• (GFD-2025-30396) Hoaks Israel Robek Bendera Indonesia di Sidang PBB

    Sumber:
    Tanggal publish: 22/11/2025

    Berita

    tirto.id - Dukungan kuat Indonesia untuk Palestina membuat narasi soal Israel kerap kali terkesan negatif di Tanah Air. Meski tidak berkonflik secara langsung, sejumlah narasi di media sosial kerap menggambarkan hubungan yang kuran akur antara kedua negara.

    ADVERTISEMENT

    Muncul unggahan di media sosial yang mengklaim bahwa Israel merobek bendera Indonesia saat sidang PBB. Narasi tersebut menambahkan kalau Tel Aviv diserang “1000 Rudal Khan”. Klaim tersebut beredar melalui sejumlah platform, mulai dari Instagram, X, hingga TikTok.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Salah satu unggahan yang banyak dibagikan menampilkan gambar thumbnail YouTube yang memperlihatkan bendera Indonesia tampak sobek di dalam ruang sidang PBB. Salah satu akun yang memposting narasi tersebut adalah @West Papua (arsip) pada akun Facebook pada Rabu (29/10/2025) , dengan teks dalam foto mendeskripsikan juga kejadian dalam gambar berbunyi, "Bendera NKRI Di Robek Israel Di Sidang Perdamaian PBB!!"

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Hingga Jumat (21/11/2025), postingan tersebut mengumpulkan 32 tanda suka, 20 komentar dan 65 kali dibagikan ulang.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta Israel Robek Bendera Indonesia. foto/hotline periksa fakta tirto

    Postingan serupa juga turut disebarkan melalui beberapa akun lainnya, yaitu @Tita83079013 melalui X (Twitter) pada Jumat (31/10/2025), @bka68570 di Instagram pada Minggu (2/11/2025) dan @fatamorgana10 di TikTok pada Jumat (31/10/2025).

    ADVERTISEMENT

    “Itu lah akibat suka ikut campur terlalu jauh urusan negara lain…wkwkwk…” salah satu komentar netizen di X (Twitter) pada postingan @Tita83079013.

    Lantas, bagaimana kebenarannya? Apakah benar ada insiden perwakilan Israel merobek bandera Indonesia di sidang PBB?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto melakukan penelusuran dengan memeriksa sumber visual, verifikasi berita atau informasi resmi, meninjau pemberitaan media internasional, serta mencari dasar klaim mengenai “1000 Rudal Khan”.

    Hasil pemeriksaan terhadap gambar yang beredar menunjukkan bahwa visual tersebut bukan dokumentasi asli dari sidang PBB. Foto thumbnail yang digunakan berasal dari video YouTube yang diunggah oleh akun @suara irma dengan judul yang sama.

    Video tersebut jika ditonton secara penuh, berisi penjelasan dampak dan apa yang akan terjadi jika terjadi perobekan bendera Indonesia oleh Israel. Seluruh visual dramatis hanya terdapat pada thumbnail, tidak terdapat dalam isi video. Ini menunjukkan bahwa gambar dan judul pada thumbnail itu sengaja direkayasa untuk meningkatkan daya tarik dan memancing klik.

    Dalam keterangan deskripsi video, pihak Youtube juga telah memberi label video label sebagai "Altered or synthetic content" yang mengindikasikan konten memuat atau sepenuhnya dibuat dengan kecerdasan buatan atau suntingan digital.

    Hasil pemindaian menggunakan alat pendeteksi AI Hive Moderation, hasilnya menunjukan salah satu potongan gambar dari video itu dinilai 95,9 persen kemungkinan buatan AI.

    Sementara pemindaian sepotong video tersebut bahkan menunjukkan 99 persen konten tersebut terindikasi buatan AI, baik konten audio maupun visualnya.

    Periksa Fakta Israel Robek Bendera Indonesia. FOTO/Hotline Periksa Fakta tirto

    Sementara itu hasil penelusuran di mesin pencarian, tidak ditemukan berita atau informasi resmi yang menyiarkan informasi ini. Hingga Jumat (21/11/2025), tidak ditemukan satupun dokumentasi yang memverifikasi insiden perobekan bendera Indonesia oleh Israel.

    Jika benar ada tindakan provokatif seperti itu, PBB hampir pasti akan mengeluarkan pernyataan resmi mengingat hubungan diplomatik antarnegara menjadi salah satu isu yang sangat sensitif. Namun hingga tulisan ini dibuat, tidak ada rilis atau catatan dari Sekretariat PBB terkait kejadian tersebut.

    Selain itu, tidak ditemukan pula respons atau pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Indonesia maupun Israel. Insiden menyangkut simbol negara biasanya akan memicu reaksi cepat dari pihak yang dirugikan, termasuk nota diplomatik atau konferensi pers, tetapi tidak ada satu pun langkah itu yang dapat ditelusuri. Ketiadaan reaksi resmi dari dua negara serta tidak adanya pemberitaan di media internasional menegaskan bahwa narasi tersebut tidak berlandaskan fakta.

    Bagian lain narasi pada unggahan yang menyebut adanya serangan “1000 Rudal Khan” juga tidak dapat dipertanggungjawabkan. Dalam hasil pencarian, tidak ditemukan jenis rudal bernama “Khan” yang digunakan dalam konflik modern sebagaimana diklaim warganet. Serangan berskala besar seperti penembakan ribuan rudal biasanya akan menjadi perhatian utama media internasional karena dampak keamanan yang sangat besar. Namun tidak ada satu pun berita kredibel yang melaporkan peristiwa semacam itu pada rentang waktu yang disebutkan.

    Dengan demikian, seluruh klaim mengenai perobekan bendera Indonesia dan serangan rudal tersebut tidak memiliki landasan faktual, baik dari segi dokumentasi visual, pemberitaan resmi.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebut Israel merobek bendera Indonesia di sidang PBB serta adanya serangan “1000 Rudal Khan” ke Tel Aviv adalah salah dan menyesatkan (false & misleading).

    Gambar yang beredar bukan dokumentasi peristiwa, melainkan rekayasa visual yang digunakan sebagai thumbnail. Tidak terdapat laporan resmi dari PBB, pemerintah Indonesia, atau Israel mengenai insiden tersebut.

    Dengan tidak adanya sumber kredibel yang mendukung narasi tersebut, konten yang beredar dapat dipastikan sebagai hoaks dan bagian dari disinformasi visual yang dirancang untuk memancing emosi serta memicu viralitas.

    closeAdvertisementsgeneral_URL_gpt_producer-20251015-11:53CANCELNEXT VIDEOPausePlay% buffered00:0000:0000:00UnmuteMutePlayPowered by GliaStudios

    Rujukan

  • (GFD-2025-30436) Hoaks Israel Robek Bendera Indonesia di Sidang PBB

    Sumber:
    Tanggal publish: 22/11/2025

    Berita

    tirto.id - Dukungan kuat Indonesia untuk Palestina membuat narasi soal Israel kerap kali terkesan negatif di Tanah Air. Meski tidak berkonflik secara langsung, sejumlah narasi di media sosial kerap menggambarkan hubungan yang kuran akur antara kedua negara.

    ADVERTISEMENT

    Muncul unggahan di media sosial yang mengklaim bahwa Israel merobek bendera Indonesia saat sidang PBB. Narasi tersebut menambahkan kalau Tel Aviv diserang “1000 Rudal Khan”. Klaim tersebut beredar melalui sejumlah platform, mulai dari Instagram, X, hingga TikTok.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Salah satu unggahan yang banyak dibagikan menampilkan gambar thumbnail YouTube yang memperlihatkan bendera Indonesia tampak sobek di dalam ruang sidang PBB. Salah satu akun yang memposting narasi tersebut adalah @West Papua (arsip) pada akun Facebook pada Rabu (29/10/2025) , dengan teks dalam foto mendeskripsikan juga kejadian dalam gambar berbunyi, "Bendera NKRI Di Robek Israel Di Sidang Perdamaian PBB!!"

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Hingga Jumat (21/11/2025), postingan tersebut mengumpulkan 32 tanda suka, 20 komentar dan 65 kali dibagikan ulang.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta Israel Robek Bendera Indonesia. foto/hotline periksa fakta tirto

    Postingan serupa juga turut disebarkan melalui beberapa akun lainnya, yaitu @Tita83079013 melalui X (Twitter) pada Jumat (31/10/2025), @bka68570 di Instagram pada Minggu (2/11/2025) dan @fatamorgana10 di TikTok pada Jumat (31/10/2025).

    ADVERTISEMENT

    “Itu lah akibat suka ikut campur terlalu jauh urusan negara lain…wkwkwk…” salah satu komentar netizen di X (Twitter) pada postingan @Tita83079013.

    Lantas, bagaimana kebenarannya? Apakah benar ada insiden perwakilan Israel merobek bandera Indonesia di sidang PBB?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto melakukan penelusuran dengan memeriksa sumber visual, verifikasi berita atau informasi resmi, meninjau pemberitaan media internasional, serta mencari dasar klaim mengenai “1000 Rudal Khan”.

    Hasil pemeriksaan terhadap gambar yang beredar menunjukkan bahwa visual tersebut bukan dokumentasi asli dari sidang PBB. Foto thumbnail yang digunakan berasal dari video YouTube yang diunggah oleh akun @suara irma dengan judul yang sama.

    Video tersebut jika ditonton secara penuh, berisi penjelasan dampak dan apa yang akan terjadi jika terjadi perobekan bendera Indonesia oleh Israel. Seluruh visual dramatis hanya terdapat pada thumbnail, tidak terdapat dalam isi video. Ini menunjukkan bahwa gambar dan judul pada thumbnail itu sengaja direkayasa untuk meningkatkan daya tarik dan memancing klik.

    Dalam keterangan deskripsi video, pihak Youtube juga telah memberi label video label sebagai "Altered or synthetic content" yang mengindikasikan konten memuat atau sepenuhnya dibuat dengan kecerdasan buatan atau suntingan digital.

    Hasil pemindaian menggunakan alat pendeteksi AI Hive Moderation, hasilnya menunjukan salah satu potongan gambar dari video itu dinilai 95,9 persen kemungkinan buatan AI.

    Sementara pemindaian sepotong video tersebut bahkan menunjukkan 99 persen konten tersebut terindikasi buatan AI, baik konten audio maupun visualnya.

    Periksa Fakta Israel Robek Bendera Indonesia. FOTO/Hotline Periksa Fakta tirto

    Sementara itu hasil penelusuran di mesin pencarian, tidak ditemukan berita atau informasi resmi yang menyiarkan informasi ini. Hingga Jumat (21/11/2025), tidak ditemukan satupun dokumentasi yang memverifikasi insiden perobekan bendera Indonesia oleh Israel.

    Jika benar ada tindakan provokatif seperti itu, PBB hampir pasti akan mengeluarkan pernyataan resmi mengingat hubungan diplomatik antarnegara menjadi salah satu isu yang sangat sensitif. Namun hingga tulisan ini dibuat, tidak ada rilis atau catatan dari Sekretariat PBB terkait kejadian tersebut.

    Selain itu, tidak ditemukan pula respons atau pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Indonesia maupun Israel. Insiden menyangkut simbol negara biasanya akan memicu reaksi cepat dari pihak yang dirugikan, termasuk nota diplomatik atau konferensi pers, tetapi tidak ada satu pun langkah itu yang dapat ditelusuri. Ketiadaan reaksi resmi dari dua negara serta tidak adanya pemberitaan di media internasional menegaskan bahwa narasi tersebut tidak berlandaskan fakta.

    Bagian lain narasi pada unggahan yang menyebut adanya serangan “1000 Rudal Khan” juga tidak dapat dipertanggungjawabkan. Dalam hasil pencarian, tidak ditemukan jenis rudal bernama “Khan” yang digunakan dalam konflik modern sebagaimana diklaim warganet. Serangan berskala besar seperti penembakan ribuan rudal biasanya akan menjadi perhatian utama media internasional karena dampak keamanan yang sangat besar. Namun tidak ada satu pun berita kredibel yang melaporkan peristiwa semacam itu pada rentang waktu yang disebutkan.

    Dengan demikian, seluruh klaim mengenai perobekan bendera Indonesia dan serangan rudal tersebut tidak memiliki landasan faktual, baik dari segi dokumentasi visual, pemberitaan resmi.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebut Israel merobek bendera Indonesia di sidang PBB serta adanya serangan “1000 Rudal Khan” ke Tel Aviv adalah salah dan menyesatkan (false & misleading).

    Gambar yang beredar bukan dokumentasi peristiwa, melainkan rekayasa visual yang digunakan sebagai thumbnail. Tidak terdapat laporan resmi dari PBB, pemerintah Indonesia, atau Israel mengenai insiden tersebut.

    Dengan tidak adanya sumber kredibel yang mendukung narasi tersebut, konten yang beredar dapat dipastikan sebagai hoaks dan bagian dari disinformasi visual yang dirancang untuk memancing emosi serta memicu viralitas.

    closeAdvertisementsgeneral_URL_gpt_producer-20251015-12:23CANCELNEXT VIDEOPausePlay% buffered00:0000:0000:00UnmuteMutePlayPowered by GliaStudios

    Rujukan

  • (GFD-2025-30208) Keliru: Indonesia Mengerahkan Militer ke Ambalat untuk Perangi Malaysia

    Sumber:
    Tanggal publish: 21/11/2025

    Berita

    KONTEN dengan klaim pemerintah Indonesia mengerahkan armada militer ke Ambalat untuk memerangi Malaysia, beredar di Facebook [arsip] pada 17 November 2025.  

    Konten itu menampilkan kolase poster berisi foto Presiden Indonesia Prabowo Subianto, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, lengkap dengan gambar barisan pasukan dan perlengkapan militer. Narasinya mengklaim Indonesia mengerahkan KRI Brawijaya dan KRI Prabu Siliwangi terkait sengketa Blok Ambalat dengan Malaysia.



    Namun, benarkah visual dalam konten itu terkait pengerahan armada militer ke Ambalat untuk memerangi Malaysia?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi video itu dengan pencarian gambar terbalik, alat deteksi konten AI, dan informasi dari situs kredibel. Pemeriksaan menunjukkan visual dalam konten tidak menggambarkan pengerahan militer ke Ambalat.

    Gambar Prabowo mengenakan baret merah dan setelan biru. Foto itu sebenarnya diambil saat ia masih menjabat Menteri Pertahanan. Pada 30 April 2024, ia menghadiri upacara HUT ke-72 Komando Pasukan Khusus di Cijantung, Jakarta Timur, sebagaimana diberitakan Tempo.



    Foto Prabowo yang mengenakan jas abu-abu juga tidak terkait isu pengerahan militer. Gambar itu diambil saat ia berpidato dalam Sidang Tahunan MPR RI pada 15 Agustus 2025, identik dengan tayangan YouTube DPD RI. Dalam pidato yang transkrip lengkapnya dimuat Kompas.com, Prabowo memang menyinggung potensi perselisihan dengan Malaysia, namun ia menegaskan hubungan kedua negara tetap bersahabat.



    Sementara itu, Foto Anwar Ibrahim yang ditempel dalam konten itu juga tidak berkaitan dengan sengketa Blok Ambalat. Gambar tersebut diambil saat ia menghadiri upacara peletakan karangan bunga di Taman Rizal, Manila, pada 2 Maret 2023, sebagaimana dipublikasikan Getty Images. Kegiatan itu bagian dari hubungan bilateral Malaysia dan Filipina, bukan terkait Indonesia.



    Ketika visual gambar dipindai menggunakan Was It AI dan AI or NOT, hasilnya menunjukkan kemungkinan besar dibuat dengan akal imitasi (AI). Poster pertama menunjukan hasil  kemungkinan pelibatan AI mencapai 60 persen.



    Sedangkan poster kedua menunjukkan kemungkinan 70 persen konten melibatkan AI.



    Sengketa Ambalat antara Indonesia-Malaysia

    TNI Angkatan Laut memang pernah mengerahkan sejumlah kapal perang ke Blok, salah satunya melibatkan KRI Mandau-621, KRI Keris-624, dan KRI Hiu-634 pada Oktober 2025. Namun pengerahan itu bukan untuk memerangi Malaysia, melainkan untuk latihan.

    Dalam artikel Tempo, Indonesia mengklaim Ambalat sebagai bagian dari wilayahnya dengan merujuk pada statusnya sebagai negara kepulauan berdasarkan hukum internasional, khususnya prinsip-prinsip dalam Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS) 1982. Klaim ini diperkuat oleh peta historis, perjanjian, serta doktrin hukum yang mengakui karakter kepulauan Indonesia.

    Di sisi lain, Malaysia menyatakan klaim atas sebagian Ambalat dengan merujuk pada peta unilateral tahun 1979 yang memasukkan wilayah tersebut dalam batas maritim versinya. Malaysia juga mengajukan dasar kedekatan geografis dengan pulau-pulau seperti Sipadan dan Ligitan, serta merujuk pada pernyataan diplomatik sebelumnya untuk mendukung klaimnya.

    Ketegangan antara kedua negara mulai meningkat pada 1980-an hingga 1990-an, ditandai dengan intensifikasi patroli, aktivitas eksplorasi sumber daya, dan saling menyampaikan protes diplomatik. Indonesia menolak klaim Malaysia, menekankan dasar hukum dan geografis klaimnya, sementara pernyataan Malaysia mendapat perhatian dari kawasan. 

    Pada 2003, Indonesia secara resmi menyampaikan nota protes terhadap klaim maritim Malaysia yang memasukkan blok Ambalat, yang dinilai tidak sejalan dengan UNCLOS dan prinsip kedaulatan negara kepulauan.

    Ketegangan memuncak pada 2009 saat Malaysia mengumumkan rencana eksplorasi minyak dan gas di kawasan sengketa, yang kemudian direspons oleh Indonesia dengan memperketat patroli dan mempertegas klaimnya.

    Walaupun berbagai upaya diplomatik telah dilakukan, meliputi dialog bilateral hingga usulan kerja sama eksplorasi, belum ada penyelesaian final yang dicapai. Selama dekade 2010-an, sengketa ini tetap menjadi isu sensitif di kawasan, dengan kedua negara mempertahankan klaim kedaulatannya dan tetap membuka ruang dialog untuk solusi damai.

    Baik Indonesia maupun Malaysia menekankan pentingnya penyelesaian melalui dialog dan mekanisme hukum berdasarkan UNCLOS.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa Indonesia mengerakhan pasukan ke Ambalat untuk memerangi Malaysia adalah klaim keliru.

    Rujukan

  • (GFD-2025-30209) Cek Fakta: Waspada Video Hoaks Hotman Paris Promosi Situs Judol Miliknya

    Sumber:
    Tanggal publish: 21/11/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan video pengacara Hotman Paris mempromosikan situs judol miliknya. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 15 November 2025.
    Dalam postingannya terdapat video Hotman Paris mempromosikan situs judi online tertentu agar masyarakat tidak miskin karena situs judol ilegal. Video berdurasi 38 detik itu dilengkapi dengan narasi:
    "Jangan menunggu kesempatan, ciptakan dengan mencoba"
    Lalu benarkah postingan video pengacara Hotman Paris mempromosikan situs judol miliknya?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan video yang identik dengan postingan. Video itu diunggah Hotman Paris di akun Instagramnya @hotmanparisofficial yang sudah bercentang biru atau terverifikasi.
    Video itu diunggah pada 8 September 2025. Kesamaan terdapat pada pakaian yang dipakai Hotman Paris dan juga latar belakang video dibuat.
    Namun dalam video asli sama sekali tidak membahas terkait promosi situs judol milik Hotman Paris. Video itu membahas klarifikasi Hotman Paris dalam konferensi pers kasus Nadiem Makarim.
    Pencarian dilanjutkan dengan menggunakan website pendeteksi AI, Hive Moderation. Di sana ditemukan bahwa video dalam postingan 87,8 persen merupakan modifikasi AI.

    Kesimpulan


    Postingan video pengacara Hotman Paris mempromosikan situs judol miliknya adalah hoaks.

    Rujukan