(GFD-2018-144) [DISINFORMASI] "Kerja Sama NU dan Israel"
Sumber: twitter.comTanggal publish: 10/06/2018
Berita
"Naudzubillaahi Min Dzalik' .... Di Saat Darah Saudara Kita Tertumpah Di #Palestina ... NU Malah Kerja Sama Dengan Israel' .... #SelamatkanNU #2019GantiPresiden https://t.co/R5GrkGEYxt" |
Hasil Cek Fakta
""Tidak ada kerja sama NU dengan Israel. Sekali lagi ditegaskan, tidak ada jalinan kerjasama. Baik program maupun kelembagaan antara NU dengan Israel,"", selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Rujukan
(GFD-2018-138) [KLARIFIKASI] Penjelasan Djarot atas Informasi yang Sebut Dirinya Menyuap Sejumlah Kepala Desa di Kabupaten Asahan
Sumber:Tanggal publish: 08/06/2018
Berita
beredar di media sosial menyebutkan bahwa Djarot tertangkap tangan tengah menyuap sejumlah kepala desa di Asahan.
Disebut pertemuan itu bersama ketua-ketua Apdesi Simpang Kawat, Asahan.
Pada informasi itu, menyebut Djarot sempat dilarikan ke kantor polisi dan Bawaslu namun dilepas, serta beberapa bukti termasuk keterangan warga yang melihat sudah sebahagian didapat, termasuk sobekan kertas pengikat uang dari bank berjumlah Rp10 juta.
Disebut pertemuan itu bersama ketua-ketua Apdesi Simpang Kawat, Asahan.
Pada informasi itu, menyebut Djarot sempat dilarikan ke kantor polisi dan Bawaslu namun dilepas, serta beberapa bukti termasuk keterangan warga yang melihat sudah sebahagian didapat, termasuk sobekan kertas pengikat uang dari bank berjumlah Rp10 juta.
Hasil Cek Fakta
Djarot menjelaskan tentang kampanye hitam yang menimpanya kepada ratusan pendukung Djarot - Sihar pada acara Dialog Publik bertajuk Lebih Dekat dengan Mas Djarot yang diselenggarakan Cendekia Kawan DJOSS, di Hotel Candi Medan, Kamis malam (7/6/2018).
“Gila kalau ada yang percaya berita tak benar itu," tegasnya.
Terang Djarot, saat itu (5/6/2018), dia dan rombongan tengah dalam perjalanan pulang dari Tanjung Balai menuju Medan. Ketika melintas di Asahan para kepala desa yang tengah mengadakan rapat di kantor APDESI memintanya singgah. Dia pun turun dan bergabung dengan mereka. Duduk dengan cara lesehan, bersilaturahmi.
Sejumlah persoalan, dijelaskan Djarot, disampaikan para kepada desa itu kepadanya. Di antaranya pembuatan kartu keluarga dan kartu tanda penduduk yang sering kali memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun.
"Ada pihak yang panik mungkin yang mengetahui acara itu sehingga disebarkan berita bohong. Tidak ada kampanye di situ," jelas Djarot.
“Gila kalau ada yang percaya berita tak benar itu," tegasnya.
Terang Djarot, saat itu (5/6/2018), dia dan rombongan tengah dalam perjalanan pulang dari Tanjung Balai menuju Medan. Ketika melintas di Asahan para kepala desa yang tengah mengadakan rapat di kantor APDESI memintanya singgah. Dia pun turun dan bergabung dengan mereka. Duduk dengan cara lesehan, bersilaturahmi.
Sejumlah persoalan, dijelaskan Djarot, disampaikan para kepada desa itu kepadanya. Di antaranya pembuatan kartu keluarga dan kartu tanda penduduk yang sering kali memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun.
"Ada pihak yang panik mungkin yang mengetahui acara itu sehingga disebarkan berita bohong. Tidak ada kampanye di situ," jelas Djarot.
Rujukan
- https://regional.kompas.com/read/2018/06/08/08181251/dibantah-kabar-djarot-bagikan-uang-ke-kepala-desa-hingga-dibawa-ke-kantor
- http://www.medanbisnisdaily.com/news/online/read/2018/06/08/39861/soal_isu_ditangkap_bawaslu_karena_bagi_bagi_duit_di_asahan_ini_penjelasan_djarot/
- https://www.facebook.com/search/str/djarot+tertangkap+tangan/keywords_search
(GFD-2018-139) Penipuan Donasi Untuk Anak Kanker Tulang
Sumber: facebook.comTanggal publish: 08/06/2018
Berita
Beredar sebuah postingan di Facebook, yang meminta donasi atas seorang anak yang mengidap kanker tulang.
Sudah dibagikan sebanyak 9.661 kali pada saat tangkapan layar.
Juga disertakan nomor rekening pada komentar pertama untuk tujuan donasi.
Sudah dibagikan sebanyak 9.661 kali pada saat tangkapan layar.
Juga disertakan nomor rekening pada komentar pertama untuk tujuan donasi.
Hasil Cek Fakta
Anak yang dimaksudkan sebenarnya sudah Meninggal pada tahun November 2016 lalu.
Almarhum bernama Kadek Kartika Yasa (13), siswa SMP asal Gianyar, Bali.
Anak semata wayang dari Bapak Ni Wayan Sanu (44).
Almarhum bernama Kadek Kartika Yasa (13), siswa SMP asal Gianyar, Bali.
Anak semata wayang dari Bapak Ni Wayan Sanu (44).
Rujukan
(GFD-2018-133) [DISINFORMASI] "Mereka Tak Pernah Bosan-bosan Untuk Terus Membuat Berita Dusta Seperti Ini"
Sumber: facebook.comTanggal publish: 06/06/2018
Berita
"#AksiBelaBangsa
#2019GantiPresiden
#JagaPancasila
Kami sebagai salah satu penggagas dan penyelenggara Aksi Bela Bangsa, jika membaca berita seperti ini maka dengan mudah akan bisa tahu bagaimana pendukung rezim ini selalu berusaha memanfaatkan celah untuk membuat dusta-dusta demi menjaga pencitraan junjungannya. Mereka tak pernah bosan-bosan untuk terus membuat berita dusta seperti ini.
https://kumparan.com/mata-peristiwa/dianggap-bukan-tokoh-reformasi-amien-rais-ditolak-pada-acara-bela-bangsa-di-yogyakarta"
#2019GantiPresiden
#JagaPancasila
Kami sebagai salah satu penggagas dan penyelenggara Aksi Bela Bangsa, jika membaca berita seperti ini maka dengan mudah akan bisa tahu bagaimana pendukung rezim ini selalu berusaha memanfaatkan celah untuk membuat dusta-dusta demi menjaga pencitraan junjungannya. Mereka tak pernah bosan-bosan untuk terus membuat berita dusta seperti ini.
https://kumparan.com/mata-peristiwa/dianggap-bukan-tokoh-reformasi-amien-rais-ditolak-pada-acara-bela-bangsa-di-yogyakarta"
Hasil Cek Fakta
Tangkapan layar adalah hasil dari scroll kebawah sehingga tidak tampil utuh, dan laman yang disertakan tautannya di post tersebut adalah laman opini. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/652849698380902/
- https://firstdraftnews.org/wp-content/uploads/2017/05/7-types-of-mis-and-disinformation-A5-1.pdf?x99899
- https://id.wikipedia.org/wiki/Opini
- https://kumparan.com/mata-peristiwa/dianggap-bukan-tokoh-reformasi-amien-rais-ditolak-pada-acara-bela-bangsa-di-yogyakarta
Halaman: 7848/7897


