• (GFD--31876) Cek Fakta: Benarkah Listrik dan ATM Bakal Mati Selama 7 Hari? Ini Faktanya!

    Sumber:

    Berita

    SuaraJakarta.id - Sebuah informasi yang sedang viral di media sosial dan aplikasi pesan instan menyebutkan bahwa listrik nasional dan mesin ATM akan mati total selama 7 hari berturut-turut. Narasi ini tersebar luas dengan tampilan yang mengkhawatirkan, lengkap dengan tanggal dan prediksi waktu “mati listrik” serta “ATM tidak bisa digunakan.”

    Akun TikTok “.semprul11” pada Sabtu, (17/01/2026) mengunggah video [arsip] yang menampilkan nama Dharma Pongrekun, disertai klaim bahwa listrik dan layanan ATM di Indonesia akan mati selama tujuh hari ke depan. Unggahan tersebut disertai dengan narasi sebagai berikut:

    Segera bagikan ke teman atau saudara kalian#dharmapongrekun #fyp #panikglobal#fyppppppppppppppppppppppp #beritaviral Persiapan Menghadapi Listrik Mati Selama 7 Hari Pelajari cara bertahan hidup 7 hari tanpa listrik. Siapkan diri sebelum terjadi kepanikan! #dharmapongrekun #panikglobal #beritaviral

    Keywords: persiapan darurat tanpa listrik, bertahan hidup 7 hari, tips survive listrik mati, cara siapkan makanan tahan lama, keadaan darurat siap sedia, antisipasi matinya listrik, pentingnya persiapan menghadapi bencana, tips menjaga air bersih darurat, menghadapi panic buying, percaya diri dalam persiapan

    Hingga artikel ini tayang, unggahan tersebut telah diputar lebih dari 42 ribu kali, 194 suka, 41 interaksi komentar, 34 disimpan, dan 383 dibagikan ulang.

    Unggahan ini membuat banyak netizen panik dan langsung dibagikan ke grup komunitas, keluarga, dan teman-teman, tetapi apa benar prediksi itu? Sebelum Anda percaya atau ikut menyebarkannya, simak dulu hasil cek fakta lengkapnya.

    Pesan ini sering dibagikan di WhatsApp, Facebook, TikTok, dan aplikasi pesan lain dengan pernyataan yang tampak meyakinkan, seolah berasal dari sumber resmi.

    Tim pemeriksa fakta dari TurnBackHoax.ID / Mafindo telah menelusuri klaim tersebut dan menemukan:

    1. Tidak ada pernyataan resmi dari PLN, Bank Indonesia, OJK, atau pemerintah yang menyatakan listrik akan padam total selama 7 hari atau ATM akan lumpuh.2. Listrik di Indonesia dioperasikan secara terintegrasi dan dikelola oleh PLN, yang memiliki mekanisme cadangan, perbaikan, dan prosedur teknis untuk mencegah pemadaman luas seperti klaim itu.3. Bank Indonesia dan otoritas perbankan tidak pernah merilis pemberitahuan resmi soal ATM akan mati selama beberapa hari karena gangguan nasional.4. Beragam media kredibel nasional seperti Kompas, Tempo, Detik, Antara, tidak pernah memberitakan ada ancaman pemadaman listrik global atau gangguan ATM selama 7 hari.5. Pesan yang beredar sering kali merupakan konten yang disebarkan tanpa sumber resmi, dan bisa termasuk hoaks atau suara alarm yang tidak berdasar.

    Dengan demikian, klaim itu tidak didukung oleh fakta atau rujukan resmi yang valid.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Klaim bahwa listrik nasional dan mesin ATM akan mati selama 7 hari adalah SALAH dan menyesatkan.Informasi tersebut tidak pernah dikonfirmasi oleh pihak berwenang, tidak ada pemberitaan resmi, dan cenderung menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu.

    Mengapa Klaim Ini Menyesatkan?Unggahan semacam ini:

    Padahal PLN, Bank Indonesia, serta OJK memiliki mekanisme operasional dan komunikasi resmi yang digunakan untuk mengumumkan gangguan sistem atau kebijakan apa pun — bukan melalui pesan viral yang tidak jelas asalnya.

    Tips Cek Fakta Sebelum ShareSupaya tidak ikut menyebarkan hoaks:
  • (GFD--29063) Cek Fakta: Benarkah Stevia Berbahaya Jika Dikonsumsi Jangka Panjang?

    Sumber:

    Berita

    SuaraSulsel.id - Klaim

    Ramai di media sosial, seorang figur publik menyebut konsumsi stevia dalam jangka panjang berbahaya. Karena bisa memicu diabetes hingga kanker.

    Cek Fakta

    Klaim ini dibantah oleh Prof Nuri Andarwulan, Guru Besar IPB University sekaligus peneliti di South-East Asia Food And Agricultural Science And Technology Center (SEAFAST).

    Prof Nuri menegaskan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menyebut stevia berbahaya.

    Hasil Cek Fakta

    - Stevia termasuk pemanis alami, dengan senyawa aktif steviol glikosida yang diekstrak dari daun Stevia rebaudiana.

    - Di Indonesia, penggunaannya telah diregulasi oleh BPOM dan mengikuti standar Codex Alimentarius Commission, badan pangan dunia di bawah PBB.

    - Hingga kini, World Health Organization (WHO) maupun lembaga riset internasional belum pernah menyatakan stevia berbahaya jika dikonsumsi sesuai aturan.

    Isu Diabetes dan Obesitas

    Prof Nuri menjelaskan, risiko diabetes lebih banyak terkait dengan pola makan berlebih dan konsumsi kalori tinggi, bukan langsung dari stevia.

    “Pemanis alami seperti stevia tidak memberi sensasi manis utuh seperti gula, sehingga kadang orang mencari tambahan makanan lain. Akumulasi kalori itulah yang memicu obesitas dan diabetes,” jelasnya.

    Isu Kanker

    Klaim stevia menyebabkan kanker disebut terlalu dini. Menurut Prof Nuri, hubungan pemanis dengan kanker masih sebatas hipotesis.

    Belum ada bukti ilmiah yang kuat maupun pengakuan resmi internasional.
  • (GFD--31377) Cek Fakta: Viral Klaim Akuarium Raksasa Pecah di Mall Bandung, Benarkah?

    Sumber:

    Berita

    SuaraJakarta.id - Sebuah video dan foto yang tersebar cepat di media sosial beberapa waktu terakhir mengklaim bahwa sebuah akuarium raksasa pecah di sebuah mal di Bandung, menyebabkan air tumpah, ikan-ikan berhamburan, dan pengunjung panik.

    Unggahan ini menarik perhatian ribuan netizen, memperoleh banyak komentar, serta dibagikan berkali-kali di berbagai platform seperti Facebook, TikTok, dan WhatsApp.

    Namun sebelum Anda langsung percaya dan menyimpulkan bahwa kejadian ini benar terjadi, simak dulu cek fakta lengkapnya, karena klaim itu ternyata hoaks / tidak benar. 

    Unggahan viral tersebut menyatakan bahwa:

    “Akuarium raksasa di sebuah mall ternama di Bandung pecah, menyebabkan air dan ikan-ikan terlempar ke luar serta pengunjung panik.”

    Video dan foto yang diposting dibuat seolah menunjukkan realitas kejadian tersebut dengan urutan gambar dramatis dan teks provokatif.

    Tim TurnBackHoax.ID Mafindo melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap klaim ini dan menemukan bahwa:

    1. Tidak ada kejadian akuarium raksasa pecah di mall mana pun di Bandung, sesuai konfirmasi pihak berwenang dan media massa.2. Media nasional besar dan kredibel seperti Kompas, Detik, Tempo, Antara, CNN Indonesia, bahkan media lokal Bandung tidak pernah memberitakan insiden seperti yang diklaim.3.  Foto dan video yang digunakan dalam unggahan viral tersebut bukan berasal dari peristiwa nyata di Bandung, melainkan berasal dari konten video/foto yang sudah beredar sebelumnya untuk konteks yang berbeda — lalu disuntikkan narasi yang menyesatkan.4. Tidak ada pernyataan resmi dari pihak mal, instansi pemerintah, atau aparat keamanan yang mengonfirmasi kejadian tersebut.

    Dengan demikian, unggahan yang beredar termasuk konten hoaks dan menyesatkan karena memperlihatkan visual yang diambil dari konteks lain dan diberi narasi sensasional yang tidak benar.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Klaim bahwa akuarium raksasa pecah di mall Bandung dan memicu kekacauan adalah SALAH.

    Video dan foto yang dibagikan merupakan konten yang salah konteks atau dimanipulasi, dan tidak ada laporan resmi atau pemberitaan media kredibel yang mendukung narasi tersebut.

    Unggahan ini masuk kategori hoaks / fabricated content yang bisa menyesatkan publik.
  • (GFD--31637) Cek Fakta: Hakim PN Surakarta Tegaskan Ijazah Jokowi Palsu, Begini Faktanya

    Sumber:

    Berita

    SuaraJakarta.id - Sebuah unggahan viral di media sosial menyebarkan klaim mengejutkan bahwa seorang hakim Pengadilan Negeri (PN) Surakarta menegaskan bahwa ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah palsu. Narasi itu dilengkapi potongan teks dan tampilan seolah-olah berasal dari putusan atau pernyataan resmi hakim, lalu dibagikan luas di Facebook, TikTok, dan WhatsApp.

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun Facebook “Ahmad Jol Ahmad Jol” pada Rabu (24/12/2025) berisi narasi: 

    “hakim PN Surakarta menerangkan ijazah Jokowi palsu setelah melakukan pencocokkan ijazah

    netijen: telah yakin ijazah jkw palsu meski tidak uji forensik”.

    Hingga Selasa (13/1/2026) unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 287.00 kali, mendapat 750-an komentar, serta dibagikan ulang sekitar 680-an kali.

    Klaim sensasional ini langsung menuai reaksi dari netizen, mulai dari dukungan hingga kritik tajam. Tapi sebelum Anda percaya atau ikut memperdebalkannya, simak dulu hasil cek fakta yang sesungguhnya. Karena klaim ini ternyata tidak benar dan menyesatkan.

    Hasil Penelusuran Fakta:

    Tim pemeriksa fakta TurnBackHoax.ID / Mafindo melakukan penelusuran mendalam terhadap klaim tersebut dan menemukan sejumlah fakta kunci:

    1. Tidak ada putusan atau pernyataan resmi dari hakim PN Surakarta yang menyatakan ijazah Presiden Jokowi adalah palsu.2. Tidak ditemukan referensi hukum, dokumen pengadilan, atau rekaman sidang yang mendukung klaim tersebut — baik di situs resmi Mahkamah Agung, PN Surakarta, maupun portal hukum pemerintah.3. Media arus utama kredibel seperti Kompas, Tempo, Detik, Antara, dan CNN Indonesia tidak pernah memberitakan adanya pernyataan serupa dari hakim mana pun di Indonesia.4. Teks, gambar, atau potongan tampilan yang dibagikan pada unggahan viral bukan berasal dari dokumen pengadilan sah, melainkan kemungkinan merupakan konten yang telah dimanipulasi atau diisi narasi tanpa basis fakta.

    Dengan demikian, klaim tersebut tidak berdasar pada fakta yang dapat diverifikasi.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Klaim bahwa hakim PN Surakarta menegaskan ijazah Presiden Jokowi palsu adalah SALAH dan menyesatkan.Tidak ada putusan atau pernyataan resmi yang mendukung narasi tersebut. Unggahan yang beredar termasuk dalam kategori konten hoaks yang memanfaatkan isu sensitif untuk menarik perhatian publik.

    Mengapa Klaim Ini Menyesatkan?Unggahan semacam ini:

    Tips Cek Fakta Sebelum ShareJika Anda menemukan klaim serupa: