• (GFD-2020-5520) [SALAH] “Di Tanya soal virus Corona KORLAP FPI: Hanya Imam Besar kami yg punya Penangkal virus Corona, karna Imam besar kami cucu Nabi”

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 11/11/2020

    Berita

    Akun Twitter Flotim_NT70 mengunggah gambar yang isi narasinya “Di tanya soal virus corona korlap FPI: hanya imam besar kami yg punya penangkal virus corona,karna imam besar kami cucu nabi” pada Rabu (11/11/20).

    Hasil Cek Fakta

    Dari hasil penelusuran, gambar dengan narasi yang sama tersebut pernah beredar pada Maret 2019, diketahui bahwa foto tersebut merupakan hasil suntingan.

    Melansir dari suara.com, foto asli itu setidaknya telah mengalami tiga kali suntingan. Pertama, adanya pemotongan gambar, sehingga foto mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla tidak terlihat. Kedua, kepala Presiden Joko Widodo yang diganti dengan wajah seorang pria. Papan nama juga diganti dari Presiden menjadi Korlap FPI.

    Selain foto, judul juga tidak ditulis dengan kata baku dan ejaan yang disempurnakan, misal kata ‘yang’ ditulis dengan ‘yg’, kata ‘karena’ ditulis dengan ‘karna’.

    Perlu diketahui, foto Jokowi dengan menggunakan jaket Asian Games 2018 tersebut diambil saat Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (14/5/2018).

    Maka dapat disimpulkan bahwa gambar tersebut adalah hasil suntingan dan masuk ke dalam kategori manipulated content/konten yang dimanipulasi.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5522) [SALAH] Zat Fluoride Dalam Pasta Gigi Dapat Menyebabkan Osteosarcoma

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 11/11/2020

    Berita

    Beredar di media sosial Facebook narasi yang menyatakan bahwa fluoride di dalam pasta gigi merupakan zat yang berbahaya dan dapat meningkatkan kemungkinan osteosarcoma, sejenis kanker tulang ganas yang mematikan.

    Pasta Gigi

    Hasil Cek Fakta

    Dilansir dari detik.health.com, melalui penelitian yang dilakukan di Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo yang merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki air tanah dengan kadar fluoride tinggi (3,08 ppm), kecuali wabah bercak (dental fluorosis) pada gigi geligi, belum pernah diberitakan adanya bencana atau wabah penyakit sistemik akibat kelebihan fluoride.

    Bahkan terkait hal ini, dalam pertemuan bersama antara WHO, FDI dan IADR (International Association for Dental Research) dicetuskan Deklarasi Beijing pada tahun 2007 dengan tema ‘All to action to promote oral health by using fluoride in China and Southeast Asia’ yang menyatakan bahwa pasta gigi dengan kandungan fluoride aman digunakan dan terbukti menurunkan angka karies. Untuk itu, WHO, American Dental Association (ADA) dan Federation Dentaire Internasionale (FDI) menyatakan bahwa menyikat gigi harus menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride.

    Drg. Dhanni Gustiana, alumnus World Health Organization Collaborating Centre (WHOCC), juga menambahkan bahwa mengenai bahaya zat fluoride tergantung pada dosisnya. Maka terkait hal itu, di Indonesia sendiri, pihak BPOM pun sebelumnya telah menetapkan standar kandungan zat fluoride yang aman di dalam pasta gigi.

    Berdasarkan hasil penelusuran, dapat disimpulkan bahwa narasi yang menyebutkan bahwa zat fluoride di dalam pasta gigi dapat meningkatkan kemungkinan osteosarcoma adalah hoaks kategori misleading content atau konten yang menyesatkan. Hoaks ini juga merupakan hoaks berulang yang sudah muncul sejak tahun 2016.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5529) CEK FAKTA: Olly Dondokambey Sebut Gini Ratio Minut dan Minsel Tertinggi di Sulut, Pakar Beber Data Tahun 2015-2018

    Sumber: Debat Pilkada 2020
    Tanggal publish: 11/11/2020

    Berita

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Debat Publik Tahap II Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Pemilihan 2020, yang berlangsung Rabu (11/11/2020) di Hotel Mercure Tateli, Kabupaten Minahasa. Debat kali ini mengangat tema ‘Kesejaheraan Masyarakat, Pendidikan dan Penanggulangan Kemiskinan (Ekonomi, Industri, Pendidikan, Perdagangan dan Teknologi, UMKM dan Koperasi, Gender, DIsabilitas dan Anak)’. Dalam kesempatannya, Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara nomor urut 3 Olly Dondokambey dan Steven Kandouw menyebutkan terkait indeks gini ratio di Sulut ada dua kabupaten paling tinggi.

    “Ada dua kabupaten di Provinsi Sulut, gini ratio Minahasa Utara dan Minahasa Selatan paling tinggi,” ujar Olly Dondokambey.

    Hasil Cek Fakta

    Sementara itu, Magdalena Wullur, Dosen Fakultas Ekonomi Unsrat membeberkan data gini ratio di Sulut slang tahun 2015-2018.

    Dijelaskan Magdanlena, pada tahun 2015 gini rasio Kota Kotamobagu adalah yang tertinggi sebesar 0,412 kemudian yang kedua yaitu Kabupaten Minut sebesar 0,405 dan yang ketiga tertinggi yaitu Kabupaten Minsel sebesar 0,399.

    Kemudian pada tahun 2016 gini rasio Kab Minut adalah yang tertinggi sebesar 0,425 kemudian yang kedua yaitu Kota Kotamobagu sebesar 0,413 dan yang ketiga tertinggi yaitu Kota Bitung sebesar 0,389.
    Pada tahun 2017 gini rasio Kota Manado adalah yang tertinggi sebesar 0,388 kemudian yang kedua yaitu Kabupaten Minsel sebesar 0,377 dan yang ketiga tertinggi yaitu Kabupaten Minahasa sebesar 0,362.

    Pada tahun 2018, Manado kembali menjadi yang tertinggi yaitu sebesar 0,401 disusul Kabuapten Minsel dan Minahasa sebesar 0,397.

    Rasio Gini (Gini ratio) diartikan sebagai ukuran derajad ketidakmerataan distribusi hasil pembangunan.

    Semakin besar atau melebar indeks tersebut, berarti kelompok miskin lebih lambat untuk menjadi kaya, sedangkan yang sudah kaya justru lebih cepat untuk bertambah kaya.

    “Jadi makin besar angkanya, makin buruk sebenarnya kesenjangannya,” jelas Magdalena.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5530) CEK FAKTA: Vonny Sebut Sulut Peringkat 32 Bidang Pendidikan, Benarkah?

    Sumber: Debat Pilkada 2020
    Tanggal publish: 11/11/2020

    Berita

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut menggelar debat Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut tahap kedua di Hotel Mecure, Tateli, Minahasa, Sulut, Rabu (11/11/2020). Tiga paslon yang tampil adalah Cristiany E Paruntu – Sehan S Landjar, Vonny A Panambunan – Hendry Runtuwene, Olly Dondokambey – Steven O Kandou.

    Dalam sesi debat itu, Vonny mengatakan, Sulut berada di peringkat 32 untuk kualitas pendidikan di Indonesia. Atau berada di nomor dua terbelakang dari 34 provinsi di Indonesia.
    “Sulut berada di nomor dua dari belakang untuk kualitas pendidikan di Indonesia,” ujar Vonny.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran tim cek fakta, hasil Ujian Nasional (UN) SMA/SMK tahun 2019, Sulut berada di deretan terbawah nasional. Untuk SMA di urutan 32 dari 34 provinsi, sementara SMK di urutan 31 atau ketiga terbawah secara nasional.

    Menanggapi pernyataan Vonny, Cagun Steven O Kandouw mengatakan, kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari nilai lulusan siswa SMA dan SMK. Karena ada banyak faktor yang mempengaruhinya.

    “Apalagi saat ini UN sudah dihapus,” ujar Kandou.

    Menanggapi hal ini, akademisi dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Manado (Unima) di Tondano Dr Aldjon Dapa mengatakan, kualitas pendidikan artinya indikator penilaian mutu pendidikan berlaku untuk semua jenjang mulai dari Pendidikan Anau Usia Dini (PAUD) hingga SMA dan SMK.

    “Ada 8 indikator penilaian kualitas atau mutu pendidikan,” ujar Aldjon.

    Delapan indikator pendidikan itu adalah kompetensi lulusan, isi pendidikan, proses pembelajaran, penilaian pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan pendidikan, serta pembiayaan pendidikan. (*)

    Rujukan