• (GFD-2020-4938) [SALAH] Tangkapan Layar “Tentara Merah RRC Berkamuflase Jadi Banser”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 05/09/2020

    Berita

    Akun Facebook Anto Lay mengunggah tangkapan layar kartu anggota Banser atas nama Lie Tjin Kiong klaim mengenai tentara merah RRC berkamuflase menjadi Banser dan Ansor. Menyertai unggahan itu, Anto menuliskan narasi “yang perlu tuk di waspadai.”

    Berikut kutipan narasinya:

    Narasi postingan:

    “yang perlu tuk di waspadai”

    Narasi pada gambar:

    “TENTARA MERAH RRC..

    BERKAMUFLASE JADI BANSER dan ANSOR..

    SASARANNYA mengadu domba unat ISLAM..

    WASPADA...

    INI BERITA FIX dan bisa DI PERTANGGUNG JAWABKAN..”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa isu tentara merah RRC berkamuflase menjadi Banser dan Ansor sudah terklarifikasi pada artikel periksa fakta berjudul [SALAH] “Tentara Merah RRC Berkamuflase Jadi Banser” yang tayang di turnbackhoax.id pada 17 September 2018.

    Dilansir dari nu.or.id (4 Mei 2017), Ketua PW GP Ansor Jatim H Rudi Triwahid meluruskan seputar hoax yang menyebar luas di dunia maya itu. Ia membenarkan isi KTA Lie Tjin Kiong namun membantah bahwa Lie adalah non-Muslim. “Benar KTA itu. Dia seorang mualaf. Dia ikut Diklatsar Banser pada tahun 2001. Siapa pun boleh menjadi anggota Banser,” katanya.

    Kepala Satkorwil Banser Jatim Gus Abid Umar menegaskan, Lie Tjin Kiong ini merupakan salah seorang pengurus Masjid Cheng Ho Surabaya yang telah mengikuti Diklatsar Banser. “KTA memang benar diteken oleh Kasatkorwil Banser Jatim yang lama, dr Umar Usman. Banser juga punya yang Londho. Tapi mereka beragama Islam,” jelasnya.

    Kesimpulan

    Isu lama yang sudah terklarifikasi pada tahun 2017 dan 2018. Kepala Satkorwil Banser Jatim Gus Abid Umar menegaskan, Lie Tjin Kiong ini merupakan salah seorang pengurus Masjid Cheng Ho Surabaya yang telah mengikuti Diklatsar Banser.”

    Rujukan

  • (GFD-2020-4939) [SALAH] Covid-19 Singkatan dari Certificate of Vaccination Identification with Artificial Intelligence

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 05/09/2020

    Berita

    Akun Facebook Adrienne Onepancook Holmes mengunggah konten dengan klaim narasi yang menyebutkan bahwa nama Covid-19 merupakan singkatan dari Certificate of Vaccination Identification with Artificial Intelligence. Unggahan tersebut disertai video seorang dokter menjelaskan mengenai argumentasi tersebut.

    Berikut kutipan narasinya:

    “🚨*CATCH THIS WHILE YOU CAN, SAVE AND REPOST, TRANSLATE TO OTHER LANGUAGES AND SHARE WITH YOUR FRIENDS/ FAMILY AROUND THE WORLD‼️*🚨
    🚨Wow! It was right under our noses the whole time 😵😡🚨
    COVID-19 does NOT mean Coronavirus‼️ It means:
    Certificate
    Of
    Vaccination
    ID (Identification) [ with artificial intelligence, per report ]
    -19 = The year it was created
    Lord, bless this physician, watch over him, and keep him in perfect peace, knowing he has done the right thing to warn the people, in Jesus’ name, amen ✝️
    🙏🏽🔥❤️✝️❤️🔥🙏🏽
    👑👑👑”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa klaim tersebut tidak benar. Dilansir dari kompas.com, pihak WHO sudah pernah menjelaskan mengenai penamaan virus Corona yang menjadi pendemi saat ini menjadi Covid-19 pada bulan Februari 2020.

    Hal itu diketahui dari akun Twitter WHO (@WHO) yang menyematkan video media briefing yang dilakukan oleh Director-General WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

    Tedros menjelaskan bahwa nama resmi untuk virus corona adalah Covid-19. "CO" merujuk pada corona, "VI" merujuk pada virus, dan "D" merujuk pada disease atau penyakit.

    "Di bawah pedoman yang disepakati antara WHO, World Organisation for Animal Health, dan Food and Agriculture Organization of the United Nations, kami harus menemukan sebuah nama yang tidak merujuk pada lokasi geografis, hewan, individu atau kelompok orang, dan nama yang bisa diucapkan dan berhubungan dengan penyakit," kata Tedros.

    Sebelum istilah Covid-19 dipublikasikan, penyakit virus corona dinamakan 2019 Novel Coronavirus atau 2019-nCoV.

    Kesimpulan

    Klaim perihal Covid-19 singkatan dari Certificate of Vaccination Identification with Artificial Intelligence tidak benar. Director-General WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menjelaskan bahwa nama resmi untuk virus corona adalah Covid-19. "CO" merujuk pada corona, "VI" merujuk pada virus, dan "D" merujuk pada disease atau penyakit.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4917) [SALAH] Menag Belajar Mengaji Dengan Abu Janda

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 04/09/2020

    Berita

    Akun Facebook Ara Sukara Li memposting gambar tangkapan foto dengan judul “Disindir Hanya Hafal Juz Amma, Akhirnya Menag Belajar Mengaji Dengan Abu Janda.” Konten tersebut disertai narasi “Pantesan saja makin gemblung, belajar ngajinya juga sama orang Gemblung! 😇😇.” Diketahui bahwa tangkapan layar tersebut berasal dari artikel di laman mozilarain[dot]blogspot[dot]com dengan judul “Disindir Hanya Hafal Juz Amma, Akhirnya Menag Belajar Mengaji Dengan Abu Janda.”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa artikel pada laman mozilarain[dot]blogspot[dot]com tersebut memelintir konteks pemberitaan dari artikel beritaislam.org berjudul “Menteri Agama Fachrul Razi Foto Bareng Dengan Abu Janda” yang tayang pada 3 November 2019. Dalam artikel di beritaislam.org tidak terdapat pernyataan yang menyatakan Menteri Agama Fachrul Razi belajar mengaji dengan Abu Janda.

    Selain itu, dari laman itu diketahui bahwa foto artikel tersebut diambil dari akun media sosial Abu Janda. Setelah ditelusuri lebih lanjut, foto tersebut diunggah di akun IG Abu Janda (@permadiaktivis2) pada 3 November 2019. Unggahan tersebut disertai narasi postingan berikut: “Saya bukan menteri agama islam saja, saya menteri semua agama", seharusnya diucapkan oleh semua Menteri Agama RI ? Saya bilang, semoga bapak benar2 perhatikan kebebasan beribadah bagi semua agama - bebas dari persekusi, selamat bertugas pak ? Selametan di kediaman pak Menag.”

    Dari narasi akun @permadiaktivis2 tersebut tidak ditemukan pernyataan Menag belajar mengaji dengan Abu Janda atau Permadi.

    Kesimpulan

    Gambar tangkapan layar tersebut berasal dari artikel pada laman mozilarain[dot]blogspot[dot]com yang memelintir konteks informasi dari artikel beritaislam.org pada 3 November 2019 berjudul “Menteri Agama Fachrul Razi Foto Bareng Dengan Abu Janda.” Adapun, foto Menag Fachrul Razi dan Abu Janda berasal dari akun Instagram @permadiaktivis2 pada 3 November 2019.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4918) [SALAH] Pesan Singkat Rektor Unsoed soal Dana untuk Mahasiswa

    Sumber: Pesan Berantai SMS
    Tanggal publish: 04/09/2020

    Berita

    Telah beredar pesan singkat mengatasnamakan Rektor Universitas Soedirman, Prof. Dr. Ir. Suwarto, mengenai pencairan dana bagi mahasiswa di masa pandemi COVID-19.

    Dalam pesan singkat tersebut, seluruh penerima pun diberikan nomor telepon agar bisa mengkonfirmasi jika mahasiswa tersebut menerima bantuan dana.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, informasi yang beredar tersebut salah. Dilansir dari porta berita Kompas, Sekertariat Unsoed juga mengkonfirmasi bahwa pesan singkat tersebut tidak benar.

    “Informasi tersebut tidak benar adanya, dan melalui website maupun medsos universitas, kami memberikan pengumuman agar mahaiswa dan semua pihak berhati-hati terkait informasi semacam itu,” tutur Wisnu Widjanarko selaku Sekertaris Unit Layanan Terpadu Unsoed.

    Meskipun belum ada laporan mengenai korban atas pesan singkat itu, pihak Unsoed menghimbau ketika mendapatkan pesan mengatasnamakan Rektor atau Universitas dapat mengkonfirmasi terlebih dahulu kepada Humas Unsoed di nomor (0281) 635292, pesawat 131 agar tidak merugikan banyak pihak.

    Dengan demikian, pesan terkait Rektor Unsoed bagikan dana bantuan di tengah pandemi termasuk kategori Konten Palsu. Hal ini dikarenakan pesan yang mengatas namakan Rektor Unsoed tentang pemberian Dana pandemi COVID-19 untuk mahasiswa tidak benar adanya.

    Rujukan