• (GFD-2025-26194) [HOAKS] Foto Pembongkaran Masjid Teroris

    Sumber:
    Tanggal publish: 17/03/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar foto yang diklaim menampilkan sebuah masjid dibongkar karena digunakan sebagai tempat untuk aktivitas teroris.

    Setelah ditelusuri, narasi dalam foto tersebut tidak benar atau hoaks.

    Foto yang diklaim menampilkan pembongkaran masjid teroris muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini.

    Akun tersebut membagikan unggahan akun X yang menampilkan bangunan berkubah sedang dibongkar dengan alat berat.

    Keterangan dalam unggahan yakni sebagai berikut: 

    Masjid ini sudah lama selalu menjadi tempat agenda teroris utk menyusun rencana terorisnya ke setiap orang.

    Maka satu satunya jalan adalah dihancurkan...aullohuakbar..takbirr

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi soal pembongkaran masjid yang diklaim sebagai tempat teroris

    Hasil Cek Fakta

    Penelusuran menggunakan teknik reverse image search menemukan bahwa foto bangunan itu identik dengan video di laman Detik.com ini.

    Video tersebut adalah momen pembongkaran bangunan Hibisc Fantasy di Puncak, Bogor, Jawa Barat pada 8 Maret 2025. 

    Diberitakan Kompas.com sebelumnya, pembongkaran bangunan di Hibisc Fantasy Puncak dilakukan setelah ditemukan adanya pelanggaran lingkungan dan izin operasional.

    Wisata tersebut sebenarnya hanya mengantongi izin mengelola kawasan seluas 4.800 meter persegi. Namun, dalam pembangunannya mencapai 15.000 meter persegi. 

    Pembongkaran Hibisc Fantasy tidak ada kaitannya dengan kasus terorisme atau aktivitas teroris.

    Kesimpulan

    Foto yang diklaim menampilkan pembongkaran masjid teroris tidak benar atau hoaks.

    Adapun foto itu adalah pembongkaran bangunan di Hibisc Fantasy Puncak, Bogor pada 8 Maret 2025. Bangunan di wisata itu dibongkar karena pelanggaran lingkungan dan izin operasional.

    Rujukan

  • (GFD-2025-26204) [HOAKS] Gibran Sebut Pemerintah Tidak Berdosa Gunakan Dana Haji karena Tidak Sengaja

    Sumber:
    Tanggal publish: 17/03/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar tangkapan layar artikel dengan judul yang mengeklaim Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyebut pemerintah tak sengaja menggunakan dana haji sehingga mereka tidak berdosa. 

    Artikel itu diklaim diterbitkan oleh media CNN Indonesia. Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, artikel itu merupakan hasil manipulasi. 

    Narasi yang mengeklaim Gibran menyebut pemerintah tidak berdosa menggunakan dana haji muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, dan ini. 

    Akun tersebut membagikan tangkapan layar artikel CNN Indonesia berjudul "Wapres Gibran Pemerintah tidak sengaja memakai Dana Haji tidak berdosa". 

    Akun Facebook Tangkapan layar judul artikel berjudul Wapres Gibran Pemerintah tidak sengaja memakai Dana Haji jadi tidak berdosa.

    Hasil Cek Fakta

    Ketika dicermati judul dalam artikel tersebut janggal. Penggunaan huruf besar dan kecil di judul tidak konsisten.

    Setelah dicek, di laman CNN Indonesia tidak ditemukan informasi soal Gibran menyebut pemerintah tidak berdosa menggunakan dana haji.

    Penelusuran menggunakan teknik reverse image search menemukan tangkapan layar tersebut identik dengan artikel di laman CNN Indonesia pada 15 Maret 2025.

    Artikel aslinya berjudul "Gibran Ingatkan Pengusaha: Genjot Hilirisasi, Tetap Jaga Lingkungan".

    Dalam artikel tersebut Gibran tidak membahas terkait dana haji, melainkan meminta pengusaha untuk memperhatikan aspek lingkungan dalam menjalankan industri hilirisasi.

    Hal itu disampaikan Gibran dalam acara buka bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di JCC Senayan, Jakarta Pusat pada 14 Maret 2025. 

    Kesimpulan

    Artikel yang mengkelaim Gibran menyebut pemerintah tidak berdosa menggunakan dana haji merupakan hasil manipulasi.

    Adapun artikel aslinya berjudul "Gibran Ingatkan Pengusaha: Genjot Hilirisasi, Tetap Jaga Lingkungan". Dalam artikel tersebut Gibran meminta para pengusaha memperhatikan aspek lingkungan dalam menjalankan industri hilirisasi.

    Rujukan

  • (GFD-2025-26205) [HOAKS] TNI Jemput Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia untuk Antisipasi Serangan

    Sumber:
    Tanggal publish: 17/03/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Tentara Nasional Indonesia (TNI) disebut mempersiapkan 20.000 personel untuk menjemput pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia.

    Menurut narasi yang disebarkan di Facebook, penjemputan PMI itu dalam rangka mengantisipasi apabila Malaysia melancarkan serangan.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.

    Narasi TNI akan menjemput PMI dari Malaysia untuk mengantisipasi apabila terjadi serangan dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    TNI Siap Jemput TKI Dari Malaysia

    Narasi tersebut disertai video dengan penuturan narator sebagai berikut:

    Pemerintah akan kerahkan TNI besar-besaran untuk mengantisipasi apabila terjadi serangan dari Malaysia. Saat ini disampaikan bahwa banyak buruh migran dari Malaysia akan kembali ke Indonesia.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah dicermati, narasi video tersebut mirip dengan isi pemberitaan CNBC Indonesia, 3 April 2020. Artikel itu berjudul "Urus TKI Pulang dari Malaysia, TNI Siapkan 20.000 Personel".

    Kesamaan dapat ditemukan pada bagian kutipan langsung pernyataan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I, Laksamana Madya TNI Yudo Margono.

    "Saat ini disampaikan bahwa banyak (buruh) migran dari Malaysia akan kembali ke Indonesia. Sudah dikoordinir untuk pelaksanaan pemulangan. Dari Kemenko Maritim akan ada 20 ribu personil," kata Yudo dalam pemberitaan CNBC Indonesia.

    Pada 2020, TNI memang mempersiapkan 20.000 personel untuk menjemput PMI dari Malaysia. Namun, penjemputan itu bukan untuk mengantisipasi adanya serangan.

    Sebagaimana diberitakan Antara, 3 April 2020, TNI mengerahkan kapal perang untuk menjemput para PMI yang pulang dari Malaysia menyusul kebijakan karantina wilayah Negeri Jiran itu sebagai antisipasi penyebaran Covid-19.

    Sedikitnya 35.000 PMI pulang dari Malaysia melalui berbagai pelabuhan di Kepri. Para pekerja migran itu akan dipulangkan ke Pulau Jawa dan Sulawesi menggunakan KRI Semarang.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi TNI akan menjemput PMI dari Malaysia untuk mengantisipasi apabila terjadi serangan adalah hoaks.

    Pada 2020, TNI memang mempersiapkan 20.000 personel untuk menjemput PMI yang pulang dari Malaysia. Namun, penjemputan itu bukan untuk mengantisipasi adanya serangan.

    Rujukan

  • (GFD-2025-26206) [HOAKS] BBM Gratis Bentuk THR dari Pertamina

    Sumber:
    Tanggal publish: 17/03/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar link atau tautan yang diklaim sebagai akses untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) gratis dari PT Pertamina Patra Niaga.

    Pembagian BBM gratis diberikan dalam rangka tunjangan hari raya (THR) menjelang Idul Fitri 1446 Hijriah.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan tersebut merupakan hoaks.

    Tautan BBM gratis sebagai bentuk THR dari Pertamina disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Sabtu (15/3/2025):

    Program Spesial BBM Gratis! Dalam rangka mendukung masyarakat menjelang Hari Raya, tersedia bantuan BBM gratis untuk kendaraan tertentu sesuai regulasi yang berlaku.

    Pastikan kendaraan Anda memenuhi syarat dan segera klaim hak Anda sebelum periode program berakhir. Jangan lewatkan kesempatan ini!

    DAFTAR KENDARAAN ANDA UNTUK MENDAPATKAN REGULASI THR BBM GRATISKlik Link Di bio

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek tautan yang beredar di media sosial menggunakan URL Scan.

    Tools tersebut dapat melacak laman dari suatu tautan tanpa perlu mengekliknya.

    Hasilnya dapat dilihat di sini, di sini, dan di sini.

    Tidak ada satu tautan pun yang mengarah ke situs web resmi Pertamina.

    Sejauh ini tidak ditemukan informasi mengenai THR dari situs web dan media sosial PT Pertamina Patra Niaga.

    Minggu lalu, DPR menggelar rapat dengar pendapat dengan Pertamina di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (11/3/2025)

    Anggota DPR RI dari Komisi VI, Mufti Anam mengusulkan agar Pertamina memberikan Pertamax secara gratis kepada masyarakat sebagai wujud kompensasi atas berbagai kasus yang belakangan terjadi.

    Dilansir Kompas.com, Mufti berpendapat bahwa permohonan maaf dari Pertamina terkait kasus bensin Pertamax oplosan tidak cukup.

    Petinggi Pertamina terlibat kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan minyak dan praktik BBM oplosan.

    Namun, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebutkan, kompensasi BBM sebagai bentuk permintaan maaf dari Pertamina masih harus dikaji lebih lanjut.

    ""Saya nggak bisa menanggapi, tentu kan mekanisme yang ada di pemerintahan, DPR, di Pertamina tentu ada mekanisme sendiri, tentu semua juga perlu kajian," kata Erick pada Rabu (12/3/2025) dikutip dari Antara.

    Kesimpulan

    Tautan BBM gratis sebagai bentuk THR dari Pertamina merupakan hoaks.

    Tautan yang diklaim sebagai pendaftaran untuk mendapat BBM gratis itu tidak mengarah ke situs web resmi PT Pertamina Patra Niaga.

    Tidak ada pembagian BBM gratis dari Pertamina.

    Rujukan