• (GFD-2025-26410) Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran BCA Mobile Festival Berhadiah

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/04/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran BCA mobile festival berhadiah, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 3 April 2025.
    Unggahan klaim link pendaftaran BCA mobile festival berhadiah berupa tulisan sebagai berikut.
    "Khusus Nasabah Bank BCA yang sudah mempunyai Bank BCA .BCA Mobile Festival Berhadiah Hadir lagi jangan lewatkan kesempatan Anda untuk memenangkan hadiah undian Bank BCA Berhadiah, Ayo buruan Daftar dan Raih hadiah menarik sebagai apresiasi dari Bank BCA ingat nasabah tidak dipungut biaya apapun tinggal klik (š——š—®š—³š˜š—®š—æ)Dibawah
    Bank BCA BELIMPAH HADIAH
    • 3 Unit Mobil Alphard • 3 Unit Mobil BMW • 3 Unit Mobil Pajero Sport • 3 Unit Mobil CR-V Turbo • 3 Unit Mobil Fortuner • 3 Unit Mobil X Pander • 3 Unit Mobil BRIO
    • 3 Unit Mobil Sigra • 15 Unit Motor Kawasaki KLX • 25 Unit Motor Scoopy • 15 Unit Motor Vespa • 25 Unit Hp iPhone 15 Promax
    • 15 Unit Rumah Gratis • 25 Unit Umroh Gratis
    Pendaftaran Undian Berbatas Waktu.Tanggal 1 Maret Daftarkan nama anda agar menjadi pemenangnya.
    Untuk pengundian & pemenangnya akan diumumkan secara online di seluruh sosial media pada tanggal 31 Maret 2025.
    #BCAMobile
    #BankBCA FSTVL Berhadiah"
    Unggahan tersebut disertai dengan link yang diklaim sebagai pendaftaran BCA mobile festival berhadiah, berikut linknya.
    "https://25kuponbcaa.bubbleapps.io/version-test/bc?fbclid=IwY2xjawJe-QhleHRuA2FlbQIxMQABHjgp-PxKPDVRIkEwLfkhPolXPRDpDHAmR6YTWxVu_Kwt_i1SCa-LjxQY2FYv_aem_pMUpde_WxJrhs5Wskz91pw"
    Jika link tersebut diklik mengarah pada halaman situs yang meminta sejumlah identitas seperti nama lengkap, saldo akhir dan untuk mendaftar BCA mobile festival berhadiah.
    Benarkah klaim link pendaftaran BCA mobile Festival berhadiah? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
    Ā 
    Ā 
    Ā 

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.comĀ menelusuri klaim link pendaftaran BCA mobile festival berhadiah, Penelusuran juga mengarah pada artikel berjudul "Awas Penipuan Pembagian Hadiah Mencatut BCA, Simak Cara Hindarinya Agar Tak Jadi Korban" yang dimuat Liputan6.com, dalam artikel tersebutĀ EVP Corporate Communication and Social Responsibility Hera F. Haryn, mengatakan, informasi yang menawarkan undian dengan sejumlah hadiah mewah mengatasnamakanĀ BCAĀ telah beredar di media sosial adalah tidak benar dan merupakan penipuan.
    "Sehubungan beredarnya informasi di akun media sosial yang mengatasnamakan BCA atau menggunakan foto jajaran Direksi dan Komisaris BCA lalu menawarkan undian dengan sejumlah hadiah mewah, dapat kami pastikan bahwa informasi tersebut tidak benar dan merupakan aksi penipuan," kata Hera, saat berbincang dengan Liputan6.com, dikutip Minggu (9/3/2025).
    Hera mengungkapkan, agar kita tidak menjadiĀ korban penipuanĀ tersebut jangan pernah bagikan data pribadi perbankan yang bersifat rahasia seperti, PIN, password, dan OTP.
    Ā 
    Ā 
    Ā 

    Kesimpulan


    Hasil penelusuranĀ Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran BCA mobile festival berhadiah tidak benar.
    EVP Corporate Communication and Social Responsibility Hera F. Haryn, mengatakan, informasi yang menawarkan undian berhadiah dengan sejumlah hadiah mewah mengatasnamakan BCA telah beredar di media sosial adalah tidak benar dan merupakan penipuan.
    Ā 
  • (GFD-2025-26399) [SALAH] Patung Penyu 16,5 Miliar di Sukabumi Berbahan Kardus

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 04/04/2025

    Berita

    Akun Facebook ā€œJakarta Kerasā€ pada Selasa (04/03/2025) mengunggah video [arsip] yang mengklaim patung penyu di Sukabumi senilai 16,5 miliar berbahan kardus rusak.

    Berikut narasi lengkapnya :

    NETIZEN PERTANYAKAN ICON PENYU 16,5 MILIAR DI SUKABUMI RUSAK, TERNYATA BAHANNYA DARI KARDUS

    Hingga Sabtu (23/03/2025) unggahan tersebut telah disukai 33.000 pengguna Facebook, dan menuai 12.000 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukan kata kunci ā€œpatung penyu 16,5 miliar di Sukabumi berbahan kardusā€ ke mesin pencarian Google. Hasilnya mengarah ke artikel cnnindonesia.com ā€œPemprov: Patung Penyu Sukabumi Tak dari Kardus, Rp15 M untuk Alun-alunā€ yang tayang pada Rabu (05/03/2025).

    Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Jabar Indra Maha dalam keterangan tertulis kepada CNN, biaya 15,6 miliar dipergunakan untuk membangun keseluruhan kompleks alun-alun di pinggir laut. Dalam kompleks itu ada replika penyu, sarana dan prasarana seperti selfie deck, leuit, hingga gedung kuliner.

    Menurut Indra, bahan kardus pada patung penyu tersebut digunakan sebagai bahan pembentuknya saja. Lanjutnya, replika penyu tersebut terbuat dari bahan resin dan fiberglass.

    Kesimpulan

    Unggahan dengan narasi ā€œpatung penyu 16,5 miliar di Sukabumi berbahan kardusā€ merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-26400) [SALAH] Video Ricuh Sidang DPR Mendesak RUU Perampasan Aset

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 04/04/2025

    Berita

    Akun Facebook ā€œErikson Sinuratā€ pada Kamis (20/03/2025) mengunggah video [arsip] yang diklaim kericuhan sidang di DPR untuk mendesak RUU Perampasan Aset.

    Berikut narasi lengkapnya :

    "DPR-RI ricuh Yang pro rakyat Mendesak RUU Perampasan aset bagi Koruptor, Tetapi wakil ketua DPR RI menolak uu perampasan aset bagi Para koruptor"

    Hingga Minggu (23/03/2025) unggahan tersebut telah dilihat 4 juta kali, disukai 37 ribu pengguna dan menuai 26 ribu komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri potongan video tersebut dengan bantuan Google Image Search. Hasil penelusuran mengarah ke video Youtube Beritasatu berjudul ā€œBreaking News: Sidang Paripurna Ricuhā€ diunggah Kamis (02/10/2014).

    TurnBackHoax kemudian memasukkan kata kunci ā€œsidang paripurna ricuh menentukan pimpinan DPRā€ ke mesin pencarian Google. Hasil mengarah ke pemberitaan detik.com ā€œParipurna Penetapan Pimpinan DPR Chaos!ā€

    Puluhan anggota dewan merangsek ke meja pimpinan sidang Popong Otje Djunjunan atau Ceu Popong untuk melontarkan protes. Kericuhan itu berlangsung saat agenda sidang memasuki pembacaan fraksi-fraksi DPR dan alat kelengkapannya.

    Kesimpulan

    Unggahan dengan narasi ā€œricuh sidang DPR mendesak RUU perampasan asetā€ merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-26402) Keliru: Video Testimoni Penyembuhan Diabetes

    Sumber:
    Tanggal publish: 04/04/2025

    Berita

    SEBUAH video yang memuat testimoni penderita diabetes yang sembuh dari penyakit diabetes tanpa obat, beredar di Facebook [arsip]. Dalam video, seorang perempuan bernama Lestari mengakui kesembuhan ibunya yang berusia 63 tahun dari penyakit diabetes tanpa obat, tanpa dokter dan tanpa diet ketat.Ā 

    Ā 

    Sang ibu yang menderita diabetes selama 20 tahun, mengatakan, ia menemukan video dr. Vito, seorang endokrinologis asal Indonesia yang mengungkap manfaat luar biasa soda untuk mengatasi diabetes. Soda disebut bisa membersihkan pankreas dan membantu tubuh mengatur kadar gula darah secara alami.

    Benarkah video testimoni penyembuhan diabetes tersebut?

    Hasil Cek Fakta

    Hasil verifikasi Tempo menunjukkan bahwa konten testimoni penyembuhan diabetes di atas hasil rekayasa yang dibuat dengan teknologi kecerdasan buatan (AI). Tempo memeriksa menggunakan bantuan pemindai AI.

    Menurut peneliti di Center for Infectious Disease Education and Research, Osaka University dan apoteker, David Chen, kandungan soda kue adalah natrium bikarbonat (NaHCO3) yang sama sekali tidak punya efek menurunkan kadar gula dalam darah.

    ā€œDia tergolong senyawa inert atau tidak berefek pada tubuh. Jadi, larutan soda kue tidak bisa menyembuhkan diabetes,ā€ kata David yang pernah dipublikasikanĀ  Tempo.

    Untuk memverifikasi video tersebut, Tempo memotong video pada bagian yang memperlihatkan masing-masing testimoni dari kedua sumber di atas, lalu dicek dengan alat pendeteksi kecerdasan buatan Hive Moderation. Hasilnya, 99% testimoni tersebut dibuat dengan teknologi kecerdasan buatan.

    Gerakan bibir perempuan tersebut tampak tidak alami. Area bibir juga sedikit lebih kabur daripada bagian wajah lainnya, yang mengindikasikan adanya upaya sinkronisasi bibir.



    Selanjutnya, Tempo juga menggunakan aplikasi analisa suara Ai or Not untuk memindai suara dalam video tersebut. Hasil deteksi aplikasi ini menyatakan bahwa suara dalam video itu palsu atau dibuat dengan kecerdasan buatan.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan bahwa video testimoni penyembuhan diabetes adalah keliru. Hasilnya, baik audio maupun video terdeteksi dimanipulasi oleh AI.

    Rujukan