(GFD-2019-1077) [SALAH] MEGAWATI MINTA JOKOWI PECAT ANGGOTA TNI YANG MERAZIA BUKU BERBAU KOMUNIS.
Sumber: operain.blogspot.comTanggal publish: 21/01/2019
Berita
Beredar postingan yang mengklaim bahwa Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri meminta Presiden Joko Widodo memecat anggota TNI yang melakukan razia buku-buku yang berbau PKI.
Hasil Cek Fakta
Artikel yang dimuat di situs blogspot tersebut ternyata bukanlah berita yang sebenarnya. Yang ditulis di situs tersebut adalah hasil copy paste, dan disertai pengubahan nama, dari yang seharusnya adalah Dosen Ilmu Politik Fisip Universitas Airlangga (Unair), Airlangga Pribadi menjadi Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Rujukan
(GFD-2019-1078) [SALAH] Menko Luhut Cium Kaki Prabowo jika Terpilih Jadi Presiden
Sumber: operain.blogspot.comTanggal publish: 21/01/2019
Berita
Belum lama ini beredar kabar yang menginformasikan bahwa Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) RI, Luhut Binsar Pandjaitan, akan mencium kaki Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto jika Prabowo terpilih sebagai Presiden RI periode 2019-2024. Adapun informasi ini awalnya beredar di laman operain.blogspot.com pada Kamis (17/1/2019).
Berdasarkan penelusuran Kompas.com, kabar Luhut yang akan cium kaki Prabowo Subianto ini berawal karena Luhut tidak tahan dengan pemberitaan terkait utang pemerintah yang terus dilemparkan kepada Presiden Joko Widodo.
Kemudian, Luhut menantang pengkritik Jokowi yang menyampaikan utang pemerintah itu untuk menunjukkan data dengan taruhan cium kaki.
Dalam tulisan berjudul “Luhut: Saya Siap Cium Kaki Prabowo Jika Dia Bisa Jadi Presiden!!” juga mencantumkan kutipan dari Luhut.
“Prabowo bilang utang kita banyak saya, Luhut Binsar Panjaitan, kalau dia bisa jadi presiden, saya cium kakinya, tetapi kalau Jokowi terpilih kembali, kau cium kaki saya,” ujar Luhut, dalam tulisan itu.
Menurut artikel, Luhut mengungkapkan pernyataan itu dalam acara Sarasehan Nasional bertema Belajar dari Resolusi Konflik dan Damai Maluku, Jakarta pada Rabu (11/7/2018).
Menurut Luhut, ia memiliki data valid soal utang pemerintah. Untuk itulah ia berani melontarkan tantangan untuk adu data kepada pengkritik Jokowi. Namun, Luhut enggan menyebut nama pengkritik Jokowi yang dimaksud.
Berdasarkan penelusuran Kompas.com, kabar Luhut yang akan cium kaki Prabowo Subianto ini berawal karena Luhut tidak tahan dengan pemberitaan terkait utang pemerintah yang terus dilemparkan kepada Presiden Joko Widodo.
Kemudian, Luhut menantang pengkritik Jokowi yang menyampaikan utang pemerintah itu untuk menunjukkan data dengan taruhan cium kaki.
Dalam tulisan berjudul “Luhut: Saya Siap Cium Kaki Prabowo Jika Dia Bisa Jadi Presiden!!” juga mencantumkan kutipan dari Luhut.
“Prabowo bilang utang kita banyak saya, Luhut Binsar Panjaitan, kalau dia bisa jadi presiden, saya cium kakinya, tetapi kalau Jokowi terpilih kembali, kau cium kaki saya,” ujar Luhut, dalam tulisan itu.
Menurut artikel, Luhut mengungkapkan pernyataan itu dalam acara Sarasehan Nasional bertema Belajar dari Resolusi Konflik dan Damai Maluku, Jakarta pada Rabu (11/7/2018).
Menurut Luhut, ia memiliki data valid soal utang pemerintah. Untuk itulah ia berani melontarkan tantangan untuk adu data kepada pengkritik Jokowi. Namun, Luhut enggan menyebut nama pengkritik Jokowi yang dimaksud.
Hasil Cek Fakta
Setelah kabar dari blog tersebut tersiar di beberapa lini masa, Menko Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan pun memberikan klarifikasi bahwa semua kutipan dalam blog tersebut adalah hoaks.
“Sehubungan dengan adanya pemberitaan ‘Luhut: Saya Siap Cium Kaki Prabowo Jika Dia Bisa Jadi Presiden!!’ maka dengan ini saya menyatakan bahwa saya tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu, baik secara lisan maupun tulisan,” ujar Luhut kepada Kompas.com pada Senin (21/1/2019).
Selain itu, ia juga menanti adanya permintaan maaf secara resmi dari media operain.blogspot.com atau media lainnya yang juga turut menyebarkan.
Namun, Luhut tidak akan segan untuk menindaklanjuti kasus ini ke ranah jika permohonan maaf tidak segera disampaikan.
“Demikian klarifikasi ini saya sampaikan dengan tujuan mengingatkan kita semua untuk melaksanakan demokrasi dengan damai, tanpa berita bohong,” ujar Luhut.
Adapun ia juga mengajak masyarakat untuk memilih berita secara cerdas dan bijak, yakni dengan mengedepankan program kerja dan rekam jejak kedua paslon berdasarkan data yang benar.
“Sehubungan dengan adanya pemberitaan ‘Luhut: Saya Siap Cium Kaki Prabowo Jika Dia Bisa Jadi Presiden!!’ maka dengan ini saya menyatakan bahwa saya tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu, baik secara lisan maupun tulisan,” ujar Luhut kepada Kompas.com pada Senin (21/1/2019).
Selain itu, ia juga menanti adanya permintaan maaf secara resmi dari media operain.blogspot.com atau media lainnya yang juga turut menyebarkan.
Namun, Luhut tidak akan segan untuk menindaklanjuti kasus ini ke ranah jika permohonan maaf tidak segera disampaikan.
“Demikian klarifikasi ini saya sampaikan dengan tujuan mengingatkan kita semua untuk melaksanakan demokrasi dengan damai, tanpa berita bohong,” ujar Luhut.
Adapun ia juga mengajak masyarakat untuk memilih berita secara cerdas dan bijak, yakni dengan mengedepankan program kerja dan rekam jejak kedua paslon berdasarkan data yang benar.
Rujukan
(GFD-2019-1079) [SALAH] Pria Bule yang Hadir pada Debat Pilpres Perdana ialah Konsultan Politik Prabowo – Sandi
Sumber: twitter.comTanggal publish: 21/01/2019
Berita
Akun twitter @FaGtng mencuit postingan foto seorang pria bule yang menghadiri debat perdana Capres dan Cawapres yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kamis (17/1) malam lalu. Pria bule yang mengenakan setelan jas hitam dengan dasi tersebut dibilang konsultan politik dari Prabowo – Sandi.
Hasil Cek Fakta
Anggota Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandi, Imelda Sari menyatakan, foto pria bule yang hadir saat debat Pilpres perdana bukanlah konsultan Prabowo – Sandi. “Itu Steven Watson mewakili US Embassy, aku ketemu dia di debat kemarin,” katanya Sabtu (19/1). Komisioner KPU, Hasyim Asy’ari pun memberikan pernyataan yang senada dengan mengatakan, “Sudah terkonfimasi bahwa laki-laki dalam foto tersebut adalah Steven Weston, Deputy Political Counselor-US Embassy,” kata Hasyim, Senin (21/1).
Rujukan
(GFD-2019-1071) [SALAH] Tugu KB Ditutup Terpal Karena 2 Jari
Sumber: facebook.comTanggal publish: 20/01/2019
Berita
Sebuah Tugu Keluarga Berencana ( KB) dengan lambang dua jari menjadi pembicaraan warganet. Tugu yang terletak di Jalan Raya Bantul, Km 5, Dusun Glondong, Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta sempat ditutup terpal. Warganet beranggapan jika hal itu berkaitan dengan kontestasi politik dewasa ini. Akan tetapi, ternyata tugu ditutup karena takut rusak sebab baru saja dibangun. Foto tugu yang ditutup itu diunggah ke media sosial oleh pemilik akun Ji’ih.
Dalam unggahan tiga foto ke media sosial tersebut, pemilik akun menambahkan tulisan, “Simbol KB 2JARI di daerah Bantul projotamansari dipaksa tutup terpal. Setdaah…udeh kronis amat ame 2JARI, tuh patung kaga salah ape2 lo blongsongi pake terpal kaya buah nangka. Paraah coyy…”. Unggahan itu juga diikuti emoticon tertawa.
Dalam unggahan tiga foto ke media sosial tersebut, pemilik akun menambahkan tulisan, “Simbol KB 2JARI di daerah Bantul projotamansari dipaksa tutup terpal. Setdaah…udeh kronis amat ame 2JARI, tuh patung kaga salah ape2 lo blongsongi pake terpal kaya buah nangka. Paraah coyy…”. Unggahan itu juga diikuti emoticon tertawa.
Hasil Cek Fakta
Dari penelusuran, Tugu KB berada di pintu masuk dusun. Salah satu warga yang berada di belakang tugu, Hascaryo mengatakan, apa yang diunggah oleh warganet ke media sosial sama sekali tidak sesuai dengan fakta yang ada.
Warga yang rumahnya berada di sisi barat Tugu Keluarga Berencana ini pun menceritakan awal mula pembangunan Tugu Keluarga Berencana yang kemudian viral di media sosial.
“Yang menutup pak dukuh, awalnya karena masih baru dibangun dan kondisi cuaca waktu itu hujan ditutup menggunakan terpal, tetapi yang membuka saya tidak mengetahui,”katanya Selasa (15/1/2019)
“Penutupan Tugu KB itu tidak ada hubungannya dengan masalah politik, hanya untuk keamanan Tugu KB agar cepat kering. Beberapa hari lalu, KPU juga datang ke sini menanyakan hal sama. Saya jawab begitu, akhirnya mereka paham,” ucapnya.
Kepada Dusun Glondong Yanto Eko Cahyono belum bisa dikonfirmasi. Ketika dicari di kediamannya, Yanto tak berada di rumah. Namun, istri Yanto Eko Cahyono, Tutik, menceritakan hal yang tak jauh berbeda.
Awalnya, Tugu Keluarga Berencana berada di sisi selatan atau jalan alternatif masuk Kampung Glondong. Namun, dibatalkan dan dipindahkan ke jalan utama masuk dusun. Di lokasi itu juga ada gapura selamat datang ke Dusun Glondong.
“Tidak ada kaitannya dengan politik, karena waktu itu sudah malam juga selesainya,” katanya.
Warga yang rumahnya berada di sisi barat Tugu Keluarga Berencana ini pun menceritakan awal mula pembangunan Tugu Keluarga Berencana yang kemudian viral di media sosial.
“Yang menutup pak dukuh, awalnya karena masih baru dibangun dan kondisi cuaca waktu itu hujan ditutup menggunakan terpal, tetapi yang membuka saya tidak mengetahui,”katanya Selasa (15/1/2019)
“Penutupan Tugu KB itu tidak ada hubungannya dengan masalah politik, hanya untuk keamanan Tugu KB agar cepat kering. Beberapa hari lalu, KPU juga datang ke sini menanyakan hal sama. Saya jawab begitu, akhirnya mereka paham,” ucapnya.
Kepada Dusun Glondong Yanto Eko Cahyono belum bisa dikonfirmasi. Ketika dicari di kediamannya, Yanto tak berada di rumah. Namun, istri Yanto Eko Cahyono, Tutik, menceritakan hal yang tak jauh berbeda.
Awalnya, Tugu Keluarga Berencana berada di sisi selatan atau jalan alternatif masuk Kampung Glondong. Namun, dibatalkan dan dipindahkan ke jalan utama masuk dusun. Di lokasi itu juga ada gapura selamat datang ke Dusun Glondong.
“Tidak ada kaitannya dengan politik, karena waktu itu sudah malam juga selesainya,” katanya.
Rujukan
Halaman: 7635/7800



