• (GFD-2025-29973) Menyesatkan: Menkeu Purbaya Umumkan Pinjaman Bank Tanpa Bunga

    Sumber:
    Tanggal publish: 11/11/2025

    Berita

    VIDEO dengan klaim Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa resmi mengumumkan pinjaman bank tanpa bunga untuk membantu masyarakat diunggah akun Instagram [arsip] pada 7 November 2025.  

    Dalam video itu, Purbaya menyebut sejumlah bank yang disebut menerima dana segar, yakni Bank Mandiri, BRI, BTN, BNI, dan BSI. “Di Mandiri kita taruh Rp55 triliun, BRI Rp55 triliun, BTN Rp25 triliun, BNI Rp55 triliun, dan BSI Rp10 triliun,” ucap Purbaya.



    Benarkah Menkeu Purbaya umumkan pinjaman bank tanpa bunga untuk masyarakat?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi unggahan tersebut menggunakan pencarian gambar terbalik Google Lens dan menelusuri pemberitaan dari sumber kredibel. Faktanya, dalam video itu Purbaya tidak mengumumkan pinjaman tanpa bunga, melainkan menjelaskan penyaluran dana sebesar Rp200 triliun ke lima bank milik negara.



    Klip lengkapnya diunggah sejumlah akun YouTube media nasional pada 12 September 2025, antara lain Nusantara TV, CNBC Indonesia dan Kompas TV.

    Dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat siang, 12 September 2025, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa dana segar senilai Rp200 triliun akan disalurkan ke lima bank pada hari itu.

    Lima bank tersebut adalah Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Purbaya sama sekali tidak menyampaikan adanya program pinjaman tanpa bunga untuk masyarakat.

    Penyaluran Kredit lewat Bank Himbara

    Pemerintah menempatkan dana sekitar Rp200 triliun di bank-bank milik negara (Himbara) untuk memperkuat likuiditas dan mendorong penyaluran kredit ke sektor riil. Langkah ini dinilai mengubah wajah fiskal Indonesia, menunjukkan bahwa pemerintah kini memiliki ruang fiskal yang lebih kuat.

    Menurut Purbaya Yudhi Sadewa, dana yang ditempatkan di bank-bank seperti Mandiri, BRI, dan BNI telah membantu mempercepat pertumbuhan uang beredar dan memperkuat sistem keuangan nasional. Dengan tambahan likuiditas tersebut, Himbara diharapkan dapat menyalurkan kredit secara lebih luas untuk mendukung kegiatan ekonomi, konsumsi, dan investasi di berbagai sektor. 

    Pilihan editor: Purbaya Nilai Dana Rp 200 T ke Himbara Mengubah Wajah Fiskal

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan bahwa klaim Menkeu Purbaya umumkan pinjaman bank tanpa bunga untuk masyarakat adalah menyesatkan.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29974) Sebagian Benar: Kompres Kaki dengan Bawang Merah dan Minyak Kayu Putih Redakan Flu Anak

    Sumber:
    Tanggal publish: 11/11/2025

    Berita

    VIDEO yang menampilkan tutorial penggunaan minyak kayu putih dan bawang merah untuk meredakan flu serta kembung pada bayi beredar di Instagram [arsip]. Dalam video itu, telapak kaki bayi dibungkus dengan kaus kaki berisi bawang merah dan minyak kayu putih. Metode ini diklaim efektif meredakan flu dan kembung pada balita.



    Namun, benarkah mengompres kaki bayi dengan minyak kayu putih dan bawang merah bisa meredakan flu dan kembung pada bayi?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi klaim tersebut dengan mewawancarai ahli dan menelusuri sejumlah situs kesehatan. Hasilnya, kedua bahan itu memang memiliki manfaat untuk membantu meredakan demam, flu, dan kembung. Namun, belum ada penelitian yang menjelaskan dosis dan kadar penggunaannya secara pasti untuk mengatasi masalah kesehatan tersebut.

    Ketua Umum Apoteker Praktek Herbal Indonesia (APHI) Dr. apt. Kintoko, M.Sc., mengatakan minyak kayu putih dan bawang merah memang bermanfaat bagi sistem pencernaan. Namun, penggunaannya di telapak kaki sebaiknya dilakukan dengan pijatan, bukan dengan cara menutupnya menggunakan kaus kaki.

    Ia menambahkan, khasiatnya bisa ditingkatkan dengan menambahkan minyak zaitun. Menurut literatur pengobatan tradisional Cina, minyak zaitun dapat menstimulasi jaringan peredaran darah yang berdampak positif pada sistem pencernaan, hati, dan paru-paru.

    “Kayu putih dan bawang merah dapat merangsang titik peredaran darah yang berpengaruh pada sistem pencernaan,” ujar dosen Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta itu kepada Tempo, 7 November 2025.

    Dikutip dari situs kesehatan Klikdokter, dr. Reza Fahlevi, Sp.A., menjelaskan bahwa kadar dan dosis penggunaan bawang merah untuk mengobati penyakit belum pernah diteliti secara spesifik. Bawang merah memang memiliki efek menghangatkan tubuh yang dapat membantu meredakan demam dan flu.

    Namun, penggunaannya untuk meredakan flu pada balita sebaiknya hanya dijadikan terapi pendukung. Balita tetap perlu mendapat pengobatan yang telah teruji secara klinis apabila hasil diagnosis menunjukkan adanya penyakit tertentu.

    Sementara itu, dr. Amadeo D. Basfiansa melalui situs Alodokter.com, mengingatkan bahwa baluran bawang merah sebaiknya hanya dilakukan pada orang dengan kulit yang tidak sensitif.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa klaim penggunaan bawang merah dan minyak kayu putih untuk meredakan flu dan kembung pada anak adalah sebagian benar.

    Bawang merah memang memberikan efek hangat pada tubuh dan dapat membantu meredakan demam, flu, serta kembung. Namun, belum ada penelitian klinis yang secara spesifik mengukur efektivitas penggunaannya sebagai terapi untuk ketiga kondisi tersebut.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29975) Cek Fakta: Hoaks Video Kardinal Ignatius Suharyo soal Bantuan Dana Pembangunan Gereja

    Sumber:
    Tanggal publish: 11/11/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar postingan di media sosial klaim video Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo menyampaikan bantuan dana untuk pembangunan gereja. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 4 November 2025.
    Dalam postingan terdapat tulisan:
    "BANTUAN DANA D.A.P NON MUSLIM & PEMBANGUNAN GEREJA KHUSUS UMAT KRISTEN DAN KATOLIK"
    Unggahan menyertakan video klaim Ignatius yang sedang berbicara sebagai berikut:
    "Shalom salam sejahtera bagi kita semua
    Melalui akun Facebook ini, saya atas nama Uskup Agung Katolik Jakarta Indonesia Kardinal Ignatius Suharto, saya ingin menyampaikan mengenai dana bantuan DAP, yang disalurkan bagi masyarakat di Timor Leste melalui kerja sama antara Indonesia dan Australia.
    Dana bantuan ini nantinya wajib disalurkan 40 persen untuk pembangunan gereja dan lain lain, sementara 60 persennya dapat digunakan untuk dijadikan modal usaha atau bayar utang dan untuk tabungan masa tua.
    Semoga dengan adanya program ini, kami memberikan peluang kepada saudara saudari terkasih di Timor Leste dan dapat membantu dan digunakan dengan bijak
    Silakan saudari saudari terkasih, mengajukan permohonan dana DAP melalui pesan messenger, semoga permohonan saudara saudari dapat disetujui atau di ACC dan langsung diproses pencairannya
    Sekali lagi saya ucapkan selamat untuk saudara seiman saya di Timor Leste Tuhan Yesus Kristus selalu memberkati kita"
    Benarkah klaim video Kardinal Ignatius Suharyo menyampaikan bantuan dana untuk pembangunan gereja? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Kardinal Ignatius Suharyo menyampaikan bantuan dana untuk pembangunan gereja. Penelusuran mengarah pada pernyataan dari Humas Keuskupan Agung Jakarta melalui akun Instagram resminya @humaskaj.
    Berikut postingannya:
    "Beberapa hari terakhir, beredar video Bapa Kardinal yang dinarasikan menggalang dana dalam “Program Bantuan Dana Gereja” ataupun penyaluran dana ratusan juta rupiah.
    Narasi tersebut adalah hoaks, dan videonya telah dimanipulasi menggunakan teknologi deep fake.
    Video asli sebenarnya adalah pesan rohani dari Kardinal untuk Orang Muda Katolik (OMK) di Tomohon dan tidak ada kaitannya dengan program bantuan dana, transfer uang, ataupun penyaluran dana kesejahteraan seperti yang disebutkan.
    Pihak-pihak tidak bertanggung jawab kemudian mengambil cuplikan video tersebut, mengganti konteksnya, menambahkan narasi palsu, lalu menyebarkannya untuk memancing orang agar menghubungi tautan tertentu, yang sangat berpotensi mengarah pada penipuan dan pengumpulan data pribadi.
    Harap berhati-hati
    Jika Anda menemukan posting serupa:
    ? Abaikan? Jangan klik tautan? Jangan memberikan data pribadi? Laporkan ke pihak Gereja atau otoritas resmi
    *Humas Keuskupan Agung Jakarta*Jakarta, 6 November 2025"

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Kardinal Ignatius Suharyo menyampaikan bantuan dana untuk pembangunan gereja adalah hoaks.
  • (GFD-2025-29985) [HOAKS] Mark Zuckerberg Menyatakan Medsos Tidak Akan Ada jika Iran dan AS Perang

    Sumber:
    Tanggal publish: 11/11/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di jagat maya tersiar pernyataan CEO Meta, Mark Zuckerberg mengenai kemungkinan perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

    Pengguna media sosial menyebutkan, Zuckerberg memprediksi jika perang Iran dan AS pecah, maka raksasa internet dan media sosial akan tiada.

    Namun, setelah diperiksa Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.

    Pernyataan Mark Zuckerberg mengenai perang Iran dan AS disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Konten serupa dengan gambar berbeda disebarkan oleh akun Instagram ini dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis:

    Sudah siapak Kita!

    Mark Zuckerberg"Jika Iran Dan Amerika Pecah Maka Kita Akan Kembali Kemasa Tanpa Google, Facebook, Whatsapp, dan Instagram Karena dampak Dari Perang Tersebut" Ucap Mark Zuckerberg

    Kita Akan Kembali Lihat Info Dunia Dengan TV, Back To Tahun 90 an

    Sementara, berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 25 Juni 2025:

    Jangan sampai AS perang dgn Iran kita akan kembali jaman dulu lagi tanpa listrik tanpa internet

    akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, yang mengeklaim Mark Zuckerberg membuat pernyataan mengenai kemungkinan perang Iran dan AS.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menggunakan metode dorking di Google untuk mencari pernyataan Mark Zuckerberg tentang perang Iran dan AS.

    Hasilnya, tidak menemukan jejak digital yang memuat pernyataan Mark Zuckerberg terkait topik tersebut.

    Pendiri Facebook tersebut tampaknya membatasi diri untuk berkomentar mengenai masalah politik, baik dalam dan luar negeri.

    Misalnya, pada 2022 ketika Rusia membatasi sebagian akses Facebook ke negara tersebut, Zuckerberg tetap diam.

    Sebagaimana diwartakan CNN, pernyataan dari Meta lebih banyak disampaikan oleh mantan Kepala Urusan Global Meta, Nick Clegg.

    Terpantau, pernyataan terbaru Zuckerberg disampaikan saat menghadiri acara di Biohub Imaging Institute di Redwood City, California pada Rabu, 5 November 2025 malam.

    Sebagaimana dilansir Associated Press, Zuckerberg menyatakan bahwa dia dan istrinya akan menjadikan Biohub sebagai fokus utama kegiatan filantropinya.

    Biohub merupakan organisasi sains milik pasutri tersebut, yang fokus pada penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mempercepat penemuan ilmiah.

    Kesimpulan

    Narasi yang mengeklaim Mark Zuckerberg membuat pernyataan mengenai kemungkinan perang Iran dan AS, merupakan hoaks.

    Tidak ada pernyataan Zuckerberg bahwa dunia akan kembali sebelum adanya Google dan media sosial Meta.

    Sejauh ini, pendiri Facebook tersebut cenderung tidak berkomentar mengenai politik atau isu global.

    Rujukan