• (GFD-2021-6634) [SALAH] Video “Persilangan Hewan antara Sapi n Babi”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 01/04/2021

    Berita

    Akun Facebook Astu Tiantinia (fb.com/astu.tiantinia) pada 2 Februari 2021 mengunggah sebuah video dengan narasi sebagai berikut:
    “السلام عليكم ورحمة وبركاته Jadi Bagaimana ini Hukum nya kalau di Sembelih dan di Konsumsi oleh Qt yg Muslim Persilangan Hewan antara Sapi n Babi ini??? استغفر الله العظيم”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim ada video persilangan hewan antara sapi dan babi merupakan klaim yang menyesatkan.

    Faktanya, klaim itu merupakan hoaks lama beredar kembali. Bukan hewan persilangan antara sapi dan babi. Sapi di video itu adalah sapi Belgian Blue yang merupakan persilangan antara sapi lokal Belgia dengan sapi Shortorn dari Inggris.

    Dilansir dari artikel berjudul “HOAX: Sapi Hasil Persilangan Dengan Babi” yang tayang di situs turnbackhoax.id pada 18 Februari 2017, menyebutkan bahwa sapi itu namanya Belgian Blue, sapi berotot dengan lebih dari satu ton ini sudah lama dikembangkan menjadi sapi pedaging yang dipotong setiap hari di Rumah Potong Hewan (RPH). Berbeda dengan sapi perah, sapi pedaging memang dikembangbiakkan untuk menghasilkan daging kualitas tinggi. Sapi Belgian blue berasal dari persilangan sapi lokal dengan sapi jenis Shorthorn yang berasal dari Inggris.

    Sementara itu, dilansir dari AFP, video yang identik dengan yang diunggah oleh sumber klaim diunggah pada tanggal 4 Februari 2014 di saluran YouTube milik Association Wallonne des Eleveurs (AWE), yang merupakan asosiasi para peternak di Walonia, Belgia.

    Video berdurasi 51 detik itu berjudul: “RESISTANT d’au Chêne”, sedangkan keterangan video berbahasa Prancis itu diterjemahkan ke bahasa Indonesia sebagai: “BBB AWE BBG sapi jantan inseminasi.”

    Kesimpulan

    Hoaks lama beredar kembali. Bukan hewan persilangan antara sapi dan babi. Sapi di video itu adalah sapi Belgian Blue yang merupakan persilangan antara sapi lokal Belgia dengan sapi Shortorn dari Inggris.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6635) [SALAH] Gambar “Munarman Sayangkan Teroris Ditembak Mati, Presiden Jokowi: Tidak Ada Tempat Bagi Teroris di Tanah Air! Ingat..Selama Saya Masih Presiden RI, Saya Habisi.”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 01/04/2021

    Berita

    Beredar postingan gambar dengan tulisan “Munarman Sayangkan Teroris Ditembak Mati, Presiden Jokowi: Tidak Ada Tempat Bagi Teroris di Tanah Air! Ingat..Selama Saya Masih Presiden RI, Saya Habisi.”
    Narasi:

    “Munarman Sayangkan Teroris Ditembak Mati, Presiden Jokowi: Tidak Ada Tempat Bagi Teroris di Tanah Air! Ingat..Selama Saya Masih Presiden RI, Saya Habisi.”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa gambar tersebut hasil suntingan dari artikel yang tayang di terkini.id pada 1 April 2021 dengan judul “Munarman Sayangkan Teroris Ditembak Mati, Presiden Jokowi: Tidak Ada Tempat Bagi Teroris di Tanah Air!”

    Artikel itu membahas mengenai pernyataan Munarman, mantan Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI), dan juga Presiden Joko Widodo terkait aksi terorisme yang menyerang Mabes Polri. Dalam artikel itu, tidak ditemukan kutipan pernyataan Presiden Joko Widodo seperti pada gambar sumber. Berikut cuplikan artikelnya:

    […] Terkini.id, Jakarta – Penembakan mati teroris ZA yang menyerang Mabes Polri di Jakarta pada Rabu sore kemarin menuai pro dan kontra.

    Beberapa beranggapan bahwa menembak mati sang teroris merupakan keputusan yang disayangkan.

    Salah satunya yang menganggap demikian adalah Munarman, mantan juru bicara Front Pembela Islam (FPI).

    Menyoroti pihak polisi yang menembak mati teroris ZA, Munarman menyebut bahwasanya harga nyawa di Indonesia terlalu murah.

    Menurutnya, pihak kepolisian seharusnya bisa “melumpuhkan” teroris ZA tanpa harus melakukan tembak mati, terlebih pelaku adalah seorang perempuan.

    “Apalagi, kan, ini perempuan. Bisa dilakukan penembakan pelumpuhan itu pada kaki. Katakanlah pada tangan, katakanlah dia pemegang senjata bisa di bagian tangannya,” tutur Munarman dalam kanal YouTube Refly Harun pada Kamis, 1 April 2021, dikutip terkini.id dari Tribunnews.

    Di sisi lain, Presiden Joko Widodo alias Jokowi justru berkata sebaliknya terkait aksi terorisme yang terjadi di Mabes Polri pada Rabu sore kemarin, 31 Maret 2021.

    Presiden Republik Indonesia itu menegaskan bahwasanya tak ada tempat bagi terorisme di Indonesia.

    “Saya tegaskan sekali lagi tidak ada tempat bagi terorisme di Tanah Air!” tegas Presiden Jokowi melalui tayangan video di kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis, 1 April 2021.

    Presiden Jokowi meminta kepada segenap masyarakat Indonesia untuk tetap tenang menyikapi peristiwa ini, tetapi juga waspada.

    “Saya minta kepada seluruh masyarakat di seluruh Tanah Air agar semuanya tetap tenang, tapi juga waspada.”

    Presiden Jokowi mengaku telah memerintahkan Kapolri, Panglima TNI, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) untuk meningkatkan kewaspadaan.

    “Kita semuanya bersatu melawan terorisme,” pungkas Presiden Jokowi. […]

    Berdasarkan penjelasan tersebut, maka konten pada sumber masuk ke dalam kategori Konten yang Dimanipulasi.

    Kesimpulan

    Gambar hasil suntingan dari artikel berjudul “Munarman Sayangkan Teroris Ditembak Mati, Presiden Jokowi: Tidak Ada Tempat Bagi Teroris di Tanah Air!” yang tayang di terkini.id pada 1 April 2021.

    Rujukan

  • (GFD-2021-8566) Sesat, Klaim Indonesia Dapat Kuota Haji 2021 Sebanyak 64 Ribu Orang

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 31/03/2021

    Berita


    Pesan berantai yang berisi klaim bahwa Indonesia mendapatkan kuota sebanyak 64 ribu orang untuk penyelenggaraan Haji 2021 beredar di Facebook. Pesan berantai itu diawali dengan kalimat "Breaking News: Penyelenggaraan Haji 1442 H". Menurut pesan berantai ini, setiap negara diberi kuota maksimal 30 persen dari kuota yang didapatkan dalam kondisi normal.
    "Diperkirakan setiap negara akan diberikan kuota maksimal 30 persen dari total kuotanya. InsyaAllah Indonesia akan menerima 64.000 kuota yang terdiri dari 60.000 kuota Haji Reguler dan 4.000 Kuota PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusus)," demikian narasi dalam pesan berantai itu.
    Akun ini membagikan pesan berantai tersebut pada 29 Maret 2021. Pesan berantai itu disertai dengan sebuah poster yang berisi narasi serupa dengan yang tertulis dalam pesan berantai tersebut. Poster ini juga memuat informasi "Otoritas di Arab Saudi akan memastikan hotel manapun yang sudah disewa tahun lalu tetap dapat digunakan di musim Haji tahun 1442 H ini."
    Gambar tangkapan layar pesan berantai yang beredar di Facebook yang berisi klaim sesat terkait kuota Haji 2021 bagi Indonesia.

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo menelusuri informasi resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama maupun pemberitaan di media-media kredibel mengenai penyelenggaraan Haji 2021 beserta kuota bagi Indonesia. Hasilnya, ditemukan penjelasan di situs resmi Kemenag terkait pesan berantai itu.
    Menurut Konsul Haji Konsulat Jenderal RI atau KJRI Jeddah Endang Jumali, pesan berantai mengenai kuota haji reguler dan khusus, beserta kapasitas kamar dan masa tinggal di Madinah, untuk penyelenggaraan Haji 2021 tersebut bukanlah informasi resmi. Hingga kini, belum ada informasi resmi dari Kerajaan Arab Saudi mengenai penyelenggaraan Haji 2021 atau 1442 H.
    "Sampai saat ini, Arab Saudi belum mengumumkan kebijakannya terkait Haji 2021. Semua negara masih menunggu, termasuk soal kuota. Sampai saat ini, belum ada info resmi terkait kuota, reguler maupun khusus," kata Endang pada 29 Maret 2021.
    Endang menduga informasi yang beredar itu bersumber dari rumusan hasil pertemuan antara KJRI Jeddah dengan sekitar 50 calon penyedia layanan akomodasi di Mekah yang berlangsung pada 24-27 Maret 2021. Endang pun memastikan bahwa itu bukan informasi resmi atau bersifat kebijakan, melainkan sebatas rencana mitigasi.
    "Sebagai wakil pemerintah, Teknis Urusan Haji KJRI Jeddah juga mempersiapkan operasional haji. Salah satunya, kami melakukan komunikasi dan koordinasi dengan para calon penyedia layanan, baik di Mekah dan Madinah. Kegiatan tersebut tidak bersifat pengambilan kebijakan, melainkan bagian dari mitigasi terhadap berbagai kemungkinan yang harus dipersiapkan ketika ada kepastian penyelenggaraan haji dari Arab Saudi," katanya.
    Tujuan pertemuan itu, menurut Endang, adalah memastikan dan melakukan inventarisasi sejauh mana kesiapan para calon penyedia layanan, baik dari sisi administrasi dokumen, sumber daya manusia, maupun kemungkinan jika terdapat perubahan kebijakan mengenai protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.
    Karena itu, disusunlah skenario penyelenggaraan dengan pengandaian pembatasan kuota haji dan penerapan protokol kesehatan. "Skenario ini dibahas bersama sebagai gambaran awal untuk menyusun langkah-langkah yang harus dipersiapkan," kata Endang. "Jadi, rumusan yang dihasilkan bersifat sementara, hanya sebagai rencana mitigasi," ujarnya.
    Endang menambahkan para calon penyedia akomodasi yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah mereka yang sudah mencapai kata sepakat dalam proses negosiasi yang berlangsung pada 2020. Berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 494 Tahun 2020, semua layanan di Arab Saudi yang sudah sepakat dalam proses negosiasi pada 2020 akan digunakan pada 2021.
    "Dari pertemuan ini, seluruh calon penyedia akomodasi menyatakan kesiapannya jika ada kepastian haji. Dari calon penyedia yang hadir, hampir 80 persen sudah memperbarui tasreh (dokumen resmi) untuk penggunaan hotel pada 2021," ujar Endang.
    Penjelasan Endang tersebut juga dimuat oleh sejumlah media massa. Salah satunya adalah Tirto.id, yang memuat artikel mengenai hal tersebut pada 29 Maret 2021 dengan judul "KJRI: Belum Ada Informasi Resmi Haji 2021 dari Pemerintah Saudi".
    Sebelumnya, pada 18 Maret 2021, beredar pula klaim bahwa Raja Arab Saudi, Raja Salman, telah memastikan Haji 2021 berlangsung seperti biasa tanpa batasan. Klaim itu terdapat dalam sebuah pesan berantai yang mengutip sebuah artikel yang berjudul "Hajj 2021 To Take Place As Usual With No Limits, Saudi King Assures".
    Tim CekFakta Tempo telah memverifikasi klaim itu dan menyatakannya keliru. Artikel sumber menyebut bahwa informasi itu berasal dari Reuters. Namun, tidak ditemukan artikel yang berisi informasi semacam itu di Reuters. Demikian pula di situs media-media lain, tidak ditemukan artikel yang mengenai hal tersebut. Kemenag pun telah menyatakan informasi tersebut hoaks. Hingga kini, belum ada informasi resmi dari Kerajaan Arab Saudi terkait penyelenggaraan Haji 2021.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa Indonesia mendapatkan kuota sebanyak 64 ribu orang untuk penyelenggaraan Haji 2021, menyesatkan. Hingga kini, belum ada informasi resmi dari Kerajaan Arab Saudi mengenai penyelenggaraan Haji 2021 atau 1442 H, termasuk soal kuota haji bagi setiap negara. Klaim itu diduga bersumber dari pertemuan antara KJRI Jeddah dengan calon penyedia layanan akomodasi di Mekah beberapa waktu lalu. Namun, KJRI Jeddah memastikan bahwa itu sebatas rencana mitigasi, bukan informasi resmi atau bersifat kebijakan.
    TIM CEK FAKTA TEMPO
    Catatan Redaksi: Artikel ini diubah pada 31 Maret 2021 pukul 13.55 WIB di bagian kesimpulan. Redaksi mohon maaf.
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2021-8567) Keliru, Klaim Ini Video Truk Kontainer yang Tabrak Puluhan Motor di Menganti Surabaya

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 31/03/2021

    Berita


    Video yang memperlihatkan sebuah truk kontainer menabrak puluhan pengendara motor yang sedang berhenti di persimpangan lampu merah beredar di grup-grup percakapan WhatsApp. Video ini diklaim sebagai video yang direkam di Menganti, Gresik, Jawa Timur. Dalam video itu, terdapat teks yang berbunyi "di Menganti Surabaya".
    Video yang berdurasi 30 detik tersebut merupakan rekaman dari kamera CCTV yang menyorot sebuah persimpangan jalan. Di bagian awal video, terlihat para pengendara motor berhenti di belakang garis marka. Namun, dari arah belakang, sebuah truk kontainer hilang kendali dan menyeruduk puluhan pengendara motor yang sedang menunggu lampu lalu lintas tersebut.
    Gambar tangkapan layar video kecelakaan lalu lintas yang beredar di WhatsApp yang disertai dengan klaim keliru bahwa video itu direkam di Menganti, Gresik, Jawa Timur.

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo menelusuri jejak digital video itu dengan mengambil gambar tangkapan layarnya, lalu memasukkannya kereverse image toolGoogle dan Yandex. Hasilnya, ditemukan bahwa video ini tidak direkam di Indonesia, melainkan di Vietnam. Tulisan yang terlihat di bagian bawah video itu juga bukanlah tulisan dalam bahasa Indonesia, melainkan bahasa Vietnam.
    Awalnya, Tempo menemukan video tersebut pernah diunggah ke situs database GIF, Gfycat, pada 22 Januari 2019. Video itu bersumber dari YouTube. Namun, di YouTube, video ini telah dihapus. Dalam keterangannya yang ditulis dalam bahasa Vietnam, tertulis bahwa video itu menunjukkan truk kontainer yang menabrak lebih dari 20 pengendara motor yang berhenti di sebuah persimpangan di Long An. Long An merupakan salah satu provinsi di Vietnam.
    Video yang sama juga ditemukan di situs berbahasa Turki, Mynet.com. Menurut situs ini, video itu menunjukkan truk kontainer yang remnya blong yang menabrak 20 pengendara motor di sebuah persimpangan lampu merah. Menurut pejabat polisi Vietnam, Kolonel Nguyen Van Duc, akibat kecelakaan truk tersebut, tiga pengendara motor tewas. Sementara pengemudi truk itu melarikan diri dari lokasi kejadian, walaupun akhirnya tertangkap.
    Tempo kemudian menelusuri pemberitaan terkait di situs-situs media. Dilansir dari Suara.com, kecelakaan truk ini terjadi pada 2 Januari 2019. Menurut laporan situs media Vietnam, VnExpress, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 15.30 di Distrik Ben Luc, Provinsi Long An, Vietnam.
    Karena hilang kendali, truk tersebut menabrak 20 pengendara motor. Beberapa pengendara terseret sejauh hampir 250 meter. Akibat insiden ini, enam orang meninggal dan 22 orang luka parah. Sementara itu, sopir truk kontainer tersebut yang bernama Pham Thank Hieu, 32 tahun, melarikan diri dari lokasi kecelakaan.
    Dikutip dari Liputan6.com, pada awal Januari 2019, video itu sempat disebarkan dengan klaim bahwa kejadian tersebut terjadi di Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur. Namun, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur ketika itu, Komisaris Besar Frans Barung Mangera, telah membantah bahwa kecelakaan truk dalam video ini terjadi di wilayahnya. "Video itu terjadi di Vietnam bukan di Pandaan, Pasuruan, atau di wilayah Jawa Timur yang lainnya," tutur Barung pada 3 Januari 2019.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa peristiwa tertabraknya puluhan pengendara motor oleh truk kontainer dalam video tersebut terjadi di Menganti, Surabaya, keliru. Video itu adalah video lama, yang memperlihatkan tertabraknya 20 pengendara motor oleh truk kontainer di Distrik Ben Luc, Provinsi Long An, Vietnam, pada 2 Januari 2019.
    TIM CEK FAKTA TEMPO
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan