Sebuah foto selebrasi megabintang sepak bola Lionel Messi beredar di media sosial Facebook dan dikaitkan dengan Pilkada serentak tahun 2020 ini. Foto pemain FC Barcelona tersebut antara lain disebarkan oleh akun Facebook Kie Bessi, jauh hari sebelum hari-H pencoblosan Pilkada 2020, Rabu (09/12/2020) ini. Tepatnya, gambar Lionel Messi itu diunggah sang pemilik akun di grup Facebook Pilkada Halmahera Selatan 2020, Selasa (01/09/2020) silam, pada pukul 16.07.
"KALU MESSI SAJA SU DUKUNG, BERARTI USMAN-BASSAM SU TARA BISA TERBENDUNG SDH," tulis Kie Bessi menarasikan foto selebrasi Lionel Messi itu.
Dalam foto tersebut, Messi yang berseragam FC Barcelona terlihat seperti tengah merayakan gol sambil mengangkat jersey-nya. Di balik jersey klub Spanyol yang ia kenakan itulah, terpampang foto salah satu pasangan Cabup-Cawabup Halmahera Selatan, Usman-Bassam.
(GFD-2020-5771) CEK FAKTA: Lionel Messi Dukung Salah Satu Cabup Halmahera Utara, Benarkah?
Sumber: facebook.comTanggal publish: 09/12/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran Suara.com, foto Lionel Messi yang sedang merayakan gol dengan membuka baju berisi foto pasangan Cabup-Cawabup Halmahera Selatan, Usman-Bassam, tersebut tidak benar adanya.
Foto yang sama persis, foto aslinya, bahkan sudah ada sejak lama sekali, belasan tahun lalu. Tepatnya foto tersebut diambil dalam laga El Clasico pada Maret 2007, antara FC Barcelona melawan Real Madrid yang berakhir imbang 3-3.
Di pertandingan itu, Lionel Messi memang tampil dominan dan mencetak gol-gol yang menyelamatkan timnya dari kekalahan. Berita dengan foto dalam angle yang sama itu antara lain dimuat di laman BBC Sport, namun dengan baju kaus dalam yang tidak memperlihatkan gambar paslon di Pilkada Halmahera Utara.
Lebih jauh, diketahui bahwa foto Messi dengan angle serupa, memang telah banyak dan berulang kali dibuat dalam bentuk meme berbeda. Lewat pencarian reverse image di Yandex misalnya, dengan mudah bisa ditemukan foto-foto Lionel Messi dengan angle sama yang telah diedit dan dijadikan meme untuk berbagai kepentingan.
Salah satu website yaitu funny.pho.to misalnya, bahkan terang-terangan menawarkan aplikasi untuk mengedit foto ikonik Lionel Messi tersebut lebih gampang. Walaupun dalam salah satu keterangannya pihak web menyebut hal itu untuk tujuan guyon atau lucu-lucuan semata.
Soal apa yang sebenarnya tertera di baju kaus dalam Lionel Messi pada foto aslinya, seperti antara lain ditulis beberapa media dan juga dapat dilihat dalam foto-foto lebih jelas dari angle lain, aslinya adalah tulisan berbunyi "Fuerza Tio".
"Seusai setiap gol yang dicetaknya (dalam pertandingan itu), Messi mengangkat jersey-nya untuk memperlihatkan T-shirt putih bertulisan 'Fuerza Tio', bahasa Spanyol yang berarti 'Kuatkan Diri, Paman'," tulis New York Times.
Foto yang sama persis, foto aslinya, bahkan sudah ada sejak lama sekali, belasan tahun lalu. Tepatnya foto tersebut diambil dalam laga El Clasico pada Maret 2007, antara FC Barcelona melawan Real Madrid yang berakhir imbang 3-3.
Di pertandingan itu, Lionel Messi memang tampil dominan dan mencetak gol-gol yang menyelamatkan timnya dari kekalahan. Berita dengan foto dalam angle yang sama itu antara lain dimuat di laman BBC Sport, namun dengan baju kaus dalam yang tidak memperlihatkan gambar paslon di Pilkada Halmahera Utara.
Lebih jauh, diketahui bahwa foto Messi dengan angle serupa, memang telah banyak dan berulang kali dibuat dalam bentuk meme berbeda. Lewat pencarian reverse image di Yandex misalnya, dengan mudah bisa ditemukan foto-foto Lionel Messi dengan angle sama yang telah diedit dan dijadikan meme untuk berbagai kepentingan.
Salah satu website yaitu funny.pho.to misalnya, bahkan terang-terangan menawarkan aplikasi untuk mengedit foto ikonik Lionel Messi tersebut lebih gampang. Walaupun dalam salah satu keterangannya pihak web menyebut hal itu untuk tujuan guyon atau lucu-lucuan semata.
Soal apa yang sebenarnya tertera di baju kaus dalam Lionel Messi pada foto aslinya, seperti antara lain ditulis beberapa media dan juga dapat dilihat dalam foto-foto lebih jelas dari angle lain, aslinya adalah tulisan berbunyi "Fuerza Tio".
"Seusai setiap gol yang dicetaknya (dalam pertandingan itu), Messi mengangkat jersey-nya untuk memperlihatkan T-shirt putih bertulisan 'Fuerza Tio', bahasa Spanyol yang berarti 'Kuatkan Diri, Paman'," tulis New York Times.
Kesimpulan
Foto Lionel Messi yang sedang melakukan selebrasi gol dengan menunjukkan gambar salah satu pasangan Cabup-Cawabup Halmahera Utara, Usman-Bassam di Pilkada 2020, adalah hoaks belaka. Foto aslinya tidak demikian, sudah lama beredar dan merupakan kejadian 13 tahun lalu, serta merupakan editan belaka yang bahkan sudah kerap dibuat dan diedarkan berbagai pihak baik untuk maksud tertentu maupun lucu-lucuan belaka.
Rujukan
(GFD-2020-5772) [SALAH] Foto “inilah salah satu jenazah para pahlawan pengawal HRS”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 09/12/2020
Berita
Akun All Mustafa (fb.com/all.mustafa.3910) mengunggah sebuah gambar tangkapan layar dengan narasi sebagai berikut:
“terharu melihat wajah mujahid ini…”
Di gambar yang memperlihatkan seorang pria yang tengah terbaring dengan pose sambil tersenyum itu terdapat narasi “Apa yang kau lihat saudaraku, sehingga senyummu begitu indah. Jika kau memang bersalah, tidak mungkin wajahmu begitu bahagia. (Kita pasti mati, dan apa yang kita kerjakan akan kita pertanggungjawabkan dihadapan Allah)”.
Juga terdapat narasi “inilah salah satu jenazah para pahlawan pengawal HRS,mujahid FPI yg di bunuh oleh oknum BIADAP. kami sangat menantikan saat2 seperti kalian rasakan. wajahmu dan senyummu begitu indah sehingga membuat kami sehingga membuat kami haus menanti waktu seperti ALLAH berikan kepada kalian”
“terharu melihat wajah mujahid ini…”
Di gambar yang memperlihatkan seorang pria yang tengah terbaring dengan pose sambil tersenyum itu terdapat narasi “Apa yang kau lihat saudaraku, sehingga senyummu begitu indah. Jika kau memang bersalah, tidak mungkin wajahmu begitu bahagia. (Kita pasti mati, dan apa yang kita kerjakan akan kita pertanggungjawabkan dihadapan Allah)”.
Juga terdapat narasi “inilah salah satu jenazah para pahlawan pengawal HRS,mujahid FPI yg di bunuh oleh oknum BIADAP. kami sangat menantikan saat2 seperti kalian rasakan. wajahmu dan senyummu begitu indah sehingga membuat kami sehingga membuat kami haus menanti waktu seperti ALLAH berikan kepada kalian”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa ada foto salah satu anggota FPI yang tewas dengan wajah yang tetap tersenyum adalah klaim yang keliru.
Faktanya, bukan foto salah satu jenazah anggota FPI pengawal HRS yang tewas. Pria yang tersenyum di foto tersebut saat ini masih hidup dan sudah memberikan klarifikasi melalui video.
Dilansir dari Medcom.id, video klarifikasi ini salah satunya dibagikan akun facebook bernama Ustdz Brama Kumbara pada Rabu, 9 Desember 2020.
Dalam video itu, pria tersebut tak menyangka fotonya yang tengah berbaring dan tersenyum viral. Ia berdoa semoga dalam keadaan khusnul khatimah jika kelak benar-benar meninggal.
“Itu gambar kemarin, itu pas waktu acara habib datang itu, terus dikirim ke pembela ulama habib,”kata sosok pria tersebut.
Selain itu, foto tersebut pun telah dibantah oleh Bareskrim Mabes Polri. Foto tersebut bukan salah satu jenazah anggota FPI yang tewas.
“Kayaknya wajah itu bukan wajah di antara tersangka yang sudah diautopsi,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian kepada Medcom.id, Rabu, 9 Desember 2020.
Sementara itu, jenazah enam anggota laskar khusus Front Pembela Islam (FPI) yang tewas dalam insiden yang disebut baku tembak dengan aparat kepolisian telah dimakamkan. Keenam jenazah dimakamkan tadi pagi.
“Sudah dimakamkan tadi pagi. Lima orang dimakamkan di Megamendung dan 1 orang di Jakarta,” ujar Wakil Sekretaris Umum FPI Aziz Yanuar saat dihubungi wartawan, Rabu (9/12/2020).
Lima jenazah yang dimakamkan di Megamendung, Kabupaten Bogor, adalah Andi Oktiawan (33), Faiz Ahmad Syukur (22), Ahmad Sofiyan alias Ambon (26), Muhammad Suci Khadavi (21), dan Reza (20). Sedangkan jenazah Luthfil Hakim (25) dimakamkan di Cengkareng, Jakarta Barat.
Faktanya, bukan foto salah satu jenazah anggota FPI pengawal HRS yang tewas. Pria yang tersenyum di foto tersebut saat ini masih hidup dan sudah memberikan klarifikasi melalui video.
Dilansir dari Medcom.id, video klarifikasi ini salah satunya dibagikan akun facebook bernama Ustdz Brama Kumbara pada Rabu, 9 Desember 2020.
Dalam video itu, pria tersebut tak menyangka fotonya yang tengah berbaring dan tersenyum viral. Ia berdoa semoga dalam keadaan khusnul khatimah jika kelak benar-benar meninggal.
“Itu gambar kemarin, itu pas waktu acara habib datang itu, terus dikirim ke pembela ulama habib,”kata sosok pria tersebut.
Selain itu, foto tersebut pun telah dibantah oleh Bareskrim Mabes Polri. Foto tersebut bukan salah satu jenazah anggota FPI yang tewas.
“Kayaknya wajah itu bukan wajah di antara tersangka yang sudah diautopsi,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian kepada Medcom.id, Rabu, 9 Desember 2020.
Sementara itu, jenazah enam anggota laskar khusus Front Pembela Islam (FPI) yang tewas dalam insiden yang disebut baku tembak dengan aparat kepolisian telah dimakamkan. Keenam jenazah dimakamkan tadi pagi.
“Sudah dimakamkan tadi pagi. Lima orang dimakamkan di Megamendung dan 1 orang di Jakarta,” ujar Wakil Sekretaris Umum FPI Aziz Yanuar saat dihubungi wartawan, Rabu (9/12/2020).
Lima jenazah yang dimakamkan di Megamendung, Kabupaten Bogor, adalah Andi Oktiawan (33), Faiz Ahmad Syukur (22), Ahmad Sofiyan alias Ambon (26), Muhammad Suci Khadavi (21), dan Reza (20). Sedangkan jenazah Luthfil Hakim (25) dimakamkan di Cengkareng, Jakarta Barat.
Rujukan
- https://www.facebook.com/ustadz.kumbara.9/videos/1192426671152670/ (Arsip –
- https://bit.ly/3qFQiEw)
- https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/5b2eX9rN-cek-fakta-foto-jenazah-anggota-fpi-tersenyum-ini-faktanya
- https://www.suara.com/news/2020/12/09/180241/jenazah-anggota-fpi-dikabarkan-tersenyum-ternyata-orangnya-masih-hidup
- https://news.detik.com/berita/d-5287899/jenazah-6-laskar-fpi-sudah-dimakamkan-5-di-megamendung-1-di-jakarta
(GFD-2020-8407) Keliru, Video yang Disebut Tunjukkan Anggota FPI yang Ditembak Polisi di Tol Cikampek
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 09/12/2020
Berita
Video pendek yang memperlihatkan penembakan terhadap dua pria di jalanan sebuah kota viral di media sosial. Video berdurasi 4 detik ini diklaim sebagai video anggota Front Pembela Islam (FPI) yang ditembak oleh polisi. Video ini beredar setelah, pada 7 Desember 2020 lalu, terjadi penembakan terhadap enam anggota FPI oleh kepolisian di Tol Cikampek.
Dalam video itu, terlihat seorang pria bertopi dan berompi hitam yang menembak dua pria hingga tersungkur. Walaupun begitu, pria bertopi dan berompi hitam tersebut terus melepaskan tembakan ke arah keduanya. Di Facebook, video itu dibagikan salah satunya oleh akun Ahmad Tsauri, tepatnya pada 8 Desember 2020. Akun ini menulis narasi sebagai berikut:
"Saya sudah melihat videonya, dalam 5 detik 6 orang FP* yang menyerang polisi tumbang. Petugasnya keren. Dan senjata FP* berjatuhan. Hanya dalam 5 detik.
Tembakannya sangat akurat, kalau meleset saja sedikit pasti anggota polisi ada yang mati ditembak mereka. Newbie verses expert. Ternyata ada penembak lebih jitu dari adegan filem-filem hhhe.
Aparat pasti punya durasi dari berbagai sudut. 4 orang yang kabur bisa dijerat pasal terorisme dan jika dibuka semua, soal senjata dan jaringan teroris di FP*.
Ormas tak berijin ini pasti dibubarkan karena terlibat dalam jaringan terorisme. Mohon jangan ada yang inbox minta video, kita tunggu rilis resmi dari aparat."
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Ahmad Tsauri.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, video tersebut telah beredar sejak Januari 2020 silam, jauh sebelum terjadinya penembakan terhadap enam anggota FPI di Tol Cikampek pada 7 Desember 2020 lalu. Video itu adalah video pembunuhan oleh sekelompok preman terhadap dua pria asal Venezuela di Kolombia. Video ini direkam dan diunggah ke media sosial oleh kelompok preman tersebut.
Video itu pernah beredar di Indonesia pada Juli 2020 lalu dengan narasi yang berbeda. Video tersebut diklaim sebagai video pelaku perampokan dan pembacokan terhadap seorang sopir truk di Rancaekek, Bandung, yang ditembak mati oleh tim buser kepolisian. Tempo telah memverifikasi klaim tersebut saat itu dan menyatakannya sebagai hoaks.
Salah satu gambar tangkapan layar dari video tersebut pernah dimuat oleh situs media Kolombia, Semana.com. Menurut berita Semana.com pada 31 Januari 2020 itu, peristiwa dalam video ini merupakan peristiwa pembunuhan terhadap dua pria oleh sekelompok preman di El Santuario, Antioquia, Kolombia.
Penembakan yang terjadi pada 28 Januari 2020 itu direkam dan disebarkan ke media sosial dan WhatsApp oleh kelompok preman yang sama. Dua pria yang menjadi korban tersebut adalah warga negara Venezuela, berusia 19 tahun dan 21 tahun. Menurut laporan pemerintah setempat, para pelaku mendekati kedua pria itu dan, tanpa mengatakan apa-apa, menembak mereka.
Peristiwa pembunuhan ini juga pernah diberitakan oleh situs media Teleantioquia Noticias. Menurut laporannya pada 29 Januari 2020, beberapa jam sebelum penembakan itu, para pelaku juga menyerang sejumlah pemilik kendaraan yang berada di jalanan yang mengarah ke Carmen de Viboral. Melalui sebuah pernyataan, Wali Kota El Santuario, Juan David Zuluaga, mengkonfirmasi pembunuhan dua warga negara Venezuela itu.
Di YouTube, peristiwa itu pun pernah dilaporkan oleh kanal Sky Colombia pada 31 Januari 2020 dengan judul “Las amenazas que se publicitan por Instagram en Antioquia”. Dalam keterangan video ini disebutkan bahwa pembunuhan dua orang di El Santuario direkam dan disiarkan di jejaring sosial oleh kelompok preman yang sama. Di akun media sosialnya, mereka juga mengunggah berbagai ancaman serta menampilkan senjata mereka.
Penembakan anggota FPI di Tol Cikampek
Berdasarkan arsip berita Tempo, penembakan anggota FPI hingga tewas di Tol Cikampek terjadi pada 7 Desember 2020 dini hari. Peristiwa ini menjadi sorotan berbagai pihak. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) bahkan langsung membentuk tim khusus untuk menyelidiki peristiwa yang diklaim polisi dilakukan dengan cara terukur itu.
Pada 7 Desember siang, Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mohammad Fadil Imran mengumumkan bahwa pihaknya memang menembak mati enam anggota FPI. Menurut dia, insiden itu berawal saat polisi melakukan pengintaian terhadap para pengikut pemimpin FPI Rizieq Shihab tersebut sekitar pukul 00.30 WIB.
Sesampainya di Tol Cikampek Kilometer 50, kata Fadil, mobil penyidik dipepet dan diserang dengan senjata api dan senjata tajam oleh anggota FPI. Dengan alasan membela diri, Fadil mengatakan bahwa anggotanya yang berjumlah enam orang melakukan penembakan, hingga mengakibatkan enam dari 10 orang anggota FPI tewas. Sementara empat orang lainnya melarikan diri.
Sekretaris Umum FPI Munarman menjelaskan kronologi versi mereka terkait penghadangan anggota FPI di Tol Cikampek tersebut. Ia mengatakan bahwa peristiwa itu bermula ketika Rizieq Shihab berencana berangkat dari Sentul, Jawa Barat, ke tempat pengajian keluarga inti pada 6 Desember malam, sekitar pukul 22.30-23.00 WIB. "Pengajian subuh keluarga inti, jadi tidak melibatkan pihak mana pun juga," kata Munarman.
Munarman mengatakan Rizieq berangkat bersama keluarganya. Ada empat mobil yang mengawal yang berisi Laskar FPI. Namun, di perjalanan, sekitar pukul 00.30 WIB, Munarman mengatakan bahwa ada mobil yang menguntit mereka. Mobil itu bahkan memotong jalur rombongan dua mobil pengawal tersebut.
"Para pengawal tentu saja bereaksi untuk melindungi Imam Besar Habib Rizieq Shihab, itu reaksi normal karena mereka bertugas mengawal. Yang patut diberitahukan bahwa fitnah besar bahwa laskar kita bawa senjata api dan temaka menembak, fitnah itu," kata Munarman.
Setelah itu, menurut dia, terjadi penembakan terhadap seorang anggota Laskar FPI. Salah satu mobil pengawal Rizieq yang berisi enam orang pun diketahui FPI hilang tak ada kabar. Munarman menyatakan sempat menugaskan anggota FPI lain mencari ke lokasi yang sama. Namun, tak ada hal yang didapat. Mereka bahkan mencari ke rumah sakit sekitar karena menduga ada yang terluka setelah adanya kabar soal tembakan saat penghadangan.
Keterangan dari Polda Metro Jaya, kata Munarman, menegaskan kondisi terakhir para anggota FPI tersebut yang ternyata sudah tewas. "Kami sebelum ada pengumuman dari Polda, itu pun dapatnya dari televisi, sebelum dengarkan pernyataan dari pihak Polda, kami masih anggap keenamnya dalam status hilang," kata Munarman.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas adalah video anggota FPI yang ditembak oleh polisi di Tol Cikampek, keliru. Video itu telah beredar sejak Januari 2020, sebelum terjadinya penembakan terhadap enam anggota FPI oleh polisi di Tol Cikampek pada 7 Desember lalu. Video tersebut memperlihatkan pembunuhan oleh sekelompok preman terhadap dua pria asal Venezuela di Kolombia.
ANGELINA ANJAR SAWITRI
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/fpi
- https://archive.md/q6Bxs#selection-829.0-841.159
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/882/fakta-atau-hoaks-benarkah-ini-video-pembacok-sopir-truk-di-rancaekek-yang-ditembak-tim-buser
- https://www.semana.com/nacion/articulo/los-asesinatos-y-las-amenazas-que-se-publicitan-por-instagram-en-antioquia/650238
- https://www.teleantioquia.co/featured/dos-venezolanos-fueron-asesinados-en-el-santuario/
- https://bit.ly/32mCvJ8
- https://metro.tempo.co/read/1412517/5-fakta-yang-sudah-diketahui-soal-penembakan-anggota-fpi/full&view=ok
- https://www.tempo.co/tag/penembakan-anggota-fpi
- https://www.tempo.co/tag/rizieq-shihab
- https://www.tempo.co/tag/tol-cikampek
(GFD-2020-8408) Keliru, Cover Majalah Tempo Berjudul Sang Dalang Perusak Bhinneka
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 09/12/2020
Berita
Sebuah gambar yang menyerupai cover Majalah Tempo dengan judul "Sang Dalang Perusak Bhinneka" beredar di media sosial dan grup-grup percakapan WhatsApp pada 9 Desember 2020. Di bagian kanan bawah gambar tersebut, tertulis bahwa edisi ini terbit pada 7-13 Desember 2020.
Di bawah judul, terdapat paragraf yang berbunyi: "Rekaman suara Danny Pomanto membongkar keterlibatan Jusuf Kalla dalam strategi menjatuhkan wibawa pemerintah Indonesia dan mengamankan jaringan bisnis keluarga. Gerindra disusupi 'HMI Connection' yang pro Habib Rizieq."
Di atas tulisan "Tempo", tercantum teks yang berbunyi "Maraknya Ideologi Pro Khilafah di Kalangan Birokrasi" dan "Beranikah Polri Tangkap Rizieq Shihab?". Terdapat pula ilustrasi empat pria yang mirip dengan mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, penyidik KPK Novel Baswedan, pemimpin FPI Rizieq Shihab, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Gambar hoaks yang diklaim sebagai cover Majalah Tempo edisi 7-13 Desember 2020.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan verifikasi Tim CekFakta Tempo, Majalah Tempo tidak pernah menerbitkan edisi dengan cover yang memuat ilustrasi empat pria yang mirip dengan Jusuf Kalla, Novel Baswedan, Rizieq Shihab, dan Anies Baswedan serta berjudul "Sang Dalang Perusak Bhinneka", termasuk edisi 7-13 Desember 2020.
Di situs Majalah Tempo, majalah.tempo.co, diketahui bahwa Majalah Tempo edisi 7-13 Desember 2020 yang terbit pada 5 Desember berjudul "Outlook Ekonomi 2021: Saatnya Berubah". Di bawah judul, terdapat paragraf yang berbunyi "Pandemi Covid-19 seharusnya jadi momentum mendorong ekonomi hijau. Sektor bisnis mana yang paling siap?".
Gambar hoaks yang diklaim sebagai cover Majalah Tempo edisi 7-13 Desember 2020 (kiri) dan cover Majalah Tempo edisi 7-13 Desember 2020 yang asli (kanan).
Adapun dua judul berita dalam edisi tersebut, yang tercantum di atas tulisan "Tempo", adalah "Perang Dinasti Pilkada Serentak" dan "Macetnya Perkara Korupsi Kemenpora". Ilustrasi dalam cover pun memperlihatkan tiga kera dan tiga pria.
Saat dihubungi, Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Wahyu Dhyatmika membantah bahwa cover dengan judul tersebut pernah diterbitkan oleh Majalah Tempo. "Ini saya pastikan hoaks. Tempo tidak pernah menerbitkan cover itu," kata Wahyu pada 9 Desember 2020.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa cover yang berjudul "Sang Dalang Perusak Bhinneka" adalah cover Majalah Tempo edisi 7-13 Desember 2020, keliru. Majalah Tempo tidak pernah menerbitkan edisi dengan cover yang juga memuat ilustrasi empat pria yang mirip dengan Jusuf Kalla, Novel Baswedan, Rizieq Shihab, dan Anies Baswedan tersebut, termasuk edisi 7-13 Desember 2020. Majalah Tempo edisi 7-13 Desember berjudul "Outlook Ekonomi 2021: Saatnya Berubah". Pemimpin Redaksi Majalah Tempo pun telah memastikan bahwa cover tersebut hoaks.
ANGELINA ANJAR SAWITRI
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
Halaman: 6939/7929




