• (GFD-2025-29856) [SALAH] Prabowo Sebut KPK Lamban dalam Menangani Kasus

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 05/11/2025

    Berita

    Akun Facebook “Eca Jaya” pada Minggu (19/10/2025) membagikan video [arsip] dengan narasi:

    “PRABOWO NG4MUK, sebut Kpk lamba4n dalam menangani kasus

    KPK dinilai gagal Brantas korups1 , kasus selalu mental tanpa kejelasan, kalian tugasnya untuk rakyat bukan pejabat

    Apakah saya harus turun ke KPK atau ganti ketuanya”

    Per Rabu (5/11/2025), konten tersebut telah mendapat 25.700-an tanda suka dan 5.700-an komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memeriksa tangkapan layar konten yang menampilkan potret Presiden Prabowo menggunakan Google Lens. Hasil penelusuran mengarah ke video di kanal YouTube IDN Times “FULL: DEBAT KEEMPAT - CALON PRESIDEN 2019”, tayang Sabtu (30/3/2019). Konteks asli video adalah momen debat keempat Prabowo Subianto sebagai calon presiden dalam Pilpres 2019.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “Prabowo sebut KPK lamban” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah pemberitaan yang tidak saling berkaitan, antara lain:

    • Berita kompas.com “Prabowo Sebut Swasta Lebih Efisien, Bandingkan BUMN yang Lambat dan Boros”, tayang Kamis (12/6/2025). Berita ini melaporkan bahwa dalam sambutan Konferensi Internasional Struktur Tahun 2025 yang digelar Kamis (12/6/2025), Presiden Prabowo menyebut kerja perusahaan swasta lebih efisien dan modern ketimbang perusahaan Badan Usaha Milik negara (BUMN) yang lambat dan boros. Ia juga menyinggung perusahaan BUMN yang kerap diberikan suntikan modal oleh pemerintah.

    • Berita tribunnews.com “Prabowo Tanggung Jawab Bela Whoosh demi Rakyat, Penyelidikan Dugaan Mark Up oleh KPK Bisa Melempem”. Dalam berita yang tayang Selasa (4/11/2025) ini, dilaporkan bahwa Presiden Prabowo mengaku akan bertanggung jawab soal kereta cepat Whoosh. Diketahui, Whoosh belakangan disorot karena diduga memiliki mark up anggaran yang saat ini masih diselidiki KPK.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Presiden Prabowo sebut KPK lamban dalam menangani kasus”.

    Kesimpulan

    Unggahan video berisi klaim “Presiden Prabowo sebut KPK lamban dalam menangani kasus” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-29858) [SALAH] China Tiru Cara Purbaya Bank Central China Guyur Uang ke Sistem Perbankan

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 05/11/2025

    Berita


    “China tiru cara purbaya!!

    Bank sentral china menyuntik 900 miliar yuan atau setara dengan US$127 Billion ke sistem perbankan pada 27 oktober 2025”.

    Hingga Rabu (5/11/2025) unggahan tersebut mendapatkan lebih dari 2.850 tanda suka, 210-an komentar, dan dibagikan ulang lebih 200 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Periksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukan kata kunci  “Bank Central China guyur US$127 miliar ke perbankan” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke pemberitaan cnbcindonesia.com “PBOC Guyur USD 127 Miliar Dollar Ke Perbankan China”.

    Berita yang tayang pada Senin (27/10/2025) itu menjelaskan bahwa Bank Central China atau The People’s Bank of China (PBOC) memutuskan untuk menginjeksi 900 miliar yuan atau setara dengan USD127 miliar kepada lembaga keuangan. Injeksi dana dilakukan melalui fasilitas pinjaman jangka menengah satu tahun, bertujuan untuk menjaga likuiditas di sistem perbankan.

    TurnBackHoax lalu memasukan kata kunci “sejak kapan kebijakan Medium-term Lending Facility (MLF) Bank Central China diperkenalkan” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke pemberitaan Xinhua “China to Conduct 600 Billion yuan MLF Operation On August-25” yang dimuat di laman english.gov.cn.

    Berita yang tayang pada Jumat (22/8/2025) itu menjelaskan bahwa kebijakan MLF PBOC diperkenalkan pada tahun 2014 untuk membantu bank komersial dan menjaga likuiditas. Kebijakan ini memungkinkan perbankan meminjam dari bank sentral dengan menggunakan sekuritas sebagai agunan.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi klaim “China tiru cara Purbaya bank central china guyur uang ke sistem perbankan” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-29861) Hoaks! Kepala Kantor Staf Presiden usulkan Gibran jadi pahlawan nasional

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/11/2025

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menampilkan tangkapan layar artikel yang diklaim berasal dari media daring dan menarasikan bahwa Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, mengusulkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi pahlawan nasional.

    Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa Gibran telah banyak berjasa bagi bangsa dan negara, bahkan disebut melebihi jasa Presiden pertama dan kedua Indonesia, Soekarno dan Soeharto.

    Berikut judul dalam tangkapan layar unggahan tersebut:

    “Muhammad Qodari Usulkan Gibran Jadi Pahlawan Nasional

    Jasanya Sudah Banyak Buat Bangsa dan Negara Melebihi Soekarno dan Soeharto”

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Namun, benarkah artikel Kepala Kantor Staf Presiden usulkan Gibran jadi pahlawan nasional?

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ada artikel dengan judul seperti yang terlihat dalam unggahan tersebut.

    ANTARA menemukan artikel dengan foto, nama penulis, dan waktu publikasi yang serupa, tetapi memiliki judul berbeda yaitu “Hari Ini Sidang Gugatan Ijazah SMA Gibran Digelar di PN Jakarta Pusat”.

    Artikel tersebut membahas sidang gugatan perdata terkait ijazah SMA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang berlangsung pada Senin, 27 Oktober 2025, dengan agenda pembacaan penetapan.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Tidak ditemukan pernyataan maupun pemberitaan yang menyebut Muhammad Qodari mengusulkan Gibran sebagai pahlawan nasional. Dengan demikian, judul dalam unggahan tersebut merupakan hasil suntingan dan tidak benar.

    Klaim: Kepala Kantor Staf Presiden usulkan Gibran jadi pahlawan nasional

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29862) Cek fakta, Roberto Mancini resmi jadi pelatih Timnas Indonesia pada Oktober 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/11/2025

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menampilkan tangkapan layar yang berisi klaim bahwa Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah merekrut mantan pelatih Timnas Italia dan Timnas Arab Saudi, Roberto Mancini, untuk menjadi pelatih baru Timnas Indonesia menggantikan Patrick Kluivert.

    Berikut narasi dalam gambar tersebut:

    “ERICK THOHIIR: BUKAN STY, SAYA REKRUT PELATIH KELAS ATAS EROPA YANG SUDAH TERBUKTI

    PSSI RESMI REKRUT ROBERTO MANCINI

    ROBERTO MANCINI JADI NAHKODA BARU TIMNAS INDONESIA MENGGANTIKAN PATRICK KLUIVERT”

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Unggahan tersebut juga dinarasikan:

    “STY TERBUANG! PSSI Sepakati Kontrak Fantastis dengan Roberto Mancini untuk Gantikan Kluivert di Timnas Indonesia!”

    Namun, benarkah Roberto Mancini resmi jadi pelatih Timnas Indonesia pada Oktober 2025?



    Hasil Cek Fakta

    Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dilansir dari ANTARA, menegaskan bahwa pihaknya belum menunjuk pelatih baru untuk Timnas Indonesia setelah berakhirnya kerja sama dengan Patrick Kluivert dan tim kepelatihannya.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Erick menjelaskan, PSSI tidak ingin tergesa-gesa dalam menentukan pelatih baru karena masih memprioritaskan persiapan untuk pertandingan FIFA Matchday, terutama bagi tim U-23.

    Ia menambahkan bahwa target utama saat ini adalah memperbaiki peringkat Indonesia di ranking FIFA dan menjaga reputasi Indonesia di mata dunia sebagai bangsa yang berperilaku baik.

    Sementara itu, Anggota Exco Vivin Cahyano Sungkono, menegaskan bahwa PSSI sedang bekerja keras mencari pelatih yang tepat untuk memimpin Timnas Indonesia dalam jangka panjang sesuai dengan visi dan peta jalan baru sepak bola nasional.

    “PSSI sedang bekerja keras mencari sosok pelatih senior yang akan memimpin Timnas dalam jangka waktu panjang sesuai dengan visi dan peta jalan baru sepak bola Indonesia," ungkap Vivin, dilansir dari ANTARA.

    Vivin juga meminta publik untuk bersabar dan memberikan waktu bagi PSSI agar dapat mengambil keputusan terbaik bagi masa depan Timnas Indonesia. Dengan demikian informasi tersebut tidak berdasar.

    Rating: Hoaks

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan