• (GFD-2020-4326) [SALAH] Nasi Padang Menjadi Sumber Penularan Covid-19

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 13/07/2020

    Berita

    “*HATI2 MAKAN NASI PADANG*

    Nasi Padang sumber penularan virus Covid-19 . Coba bayangi tiap meja tamu2 mkn dak habis sisa2 dikembalikan lagi dan di sajikan lag ke tamu berikutnya ! pun demikian yg bungkus juga bekas2 air liur tamu2 yg mungkin ada yg virus corona ? biasa selesai mkn tamu2 ngobrol2 dulu dan hidangan di meja blm diangkat ? hujan rintik2 lah di hidangan tsb . paling rentang penularan virus corola . “

    Hasil Cek Fakta

    Beredar pesan berantai pads aplikasi Whatsapp yang berisi informasi mengenai imbauan agar berhati-hati memakan nasi padang. Dalam pesan tersebut diklaim bahwa nasi padang adalah sumber penyebaran virus covid-19.

    Berdasarkan penelusuran, klaim pada pesan berantai WhatsApp yang menyebut nasi padang menjadi sumber penuluran covid-19 adalah salah dan menyesatkan. Pelaku penyebar kabar hoaks tersebut sudah ditangkap dan meminta maaf.

    Dilansir Detik.com, melalui artikel berjudul “Sebut Nasi Padang Penyebab Virus Corona, Pria Ini Minta Maaf” dimuat Rabu, 25 Maret 2020, disebutkan bahwa kabar itu pertama kali disebarkan melalui grup WhatsApp para pedagang di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat.

    Mendapati kabar ini, jelas banyak orang marah terutama para penjual nasi Padang. Secara beramai-ramai mereka mencari si penyebar pesan yang menyesatkan ini. Saat dicokok, pria ini hanya bisa meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

    Pria yang diketahui berusia lebih dari 40 tahun ini akhirnya menuliskan surat permohonan maaf yang dilengkapi tanda tangan di atas materai Rp 6.000.

    Seorang praktisi kuliner Arie Parikesit ikut mengunggah cuitan ini. “Memfitnah nasi Padang sebagai sumber corona, seorang warga akhirnya menorehkan ttd di atas materai 6000. Kekerabatan Minang dilawan,” tulis Arie Parikesit.

    Dalam unggahan twitternya terdapat beberapa foto si pelaku penyebar hoaks lengkap dengan sepucuk surat tulisan tangan yang telah ditandatangani di atas materai 6000.

    Kesimpulan

    klaim pada pesan berantai WhatsApp yang menyebut nasi padang menjadi sumber penularan covid-19 adalah salah dan menyesatkan. Pelaku penyebar kabar hoaks tersebut sudah ditangkap dan meminta maaf.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4327) [SALAH] Foto Cover Majalah Tempo “Dalam Bayang-Bayang Denny Siregar”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 13/07/2020

    Berita

    “Jokowi lengser & akan hidup terhina 7 turunan seperti Denny Siregar. Amiin yra…”

    Hasil Cek Fakta

    Akun facebook bernama Rully Erlando mengunggah foto cover majalah berisi gambar ilustrasi Presiden Jokowi yang sedang melihat air di dalam tong dan terdapat refleksi wajah Denny Siregar. Cover tersebut berjudul “DALAM BAYANG_BAYANG DENNY SIREGAR”.

    Berdasarkan penelusuran, gambar tersebut merupakan suntingan atau editan dan merupakan hoaks daur ulang dari cover majalah Tempo. Sebelumnya pada april 2020 juga beredar foto serupa dengan tampilan wajah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan.

    Melalui akun twitter resminya tempo pun membantah gambar cover yang beredar tersebut.

    “Tweeps, sedang beredar hoax di medsos yang menyebut majalah Tempo edisi 1-7 April 2020 mengangkat cover story ‘Dalam Bayang-Bayang Luhut’. Padahal gambar cover itu hoax dan dimanipulasi dari laporan utama berjudul “Dalam Bayang-Bayang Paloh” yang dimuat di edisi November 2014.” Tulis @tempodotco (4/4/2020).

    Kesimpulan

    Foto merupakan suntingan atau editan. foto tersebut merupakan hoaks daur ulang pada april 2020 lalu, dimana foto asli adalah berjudul “Dalam Bayang-Bayang Paloh” yang dimuat di majalah tempo edisi November 2014.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4333) [SALAH] Pedagang di Pasar Segiri Positif Covid-19

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 13/07/2020

    Berita

    Bun, maaf sementara jgn k pasar segiri dlu y..

    D los ikan ada yg positif.. tlg d infokan k keluarga dan teman y bun

    Hasil Cek Fakta

    Beredar melalui media sosial Facebook perihal informasi adanya pasien positif corona atau Covid-19 di Pasar Segiri, Samarinda. Informasi tersebut beredar di kalangan masyarakat Kota Samarinda dalam beberapa hari terakhir. Namun pasca dilakukan penelusuran lebih lanjut, diketahui bahwa unggahan yang beredar tidak sesuai dengan fakta.

    Melansir dari kaltimtoday.com, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, Osa Rafshodia menegaskan informasi pedagang di Pasar Segiri positif Covid-19 adalah hoaks. Pada konfrensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Samarinda, Osa mempersilakan masyarakat untuk tetap beraktifitas di pasar, namun diharapkan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada.

    “Informasi soal Pasar Segiri itu tidak benar. Jadi jangan meneruskan kabar yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat silakan beraktifitas ke pasar, olahraga dan ke kantor asalkan selalu mematuhi 3 protokol kesehatan,” ujar Osa.

    Kesimpulan

    Informasi tersebut tidak sesuai fakta. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Samarinda menyatakan, tidak ada penemuan pasien positif Covid-19 di Pasar Segiri hingga saat ini.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4334) [SALAH] Narasi Tito Karnavian Berideologi Komunis Karena Pernah Disekolahkan Partai Komunis China di Beijing

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 13/07/2020

    Berita

    Akun Facebook Nicky Mediola mengunggah sebuah narasi di lama pribadinya yang bertuliskan “TITO KARNIVAN ITU BERIDIOLOGI KOMUNIS DIA BISA DI KATAKAN PKI KARENA DI PERNAH DI SEKOLAHLAH OLEH PARTAI KOMUNIS CHINA DI BAIJING” pada 13 Juli 2020. Unggahan tersebut telah mendapatkan respon sebanyak 25 reaksi.

    Berikut kutipan narasinya:

    “TITO KARNIVAN ITU BERIDIOLOGI KOMUNIS DIA BISA DI KATAKAN PKI KARENA DI PERNAH DI SEKOLAHLAH OLEH PARTAI KOMUNIS CHINA DI BAIJING”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, yang dimaksud “Tito Karnivan” dalam narasi tersebut adalah Tito Karnavian yang saat ini tengah menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri Indonesia sejak 23 Oktober 2019. Tito Karnavian sendiri tidak pernah disekolahkan oleh Partai Komunis China di Beijing (dalam narasi tersebut tertulis Baijing), China.

    Dikutip dari CNN Indonesia, Tito Karnivan pernah menempuh pendidikan program S2 di University of Exeter, Inggris, melalui beasiswa dari The British Council untuk program Master in Police Studies tahun 1992. Kemudian pada tahun 1998, ia berhasil lulus dengan predikat Bachelor of Arts (B.A.) dalam bidang Strategic Studies berkat program Sesko yang pemerintah Selandia Baru tawarkan kepada Polri.

    Di tahun 2013, ia juga mendapat beasiswa doktoral (PhD) bidang Strategic Studies di S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Nanyang Technological University (NTU), Singapura.

    Kesimpulan

    Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Nicky Mediola di Facebook dapat masuk ke dalam kategori Konten yang Menyesatkan. Sebab, Tito Karnavian tidak disekolahkan oleh Partai Komunis China di Beijing, China.

    Rujukan