• (GFD-2025-29508) Keliru: Raja Salman Kucurkan 500 Juta Dolar AS untuk Palestina

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/10/2025

    Berita

    SEBUAH video yang mengklaim Raja Salman memberikan hadiah kepada rakyat Palestina beredar di Threads [arsip] pada 6 Oktober 2025. Narasinya menyebut bantuan itu diberikan setelah PBB mengakui kemerdekaan Palestina.

    Video tersebut menampilkan potongan gambar Raja Salman turun dari pesawat, pidato Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, parade militer dengan bendera Arab Saudi, hingga pembagian bantuan makanan. Narasi dalam video menyebutkan, Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud memberikan uang senilai 500 juta dolar AS atau sekitar Rp7,5 triliun kepada rakyat Palestina sebagai hadiah.



    Namun, benarkah Raja Salman memberi hadiah uang kepada rakyat Palestina?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi video itu lewat analisis visual manual, pencarian gambar terbalik, dan alat pendeteksi akal imitasi. Hasilnya menunjukkan, meski 147 negara anggota PBB telah mengakui kemerdekaan Palestina, potongan video itu berasal dari klip lama dan sebagian dibuat dengan akal imitasi. 



    Klip Raja Salman turun dari pesawat identik dengan laporan sejumlah media. BBC menjelaskan, video itu berasal dari kunjungan resmi pertama Sang Raja ke Rusia pada Oktober 2017, ketika eskalator pesawat berlapis emasnya macet dan ia harus menuruni tangga sendiri. The Guardian menulis, kunjungan itu bertujuan memperkuat kerja sama dengan Rusia sekaligus meminta Moskow tidak ikut campur dalam urusan politik Timur Tengah.  



    Klip Netanyahu identik dengan video pidatonya di Sidang Umum PBB pada 26 September 2025. Rekaman resmi acara itu diunggah di situs PBB. Dalam pidato tersebut, Netanyahu membenarkan agresi militer Israel terhadap Palestina dengan alasan serangan Hamas pada 7 Oktober 2025. PBB kemudian menyatakan tindakan Israel termasuk kategori genosida atau upaya pembersihan etnis.



    Sementara klip Raja Salman berjubah kuning pernah dipublikasikan Antara pada April 2019. Video itu memperlihatkan Raja Salman menerima kunjungan Joko Widodo yang saat itu menjabat Presiden RI.



    Potongan video parade militer membawa bendera Arab Saudi yang terdapat dalam rangkaian video yang beredar ditemukan merupakan buatan kecerdasan buatan. Terdapat tanda air bertuliskan ‘Veo’, aplikasi AI generator milik Google.   

    Menurut alat deteksi kecerdasan buatan AI or NOT, kemungkinan 88 persen video itu melibatkan AI. Termasuk audio pada narator juga melibatkan AI dengan kemungkinan 99 persen.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi video yang menyebutkan Raja Salman memberikan hadiah US$500 juta pada rakyat Palestina setelah kemerdekaannya diakui PBB adalah klaim keliru.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29509) Keliru: Presiden Israel Dilempar Telur Busuk saat Keluar dari Forum PBB

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/10/2025

    Berita

    SEBUAH video dengan klaim Presiden Israel Isaac Herzog dilempar telur busuk, beredar di Facebook [arsip] pada 30 September 2025.

    Video itu memperlihatkan seorang pria berambut pirang mengenakan setelan jas berjalan keluar dari sebuah gedung. Seseorang yang tak teridentifikasi kemudian melemparkan cairan warna krem ke wajahnya. “Presiden Israel saat keluar dari ruang PBB, OTK (orang tak dikenal) melempari dengan telur busuk,” tulis akun yang menyebarkan video itu. 



    Namun, benarkah video itu memperlihatkan pelemparan telur busuk kepada Presiden Israel?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi video itu dengan aplikasi pencarian gambar terbalik Google dan Yandex. Hasilnya, meski Israel menuai protes atas dugaan genosida terhadap rakyat Palestina di Gaza, pria dalam video tersebut bukan Presiden Israel Isaac Herzog.



    Video aslinya ditemukan di beberapa media asal Inggris, salah satunya ITV.com. Pria dalam video tersebut adalah pimpinan partai politik Reform UK (sebelumnya The Brexit Party) di Inggris Nigel Farage. Pada Juni 2024, dia pernah disiram dengan minuman milkshake di wilayah Clacton-on-Sea, Essex, Inggris.

    Dalam versi video yang lebih lengkap, pelakunya disuga seorang perempuan terlihat membawa milkshake dalam gelas plastik. Ia mendekati Nigel lalu menyiramkan minuman itu ke wajah sang politikus.

    Kepolisian Essex menyatakan telah menangkap perempuan berusia 25 tahun tersebut di lokasi kejadian, namun belum mengungkap identitas maupun motifnya.

    Protes untuk Israel

    Komisi penyelidik independen yang ditunjuk PBB dalam website resmi pada pertengahan September 2025, menyatakan serangan Israel kepada Palestina tergolong genosida. Presiden Israel Isaac Herzog, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, dan Menteri Pertahanan saat itu, Yoav Gallant, terbukti menghasut agar negara mereka melakukan genosida itu.  

    Protes atas genosida di Gaza yang tak kunjung berhenti setelah dua tahun itu juga terjadi saat Netanyahu menginap di New York sebelum dia berpidato di Sidang Umum PBB jelang akhir September lalu.

    Ketika Netanyahu berbicara di podium, ratusan diplomat melakukan aksi walk-out, sementara ribuan demonstran memadati jalan di luar gedung PBB menuntut penghentian genosida, seperti dilaporkan CBS.

    Pilihan editor: Massa Kepung Hotel Tempat Netanyahu Menginap di New York

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan klaim dalam video bahwa Presiden Israel  dilempari telur busuk oleh orang tak dikenal adalah klaim keliru.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29483) [PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Program KUR Nol persen dari Kementerian Keuangan

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 09/10/2025

    Berita

    Pada Sabtu (27/9/2025) akun Facebook “Berita Terkini 2025” membagikan tautan [arsip] disertai narasi:

    Bangun usaha lebih besar tanpa beban bunga. Program KUR Nol Persen hadir untuk rakyat Indonesia. Segera ajukan dan rasakan manfaatnya!

    "PROGRAM KUR NOL PERSEN

    PEMERINTAH MELALUI BANK HIMBARA MENYALURKAN KREDIT USAHA RAKYAT DENGAN LIMIT HINGGA

    Rp500 Juta

    DENGAN BUNGA 0%"

    Hingga Kamis (9/10/2025) unggahan telah mendapatkan 516 tanda suka dan 54 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mencari informasi tentang "KUR nol peresen Kemekeu 2025" melalui pencarian Google. Namun tidak ditemukan pengumuman resmi dari Kementerian Keuangan mengenai KUR nol persen tahun 2025.

    TurnBackHoax kemudian menelusuri lebih jauh tentang skema KUR 2025 dari pemerintah. Ditemukan artikel pikiranrakyat.com “Skema Bunga KUR 2025 Resmi Berjenjang! Pinjaman Ke-4 Bisa Kena 9 Persen, Ini Alasannya” yang diunggah pada Juli 2025.

    Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa mulai 2025, bunga KUR diberlakukan secara berjenjang, mulai dari 6% untuk pinjaman pertama dan naik hingga 9% pada pinjaman keempat. Kebijakan ini berlaku untuk KUR Mikro dan Kecil dengan tujuan mendorong UMKM agar tidak terus bergantung pada subsidi, melainkan beralih ke pembiayaan komersial.

    Selain itu, tautan yang dicantumkan akun Facebook “Berita Terkini 2025” bukanlah laman resmi Kemenkeu. Laman resmi Kementerian Keuangan adalah www. kemenkeu.go.id.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan pengumuman resmi dari Kementerian Keuangan mengenai KUR nol persen tahun 2025. Unggahan dengan narasi “tautan pendaftran Program KUR nol persen dari Kementrian Keuangan” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-29484) Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran CPNS 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/10/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar postingan di media sosial klaim link pendaftaran CPNS 2026. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 5 Oktober 2025.
    Dalam postingan terdapat tulisan:
    "RESMI DI BUKA CPNS 2026
    Loker CPNS 2026 resmi di buka..!!!!
    Segera daftarkan diri anda 👇
    https://lokerterbaru.rcpapk.com/"
    Unggahan turut menyertakan poster dengan tulisan:
    "PENDAFTARAN CPNS 2026
    JADWAL DAN FORMASI
    UNTUK SMA/SMK/D3/S1-S3
    Dibuka
    Penerimaan Dan Pendaftaran CPNS Tahun 2025
    Persyaratan :
    - Laki-laki & Perempuan
    - Lulusan SMA/SMK/D3/S1-S3 Sesuai Formasi Jabatan
    - Sehat Jasmani Rohani & Berkelakuan Baik
    - Penempatan Daerah Masing-masing Domisili Peserta
    Proses Seleksi
    Pendaftaran CPNS Tidak Di Pungut Biaya Apapun
    Daftar Sekarang"
    Jika tautan daftar di klik, mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital yang meminta data pribadi, seperti nama dan nomor Telegram.
    Benarkah klaim link pendaftaran CPNS 2026? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran CPNS 2026.  Penelusuran mengarah pada artikel berita di Liputan6.com berjudul "Tahun Ini Mustahil Diadakan, BKN Ungkap Peluang Seleksi CPNS 2026".
    Dalam artikel ini, Pemerintah Indonesia memberikan sinyal kuat terkait pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tahun 2026. Berbagai indikasi menunjukkan bahwa proses rekrutmen CPNS akan kembali digulirkan secara masif pada tahun tersebut.
    Plt Deputi Bidang Penyelenggaraan Layanan Manajemen Badan Kepegawaian Negara (BKN), Aris Windiyanto, menyatakan harapan besar agar pengadaan Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat dilakukan setiap tahun atau setidaknya dua tahun sekali.
    "Untuk 2026 kita berharap ada. Kalau bisa setiap tahun ada pengadaan calon ASN, kalau tidak bisa ya dua tahun sekali," kata dia dalam Forum Tematik Bakohumas dikutip Senin (29/9/2025).
    Pernyataan ini diperkuat dengan kesiapan anggaran dari Kementerian Keuangan untuk mengakomodasi kebutuhan formasi baru CPNS 2026. Dengan demikian, persiapan matang sangat dibutuhkan oleh para calon pelamar
    Meskipun demikian, keputusan akhir terkait pembukaan seleksi CPNS 2026 masih menunggu petunjuk dari Presiden. Namun, pola historis seleksi CPNS yang cenderung digelar setiap dua tahun sekali, serta pernyataan dari berbagai pihak berwenang, menguatkan kemungkinan besar adanya penerimaan CPNS di tahun 2026.
    Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari sumber terpercaya.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran CPNS 2026, tidak benar.

    Rujukan