🤭: Kirim PAP kamu yg “berani” dong…”
(GFD-2021-6749) [SALAH] Foto Siswa Berseragam Pramuka Menulis “FREE WEST PAP” di Papan Tulis
Sumber: twitter.comTanggal publish: 19/04/2021
Berita
Hasil Cek Fakta
Akun Twitter MartoⒶrt (@MartoArt) mengunggah cuitan berupa foto seorang anak menulis “FREE WEST PAP” di papan tulis kapur disertai dengan narasi pelengkap. Cuitan tersebut mendapatkan atensi sebanyak 135 retweet, 571 suka, dan 6 balasan.
Berdasarkan hasil penelusuran, foto tersebut telah melalui proses suntingan. Foto asli dimuat dalam artikel situs resmi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) berjudul “Minim Tenaga Pengajar, Anggota Satgas Yonif/403 Baru Jadi Guru di Perbatasan”. Artikel yang dipublikasikan pada 7 April 2021 mengisahkan kurangnya tenaga pendidik di daerah perbatasan sehingga anggota Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 403/Wirasada Pratista membantu di SDN Inpres Batom, Papua. Foto yang sama juga diunggah oleh akun Twitter Baptist Papuan (@Bonom99) pada 15 April 2021.
Dengan demikian, cuitan akun Twitter MartoⒶrt (@MartoArt) dapat dikategorikan sebagai satire.
Berdasarkan hasil penelusuran, foto tersebut telah melalui proses suntingan. Foto asli dimuat dalam artikel situs resmi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) berjudul “Minim Tenaga Pengajar, Anggota Satgas Yonif/403 Baru Jadi Guru di Perbatasan”. Artikel yang dipublikasikan pada 7 April 2021 mengisahkan kurangnya tenaga pendidik di daerah perbatasan sehingga anggota Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 403/Wirasada Pratista membantu di SDN Inpres Batom, Papua. Foto yang sama juga diunggah oleh akun Twitter Baptist Papuan (@Bonom99) pada 15 April 2021.
Dengan demikian, cuitan akun Twitter MartoⒶrt (@MartoArt) dapat dikategorikan sebagai satire.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)
Faktanya, foto tersebut merupakan hasil suntingan. Foto asli dari unggahan tersebut adalah seorang siswa sedang menjawab pertanyaan perkalian di papan tulis kapur.
Faktanya, foto tersebut merupakan hasil suntingan. Foto asli dari unggahan tersebut adalah seorang siswa sedang menjawab pertanyaan perkalian di papan tulis kapur.
Rujukan
- https://tniad.mil.id/minim-tenaga-pengajar-anggota-satgas-yonif403-baru-jadi/
- https://twitter.com/Bonom99?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1382626304978157569%7Ctwgr%5E%7Ctwcon%5Es1_&ref_url=
- https%3A%2F%2Fturnbackhoax.id%2F2021%2F04%2F19%2Fsalah-foto-siswa-berseragam-pramuka-menulis-free-west-pap-di-papan-tulis%2F
(GFD-2021-8590) Keliru, Artikel yang Sebut Kominfo Pastikan TMII Dijual Megawati ke Cina
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 19/04/2021
Berita
Gambar tangkapan layar artikel yang berjudul "Beredar Narasi Megawati Jual TMII ke Tiongkok, Menkominfo Pastikan Itu" beredar di Facebook. Artikel tersebut dipublikasikan pada 14 April 2021 pukul 08.13 WIB. Gambar ini menyebar usai diambilalihnya pengelolaan Taman Mini Indonesia Indonesia oleh pemerintah dari Yayasan Harapan Kita pada awal April lalu.
Di bawah judul artikel itu, terdapat teks tambahan dengan warna merah, ungu, dan biru yang berbunyi "TMII. Kini dijual ke Tiongkok bisa beralih jadi lahan properti dan penghuni nya adalah Cina". Ada pula foto yang memperlihatkan miniatur wilayah Indonesia yang terdapat di TMII. Artikel tersebut diklaim diterbitkan oleh Kompas TV.
Akun ini membagikan gambar tangkapan layar artikel itu pada 14 April 2021. Akun tersebut kemudian menulis, "Sudah Pak Harto di fitnah memiliki TMII,Padahal kini di ambil megawati Madam Bansos, trus di jual ke china Astaqfirullah." Hingga artikel ini dimuat, unggahan itu telah mendapatkan lebih dari 800 reaksi dan 200 komentar serta dibagikan 150 kali.
Gambar tangkapan layar artikel tentang pengambilalihan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang beredar di Facebook yang merupakan hasil suntingan dari artikel milik Kompas TV.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, gambar tangkapan layar artikel tersebut merupakan hasil suntingan dari gambar tangkapan layar artikel yang dimuat oleh Kompas TV pada 14 April 2021 pukul 08.13 WIB. Judul artikel aslinya berbunyi "Beredar Narasi Megawati Jual TMII ke Tiongkok, Menkominfo Pastikan Itu Hoaks".
Untuk memverifikasi klaim itu, Tempo mula-mula memasukkan judul artikel yang terdapat dalam gambar tangkapan layar tersebut ke kolom pencarian situs Kompas TV. Hasilnya, ditemukan sebuah artikel yang dimuat pada tanggal dan jam yang sama dengan yang terlihat dalam gambar tangkapan layar itu, namun berjudul "Beredar Narasi Megawati Jual TMII ke Tiongkok, Menkominfo Pastikan Itu Hoaks".
Kesamaan lain adalah foto yang tercantum dalam artikel itu, yang menunjukkan miniatur wilayah Indonesia yang terdapat di TMII. Kalimat di awal artikel tersebut juga sama dengan yang terlihat dalam gambar tangkapan layar, berbunyi "JAKARTA, KOMPAS.TV- Pemerintah melalui Kementerian Sekretariat Negara menyatakan mengambil alih pengelolaan Taman Mini".
Sebelumnya, memang beredar hoaks bahwa Taman Mini diambil alih oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan dijual ke Cina. Menurut artikel Kompas TV tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah memastikan bahwa narasi itu hoaks. "Klaim bahwa TMII diambil Megawati dan dijual ke Tiongkok, tidak berdasar. Faktanya, tidak ada informasi resmi dan valid mengenai hal tersebut," kata Kominfo dalam artikelnya.
Artikel itu dimuat oleh Kominfo pada 11 April 2021. Menurut Kominfo, terdapat sebuah unggahan di media sosial yang menyebut: "Sudah pak Harto difitnah memiliki TMII, padahal sekarang diambil si Megawati madam bansos, trus dijual ke Cina astagfirullah". Narasi ini mengomentari gambar tangkapan layar artikel yang berjudul "Ambil Alih Pengelolaan TMII, Pemerintah Bakal Serahkan ke Pihak Lain."
Menurut Kominfo, klaim bahwa TMII diambil Megawati dan dijual ke Tiongkok itu tidak berdasar. "Faktanya, tidak ada informasi resmi dan valid mengenai hal tersebut. Judul artikel pada berita tersebut benar adanya, namun narasi pada unggahan sengaja dipelintir dan dapat menggiring opini pembaca sesuai dengan kehendak pembuat informasi," demikian penjelasan Kominfo.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko pun telah mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak akan membentuk yayasan keluarga untuk mengelola Taman Mini Indonesia Indonesia. "Jadi saya ingatkan jangan lagi ada yang berpandangan nanti akan muncul yayasan baru yang dikelola Pak Jokowi, itu pandangan primitif," kata Moeldoko pada 9 April 2021.
Pengambilalihan TMII oleh pemerintah
Moeldoko mengatakan, ke depannya, pengelolaan TMII akan dilakukan secara profesional oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang pariwisata. Menurut dia, pemerintah mengambil alih Taman Mini Indonesia Indah dari Yayasan Harapan Kita milik keluarga Cendana lantaran pengelolaannya terus merugi dari tahun ke tahun. Dia menyebut Yayasan Harapan Kita bahkan perlu mensubsidi TMII sekitar Rp 40-50 miliar per tahun dan tidak ada kontribusi kepada negara.
Pada 7 April 2021, Mensesneg Pratikno mengumumkan bahwa Presiden Jokowi telah meneken Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pengelolaan TMII. Lewat Perpres ini, pemerintah mengambil alih pengelolaan TMII dari Yayasan Harapan Kita. "Yayasan ini sudah hampir 44 tahun mengelola milik negara ini, dan kami berkewajiban melakukan penataan, memberi manfaat luas ke masyarakat dan memberi kontribusi terhadap keuangan negara," katanya.
Pratikno mengatakan Yayasan Harapan Kita mesti menyerahkan kembali hak pengelolaan TMII ke negara. Ia pun memberi waktu masa transisi selama sekitar tiga bulan kepada yayasan itu untuk menyerahkan berbagai laporan terkait pengelolaan Taman Mini selama ini. "Intinya, penguasaan dan pengelolaan Taman Mini dilakukan oleh Kemensesneg dan berarti berhenti pula pengelolaan yang selama ini dilakukan oleh Yayasan Harapan Kita," katanya.
Dalam konferensi persnya pada 11 April 2021, Sekretaris Yayasan Harapan Kita Tria Sasangka Putra menyatakan bahwa yayasannya akan bersikap kooperatif terkait pengambilalihan Taman Mini. "Kami menghormati terbitnya Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2021 sebagai suatu produk hukum peraturan perundang-undangan negara. Dan tentunya akan bersikap kooperatif sesuai kemampuan yang ada pada kami untuk menerima dengan tangan terbuka."
Namun, dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama TMII Tanribali Lamo membantah bahwa pihaknya tidak pernah menyetorkan penghasilan TMII kepada negara. Audit BPK terhadap TMII pada 2018-2020 pun tidak menemukan kasus yang mengakibatkan kerugian negara. Tanribali menyampaikan hal itu sambil menunjukkan dokumen hasil pemeriksaan BPK.
"Pengelola tidak mungkin melakukan hal-hal yang melanggar aturan lantaran diawasi oleh BPK," katanya. Apabila Taman Mini tidak memberikan setoran, bagi hasil, dan sebagainya, manajemen akan ditegur oleh BPK. Sejauh ini BPK menyatakan tidak ada kerugian negara. "Kalau kita simak pernyataan ini, maka sebenarnya tidak ada lagi yang tidak pernah disetorkan kepada TMII sepanjang itu menjadi kewajiban TMII."
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, gambar tangkapan layar artikel yang berjudul "Beredar Narasi Megawati Jual TMII ke Tiongkok, Menkominfo Pastikan Itu" keliru. Gambar tersebut merupakan hasil suntingan dari gambar tangkapan layar artikel yang dimuat oleh Kompas TV pada 14 April 2021 pukul 08.13 WIB. Judul artikel aslinya berbunyi "Beredar Narasi Megawati Jual TMII ke Tiongkok, Menkominfo Pastikan Itu Hoaks".
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/tmii
- https://www.tempo.co/tag/cina
- https://archive.ph/CPQhR
- https://www.tempo.co/tag/megawati
- https://www.kompas.tv/article/164316/beredar-narasi-megawati-jual-tmii-ke-tiongkok-menkominfo-pastikan-itu-hoaks
- https://kominfo.go.id/content/detail/33822/disinformasi-tmii-diambil-megawati-dan-dijual-ke-tiongkok/0/laporan_isu_hoaks
- https://nasional.tempo.co/read/1450839/moeldoko-bantah-isu-jokowi-bakal-bentuk-yayasan-kelola-tmii/full&view=ok
- https://www.tempo.co/tag/taman-mini-indonesia-indah
- https://nasional.tempo.co/read/1450626/sejarah-tmii-dari-ide-tien-soeharto-hingga-diambil-alih-pemerintahan-jokowi
- https://metro.tempo.co/read/1451448/tmii-diambil-alih-negara-begini-respons-yayasan-harapan-kita/full&view=ok
- https://metro.tempo.co/read/1451419/tmii-bantah-tak-pernah-setor-penghasilan-kepada-negara/full&view=ok
(GFD-2021-8591) Sesat, Vaksin Covid-19 Tingkatkan Limfosit yang Mematikan bagi Manusia
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 19/04/2021
Berita
Klaim bahwa meningkatnya antibodi setelah vaksinasi disebut limfositosis beredar di Instagram. Limfositosis merupakan kondisi di mana jumlah sel darah putih jenis limfosit di dalam tubuh manusia berlebih. Menurut klaim itu, limfosit ini mematikan bagi manusia. Klaim tersebut beredar di tengah gelaran program vaksinasi Covid-19 di Indonesia sejak awal 2021 lalu.
Akun ini mengunggah klaim itu pada 16 April 2021. "Kenaikan antibodi setelah divaksin adalah limfositosis. Jika limfosit pembunuh sudah ada maka bye-bye dunia!" demikian narasi yang ditulis oleh akun tersebut. Hingga artikel ini dimuat, unggahan itu telah disukai lebih dari 600 kali dan mendapat puluhan komentar yang berisi penolakan terhadap vaksin Covid-19.
Gambar tangkapan layar unggahan di Instagram yang berisi klaim sesat terkait vaksin Covid-19 dan limfositosis.
Hasil Cek Fakta
Hasil verifikasi Tim CekFakta Tempo menunjukkan bahwa pemberian vaksin, termasuk vaksin Covid-19, memang menyebabkan limfositosis. Akan tetapi, naiknya kadar limfosit pasca vaksinasi berguna untuk membentuk antibodi yang justru bermanfaat untuk mencegah atau mengurangi keparahan akibat infeksi Covid-19.
Menurut pakar patologi klinis dari Universitas Sebelas Maret, Tonang Dwi Ardiyanto, jenis sel darah terbagi menjadi empat, yakni plasma darah, sel darah merah, sel darah putih (leukosit), dan trombosit. Sel darah putih terbagi menjadi dua, yakni neutrofill dan limfosit.
Neutrofill bertugas melawan semua bakteri atau virus penyebab penyakit. Sedangkan limfosit terbagi menjadi dua, yakni limfosit B dan limfosit T. Kedua limfosit ini berperan sebagai pembentuk sistem imun. Limfosit T berfungsi untuk mengenali dan menangkap benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Sementara limfosit B berguna untuk menghasilkan antibodi.
"Kalau ada virus baru masuk ke tubuh kita, seperti virus penyebab Covid-19 ini, yang akan maju untuk memusnahkan dulu adalah neutrofill. Dia tidak melalui pengenalan spesifik, begitu ada benda asing dia bertugas menghancurkan," kata Tonang saat dihubungi pada 19 April 2021.
Sementara saat diberi vaksin Covid-19, tubuh manusia akan merespons dengan memproduksi limfosit T dan limfosit B yang spesifik untuk mengenali dan membentuk antibodi Covid-19. Cara kerja sel darah putih memang berbeda antara ketika tubuh terinfeksi penyakit dengan saat tubuh menerima vaksin.
Pada tubuh yang belum mendapatkan vaksin, saat ada virus dan bakteri yang masuk, kadar sel darah putih akan meningkat karena neutrofill bertugas melawan benda asing tersebut. Dalam kondisi tertentu, virus dan bakteri akan menyebabkan sakit atau peradangan.
Sedangkan saat tubuh menerima vaksin, sel darah putih juga meningkat karena membentuk kekebalan tubuh ( antibodi ). Akan tetapi, peningkatan jumlah sel darah putih pada tubuh yang menerima vaksin lebih rendah dibandingkan saat melawan virus atau bakteri dalam tubuh.
"Vaksin itu dosisnya sudah terukur dan tidak menimbulkan lonjakan limfosit yang tinggi," kata Tonang. Dia juga menambahkan bahwa tidak ada limfosit pembunuh yang berbahaya bagi manusia, karena sel tersebut menjadi bagian dari sistem imun tubuh manusia.
Menurut Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI), Hindra Irawan Satari, usai vaksinasi Covid-19 digelar di Inggris, Amerika Serikat, serta Israel, terlihat adanya penurunan angka kasus dan angka kematian Covid-19 di ketiga negara tersebut.
Dikutip dari Liputan6.com, menurut analisis Public Health England (PHE), percepatan vaksinasi Covid-19 di Inggris menggunakan vaksin Covid-19 Pfizer dapat mencegah 10 ribu lebih kematian orang-orang yang berusia di atas 60 tahun hingga akhir Maret 2021.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa vaksin Covid-19 meningkatkan sel darah putih jenis limfosit yang mematikan bagi manusia, menyesatkan. Vaksin, termasuk vaksin Covid-19, memang dapat meningkatkan kadar limfosit di dalam tubuh manusia. Namun, hal tersebut justru berguna untuk membentuk antibodi yang bermanfaat untuk mencegah atau mengurangi keparahan akibat infeksi Covid-19.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/vaksinasi-covid-19
- https://www.instagram.com/p/CNuB0s9H-Wh/
- https://www.tempo.co/tag/vaksin-covid-19
- https://www.tempo.co/tag/sel-darah-putih
- https://www.tempo.co/tag/imun
- https://www.tempo.co/tag/antibodi-covid-19
- https://www.tempo.co/tag/antibodi
- https://www.liputan6.com/global/read/4528254/inggris-cegah-10-ribu-kematian-akibat-covid-19-berkat-percepatan-vaksinasi
(GFD-2021-6734) [SALAH] Foto “Bandara Kertajati Mangkrak Jadi Bengkel Pesawat Juga Service Sepeda Motor”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 18/04/2021
Berita
Akun Facebook Bambang Kartonadi (fb.com/liberata.lucchesi.39) pada 10 April 2021 mengunggah sebuah foto dengan narasi sebagai berikut:
“Bandara Kertajati Mangkrak Jadi Bengkel Pesawat Juga Service Sepeda Motor ..”
Foto itu memperlihatkan adanya spanduk bengkel pesawat dan helikopter, juga melayani service sepeda motor yang terpasang di Bandara Kertajati, Jawa Barat.
“Bandara Kertajati Mangkrak Jadi Bengkel Pesawat Juga Service Sepeda Motor ..”
Foto itu memperlihatkan adanya spanduk bengkel pesawat dan helikopter, juga melayani service sepeda motor yang terpasang di Bandara Kertajati, Jawa Barat.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, adanya foto yang diklaim sebagai spanduk bengkel pesawat dan helikopter, juga melayani service sepeda motor yang terpasang di Bandara Kertajati, Jawa Barat merupakan konten yang dimanipulasi.
Faktanya, foto itu merupakan foto editan menyatukan dua foto berbeda, yaitu foto bagian depan Bandara Kertajati dan foto spanduk bengkel motor. Selain itu, tidak benar bahwa Bandara Kertajati melawani service sepeda motor.
Dilansir dari Kompas, saat ditelusuri, foto bandara merupakan hasil jepretan dari jurnalis Kompas Murti Ali Lingga yang diambil pada 6 Juli 2019, seperti digunakan dalam artikel berjudul “Runway Bandara Kertajati Terbakar, Ini Sejarah Pembangunannya…” yang dimuat di situs Kompas pada 29 September 20219. Dua orang yang berada di sampil mobil membuktikan bahwa foto dalam unggahan itu merupakan foto Kompas.com yang telah diedit dengan membalikkan kedua sisinya.
Sementara itu, foto spanduk ditemukan di artikel berjudul “S3 MARKETING – Inspirasi Sepanduk Bengkel Motor Ini Boleh Untuk Ditiru” yang dimuat di situs satupiston.com pada 26 Juni 2020 dan disebutkan bersumber dari Facebook. Dalam foto itu, spanduk terpasang di sebuah bengkel kecil.
Selain itu, narasi dalam unggahan itu juga tidak benar. Tidak benar bahwa Bandara Kertajati melayani servis motor. Seperti diberitakan Kompas, Presiden Joko Widodo memiliki rencana untuk mengoptimalkan fungsi Bandara Kertajati dengan mengoperasikannya sebagai lokasi Maintenance, Repair, Overhaul (MRO). Rencana tersebut telah dibahas dalam Rapat Terbatas di Istana Negara, Jakarta pada 29 Maret 2021. Rapat tersebut dihadiri pula oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
“Bandara Kertajati akan difokuskan juga pada MRO sehingga semua pesawat bisa maintenance di sana,” kata Ridwan Kamil.
“Kita tahu juga bisnis bandara itu tidak hanya penumpang, ada juga kargo dan perawatan. Tadi dibahas agar Kertajati bisnis juga pada nonpenumpang, kalau kargo sudah dimulai,” kata Ridwan Kamil. Menurut dia, sudah ada maskapai penerbangan internasional yang berminat membuka MRO di bandara tersebut.
Faktanya, foto itu merupakan foto editan menyatukan dua foto berbeda, yaitu foto bagian depan Bandara Kertajati dan foto spanduk bengkel motor. Selain itu, tidak benar bahwa Bandara Kertajati melawani service sepeda motor.
Dilansir dari Kompas, saat ditelusuri, foto bandara merupakan hasil jepretan dari jurnalis Kompas Murti Ali Lingga yang diambil pada 6 Juli 2019, seperti digunakan dalam artikel berjudul “Runway Bandara Kertajati Terbakar, Ini Sejarah Pembangunannya…” yang dimuat di situs Kompas pada 29 September 20219. Dua orang yang berada di sampil mobil membuktikan bahwa foto dalam unggahan itu merupakan foto Kompas.com yang telah diedit dengan membalikkan kedua sisinya.
Sementara itu, foto spanduk ditemukan di artikel berjudul “S3 MARKETING – Inspirasi Sepanduk Bengkel Motor Ini Boleh Untuk Ditiru” yang dimuat di situs satupiston.com pada 26 Juni 2020 dan disebutkan bersumber dari Facebook. Dalam foto itu, spanduk terpasang di sebuah bengkel kecil.
Selain itu, narasi dalam unggahan itu juga tidak benar. Tidak benar bahwa Bandara Kertajati melayani servis motor. Seperti diberitakan Kompas, Presiden Joko Widodo memiliki rencana untuk mengoptimalkan fungsi Bandara Kertajati dengan mengoperasikannya sebagai lokasi Maintenance, Repair, Overhaul (MRO). Rencana tersebut telah dibahas dalam Rapat Terbatas di Istana Negara, Jakarta pada 29 Maret 2021. Rapat tersebut dihadiri pula oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
“Bandara Kertajati akan difokuskan juga pada MRO sehingga semua pesawat bisa maintenance di sana,” kata Ridwan Kamil.
“Kita tahu juga bisnis bandara itu tidak hanya penumpang, ada juga kargo dan perawatan. Tadi dibahas agar Kertajati bisnis juga pada nonpenumpang, kalau kargo sudah dimulai,” kata Ridwan Kamil. Menurut dia, sudah ada maskapai penerbangan internasional yang berminat membuka MRO di bandara tersebut.
Kesimpulan
Foto editan yang menyatukan dua foto berbeda, yaitu foto bagian depan Bandara Kertajati dan foto spanduk bengkel motor. Selain itu, tidak benar bahwa Bandara Kertajati melawani service sepeda motor.
Rujukan
- https://www.kompas.com/tren/read/2021/04/15/122500765/-hoaks-bandara-kertajati-melayani-jasa-servis-motor
- https://www.kompas.com/tren/read/2019/09/29/134400965/runway-bandara-kertajati-terbakar-ini-sejarah-pembangunannya
- https://www.satupiston.com/2020/06/s3-marketing-inspirasi-sepanduk-bengkel.html
- https://money.kompas.com/read/2021/03/30/141549026/rencana-baru-jokowi-untuk-bandara-kertajati-buka-bengkel-pesawat
Halaman: 6852/8123



