat dicairkan dengan akun Telegram tersebut adalah hoaks dan modus penipuan.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid01K6kffxLAFpokHVDPmdDmgEri3GLBXGd5csoJ65ezSR9i8kbCNNGSz5kEZUJGP2sl&id=61572895612763
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0fej9PRkcXfkXF5KTpLdq6y86CduCbgaH3LyximKKVM1f53uq8GrgJbRdyfJhGR4pl&id=61573036096392
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0HtUcvzXUS7UZvJee8pJcVEmDvx8JqVpmLDCh7U4nGTqBSHnhXU5Msq9N7rtVE5u8l&id=61573165720102
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid022NUXmarcJwjiCvGDJ2C967UveC12siARKfWTtPg6ch4KS7eN5FU6D6R4vvwHS6VRl&id=61573084096741
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0NKEHuTud2vHYdkWqGcBPg6XTqrupHg6gVCcKrBzApf48buaXZrPy8m9U6djTX7Q6l&id=61573528621914
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-25844) [HOAKS] Paus Fransiskus Meninggal pada 24 Februari 2025
Sumber:Tanggal publish: 24/02/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan dengan narasi yang mengeklaim Paus Fransiskus telah meninggal dunia pada Senin (24/2/2025) pagi.
Setelah ditelusuri, narasi tersebut tidak benar.
Kondisi Paus Fransiskus masih kritis sejak dirawat di Rumah Sakit Gemelli, Roma, Italia pada Jumat (14/2/2025).
Ia harus menjalani perawatan karena penyakit pneumonia dan infeksi paru-paru kompleks.
Narasi yang mengeklaim Paus Fransiskus meninggal dunia muncul di media sosial pada Senin (24/2/2025), salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.
Salah satu akun menuliskan keterangan:
RIP
Turut berduka cita Paus Fransiskus baru saja meninggal dunia karna bronkitis.
Setelah ditelusuri, tidak ditemukan informasi valid pemimpin tertinggi umat Katolik itu telah meninggal pada Senin (24/2/2025) pagi.
Dikutip dari Vatikan News, Kantor Pers Takhta Suci menjelaskan bahwa kondisi terakhir Paus Fransiskus pada Minggu (23/2/2025) malam masih kritis.
Namun, ia tidak lagi mengalami gangguan pernapasan lebih lanjut, meski masih menerima aliran oksigen tambahan melalui kanula hidung.
Paus Fransicus juga menerima dua unit sel darah merah yang membuat kadar hemoglobinnya meningkat.
Kondisi trombositopenia tetap stabil. Namun, beberapa tes darah menunjukkan adanya gagal ginjal ringan yang saat ini masih terkendali.
Pada Minggu (23/2/2025), Paus Fransiskus telah mengikuti misa pagi dari Rumah Sakit Gemelli, Roma bersama beberapa orang yang merawatnya.
Setelah ditelusuri, narasi tersebut tidak benar.
Kondisi Paus Fransiskus masih kritis sejak dirawat di Rumah Sakit Gemelli, Roma, Italia pada Jumat (14/2/2025).
Ia harus menjalani perawatan karena penyakit pneumonia dan infeksi paru-paru kompleks.
Narasi yang mengeklaim Paus Fransiskus meninggal dunia muncul di media sosial pada Senin (24/2/2025), salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.
Salah satu akun menuliskan keterangan:
RIP
Turut berduka cita Paus Fransiskus baru saja meninggal dunia karna bronkitis.
Setelah ditelusuri, tidak ditemukan informasi valid pemimpin tertinggi umat Katolik itu telah meninggal pada Senin (24/2/2025) pagi.
Dikutip dari Vatikan News, Kantor Pers Takhta Suci menjelaskan bahwa kondisi terakhir Paus Fransiskus pada Minggu (23/2/2025) malam masih kritis.
Namun, ia tidak lagi mengalami gangguan pernapasan lebih lanjut, meski masih menerima aliran oksigen tambahan melalui kanula hidung.
Paus Fransicus juga menerima dua unit sel darah merah yang membuat kadar hemoglobinnya meningkat.
Kondisi trombositopenia tetap stabil. Namun, beberapa tes darah menunjukkan adanya gagal ginjal ringan yang saat ini masih terkendali.
Pada Minggu (23/2/2025), Paus Fransiskus telah mengikuti misa pagi dari Rumah Sakit Gemelli, Roma bersama beberapa orang yang merawatnya.
Hasil Cek Fakta
Kesimpulan
Narasi yang mengeklaim Paus Fransiskus telah meninggal Senin (24/2/2025) pagi tidak benar atau hoaks.
Sampai saat ini tidak ditemukan informasi valid terkait hal itu. Berdasarkan laporan terakhir pada Minggu (23/2/2025) malam kondisi Paus Fransiskus masih kritis. Ia dirawat Rumah Sakit Gemelli, Roma, Italia.
Sampai saat ini tidak ditemukan informasi valid terkait hal itu. Berdasarkan laporan terakhir pada Minggu (23/2/2025) malam kondisi Paus Fransiskus masih kritis. Ia dirawat Rumah Sakit Gemelli, Roma, Italia.
Rujukan
- https://www.facebook.com/share/p/1By2AX8Pwz/
- https://www.facebook.com/watch/?v=1702655373966311&rdid=HpW6AyF9uZQQovMv
- https://www.facebook.com/share/p/1D8Xv9ebsb/
- https://www.vaticannews.va/en/pope/news/2025-02/pope-condition-critical-but-no-new-respiratory-crisis.html
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-25845) [HOAKS] Siswa SD di Boven Digoel Meninggal karena Makan Bergizi Gratis
Sumber:Tanggal publish: 24/02/2025
Berita
KOMPAS.com - Sebuah foto yang diklaim menampilkan seorang anak SD di Kampung Kabuwage, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan meninggal dunia karena program makan bergizi gratis (MBG).
Narasi ini beredar di media sosial pada Februari 2025. Namun, setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Narasi yang mengeklaim anak SD di Kampung Kabuwage, Kabupaten Boven Digoel meninggal karena makan bergizi gratis muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.
Akun tersebut membagikan foto seorang anak perempuan menggunakan seragam SD tengah terbaring kaku.
Foto diberi keterangan bahwa ia meninggal setelah mengonsumsi makan bergizi gratis dari pemerintah.
Narasi ini beredar di media sosial pada Februari 2025. Namun, setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Narasi yang mengeklaim anak SD di Kampung Kabuwage, Kabupaten Boven Digoel meninggal karena makan bergizi gratis muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.
Akun tersebut membagikan foto seorang anak perempuan menggunakan seragam SD tengah terbaring kaku.
Foto diberi keterangan bahwa ia meninggal setelah mengonsumsi makan bergizi gratis dari pemerintah.
Hasil Cek Fakta
Diberitakan Kompas.com sebelumnya, Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Kodam) XVIII/Cenderawasih, Kolonel Inf Candra Kurniawan memastikan narasi dalam unggahan itu tidak benar.
Anak dalam foto yang beredar berinisial ERM (13), warga Kampung Kabuwage, Kabupaten Boven Digoel.
Ia dilaporkan meninggal pada Senin (17/2/2025), namun bukan karena makan bergizi gratis.
"Kami pastikan foto disertai keterangan atau caption yang beredar di media sosial bahwa korban meninggal karena konsumsi MBG adalah informasi hoaks atau bohong,” ujar Candra Kamis (20/2/2025).
Selain itu, program makan bergizi gratis belum dijalankan di sekolah yang ada di Kampung Kabuwage.
"Di kampung tersebut juga program MBG belum berjalan," kata Chandra.
Anak dalam foto yang beredar berinisial ERM (13), warga Kampung Kabuwage, Kabupaten Boven Digoel.
Ia dilaporkan meninggal pada Senin (17/2/2025), namun bukan karena makan bergizi gratis.
"Kami pastikan foto disertai keterangan atau caption yang beredar di media sosial bahwa korban meninggal karena konsumsi MBG adalah informasi hoaks atau bohong,” ujar Candra Kamis (20/2/2025).
Selain itu, program makan bergizi gratis belum dijalankan di sekolah yang ada di Kampung Kabuwage.
"Di kampung tersebut juga program MBG belum berjalan," kata Chandra.
Kesimpulan
Narasi yang mengeklaim anak SD di Kampung Kabuwage, Kabupaten Boven Digoel meninggal karena makan bergizi gratis tidak benar atau hoaks.
Faktanya, program makan bergizi gratis dari pemerintah belum dijalankan di Kampung Kabuwage, Kabupaten Boven Digoel.
Kepala Penerangan Kodam XVIII/Cenderawasih, Kolonel Inf Candra Kurniawan menyebut, anak yang ada dalam foto meninggal bukan karena makan bergizi gratis.
Faktanya, program makan bergizi gratis dari pemerintah belum dijalankan di Kampung Kabuwage, Kabupaten Boven Digoel.
Kepala Penerangan Kodam XVIII/Cenderawasih, Kolonel Inf Candra Kurniawan menyebut, anak yang ada dalam foto meninggal bukan karena makan bergizi gratis.
Rujukan
Halaman: 2060/7906