• (GFD-2021-6771) [SALAH] Pertamina Tegal Gede Kabakaran

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 21/04/2021

    Berita

    Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi Pertamina Tegal Gede kebakaran. Informasi tersebut diunggah akun Facebook Revan Aditama, pada 20 April 2021.

    Unggahan informasi Pertamina Tegal Gede kebakaran tersebut berupa tautan Youtube, berjudul "[VIRAL] Pertamina Tegal Gede Cikarang Meledak Dahsyat"

    Pada unggahan tersebut terdapat foto kobaran api dan tulisan "PERTAMINA TEGAL GEDE CIKARANG KEBAKAR".

    Hasil Cek Fakta

    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri informasi Pertamina Tegal Gede kebakaran, dengan menghubungi pihak Pertamina Gas (Pertagas).

    Manager Communication Relations & CSR Pertamina Gas, Elok Riani Ariza menyatakan, kobaran api perawatan rutin di Stasiun Kompresor Gas (SKG) Tegal Gede, Bekasi pada Senin 19 April 2021 merupakan bagian dari perawatan fasilitas penyaluran gas, untuk menjaga performa sarana distribusi gas agar tetap berfungsi optimal.

    "Kegiatan maintenance telah selesai dilakukan dan aktivitas sudah berjalan normal kembali," kata Elok, saat berbincang dengan liputan6.com.

    Menurutnya, kegiatan perawatan berlangsung sekitar satu jam lebih, yang dimulai sejak pukul 17.33 WIB. Aktivitas utama berupa pembersihan pipa yang mengalirkan gas dari Citarik ke Tegal Gede, Bekasi. Seterusnya dilanjutkan dengan pengecekan tekanan pada pipa dan aktivitas pembakaran gas atau flaring. Setelah proses perawatan selesai, aktivitas di fasilitas tersebut normal kembali.

    Saat aktivitas flaring api memang nampak relatif besar, namun kondisi tersebut merupakan hal yang normal. Hal itu merupakan salah satu tahapan dalam perawatan pada fasilitas SKG Tegalgede tersebut.

    "PT Pertamina Gas selalu berupaya untuk mengedepankan aspek safety dalam pelaksanaan kegiatan operasinya. Termasuk dalam hal tersebut pemeliharaan fasilitas secara berkesinambungan," tutup Elok.

    Penelusuran dilanjutkan menggunakan Google Search dengan kata kunci 'pertamina tegal gede'. Penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Kobaran Api yang Muncul dari Pertamina Gas Tegal Gede adalah Kondisi Normal Saat Perawatan" yang dimuat situs kompas.tv, pada 20 April 2021.

    Dalam artikel situs kompas.tv Pertamina Gas, Tegal Gede, Cikarang Selatan, memberikan keterangan yang disampaikan melalui pesan singkat.

    Manajer Komunikasi, Humas dan CSR Pertamina Gas, Elok Riani Ariza menjelaskan kobaran api itu merupakan kondisi normal kala perawatan rutin di Stasiun Kompresor Gas (SKG) Tegal Gede selama satu jam lebih.

    Perawatan dilakukan demi menjaga performa sarana distribusi gas tetap berfungsi optimal dengan aktivitas utama pembersihan pipa yang mengalirkan gas dari Citarik ke Tegal Gede. Sementara itu, saat ini kondisi di lokasi telah kembali kondusif.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, informasi Pertamina Tegal Gede kebakaran tidak benar.

    Kobaran api pada Stasiun Kompresor Gas (SKG) Tegal Gede merupakan bagian dari perawatan fasilitas penyaluran gas dan normal terjadi.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6772) [SALAH] “SEMPAT MELAWAN SAAT AKAN DITANGKAP PENGHINA NABI DITEMBAK MATI”

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 21/04/2021

    Berita

    Sebuah akun Youtube bernama Menembus Batas mengunggah video pada 19 April 2021 berdurasi 10 menit 3 detik yang berjudul “Sempat Melawan Saat Akan Ditangkap Penghina Nabi Akhirnya Ditembak Mati” yang telah ditonton sebanyak 234,374 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, ternyata judul tersebut menyesatkan. Tidak terdapat pernyataan yang mengatakan bahwa Jozeph telah ditembak mati di dalam video tersebut. Saat ini, polisi telah menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) atas nama Shindy Paul Soerjomoeljono alias Jozeph Paul Zheng.

    “Polri sudah menerbitkan DPO kemarin sore, tanggal 19 April 2021 yang akan segera dikirim ke Interpol sebagai dasar untuk segera mengeluarkan red notice,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes (Pol) Ahmad Ramadhan.

    DPO dikirim kepada Interpol karena berdasarkan penelusuran polisi, Paul Zhang saat ini sedang berada di Jerman. Dengan begitu negara tempatnya tinggal akan mendeportasi pria itu.

    “Mekanisme kerja sama kepolisian luar negeri bisa berjalan, mau enggak negara tempat yang bersangkutan, tinggal mendeportasi yang bersangkutan. DPO nanti akan diterbitkan,” kata Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto.

    Sehingga klaim mengenai Jozeph Paul Zhang yang ditembak mati merupakan hoaks dengan kategori konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Aisyah Adilah (Anggota Komisariat MAFINDO Institut Ilmu Sosial Ilmu Politik Jakarta)
    Faktanya, Youtuber yang melakukan penistaan agama Jozeph Paul Zheng saat ini masih berstatus sebagai buron.

    Rujukan

  • (GFD-2021-8594) Keliru, Klaim Ini Foto Biden Berlutut di Depan Anak George Floyd

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 21/04/2021

    Berita


    Foto yang memperlihatkan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden tengah berlutut di hadapan seorang bocah laki-laki beredar di media sosial. Foto ini diklaim sebagai foto ketika Biden berlutut di depan anak George Floyd, pria kulit hitam asal Minneapolis, AS, yang tewas pada Mei 2020 akibat kehabisan oksigen karena lehernya ditindih oleh polisi ketika ditangkap karena dugaan menggunakan uang palsu.
    Foto itu dilengkapi dengan teks sebagai berikut: "We are sorry - US Government awards George Floyd's family $ 27 million dollars for his untimely death caused by the police officers an incidence that caused World-wide demonstrations. President Joe Biden had to kneel down in front of George Floyd's son to ask for forgiveness."
    Di Facebook, foto tersebut dibagikan oleh akun ini pada 14 April 2021. Akun itu pun menulis narasi serupa sebagai berikut: "Pemimpin hebat dunia , Presiden USA Joe Biden berlutut, memohon maaf didepan anak lelaki George Floyd diatas kesilapan pihak Polis terhadap kematian Bapanya. 'Ular menyusur akar, tidak akan hilang bisanya'."
    Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi klaim keliru terkait foto Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang diunggahnya.

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri jejak digital foto tersebut dengan reverse image tool Source, Google, dan Yandex. Hasilnya, ditemukan bahwa foto tersebut diambil oleh fotografer kantor berita Associated Press (AP) saat Joe Biden berbelanja untuk cucunya di sebuah toko di Detroit, Michigan. Bocah dalam foto tersebut adalah anak si pemilik toko, bukan anak George Floyd.
    Foto itu pernah dimuat situs berita Local12.com dalam artikelnya pada 17 April 2021. Menurut artikel ini, yang mengutip AP, foto tersebut diambil pada 9 September 2020. Ketika itu, Joe Biden yang masih berstatus sebagai calon Presiden AS dari Partai Demokrat, sedang berbincang dengan pemilik toko Three Thirteen, Clement Brown dan anaknya, CJ Brown. Biden mengunjungi toko itu untuk berbelanja bagi cucu-cucunya.
    Tempo kemudian menelusuri foto tersebut di situs stok foto milik AP, AP Images. Foto itu merupakan foto karya Patrick Semansky yang diambil pada 9 September 2020 di Detroit, Michigan. Foto ini diberi keterangan sebagai berikut:
    "Calon presiden dari Partai Demokrat sekaligus mantan wakil presiden Joe Biden mengunjungi CJ Brown (kanan) dan Clement Brown, putra dan ayah dari pemilik Three Thirteen, ketika Biden datang untuk berbelanja bagi cucu-cucunya di toko yang terletak di Detroit tersebut, Rabu, 9 September 2020. Biden mengunjungi Michigan untuk acara-acara kampanye."
    Foto yang identik yang diambil dari sudut berbeda juga diabadikan oleh fotografer bernama Chip Somodevilla. Foto ini bisa ditemukan di situs stok foto Getty Images. Di Getty Images, foto tersebut diberi keterangan sebagai berikut:
    "Mengenakan masker untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh virus Corona, calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden berlutut untuk mengobrol dengan CJ Brown saat berbelanja di Three Thirteen, sebuah toko pakaian di Avenue of Fashion, 9 September 2020, di Detroit, Michigan. Biden berkampanye di Michigan, negara bagian yang dimenangkan oleh Presiden Donald Trump pada 2016 dengan selisih kurang dari 11 ribu suara, margin kemenangan terkecil dalam sejarah pemilihan presiden negara bagian."
    Di akun Instagram pribadinya pun, Joe Biden pernah mengunggah foto yang identik yang diambil dari sudut berbeda. Foto itu dibagikan pada 15 September 2020. Foto-foto lain yang diambil dari momen yang sama juga pernah diunggah oleh Karen Travers, koresponden ABC di Gedung Putih, di akun Twitter  miliknya pada 10 September 2020.
    Keluarga Floyd terima US$ 27 juta dari Minneapolis
    Dilansir dari kantor berita Reuters, pada 12 Maret 2021, Kota Minneapolis setuju membayar US$ 27 juta untuk menyelesaikan gugatan yang dilayangkan oleh keluarga George Floyd atas kematiannya ketika berada di bawah penahanan polisi. Pria kulit hitam berusia 46 tahun itu meninggal pada Mei 2020 usai Derek Chauvin, seorang polisi berkulit putih asal Minneapolis, berlutut di lehernya selama hampir 9 menit.
    Benjamin Crump, pengacara keluarga Floyd, mengatakan bahwa persetujuan oleh  Kota Minneapolis tersebut merupakan penyelesaian pra-sidang terbesar dari gugatan "wrongful death" dalam sejarah AS. Menurut Cramp, hal ini menandakan bahwa kematian orang kulit hitam di tangan polisi tidak akan lagi dianggap sepele atau tidak penting. Keluarga Floyd juga menyatakan "puas karena bagian dari perjalanan tragis kami menuju keadilan untuk George diselesaikan".

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto tersebut adalah foto saat Presiden AS Joe Biden berlutut di depan anak George Floyd, keliru. Foto itu adalah foto ketika Biden berbincang dengan seorang bocah laki-laki yang merupakan anak dari pemilik toko yang dikunjunginya di Detroit, Michigan. Foto ini diambil pada September 2020. Ketika itu, Biden yang masih berstatus sebagai calon Presiden AS ini mampir ke toko pakaian bernama Three Thirteen di tengah kampanyenya di Michigan. Pemilik toko itu bernama Clement Brown, sementara anaknya bernama CJ Brown.
    TIM CEK FAKTA TEMPO
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2021-6750) [SALAH] Artikel Tentang Kemunculan Dabbah di Israel

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 20/04/2021

    Berita

    “Dabbah Telah Muncul Di Israel, Binatang Pesan Tanda Kiamat.Semoga Kita Dalam Lindungan Allah.Aminn”

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah akun Facebook bernama Salsabila Yully mengunggah artikel yang menyebutkan bahwa Dabbah yaitu binatang yang akan hadir sebagai tanda akhir zaman telah muncul di Israel.

    Dalam artikel juga menampilkan foto sebuah binatang melata.
    Setelah artikel yang ditautkan itu dibuka, tidak ada penjelasan mengenai kemunculan Dabbah di Israel. Artikel tersebut memuat tentang hadits-hadits ciri-ciri kiamat yang berkaitan dengan kemunculan Dabbah.

    Selain itu, foto yang disertakan dalam artikel tersebut bukan merupakan foto Dabbah, melainkan foto The Mexican Mole Lizard atau nama ilmiahnya Bipos Biporus yaitu hewan reptil yang habitatnya hidup di air.

    Sehingga, klaim mengenai kemunculan Dabbah di Israel termasuk hoaks dengan kategori konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Aisyah Adilah (Anggota Komisariat MAFINDO Institut Ilmu Sosial Ilmu Politik Jakarta)

    Faktanya, artikel tersebut sama sekali tidak menyebutkan tentang kemunculan Dabbah di Israel, melainkan berisi hadits-hadits dan ayat mengenai ciri-ciri Dabbah.

    Rujukan