Beredar status dari akun Facebook Dan McGraw dengan sebuah foto berisikan dokumen yang diklaim sebagai dokumen WHO yang menyatakan bahwa WHO tidak menganjurkan untuk memakai masker selama pandemi COVID-19. Postingan ini telah dikomentari sebanyak 14 kali dan disebarkan kembali sebanyak 16 kali.
Berikut kutipan narasinya:
“Does the WHO recommend wearing masks in public settings? Simple answer. No.
Thx Janice Hicks”
Jika diterjemahkan akan berbunyi seperti ini :
"Apakah WHO merekomendasikan untuk memakai masker di tempat umum? Jawabannya sangat sederhana, tidak."
(GFD-2020-4757) [SALAH] Dokumen WHO Tidak Menganjurkan untuk Memakai Masker Selama Pandemi COVID-19
Sumber: facebook.comTanggal publish: 30/08/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan dari artikel periksa fakta afp.com, Margaret Harris sebagai juru bicara WHO menjelaskan bahwa dokumen yang tersebar di media sosial adalah dokumen palsu. Ternyata klaim tersebut muncul dari penelitian dari Dr. Roger Chou yang dipermainkan konteksnya, penelitian ini dilakukan pada musim influenza tahun 2007 hingga 2008. Pada penelitian ini ia menemukan bahwa siswa yang memakai masker wajah dan mempraktikan kebersihan tangan bisa mengurangi tingkat penyakit yang mirip influenza bukan tentang pandemi COVID-19.
Dikutip dari artikel liputan6.com, klaim lain yang ditemukan pada dokumen tersebut adalah adanya kalimat “Petugas kesehatan yang menggunakan masker kain memiliki risiko lebih tinggi terkena covid-19 ketimbang yang memakai masker medis”. Klaim ini sebenarnya adalah kutipan studi yang dilakukan pada tahun 2015 oleh Erin Silverman sebagai Koordinator Riset Klinis di Fakultas Kedokteran Universitas Florida. Hasil studi tersebut adalah pekerja yang menggunakan masker kain memiliki tingkat infeksi virus influenza yang lebih tinggi bukan virus COVID-19.
Dikutip dari artikel liputan6.com, klaim lain yang ditemukan pada dokumen tersebut adalah adanya kalimat “Petugas kesehatan yang menggunakan masker kain memiliki risiko lebih tinggi terkena covid-19 ketimbang yang memakai masker medis”. Klaim ini sebenarnya adalah kutipan studi yang dilakukan pada tahun 2015 oleh Erin Silverman sebagai Koordinator Riset Klinis di Fakultas Kedokteran Universitas Florida. Hasil studi tersebut adalah pekerja yang menggunakan masker kain memiliki tingkat infeksi virus influenza yang lebih tinggi bukan virus COVID-19.
Kesimpulan
Dokumen tersebut adalah palsu dan bukan dokumen WHO, juru bicara WHO Margaret Harris telah mengklarifikasikan bahwa dokumen yang beredar di media sosial adalah palsu.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2020/08/30/salah-dokumen-who-tidak-menganjurkan-untuk-memakai-masker-selama-pandemi-covid-19/
- https://factcheck.afp.com/fake-who-document-shared-anti-mask-posts
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4337936/cek-fakta-hoaks-dokumen-who-tidak-anjurkan-penggunaan-masker-selama-pandemi-virus-corona-covid-19
(GFD-2020-4758) [SALAH] Vaksin Covid Sebabkan Mandul
Sumber: twitter.comTanggal publish: 30/08/2020
Berita
Sebuah akun Twitter @99freemind membagikan cuitan yang mengklaim bahwa perusahaan multinasional produsen farmasi GlaxoSmithKline, melaporkan bahwa vaksin Covid dapat menyebabkan kemandulan.
Berikut kutipan narasinya:
“Alleged GSK insider reports that there are sterilization agents in the COVID vax which can cause sterility not only in the patient but also in the sexual partners of people who have taken the shot. It took me longer than it should have to find this evidence of the WHO putting HcG in Tetanus vaccines but here it is. Save it. #VaccineTruth #WHO #PopulationReduction #EUGENICS”
“Dugaan orang dalam GSK melaporkan bahwa terdapat agen sterilisasi dalam virus COVID yang dapat menyebabkan kemandulan tidak hanya pada pasien tetapi juga pada pasangan seksual orang yang disuntik. Butuh waktu lebih lama bagi saya untuk menemukan bukti bahwa WHO memasukkan HcG dalam vaksin Tetanus tetapi ini dia. Simpan itu. #VaccineTruth #WHO #PopulationReduction #EUGENICS”
Apakah vaksin covid membuat mandul
Berikut kutipan narasinya:
“Alleged GSK insider reports that there are sterilization agents in the COVID vax which can cause sterility not only in the patient but also in the sexual partners of people who have taken the shot. It took me longer than it should have to find this evidence of the WHO putting HcG in Tetanus vaccines but here it is. Save it. #VaccineTruth #WHO #PopulationReduction #EUGENICS”
“Dugaan orang dalam GSK melaporkan bahwa terdapat agen sterilisasi dalam virus COVID yang dapat menyebabkan kemandulan tidak hanya pada pasien tetapi juga pada pasangan seksual orang yang disuntik. Butuh waktu lebih lama bagi saya untuk menemukan bukti bahwa WHO memasukkan HcG dalam vaksin Tetanus tetapi ini dia. Simpan itu. #VaccineTruth #WHO #PopulationReduction #EUGENICS”
Apakah vaksin covid membuat mandul
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, GSK tidak mengembangkan vaksin untuk Covid-19 melainkan menawarkan teknologi kepada para peneliti mitra yang sedang dalam proses mengembangkan vaksin.
Asisten Profesor dan Ketua Penelitian Kanada dari Departemen Mikrobiologi Medis & Penyakit Menular di Universitas Manitoba, Jason Kindrachuk, mengatakan belum ada identifikasi masalah kesehatan terkait hormon yang dilaporkan dari uji klinis vaksin Covid-19 yang sedang berlangsung.
Melansir dari Kompas, Indonesia membeli vaksin dari Sinovac Biotech, bukan dari Novack. Indonesia akan mengimpor vaksin Covid-19 dari Sinovac Biotech Ltd sebanyak 50 juta dosis pada November 2020 sampai Maret 2021.
Sebelumnya, sebanyak 2.400 calon vaksin Covid-19 dari Sinovac tiba di Indonesia pada 19 Juli 2020. Bakal vaksin itu sedang diuji klinis di laboratorium milik Bio Farma dan Unpad, Bandung. Bakal vaksin Sinovac masuk dalam daftar calon vaksin yang dipantau WHO.
Asisten Profesor dan Ketua Penelitian Kanada dari Departemen Mikrobiologi Medis & Penyakit Menular di Universitas Manitoba, Jason Kindrachuk, mengatakan belum ada identifikasi masalah kesehatan terkait hormon yang dilaporkan dari uji klinis vaksin Covid-19 yang sedang berlangsung.
Melansir dari Kompas, Indonesia membeli vaksin dari Sinovac Biotech, bukan dari Novack. Indonesia akan mengimpor vaksin Covid-19 dari Sinovac Biotech Ltd sebanyak 50 juta dosis pada November 2020 sampai Maret 2021.
Sebelumnya, sebanyak 2.400 calon vaksin Covid-19 dari Sinovac tiba di Indonesia pada 19 Juli 2020. Bakal vaksin itu sedang diuji klinis di laboratorium milik Bio Farma dan Unpad, Bandung. Bakal vaksin Sinovac masuk dalam daftar calon vaksin yang dipantau WHO.
Kesimpulan
Belum ada identifikasi masalah kesehatan terkait hormon yang dilaporkan dari uji klinis vaksin COVID yang sedang berlangsung.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2020/08/30/salah-vaksin-covid-sebabkan-mandul/
- https://www.reuters.com/article/uk-factcheck-covid-vaccine-causing-infer/fact-check-a-coronavirus-vaccine-that-makes-everyone-infertile-has-not-been-approved-for-use-idUSKBN25H20G
- https://kumparan.com/kumparannews/hoaxbuster-soal-vaksin-corona-mengakibatkan-mandul-1u5ZcqIu0SY
- https://www.kompas.com/tren/read/2020/08/28/184814965/hoaks-vaksin-covid-19-mengakibatkan-kemandulan
(GFD-2020-4747) [SALAH] “Tepat Sasaran, CCTV ikut terbakar hanggus”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 29/08/2020
Berita
Melalui media sosial Facebook, akun @YanneSyamsul mengunggah tangkapan layar pemberitaan milik gelora.co namun dengan caption atau keterangan yang tidak sesuai. Akun @YanneSyamsul mengklaim CCTV di Kejaksaan Agung (Kejagung) ikut terbakar hangus. Pasca unggahannya viral, diketahui bahwa akun @YanneSyamsul telah menghapus unggahan miliknya.
Hasil Cek Fakta
Coba melakukan penelusuran lebih lanjut, klaim terkait CCTV Kejagung ikut terbakar adalah tidak sesuai dengan fakta. Melansir dari suara.com pada pemberitaan “Polisi Temukan CCTV Rekam Detik-detik Kebakaran Dahsyat Kejaksaan Agung” yang terbit pada 23 Agustus 2020. Diketahui bahwa CCTV di Kejagung tidak terbakar habis seperti klaim akun @YanneSyamsul.
“Ada CCTV yang sudah diamankan, tapi hasilnya belum bis akita lihat. Tadi yang pertama diamankan tim adalah CCTV sehingga diharapkan bisa menjawab pertanyaan apa yang terjadi sebenarnya,” pungkas Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat.
Sementara mengutip dari tempo.co, Tim Laboratorium Forensik Mabes Polri telah mengambil rekaman kamera pengawas atau CCTV di sejumlah lokasi bekas terbakar di Gedung Utama Kejagung. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Inspektur Jenderal Argo Yuwono menuturkan bahwa akan dilakukan analisa terhadap rekaman CCTV untuk mengetahui penyebab kebarakan.
“Jadi hari ini tim kembali melaksanakan pengecekan dan mengambil CCTV di beberapa lokasi untuk dianalisa,” pungkas Argo.
Penuturan lain juga disampaikan oleh Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono, yang menerangkan bahwa telah ditemukan 24 kamera CCTV dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Pertama untuk CCTV yang diambil dari Tempat Kejadian Perkara di kantor Kejaksaan Agung ada sekitar 8 unit CCTV kemudian ada sekitar 18 CCTV yang diambil dari sekitar kantor Kejaksaan Agung sehingga total 24 unit,” jelas Awi.
“Ada CCTV yang sudah diamankan, tapi hasilnya belum bis akita lihat. Tadi yang pertama diamankan tim adalah CCTV sehingga diharapkan bisa menjawab pertanyaan apa yang terjadi sebenarnya,” pungkas Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat.
Sementara mengutip dari tempo.co, Tim Laboratorium Forensik Mabes Polri telah mengambil rekaman kamera pengawas atau CCTV di sejumlah lokasi bekas terbakar di Gedung Utama Kejagung. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Inspektur Jenderal Argo Yuwono menuturkan bahwa akan dilakukan analisa terhadap rekaman CCTV untuk mengetahui penyebab kebarakan.
“Jadi hari ini tim kembali melaksanakan pengecekan dan mengambil CCTV di beberapa lokasi untuk dianalisa,” pungkas Argo.
Penuturan lain juga disampaikan oleh Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono, yang menerangkan bahwa telah ditemukan 24 kamera CCTV dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Pertama untuk CCTV yang diambil dari Tempat Kejadian Perkara di kantor Kejaksaan Agung ada sekitar 8 unit CCTV kemudian ada sekitar 18 CCTV yang diambil dari sekitar kantor Kejaksaan Agung sehingga total 24 unit,” jelas Awi.
Rujukan
- https://www.merdeka.com/peristiwa/ungkap-kebakaran-kejagung-polisi-sita-24-cctv-dan-periksa-99-saksi.html
- https://news.detik.com/berita/d-5146510/tim-labfor-ambil-cctv-di-gedung-kejagung-yang-terbakar-guna-selidiki-asal-api
- https://www.suara.com/news/2020/08/23/160140/polisi-temukan-cctv-rekam-detik-detik-kebakaran-dahsyat-kejaksaan-agung
- https://www.merdeka.com/peristiwa/selidiki-kebakaran-gedung-kejaksaan-agung-polisi-ambil-rekaman-cctv.html
- https://nasional.tempo.co/read/1379398/polri-analisa-cctv-di-lokasi-kebakaran-gedung-kejaksaan-agung
(GFD-2020-4748) [SALAH] Foto “Subehanallah penampakan malaikat di antara orang2 sholat di masjid nabawi”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 29/08/2020
Berita
Akun Ibu (fb.com/113862463641595) mengunggah sebuah gambar yang terdapat narasi sebagai berikut:
“”Subehanallah penampakan malaikat di antara orang2 sholat di masjid nabawi,masya allah. semoga yg bagikan ini berikan reseki, umur panjang,dan terhindar dari segala musibah.. amin. komen jika kalian baik hati”
Di gambar itu terdapat foto seseorang yang tampak memancarkan cahaya dan dilingkari hijau.
“”Subehanallah penampakan malaikat di antara orang2 sholat di masjid nabawi,masya allah. semoga yg bagikan ini berikan reseki, umur panjang,dan terhindar dari segala musibah.. amin. komen jika kalian baik hati”
Di gambar itu terdapat foto seseorang yang tampak memancarkan cahaya dan dilingkari hijau.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran Tim CekFakta Tempo, klaim adanya foto penampakan malaikat bercahaya di masjid Nabawi adalah klaim yang salah.
Faktanya, bukan malaikat. Seseorang yang terlihat bercahaya dalam foto itu merupakan salah satu jemaah yang tubuhnya terkena sinar matahari ketika terekam kamera Masjid Nabawi.
Dilansir dari Tempo.co, ditemukan bahwa foto itu telah beredar di internet sejak 2012. Foto tersebut merupakan gambar tangkapan layar video siaran langsung salat berjamaah yang digelar di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, pada 2012. Namun, seseorang yang terlihat bercahaya dalam video itu bukanlah penampakan malaikat.
Di YoTube, video salat berjamaah di Masjid Nabawi tersebut pernah diunggah oleh kanal Agbny Arab pada 10 Desember 2012 dengan judul dalam bahasa Arab yang jika diterjemahkan berbunyi “Seseorang bersinar terang di Masjid Nabawi dan administrasi Haram mengkonfirmasi kebenarannya”. Dalam keterangannya, disebutkan bahwa seseorang yang bercahaya itu terekam pada menit 14:30. Kondisi di luar Masjid Nabawi saat itu memang sangat cerah. Namun pada menit ke 2:56, orang tersebut tidak terkena cahaya matahari.
Namun, dilansir dari situs media Uni Emirat Arab, Al Bayan, Kepresidenan Masjid Nabawi menyatakan bahwa apa yang beredar di media sosial, yang memperlihatkan pantauan kamera Masjid Nabawi saat mendokumentasikan salat Jumat dan merekam seseorang yang bersinar, hanyalah montase.
Direktur Humas Kepresidenan Masjid Nabawi Syekh Abdul Wahid Al-Hattab mengatakan, “Kami tidak melihat apa-apa, tapi kami mendengar apa yang beredar di media sosial dan YouTube tentang apa yang dikatakan terjadi saat salat Jumat kemarin. Apa yang terjadi hanya permainan montase, tidak kurang atau lebih.”
Direktur Madinah TV Center, Saad Al-Awfi, juga menyatakan bahwa yang terlihat dalam rekaman tersebut hanyalah cahaya yang terpantul dari orang itu, kemudian tertangkap kamera Masjid Nabawi. Adapun Syekh Ghazi Al-Mutairi, profesor dari Universitas Islam Madinah, mengingatkan agar publik tidak terburu-buru mengeluarkan opini yang abstrak tentang insiden fotografi ini.
Faktanya, bukan malaikat. Seseorang yang terlihat bercahaya dalam foto itu merupakan salah satu jemaah yang tubuhnya terkena sinar matahari ketika terekam kamera Masjid Nabawi.
Dilansir dari Tempo.co, ditemukan bahwa foto itu telah beredar di internet sejak 2012. Foto tersebut merupakan gambar tangkapan layar video siaran langsung salat berjamaah yang digelar di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, pada 2012. Namun, seseorang yang terlihat bercahaya dalam video itu bukanlah penampakan malaikat.
Di YoTube, video salat berjamaah di Masjid Nabawi tersebut pernah diunggah oleh kanal Agbny Arab pada 10 Desember 2012 dengan judul dalam bahasa Arab yang jika diterjemahkan berbunyi “Seseorang bersinar terang di Masjid Nabawi dan administrasi Haram mengkonfirmasi kebenarannya”. Dalam keterangannya, disebutkan bahwa seseorang yang bercahaya itu terekam pada menit 14:30. Kondisi di luar Masjid Nabawi saat itu memang sangat cerah. Namun pada menit ke 2:56, orang tersebut tidak terkena cahaya matahari.
Namun, dilansir dari situs media Uni Emirat Arab, Al Bayan, Kepresidenan Masjid Nabawi menyatakan bahwa apa yang beredar di media sosial, yang memperlihatkan pantauan kamera Masjid Nabawi saat mendokumentasikan salat Jumat dan merekam seseorang yang bersinar, hanyalah montase.
Direktur Humas Kepresidenan Masjid Nabawi Syekh Abdul Wahid Al-Hattab mengatakan, “Kami tidak melihat apa-apa, tapi kami mendengar apa yang beredar di media sosial dan YouTube tentang apa yang dikatakan terjadi saat salat Jumat kemarin. Apa yang terjadi hanya permainan montase, tidak kurang atau lebih.”
Direktur Madinah TV Center, Saad Al-Awfi, juga menyatakan bahwa yang terlihat dalam rekaman tersebut hanyalah cahaya yang terpantul dari orang itu, kemudian tertangkap kamera Masjid Nabawi. Adapun Syekh Ghazi Al-Mutairi, profesor dari Universitas Islam Madinah, mengingatkan agar publik tidak terburu-buru mengeluarkan opini yang abstrak tentang insiden fotografi ini.
Kesimpulan
Bukan malaikat. Seseorang yang terlihat bercahaya dalam foto itu merupakan salah satu jemaah yang tubuhnya terkena sinar matahari ketika terekam kamera Masjid Nabawi.
Rujukan
Halaman: 7369/8115



