• (GFD-2020-3526) [KLARIFIKASI] Kapolres Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur ( NTT) Beri Klarifikasi Terkait Video Polisi Diamkan Korban Kecelakaan

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 09/01/2020

    Berita

    Beredar video dua orang polisi yang dikatakan mendiamkan seorang korban kecelakaan. Dalam video tersebut terlihat dua orang polisi dengan seorang yang terkapar di rerumputan pinggir jalan.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, Kapolres Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur ( NTT) AKBP Nelson F. D. Quintas sudah memberikan klarifikasinya.

    Ia mengatakan, informasi terkait adanya anggota polisi yang mendiamkan korban kecelakaan tersebut adalah tidak benar. Namun, ia membenarkan kedua anggota polisi yang tampak pada video tersebut adalah benar anggota dari Polres TTU.

    "Kalau disebut mendiamkan itu tidak benar," kata Nelson

    Nelson menjelaskan, kejadian tersebut bermula pada hari Rabu (1/1/2020) sekitar pukul 08.30 WITA, ditemukan seorang laki-laki tergeletak di pinggir jalan. Orang yang tergeletak tersebut, menurut Nelson, pertama kali ditemukan oleh anggota Polres TTU bernama Brigpol Arsyningsih.

    Kemudian, hal tersebut diinformasikan ke regu piket penjagaan Polres TTU dan anggota piket penjagaan bernama Brigpol Kosam Nesnay dan Bripda Ruyan yang turun ke Tempat kejadian Perkara (TKP).

    "Mereka langsung membawa lelaki tersebut ke RSUD Kefamenanu untuk mendapat pertolongan medis," ujar Nelson.

    Adapun identitas laki-laki tersebut adalah Fransisko Amaral Dasilva alias Akitu yang berusia 35 tahun, beralamat di Koko, Kel bansone, Kec Kota Kefamenanu, Kab TTU.

    "Sebelum kejadian ini, Fransisko Amaral Dasilva telah mengalami kecelakaan lalu lintas (laka tunggal sepeda motor) pada hari Sabtu tanggal 28 Desember 2019," paparnya menjelaskan.

    Lalu, imbuhnya, pada hari Selasa (31/12/2019) pukul 05.00 WITA, Maya Lorens (calon istri) melihat Fransisko Amaral Dasilva yang masih dalam perawatan akibat lakalantas seperti sedang menangkap sesuatu di belakang rumah.

    Selang beberapa waktu, dia menghilang dan tidak ada di rumah. Pihak keluarga pun telah berupaya melakukan pencarian di sekitar rumah tetangga namun yang bersangkutan tidak di temukan. Hingga akhirnya pada Rabu (1/1/2020), pihak keluarga mendapatkan informasi bahwa Fransisko Amaral Dasilva alias Akitu sedang dirawat di RSUD Kefamenanu.

    "Pihak keluarga menyatakan bahwa hal tersebut sudah terjadi beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir karena Fransisko Amaral Dasilva seperti mengalami kelainan atau gangguan mental di waktu-waktu tertentu," ungkapnya.

    Namun nahas, nyawa Fransisko Amaral Dasilva tak bisa diselamatkan. Ia meninggal dunia pada Rabu (1/1/2020) sekitar pukul 16.30 WITA.

    Rujukan

  • (GFD-2020-3527) [SALAH] “Foto Musim Dingin Anak-Anak di Gaza, Palestina”

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 09/01/2020

    Berita

    Muncul postingan yang mengunggah foto anak-anak di tengah salju. Dalam narasi tertera bahwa foto tersebut merupakan foto rakyat Palestina. Berikut kutipan narasinya:

    Musim dingin di Gaza ⁣ Tanah dirampas Zionist membuat rakyat Palestina jd pengungsi di negeri sendiri. Tinggal di tenda, makanan terbatas, jaket & selimut seadanya. Dinginnya mampu membuat anak2 meninggal & orang2 dewasa sakit Doakan slalu utk mereka
    @Arafiah250597
    #Palestine

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa foto tersebut bukanlah pengungsi Palestina. Foto aslinya ada di laman Getty Images dengan judul “LEBANON-SYRIA-CONFLICT-REFUGEES-WEATHER.”

    Dalam laman Getty Images, terdapat keterangan bahwa foto tersebut diambil pada tanggal 12 Desember 2013. Adapun, pada keterangan foto, diketahui foto aslinya ialah tentang kondisi pengungsi Suriah di Arsal, Bekaa Valley, Lebanon. Berikut kutipan keterangan dalam foto tersebut:

    Keterangan Foto 1:

    […] Syrian children stand in the snow in a refugee camp in the town of Arsal in the Lebanese Bekaa valley on December 13, 2013. Thousands of Syrian refugees living in makeshift camps in Lebanon were weathered a winter storm that brought snow, rain and freezing temperatures to the country. […]

    Terjemahan:

    […] Anak-anak Suriah berdiri di salju di sebuah kamp pengungsi di kota Arsal di lembah Bekaa Lebanon pada 13 Desember 2013. Ribuan pengungsi Suriah yang tinggal di kamp-kamp sementara di Lebanon dilanda badai musim dingin yang membawa salju, hujan, dan suhu beku ke negara. […]

    Keterangan Foto 2:

    […] Seorang anak Suriah berdiri di salju di sebuah kamp pengungsi di kota Arsal di lembah Bekaa Lebanon pada 13 Desember 2013. Ribuan pengungsi Suriah yang tinggal di kamp-kamp sementara di Lebanon dilanda badai musim dingin yang membawa salju, hujan, dan suhu dingin di daerah tersebut. […]

    Kesimpulan

    Berdasarkan penjelasan tersebut, maka adanya ketidakcocokan antara klaim narasi di dalam konten dengan foto yang digunakan. Oleh sebab itu, konten postingan sumber masuk ke dalam kategori False Connection atau koneksi yang salah.

    Rujukan

  • (GFD-2020-3525) [KLARIFIKASI] Pihak SMKN 12 Beri Klarifikasi Perihal Kabar Viral Tak Pasang Foto Presiden Joko Widodo

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 08/01/2020

    Berita

    Sempat viral foto yang memperlihatkan ruang kelas tanpa foto Presiden Joko Widodo. Dikatakan pada narasi yang beredar bahwa lokasinya di SMKN 12 Jakarta. Berikut kutipan narasinya:

    Cekrek..cekreekkk...
    Lokasi di SMKN 12 Jakarta Utara
    @jokowi

    @Kemendagri

    @DivisiHumas_Polri
    @CCICPolri

    .
    .
    Spiralkeun

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, pihak SMKN 12 Jakarta sudah memberikan klarifikasinya dalam bentuk surat kepada Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Dalam suratnya tersebut, pihak SMKN 12 Jakarta menyatakan bahwa foto Presiden Joko Widodo harus diturunkan karena bingkainya pecah akibat renovasi ruangan.

    “Sebelumnya foto Presiden, Wakil Presiden, dan Garuda Pancasila sudah terpasang dengan baik,” tulis SMKN 12 pada surat tertanggal 27 Desember 2019.

    Adapun, kejadian pecahnya bingkai foto Presiden Joko Widodo terjadi saat adanya renovasi Lab OTKP. “Ketika ada renovasi Lab OTKP, bingkai foto Presiden Jokowi kacanya pecah terkena material. Tetapi pada saat itu tidak ada cadangan bingkai dengan ukuran yang sama dengan bingkai yang lama. Sehingga untuk sementara foto Presiden diturunkan dahulu,” tulis SMKN 12 Jakarta.

    Pihak SMKN 12 juga menuliskan bahwa saat itu belum sempat mengganti dengan yang baru namun ruangan sudah digunakan. “Belum sempat mengganti dengan yang baru, ruangan sudah digunakan untuk kegiatan UKG,” tulis klarifikasi SMKN 12.

    Saat ini, berdasarkan surat klarifikasi SMKN 12 Jakarta, kondisi foto sudah lengkap di dalam ruangan tersebut. “Pada saat ini kondisi ruangan tersebut sudah lengkap dengan Atribut Kenegaraan (berupa foto Presiden, Wakil Presiden, dan lambang Garuda Pancasila,” tulis SMKN 12 pada poin keempat klarifikasinya.

    Rujukan

  • (GFD-2020-3523) [KLARIFIKASI] Kasatlantas Polres Bandara Soekarno-Hatta Beri Bantahan Terkait Kabar Wanita Terjepit Bus Damri

    Sumber: youtube.com
    Tanggal publish: 07/01/2020

    Berita

    Beredar video yang menyebutkan seorang wanita hamil menjadi korban terjepit bus Damri. Lokasi kejadian itu disebutkan di wilayah Bandara Soekarno-Hatta.

    Hasil Cek Fakta

    Atas beredarnya video dan kabar tersebut, pihak Kepolisian pun angkat bicara memberikan klarifikasinya. Kasatlantas Polres Bandara Soekarno-Hatta Kompol Argadija Putra menegaskan, korban bernama Nurlela yang terjepit bus Damri tidak dalam keadaan hamil.

    “Korban tidak hamil, kami kroscek langsung,” kata dia.

    Kompol Argadija mengatakan, kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi pada Minggu (5/1/2020) kemarin. "Kemarin ada kejadian kecelakaan antara bus Damri dengan pejalan kaki," kata dia saat ditemui di Asrama Polisi, Benteng Kota Tangerang, Senin (6/1/2020).

    Arga menjelaskan kronologi kejadian tersebut bermula dari sopir bus Damri bernama Andi yang sedang melakukan aktivitas naik turun penumpang di halte shuttle bus TOD Bandara Soekarno-Hatta.

    "Setelah bus Damri selesai menaikkan (penumpang). Kemudian bus itu maju," kata Arga.

    Arga mengatakan, ada kemungkinan saat itu sopir kurang kurang konsentrasi saat berkendara. "Di depan kurang 100 meter ada Nurlela, terjepit dengan tembok akibat bus tersebut," kata dia.

    Bahkan, Arga mengatakan korban tidak mengalami luka serius dan hanya menderita luka memar saja dan sudah kembali dari Rumah Sakit. "Hasil Rontgen tidak ada luka dalam, hanya memar sedikit di bagian bahu," jelas dia.

    Korban juga diketahui menggunakan jalur bus untuk berjalan kaki. Padahal, kata Arga, jalur tempat kejadian perkara dikhususkan untuk jalur bus dan bukan untuk pejalan kaki.

    "Kalau rambu sudah cukup, tapi itu memang sempit dan bukan khusus jalan orang. Itu memang khusus perlintasan bus saja," kata dia. Saat ini sopir dengan nama Andi masih diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. "Kami amankan," kata dia.

    Rujukan