• (GFD-2021-6725) [SALAH] Positif Covid Disebabkan oleh Kekurangan Vitamin, Bukan oleh Virus

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 16/04/2021

    Berita

    Telah beredar sebuah unggahan dalam Twitter oleh akun @LsOwien yang mengatakan bahwa Covid-19 bukan disebabkan oleh virus, melainkan karena kekurangan vitamin C, vitamin B serta zinc. Narasi tersebut dicantumkan dalam bentuk tangkapan layar, yang juga mengatakan bahwa orang dengan positif Covid hendaknya meminum air kelapa muda yang berdaging buah tebal, meminum campuran teh lemon, jahe dan madu, serta perbanyak makan makanan laut. Narasi tersebut juga memuat larangan untuk mengonsumsi susu dan keju secara berlebih, larangan untuk meminum gula putih dan gluten, serta larangan untuk melakukan uji swab PCR dan Genose karena alat uji coba tersebut merupakan alat deteksi virus yang menipu dan tidak bisa memberikan hasil yang akurat.

    Dokter lois
    _Dr Louis Owien
    Dr Louwis Owien covid 19
    dokter louis
    doktor louis
    Dokter louis owien
    Dokter lois owien
    dr.Louis
    dr lois owien
    Dr Lois
    dr. Lois

    Hasil Cek Fakta

    Setelah melakukan penelusuran, hal tersebut tidak benar. Melansir dari situs resmi WHO, Covid-19 disebabkan oleh virus corona varian baru bernama SARS-Cov-2. Kekurangan vitamin C, B dan zinc berpengaruh pada tingkat kekebalan serta sistem metabolisme tubuh, namun tidak menjadikannya sebagai penyebab seseorang terpapar Covid-19. Mengonsumsi vitamin dan suplemen dalam takaran tertentu juga belum dapat dibuktikan dapat menyembuhkan Covid-19. WHO mengatakan bahwa segala bentuk vitamin dan suplemen tidak dapat mencegah Covid-19 dan tidak dapat dijadikan acuan perawatan dalam menangani Covid-19.

    Meminum air kelapa muda yang memiliki daging buah tebal juga tidak membuat seseorang sembuh dari Covid-19. Hal ini sudah diunggah dalam situs turnbackhoax.id. Meminum air kelapa muda memang baik untuk kesehatan, namun hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah yang dapat membuktikan bahwa meminum air kelapa muda dapat menyembuhkan Covid-19.
    Meminum campuran teh lemon, jahe dan madu juga tidak membuktikan dapat menyembuhkan dari Covid-19. Melansir dari laman WHO, hingga saat ini tidak ada teh herbal atau suplemen herbal yang dapat menyembuhkan dari Covid-19.

    Begitupun dengan banyak mengonsumsi makanan laut. WHO merekomendasikan beberapa sumber makanan yang sehat untuk tubuh, yang di antaranya adalah buah, sayur, kacang-kacangan, serta makanan yang bersumber dari hewan. Namun demikian, WHO tidak menyebutkan secara spesifik bahwa makanan-makanan tersebut dapat menyembuhkan dari Covid-19.

    Larangan dalam narasi yang mengatakan untuk tidak mengonsumsi susu, keju, gula putih dan gluten, tidak berpengaruh terhadap Covid-19. Larangan untuk mengonsumsi susu, keju, gula dan gluten ditujukan untuk menghindari penyakit lainnya. Melansir dari laman Kompas, makanan-makanan tersebut sebaiknya dikurangi atau dihindari untuk menghindari diabetes, penyakit jantung, obesitas serta jenis kanker tertentu.

    Untuk memastikan apakah seseorang terpapar Covid-19 perlu dilakukan uji acak swab antigen atau PCR atau mendatangi pusat pelayanan kesehatan terdekat. Melansir dari WHO, hal ini perlu dilakukan untuk melacak apakah terdapat virus dalam tubuh seseorang, yang berpotensi untuk menular kepada orang-orang yang berada di sekitarnya. Sehingga, narasi yang menyebutkan bahwa uji PCR atau antigen harus dihindari tidak benar.

    Dengan demikian, maka dapat dikatakan bahwa unggahan Twitter oleh akun @LsOwien tidak sesuai fakta dan masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Nadine Salsabila Naura Marhaeni (Universitas Diponegoro)
    Hal tersebut tidak benar. Kekurangan vitamin memengaruhi tingkat imunitas serta sistem metabolisme tubuh, namun TIDAK menyebabkan Covid-19. Melansir dari World Health Organization (WHO), Covid-19 disebabkan oleh varian virus corona baru bernama SARS-Cov-2.

    Rujukan

  • (GFD-2021-8589) Sesat, Klaim Ini Foto saat Ngabalin Berceramah di Gereja

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 16/04/2021

    Berita


    Foto yang memperlihatkan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin sedang berada di dalam ruangan yang di dalamnya terdapat salib yang cukup besar beredar di Facebook. Foto ini diklaim sebagai foto ketika Ngabalin berceramah di dalam gereja.
    Dalam foto tersebut, terdapat teks yang berbunyi: "Kalau ini Ngabalin asli mabok agama berceramah didalam gereja." Akun ini membagikan foto beserta klaim tersebut pada 10 April 2021. Hingga artikel ini dimuat, unggahan itu telah mendapatkan 28 reaksi dan 88 komentar.
    Foto yang memperlihatkan Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin saat mengunjungi sebuah gereja yang disebarkan dengan klaim keliru.

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim yang tercantum dalam foto itu, Tim CekFakta Tempo menelusuri jejak digital foto tersebut denganreverse image toolGoogle. Hasilnya, ditemukan bahwa foto ini adalah foto saat Ali Mochtar Ngabalin mengunjungi ibadah di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Mawar Saron, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 2018 lalu. Namun, dalam kunjungan itu, Ngabalin tidak memberikan ceramah apa pun kepada jemaat gereja.
    Foto tersebut merupakan potongan dari foto yang dimuat oleh situs media Kumparan.com dalam artikelnya yang berjudul "Ngabalin Kunjungi Gereja Bethel Mawar Saron: Haleluya" pada 16 September 2018. Terdapat tiga foto dalam artikel itu, yang ketiganya memperlihatkan momen ketika Ngabalin berkunjung ke GBI Mawar Saron pada 16 September 2018. Foto-foto tersebut diambil oleh fotografer Kumparan.com yang bernama Nadia Riso.
    Dalam artikel itu, tertulis bahwa Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan ( KSP ) Ali Mochtar Ngabalin mengunjungi ibadah di GBI Mawar Saron, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 16 September 2018. Kedatangan Ngabalin disambut oleh Gembala Sidang GBI Mawar Saron, Pendeta Jacob Nahuway. Ngabalin tiba sekitar pukul 11.15 WIB. Ia pun dipersilakan oleh Pendeta Jacob untuk naik ke atas panggung dan menyapa jemaat.
    Ngabalin yang mengenakan kemeja safari berwarna coklat tersebut beberapa kali membungkukkan badannya ke arah jemaat. Ngabalin dan Pendeta Jacob kemudian bersalaman dan berpelukan. Lalu, Pendeta Jacob meminta Ngabalin untuk duduk di kursi yang disediakan. Saat diperkenalkan oleh Pendeta Jacob, Ngabalin sempat menyapa para jemaat yang hadir. "Haleluya, haleluya, haleluya," katanya.
    Di sela-sela ibadah, Pendeta Jacob sempat menyatakan bahwa Ngabalin datang untuk memenuhi undangan dari GBI Mawar Saron. "Kita sudah siapkan bika ambon dan nasi padang. Nanti akan berbicara di ruang kerja saya terkait beberapa hal," tuturnya. Tidak ada pernyataan lain yang disampaikan oleh Ngabalin kepada jemaat. Pertemuan antara Ngabalin dan Pendeta Jacob akan dilangsungkan usai ibadah dan makan siang secara tertutup.
    Kunjungan Ngabalin ke GBI Mawar Saron tersebut juga diberitakan oleh situs media lokal Sulawesi Selatan, Rakyatku.com. Situs ini menulis laporannya berdasarkan video yang diunggah oleh Ngabalin ke media sosial. Menurut artikel yang dimuat pada 20 September 20218 ini, dalam video itu, Ngabalin berkata:
    "Bagi yang sempat menyaksikan video pendek ini. Saya Doktor Ali Mochtar Ngabalin, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan dan juru bicara pemerintah. Hari ini, saya berada bersama jemaat Gereja Bethel Indonesia Mawar Saron, Kelapa Gading. Saya datang untuk meninjau tempat, dalam rangka kunjungan Bapak Presiden. Jika Tuhan memberkati, dalam waktu yang tidak terlalu lama, beliau akan melakukan silaturahmi atas undangan Bapak Pendeta beserta seluruh jemaat. Karena itu, mohon doa dan dukungan seluruh jemaat Gereja Bethel Indonesia di mana pun berada agar negeri kita selalu damai. Kita harus selalu sama-sama melawan perilaku-perilaku intoleran dan melawan perilaku-perilaku radikal yang bisa mengganggu bangsa. Saya, dari lubuk hati paling dalam, berdoa semoga Tuhan memberkati kita."
    Klaim palsu terkait foto itu juga pernah beredar tidak beberapa lama setelah kunjungan Ngabalin tersebut. Ketika itu, sebuah akun Facebook membagikan foto tersebut dengan narasi: "Penyamaran yang akhirnya terbongkar juga. Pura-pura muslim, ternyata kafir. Serapat apa pun menyimpan bangkai pasti akan menyengat juga bau busuknya."
    Narasi tersebut telah diverifikasi oleh situs cek fakta Turnbackhoax.id. Berdasarkan hasil penelusuran, klaim itu keliru. Foto tersebut adalah foto ketika Ngabalin berkunjung ke GBI Mawar Saron, Kelapa Gading, Jakarta Utara, dalam rangka memenuhi undangan dari gereja tersebut.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto tersebut adalah foto saat Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin berceramah di gereja, menyesatkan. Foto itu memang menunjukkan momen saat Ngabalin mengunjungi ibadah di Gereja Bethel  Indonesia Mawar Saron, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 2018. Namun, dalam kunjungan itu, Ngabalin tidak memberikan ceramah apa pun kepada jemaat gereja. Dia hanya sempat menyapa sejenak para jemaat yang hadir.
    TIM CEK FAKTA TEMPO
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2021-6713) [SALAH] Gambar Jokowi Membaca Komik Doraemon

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 15/04/2021

    Berita

    Beredar di Facebook gambar Presiden Jokowi sedang membaca sebuah komik Doraemon, gambar tersebut diunggah oleh akun bernama Faisal Alam Babegah dan diposting pada grup PLANGA PLONGO.

    NARASI:
    “Gerakan gemar membaca”

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri foto tersebut adalah foto suntingan karena pada tribunnews.com ditemukan foto yang asli pada artikel dengan judul “Presiden Jokowi Berkerut saat Baca Komik jadi Viral Begini Kisahnya” yang unggah pada 26 Oktober 2016. Selain pada tribunnews gambar yang sama ditemukan pada viva.co.id dan komik yang sedang di pegang oleh Jokowi adalah komik Si Juki karya Faza Faza Meonk.

    Dengan demikian gambar Presiden Jokowi membaca komik Doraemon adalah salah. Gambar tersebut telah disunting pada bagian cover komik, komik yang sedang dibaca Jokowi adalah komik Si Juki bukan Doraemon dengan demikian hal tersebut masuk kategori konten yang dimanipulasi.

    Kesimpulan

    Gambar tersebut tidak benar. Faktanya, gambar tersebut telah disunting pada bagian cover komik dan gambar yang asli adalah Jokowi sedang membaca komik Si Juki bukan Doraemon.
    Selengkapnya pada penjelasan!

    Rujukan

  • (GFD-2021-6714) [SALAH] Kadrun Merupakan Panggilan PKI untuk Umat Islam

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 15/04/2021

    Berita

    Telah beredar sebuah komentar di Twitter oleh akun @MohCipto1 yang mengatakan bahwa istilah Kadal Gurun (Kadrun) merupakan istilah PKI yang ditujukan untuk orang Islam. Komentar tersebut muncul setelah terdapat akun lain yang menanyakan apa arti dari istilah Kadrun. Akun @MohCipto1 juga mengatakan bahwa apabila seseorang hendak menjadi komunis, ia dapat menggunakan istilah Kadrun kepada orang Islam.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah melakukan penelusuran, fakta tersebut tidak benar. Melansir dari detik.com, Sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yakni Asvi Warman Adam melalui laman Detik mengatakan bahwa istilah Kadrun baru muncul setelah Pilkada 2012 hingga Pilpres 2019, diikuti oleh kemunculan istilah Cebong dan Kampret.

    “Pada Pemilu 1955 ada persaingan yang tajam antara Masyumi dan PKI. Masyumi menuduh orang PKI itu ateis. PKI menuduh Masyumi dapat bantuan dana dari AS. Tidak ada istilah kadal gurun tersebut. Tahun 1960-an, yang ada yakni istilah Nekolim, Aksi Sepihak, Setan Desa dan Setan Kota.”, tutur Asvi.

    Sehingga dapat dikatakan bahwa istilah Kadrun belum muncul saat era PKI masih ada.

    Dengan demikian, maka komentar oleh akun Twitter @MohCipto1 tidak sesuai fakta dan masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Pernyataan tersebut tidaklah benar. Sejarawan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui laman Detik mengatakan bahwa istilah Kadal Gurun (Kadrun) baru muncul setelah Pilkada 2012 hingga Pilpres 2019.

    Rujukan