• (GFD-2025-29554) Keliru: Menteri di Mongolia Membakar Diri setelah Gagal Menjalankan Tugas

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/10/2025

    Berita

    SEBUAH video beredar di X atau Twitter [arsip] dan Threads [arsip] dengan klaim seorang menteri di Mongolia membakar diri karena gagal menjalankan tugas.

    Video tersebut menampilkan seorang pria berjas hitam menyiram tubuhnya dengan bahan bakar minyak sebelum menyalakan api hingga tubuhnya terbakar. Dua orang di belakangnya tampak panik dan berusaha menyelamatkan pria itu.



    Namun, benarkah menteri di Mongolia yang membakar diri karena merasa gagal menjabat seperti yang disebut dalam klaim?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi video itu menggunakan aplikasi pencarian gambar terbalik dan website kredibel lainnya. Video itu diunggah sekitar 10 tahun yang lalu dan pria di dalamnya bukanlah menteri di Mongolia.



    Pria dalam video itu bukan seorang menteri. Dia adalah ketua serikat pekerja di sebuah perusahaan tambang milik negara di Mongolia. Menurut Daily Mail, pria bernama S. Erdene itu membakar diri sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah yang merugikan pekerja. Aksi itu dilakukan pada November 2015.

    “Pemerintah tidak lagi mendukung perusahaan kami, keluarga para pekerja terpaksa kelaparan, inilah sebabnya saya akan membakar diri demi rakyat Mongolia dan anak-anak kami,” katanya sebelum beraksi.

    Rekan-rekannya di ruang konferensi pers berusaha memadamkan api sebelum pria itu dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Sekitar 30 hingga 40 persen tubuhnya terbakar, namun ia selamat setelah mendapat perawatan intensif.

    Aksi bakar diri itu terjadi saat serikat pekerja memprotes kebijakan pemerintah yang membuka investasi pertambangan untuk Cina, termasuk di area yang sebelumnya dikelola Erdenes Tavan Tolgoi. Langkah tersebut ditempuh pemerintah untuk menggairahkan investasi lokal yang lesu.

    Namun serikat pekerja khawatir, investasi dari Cina justru membawa tenaga kerja asing dan mempersempit peluang kerja masyarakat setempat. Mereka juga menolak rencana relokasi kerja yang dinilai merugikan pekerja.

    Media Mongolia 24tsag.mn melaporkan, aksi S. Erdene itu mendapat perhatian publik. Perdana Menteri Mongolia saat itu bahkan langsung mengadakan rapat darurat dan memerintahkan Wakil Perdana Menteri memperhatikan kondisi S. Erdene. Direktur utama perusahaan pun dicopot.

    Meski begitu, aksi Erdene juga menjadi perdebatan di kalangan warganet di Mongolia. Pasalnya, aksinya bisa saja membahayakan dan tak pantas ditiru. Serikat Pekerja Erdenes Tavan Tolgoi secara resmi menyatakan menyesalkan tindakan ketua mereka itu. Namun serikat pekerja juga menuntut manajemen perusahaan atas tuduhan menyebabkan seseorang melakukan bunuh diri.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa klaim dalam video yang menyebutkan menteri Mongolia membakar diri karena menyesal gagal menjalankan tugas adalah klaim keliru.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29555) Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Bantuan Rumah Gratis atau Subsidi

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/10/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan klaim link pendaftaran bantuan rumah gratis atau bersubsidi. Postingan itu beredar di salah satu akun Facebook pada 8 Oktober 2025.
    Pada unggahan terdapat tulisan:
    "Bantuan rumah gratis atau bersubsidi di Indonesia disalurkan melalui berbagai program pemerintah seperti Program 3 Juta Rumah, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), dan rumah subsidi bagi pekerja informal"
    Postingan ini menyertakan poster yang berisi narasi sebagai berikut:
    "BANTUAN RUMAH 3 JUTA
    UNTUK INDONESIA SYARAT KTP, DAN KK"
    Postingan ini menyertakan tautan pendaftaran. Jika menu Daftar di klik, mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital yang meminta sejumlah data pribadi, seperti nama, provinsi, dan nomor Telegram.
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran untuk mendapatkan bantuan rumah gratis atau bersubsidi? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran bantuan rumah gratis atau bersubsidi. Penelusuran mengarah pada akun Instagram resmi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang dikutip pada Selasa (15/10/2025).
    Unggahan yang berupa video menerangkan bahwa masyarakat yang ingin memiliki rumah kini bisa memanfaatkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
    Dalam video dijelaskan, mengenai syarat mendapatkan pembiayaan FLPP, yaitu:
    - Besaran penghasilan perbulan paling banyak mengikuti aturan masing-masing zona
    - Belum memiliki rumah dan membutuhkan rumah pertama untuk dihuni
    - Lolos kelayakan analisa kredit BANK
    - Unduh SIKasep di Google Play Store atau sacan QR code
    Kemudian, untuk mengetahui ketersediaan stok dan lokasi ruah FLPP, bisa mengunjungi www.sikumbang.tapera.go.id.
    Dalam halaman websire tapera.go.id juga dijelaskan langkah pengajuan KPR FLPP
     
     
     
    Sumber: https://www.tapera.go.id/kpr-flpp/

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran bantuan rumah gratis atau bersubsidi, tidak benar.
  • (GFD-2025-29556) Hoaks FIFA Nyatakan Kemenangan Irak atas Indonesia Tidak Sah

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/10/2025

    Berita

    tirto.id - Langkah Tim Nasional Sepak bola Indonesia untuk melaju ke gelanggang Piala Dunia 2026 terpaksa terhenti usai menelan kekalahan di dua laga terakhir babak kualifikasi zona Asia. Tim Garuda – julukan Indonesia – ditaklukkan Irak dengan skor 0-1 dalam laga kedua Grup B putaran keempat babak kualifikasi Piala Dunia 2026, Minggu (12/10/2025) lalu, setelah dua hari sebelumnya kalah juga dari Arab Saudi, 2-3.

    ADVERTISEMENT

    Di tengah euforia babak kualifikasi Piala Dunia 2026 dan kekecewaan penggemar Timnas Indonesia, di media sosial muncul narasi yang mengklaim bahwa Presiden FIFA Gianni Infantino menilai kemenangan Irak atas Indonesia itu tidak sah.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Bahkan, konten dalam bentuk video pendek di Facebook tersebut mengklaim bahwa Gianni menyebut Indonesia berhasil lolos ke babak putaran kelima kualifikasi Piala Dunia 2026.
    #inline3 {margin:1.5em auto}
    #inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

    ins.adsbygoogle[data-ad-status="unfilled"] {
    display: none !important;
    }


    Temukan lebih banyakPelatihan media sosial anakBeli ban mobil terbaikSewa tempat tinggal mahasiswaBerlangganan koran digitalJual fashion terkiniKonten berita premiumJasa modifikasi trukPendidikanBeli buku sejarah SundaBeli mobil bekas aman

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Video menampilkan klip wawancara Gianni Infantino dan dikompilasi bersama klip Timnas Indonesia. Tetapi, narator video tersebut menarasikan klaim bahwa Gianni menilai Indonesia dicurangi dalam laga penentu tersebut.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    “Bahkan Presiden FIFA juga mengatakan jika Timnas Indonesia dipastikan lolos ke round 5 babak kualifikasi piala dunia tahun 2026,” ucap narator dalam video tersebut.

    Video itu diunggah oleh akun Facebook bernama “Garuda Muda” (arsip), Minggu 12 Oktober 2025. Hingga Selasa (14/10), postingan tersebut sudah memperoleh tanda suka (likes) 26,8 ribu serta 2,9 ribu komentar dan dibagikan ulang sebanyak 1,2 ribu kali.

    ADVERTISEMENT

    periksa fakta hoaks Presiden FIFA sebut kemenangan Irak atas Indonesia tidak sah.

    Tirto juga menemukan video dengan narasi serupa dengan versi narasi lebih panjang dari kanal YouTube “TIMNAS CREATIVE” berikut (arsip).

    Lantas, benarkah Gianni berkomentar soal kemenangan Irak atas Indonesia tidak sah?

    Hasil Cek Fakta

    Tim riset Tirto pertama-tama menyimak sampai selesai video tersebut. Dari video kurang 1 menit itu, tidak ada klip langsung dari Infantino dalam video itu yang menyatakan bahwa kemenangan Irak tidak sah. Tak ditemukan pula ucapannya soal Indonesia justru lolos ke babak kualifikasi berikutnya.

    Tirto juga menelusuri akun Instagram pribadi Infantino , dan tidak menemukan postingan yang mendukung klaim tersebut. Unggahan terakhir darinya justru mengapresiasi keberhasilan tim dari Eropa menembus kualifikasi Piala Dunia 2026.

    Dalam laman resmi milik FIFA juga tidak ditemukan klaim bahwa Infantino menyatakan dalam pertandingan Irak versus Indonesia, terjadi kemenangan yang tidak sah.

    Justru, pemberitaan Tirto sebelumnya mencatat, Tim Garuda dipastikan tak lolos ke putaran final kualifikasi Piala Dunia 2026 setelah dibekuk Irak 0-1. Kekalahan di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, pada Minggu (12/10/2025) dini hari, mengulangi hasil minor Merah Putih yang pada match pertama takluk 2-3 di tangan Arab Saudi.

    Update klasemen Grup B Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Timnas Arab Saudi dan Irak memimpin di puncak, dengan 3 poin. Sementara Indonesia ada di dasar klasemen 0 poin.

    Narasi soal kecurangan wasit dan sogok-menyogok juga kerap tersebar di media sosial, jika Timnas Indonesia mengalami kekalahan.

    Baca juga:Hoaks FIFA Ungkap Kecurangan Timnas Vietnam Saat Lawan IndonesiaHoaks FIFA Resmi Diskualifikasi Timnas BahrainHoaks FIFA Turun Tangan Batalkan Kemenangan Qatar Atas Indonesia

    Tirto sebelumnya sempat membuat artikel soal klaim kecurangan Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan klaim kecurangan Vietnam di ajang Piala AFF U-23. Keduanya naik di media sosial usai Timnas Indonesia gagal meraih kemenangan. Terlepas dari kontroversi di laga, klaim-klaim seperti ini memanfaatkan emosi masyarakat setelah Timnas kebangaan mengalami kekalahan.

    Oleh karenanya, masyarakat harus berhati-hati dengan narasi yang cenderung menggugah emosi di media sosial.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran fakta menunjukkan video yang mengklaim Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan kemenangan Irak atas Indonesia tidak sah itu bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

    Tidak ditemukan unggahan pribadi dari medsos Infantino dan informasi dari laman resmi FIFA yang mendukung klaim tersebut.

    Narasi soal kecurangan atau sogok-menyogok wasit kerap hadir di media sosial terkait usai Timnas Sepak Bola Indonesia mengalami kekalahan di suatu kejuaraan. Pola ini menunjukkan adanya penyebaran narasi palsu dengan memanfaatkan emosi publik.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29557) Benarkah Utang PLN Melonjak & Terus Alami Kerugian?

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/10/2025

    Berita

    tirto.id - Baru-baru ini, beredar konten klaim di media sosial yang menyatakan bahwa utang PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) melonjak dan terus merugi.

    ADVERTISEMENT

    Salah satu konten klaim tersebut disebarkan oleh akun Instagram @faktanyaindonesiaku (arsip) pada Rabu (6/8/2025). Dalam visual unggahannya, ia menyebut PLN terus merugi, padahal rakyat selalu rutin membayar listrik setiap bulan.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Akun @faktanyaindonesiaku mengutip temuan dari lembaga bernama Center for Budget Analysis (CBA) yang menemukan bahwa utang PLN membengkak jadi Rp 711,2 triliun.
    #inline3 {margin:1.5em auto}
    #inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    “Menurut data dari Center for Budget Analysis (CBA), total utang PLN tahun 2024 tembus Rp711,2 triliun, naik dari tahun sebelumnya yang sudah tinggi di angka Rp655 triliun. Itu artinya, dalam setahun utang PLN naik Rp56,2 triliun, alias Rp156 miliar per hari.,” demikian tulis @faktanyaindonesiaku dalam caption.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Tangkapan layar konten akun @faktanyaindonesiaku tentang utang PLN.

    Hingga artikel ini ditulis, unggahan tersebut sudah disukai 11,6 ribu kali dan mendapat hampir 3 ribu komentar.

    ADVERTISEMENT

    Klaim serupa juga ditemukan pada unggahan akun “mediaomenews” (arsip) di Instagram.

    Lantas, benarkah PLN terus mengalami kerugian seperti yang diklaim akun-akun tersbeut?

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memastikan kebenaran klaim tersebut, Tirto menelusuri laporan keuangan tahunan PT PLN yang tersedia di situs resmi PLN.

    Berdasarkan data dalam Laporan Keuangan Kekonsolidasian Perusahaan Perseroan PT PLN Semester 1 2025 dan tahunan 2024, Tirto mendapati bahwa laba tahun berjalan pada 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp17,7 triliun. Sebagai perbandingan, laba tahun berjalan pada 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp22 triliun.

    Sementara angka Rp711,2 triliun yang disebut dalam unggahan di media sosial, merujuk ke nilai jumlah liabilitas (utang) PLN tanggal 31 Desember 2024. Berdasar laporan tersebut nilainya tercatat Rp711.215.031 juta atau Rp711,2 triliun jika dibulatkan.

    Sebagai perbandingan, jumlah liabilitas (utang) PLN pada 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp655 triliun. Sementara itu, Laporan Keuangan PLN Semester 1 2025 mencatat liabilitas berada di angka Rp734,2 triliun.

    Narasi nilai utang PLN yang disebut di media sosial benar, tetapi klaim kerugian tidak tepat jika merujuk ke laporan keuangan perseroan.

    Baca juga:Info Tarif Listrik per kWh PLN Oktober 2025, Naik atau Turun?

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran fakta, klaim bahwa PLN terus mengalami kerugian dan utangnya melonjak adalah sebagian keliru (partly false). Berdasarkan laporan keuangan resmi PT PLN (Persero) per 31 Desember 2024, perusahaan justru mencatat laba tahun berjalan sebesar Rp17,76 triliun, meskipun nilainya menurun dibanding tahun 2023 yang mencapai Rp22,07 triliun.

    Artinya, PLN memang tidak merugi sebagaimana disebutkan dalam unggahan tersebut.

    Sementara itu, data mengenai kenaikan utang PLN benar adanya. Laporan keuangan PLN menunjukkan total liabilitas (utang) perusahaan pada akhir 2024 mencapai Rp711,2 triliun, naik dari Rp655 triliun pada 2023.

    Dengan demikian, unggahan di media sosial tersebut mencampuradukkan fakta–benar dalam hal peningkatan utang, tapi keliru dalam menyimpulkan bahwa kenaikan utang berarti PLN merugi.

    Baca juga:PLN: Pasokan Listrik di Aceh Kembali Normal 100 PersenPLN Aceh soal Listrik Padam: Sistem Down, Masih Upaya Pemulihan

    ==========Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun

    Rujukan