• (GFD-2021-7419) [SALAH] Foto ‘Blue Java Banana’

    Sumber: Instagram.com
    Tanggal publish: 17/08/2021

    Berita

    (narasi diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia)

    “Ini adalah ‘Blue Java Banana’ dan rasanya seperti es krim Vanilla. Menurut para ahli, jenis pisang tersebut kebanyakan tumbuh di Asia Tenggara dan banyak tumbuh di Hawaii”

    (narasi asli dalam gambar)

    “This Blue Java banana and it tastes like Vanilla ice cream. According to experts it is primarily grown in South East Asia and is very much popular in Hawaii.”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah unggahan di akun Instagram naturethecure yang menunjukkan bahwa terdapat pisang yang memiliki kulit dan daging berwarna biru. Unggahan tersebut juga mengatakan bahwa rasa dari pisang tersebut seperti es krim Vanilla.

    Setelah melakukan penelusuran, hal tersebut tidak benar. Foto tersebut merupakan hasil foto suntingan. Pisang dengan jenis ‘Blue Java Banana’ memang ada, namun kulit dan daging buahnya tidak berwarna biru seperti yang ada di foto tersebut. Kulit dari ‘Blue Java Banana’ berwarna biru kehijauan ketika belum terbuka, dan akan menjadi warna kuning ketika sudah dikupas. Untuk kulit daging pisang dari ‘Blue Java Banana’ berwarna kuning dan memiliki rasa manis.

    Dengan demikian, foto yang diunggah oleh akun Instagram naturethecure tidak sesuai fakta dan masuk ke dalam kategori manipulated content atau konten yang dimanipulasi.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Nadine Salsabila (Universitas Diponegoro)

    Foto tersebut merupakan foto suntingan. Pisang jenis ‘Blue Java Banana’ memang ada, namun penampakannya berbeda dengan yang ada di gambar tersebut.

    Rujukan

  • (GFD-2021-7420) [SALAH] Grab Berikan Bantuan Sembako Senilai Rp80 Ribu untuk Warga Surabaya

    Sumber: Whatsapp.com
    Tanggal publish: 17/08/2021

    Berita

    “Teman-teman,
    Saat ini pandemi COVID-19 telah melanda negeri ini. Sebanyak 102.000 orang telah meninggalkan sanak keluarga dan sahabatnya akibat penyakit ini dan kini rata2 pertambahan kasus COVID adalah 34.000 dalam satu minggu terakhir ini. Pemerintah juga telah menerapkan PPKM untuk membendung penularan COVID, namun tentu saja hal ini berdampak secara ekonomi ke beberapa orang2 di sekeliling kita, misalnya yang belum punya pekerjaan atau tidak punya pekerjaan tetap, karyawan yang dirumahkan, satpam bergaji rendah, mereka yang memiliki keterbatasan fisik atau mental, dsb.
    Saat ini ada bantuan senilai Rp. 80.000/kepala berupa paket sembako dari Grab kepada masyarakat yang terdampak COVID, khususnya yang berdomisili di Surabaya. Jumlah ini tidak besar memang, namun mungkin dapat membantu melonggarkan himpitan ekonomi yang mereka alami.”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah pesan berantai melalui Whatsapp yang mengatakan bahwa Grab Indonesia memberikan bantuan kepada warga Surabaya. Narasi dalam pesan tersebut mengatakan bahwa bantuan diberikan dalam bentuk pemberian sembako senilai Rp80 ribu.

    Setelah melakukan penelurusan, hal tersebut tidak benar. Grab Indonesia memang memberikan bantuan berupa sembako, namun bantuan tersebut diberikan kepada mitra pengemudi Grab Indonesia. Pemberian bantuan tersebut diberikan untuk mitra pengemudi Grab yang ada di Kota Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Semarang, Yogyakarta dan Makassar.

    Dengan demikian, pesan berantai yang beredar di Whatsapp yang mengatakan bahwa Grab Indonesia memberikan bantuan kepada warga Surabaya tidak sesuai fakta dan masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Nadine Salsabila (Universitas Diponegoro)

    Hal tersebut tidak benar. Bantuan yang diberikan oleh Grab ditujukan untuk mitra pengemudi yang ada di tujuh kota di Indonesia.

    Rujukan

  • (GFD-2021-8726) Keliru, Terapi Uap Minyak Kayu Putih dan Serai Bisa Menghilangkan Sesak Napas Karena Virus

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 16/08/2021

    Berita


    Narasi yang mengklaim terapi pertolongan pertama sesak nafas karena virus beredar di Facebook. Klaim tersebut diunggah akun ini pada 23 Juli 2021 dengan menuliskan narasi : 
    “Terapi pertolongan pertama sesak nafas karena virus nganu....Siapkan panci kecil, air, serai dapur dan minyak kayu putih....Rebus serai dan tuangkan sedikit minyak kayu putih, hirup dalam dalam uap airnya yang beraroma serai dan minyak kayu putih.... lakukan berkali-kali, sampai sesak nafasnya terasa mulai plong....
    Lakukan terapi ini beberapa kali sehari....Terapi ini akan menghilangkan serangan sesak nafas karena nganu....
    Molekul air akan menambah kadar oksigenMolekul atsiri serai dan minyak kayu putih akan membunuh virus2 di permukaan dalam paru2 secara langsung... dan membantu atasi peradangan paru...Teknik ini untuk menambah oksigen dari molekul H2O dan memasukkan obat (atsiri serai dan minyak kayu putih)...
    Teknik memasukkan obat melalui uap air ke paru2 ini bisa juga dilakukan pada penderita asma yang sedang kumat....
    Insyaallah, tidak akan memerlukan ventilator asal rutin dan rajin terapi uapnya.... Sesak nafas akan cepat mereda.... Virus di paru2 akan mati....
    Demikian, boleh saudara sekalian share sebanyak-banyaknya dan lakukan sebagai pertolongan pertama bila mengalami kedaruratan sesak nafas karena nganu.... Semoga banyak yang tertolong.....Rakyat Indonesia kuat dan mampu mengatasi masalahnya sendiri…”
    Hingga artikel ini ditulis, telah mendapatkan 35 ribu kali respon, 963 komentar dan 4,2 ribu dibagikan.Lantas benarkan merebus sereh dan minyak kayu putih dan menghirupnya bisa menghilangkan sesak nafas karena virus?

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memeriksa klaim diatas, Cek fakta Tempo mula-mula menelusuri informasi terkait sistem kerja virus pada tubuh manusia dan kandungan minyak kayu putih dan serai. Dikutip dari alodokter, Virus agen infeksi berukuran kecil yang hidup dan berkembang biak dengan cara menempel pada sel inang. Ketika virus masuk ke dalam tubuh manusia, mereka akan menyerang sel-sel di tubuh dan berusaha menguasai sel-sel tersebut serta berkembang biak di dalam sel. Virus bisa merusak, membunuh, dan mengubah sel dalam tubuh. Virus juga dapat memicu terjadinya suatu penyakit.
    Untuk virus corona, dikutip dari Halodoc, ketika masuk ke dalam tubuh manusia akan menempel pada dinding sel-sel saluran pernapasan dan paru-paru, lalu masuk ke dalamnya untuk berkembang biak di sana.  Proses tersebut akan terdeteksi oleh sistem kekebalan tubuh. Setelah itu, sistem kekebalan tubuh atau sistem imun akan bereaksi dengan cara mengirim sel darah putih dan membentuk antibodi untuk melawan dan membunuh virus tersebut. Ketika terjadi reaksi perlawanan tubuh terhadap virus Corona, akan muncul beberapa gejala, misalnya demam. Gejala ini biasanya akan muncul dalam waktu 2–14 hari setelah terpapar virus Corona. Pada sebagian orang yang terinfeksi virus Corona, reaksi sistem imun tubuh akan berhasil melawan virus tersebut, sehingga gejalanya mereda dan orang tersebut sembuh dengan sendirinya.
    Sementara minyak kayu putih merupakan tanaman yang berasal dari Australia. Dalam bahasa latin tanaman ini dikenal dengan nama eucalyptus atau kayu putih. Berdasarkan arsip pemberitaan Tempo pada 14 Mei 2020, tanaman ini memiliki senyawa eucalyptol atau 1,8-cineole yang menjadi komponen kunci dari potensi antivirus Corona yang dimiliki ekaliptus (Eucalyptus sp.). 
    Senyawa tersebut telah diuji di laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian dan menunjukkan kemampuan membunuh sekitar 80 persen virus, termasuk virus Corona. Kepala Balitbangtan, Fadjry Djufry, menerangkan bahwa proses uji diawali dengan mencari kecocokan antara bahan aktif dan potensi membunuh virus dari sekian banyak minyak atsiri yang ada.
    Proses uji ini dilakukan dengan cara penambatan molekul atau molecular docking melalui metode komputasi. "Dari sekian banyak minyak atsiri, salah satunya adalah minyak atsiri Eucalyptus yang di dunia ada 700 spesies," katanya seperti dikutip dari Tempo pada 11 Mei 2020.
    Proses uji mencari kecocokan melalui molecular docking itu dilanjutkan dengan uji in vitro di laboratorium Biosafety Level 3 (BSL-3). Senyawa aktif Eucalyptus bisa membunuh sekitar 80 persen virus seperti yang sudah diumumkannya beberapa hari sebelumnya.
    Pada 5 Mei 2020, Kepala Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balitro) Kementerian Pertanian, Evi Safitri, memang menyatakan, "Hasil uji in vitro, 60-80 persen virusnya mati. Tapi memang virusnya bukan (penyebab) Covid-19, kami coba ke virus Corona lain." Evi menerangkan, molecular docking adalah metode komputasi yang bertujuan meniru peristiwa interaksi suatu molekul ligan dengan protein yang menjadi targetnya pada uji in vitro.
    Dikutip dari Kompas, meski memiliki zat aktif yang bersifat anti bakteri, anti virus, dan anti jamur, namun minyak kayu putih belum sepenuhnya terbukti untuk membunuh virus corona. Inggrid Tania, Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), mengatakan eucalyptus memang memiliki sejumlah zat aktif yang bersifat anti bakteri, anti virus, dan anti jamur. "Memang pernah ada penelitian eucalyptus efektif untuk membunuh virus betacorona, tetapi bukan virusnya Covid-19, SARS-CoV-2," kata dr Inggrid. 
    Ada penelitian bioinformatika tentang zat aktif eucalyptus terhadap virus SARS-CoV-2. Kendati demikian, penelitian ini hanya berupa molekular docking atau simulasi di komputer. Simulasi tersebut dilakukan dengan menyamakan molekul zat aktif pada eucalyptus dengan molekul protein virus SARS-CoV-2. "Memang kalau dari penelitian bioinformatika itu ada kecocokan dan bisa dijadikan kandidat (obat antivirus). Tetapi kalau disebut sebagai obat antivirus Covid-19, belum bisa," ujar Inggrid. 
    Dalam laman resmi Universitas Gadjah Mada, Dosen Fakultas Kehutanan UGM, Rini Pujiarti., mengungkapkan klaim bahwa eucalyptus dapat membunuh virus Corona tidak bisa sepenuhnya dipercaya.Dikutip dari Jurnal-elektronik Universitas Atmajaya Jogjakarta, tanaman serai atau Cymbopogon citratus DC sendiri merupakan tumbuhan yang masuk ke dalam famili rumput-rumputan atau Poaceae. Tanaman ini dikenal dengan istilah Lemongrass karena memiliki bau yang kuat seperti lemon, sering ditemukan tumbuh alami di negara-negara tropis.
    Tanaman serai mampu tumbuh sampai 1-1,5 m panjang daunnya mencapai 70-80 cm dan lebarnya 2-5 cm, berwarna hijau muda, kasar, dan mempunyai aroma yang kuat. Tanaman serai dengan genus Cymbopogon meliputi hampir 80 spesies, tetapi hanya beberapa jenis yang menghasilkan minyak atsiri. 
    Kandungan kimia yang terdapat di dalam tanaman serai antara lain pada daun serai dapur mengandung 0,4 persen minyak atsiri. Senyawa utama penyusun minyak serai adalah sitronelal, sitronelol, dan geraniol. Gabungan ketiga komponen utama minyak serai dikenal sebagai total senyawa yang dapat deasetilasi. Ketiga komponen ini menentukan intensitas bau harum, nilai, dan harga minyak serai. 
     Dilansir Kompas, Meski kandungan vitamin dalam serai relatif kecil namun serai mengandung berbagai mineral yang membantu dalam pengobatan medis. Serai umumnya dimanfaatkan dengan cara diolah menjadi minyak untuk mengobati sakit kepala dan nyeri muskuloskeletal. Ekstrak minyak sereh dimanfaatkan sebagai aromaterapi untuk mengobati nyeri otot, infeksi, pilek, atau gejala flu. Selain itu, daun serai juga bisa digunakan untuk mengobati penyakit berikut: hipertensi epilepsi sakit perut rematik kelelahan antiseptik batuk rematik demam diabetes
    Sementara berdasarkan arsip berita Tempo pada 29 Maret 2020, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Eka Ginanjar, membantah bahwa menghirup uap air panas bisa mematikan virus Corona Covid-19.Eka pun menilai tindakan tersebut tidak bermanfaat. "Karena virus ini ada di dalam sel tubuh walau masuknya memang secara droplet lewat sistem pernafasan," ujar Eka saat dihubungi Tempo pada Minggu, 29 Maret 2020.
    Menurut dokter spesialis penyakit dalam atau internis ini, belum ada penelitian kesehatan yang resmi yang bisa membuktikan apakah menghirup uap air panas dapat membunuh virus Corona. Sampai saat ini pun, belum ada metode yang resmi untuk melakukan penelitian tersebut.
    Eka justru khawatir masyarakat salah paham, mengira tips yang beredar di media sosial tersebut efektif. Hal itu menyebabkan masyarakat tidak lagi melakukan hal yang penting untuk mencegah penularan virus Corona, yaitu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau dengan hand sanitizer.
    Artikel cek fakta AFP yang berisi verifikasi atas klaim bahwa uap air panas bisa membunuh virus Corona Covid-19 pun memaparkan hal serupa. Para ahli yang diwawancarai AFP mengatakan bahwa hal

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim terapi uap minyak kayu putih dan serai bisa menghilangkan sesak nafas karena virus, keliru. Sekretaris Jenderal Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Eka Ginanjar, membantah bahwa menghirup uap air panas bisa mematikan virus.
    Organisasi Kesehatan Dunia bahkan menegaskan cara yang paling efektif untuk melindungi diri dari Covid-19 adalah rajin membersihkan tangan dengan sabun dan air atau pembersih berbasis alkohol, menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang yang batuk atau bersin, tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut, menutup mulut saat batuk dengan siku yang terlipat atau tisu, serta mengisolasi diri jika merasa tidak sehat.
    Bagi mereka yang terinfeksi hanya perlu mendapatkan perawatan untuk meredakan gejala. Sementara mereka yang memiliki gejala lebih serius harus dibawa ke rumah sakit.
    TIM CEKFAKTA TEMPO

    Rujukan

  • (GFD-2021-8727) Sebagian Benar, Harga Vaksin AstraZeneca Paling Murah karena Sarah Gilbert Menyerahkan Seluruh Hak Paten

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 16/08/2021

    Berita


    Pesan berantai yang mengklaim harga vaksin Astrazeneca paling murah karena Sarah Gilbert menyerahkan seluruh hak paten, beredar di Whatsapp dalam beberapa pekan terakhir. Sarah Gilbert adalah perempuan yang mendesain vaksin Covid-19 Oxford-Astrazeneca.
    “Mengapa vaksin Astrazeneca adalah yang termurah? Karena Sarah Gilbert menyerahkan seluruh hak patennya supaya kita tidak membayar upeti kepadanya,” demikian bunyi bagian awal pesan berantai tersebut.
    Selain itu, pesan tersebut juga memuat beberapa klaim berikut ini:

    Hasil Cek Fakta


    Klaim 1: Harga vaksin AZ paling murah, 2-3 USD, karena Sarah Gilbert menyerahkan seluruh hak paten
    Fakta: Harga vaksin AZ memang lebih murah dibanding vaksin mRNA seperti Pfizer dan Moderna. Akan tetapi harga vaksin AZ di sejumlah negara berbeda, antara US 2 dollar hingga US 13 dollar. Dikutip dari Dasbor Pasar Vaksin Unicef, harga vaksin AZ paling rendah sekitar US 2 dollar antara lain di Eropa dan India, sedangkan yang tertinggi sebesar US 13,27 dollar di Bangladesh, khusus untuk penjualan pribadi. 
    Perbandingan harga satu dosis vaksin Astrazeneca di beberapa negara. Sumber: Unicef Perbandingan harga satu dosis vaksin Astrazeneca di beberapa negara. Sumber: Unicef
    Harga vaksin AZ paling murah, bukan karena Sarah Gilbert menyerahkan seluruh hak paten. Menurut Health Desk, platform inisiatif dari organisasi nirlaba Meedan yang dikelola oleh sejumlah ahli di seluruh dunia, ada beberapa faktor mengapa harga vaksin AZ lebih murah dibandingkan vaksin mRNA:
    Vaksin ini sekarang banyak digunakan di seluruh dunia. Meskipun tetap menjadi salah satu vaksin yang paling murah, para kritikus mengklaim bahwa harga akan lebih murah dan lebih dapat diakses secara luas jika hak atas vaksin tersedia secara bebas untuk produsen mana pun seperti yang semula dimaksudkan oleh tim Oxford.
      
    Berbeda dengan AZ, vaksin mRNA seperti Pfizer dan Moderna menuntut persyaratan penyimpanan dingin dengan bahan kimia kompleks, es kering dan biaya transportasi lainnya sehingga menambah biaya vaksin mRNA.
    Selain itu, Direktur Global Media Relations Astrazeneca, Fiona Cookson, menjelaskan,  vaksin tersebut dimiliki oleh Universitas Oxford. Sementara AstraZeneca memiliki lisensi eksklusif untuk mengembangkan dan memproduksi vaksin secara global. 
    Untuk memenuhi komitmen terhadap akses yang luas dan adil serta mempercepat produksi vaksin, Astrazeneca menjalin transfer teknologi dengan 25 mitra di 15 negara. “Kami telah memungkinkan transfer teknologi ke lebih dari 25 mitra pemasok yang berbeda dari 15 negara di seluruh dunia,” tulis Fiona dalam email ke Tempo, 9 Agustus 2021. 
     
    Klaim 2: Penonton pertandingan tenis Wimbledon memberikan tepuk tangan meriah kepada Sarah Gilbert
    Fakta: Klaim ini benar. Akun Twitter Wimbledon, pada 28 Juni 2021 memuat video pembukaan pertandingan tenis Wimbledon di London yang berbeda dari biasanya. Pembukaan itu disertai dengan memberikan ucapan terima kasih pada pihak-pihak yang telah berperan penting dalam penanggulangan Covid-19. “Ada beberapa tamu istimewa yang hadir. Orang-orang yang memainkan peran penting dalam respons Inggris terhadap pandemi virus corona - mulai dari pekerja transportasi hingga staf medis di Layanan Kesehatan Nasional Inggris - telah diundang untuk duduk di royal box.
    Tepuk tangan meriah dari penonton berkumandang dan kamera menyorot sejumlah penonton yang duduk di kursi VVIP, salah satunya adalah Sarah Gilbert yang berbaju merah.  
    Klaim 3: Semua publisitas buruk untuk vaksin AZ karena harganya sangat murah
    Laporan tentang beberapa negara yang menghentikan vaksinasi dengan Astrazeneca pada Maret lalu, tidak terkait dengan harganya yang murah. Media Prancis, France24, melaporkan, beberapa negara mengambil keputusan untuk menghentikan vaksin AZ karena munculnya sejumlah kecil kasus pembekuan darah pada penerima vaksin, beberapa di antaranya berakibat fatal, meskipun saat itu belum jelas apakah pembekuan darah terkait dengan vaksin atau tidak. 
    Akan tetapi, beberapa negara Eropa melanjutkan kembali penggunaan vaksin AZ setelah European Medicines Agency (EMA) memberikan lampu hijau. Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 19 Maret 2021, juga memberikan dukungan kuat pada vaksin AstraZeneca dan mendesak negara-negara untuk mempertahankan pemakaian vaksin tersebut setelah meninjau laporan kasus pembekuan darah.
    Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menjelaskan tentang manfaat vaksin Astrazeneca setelah para ahli keamanan vaksin WHO tidak menemukan peningkatan kondisi pembekuan yang terkait dengan suntikan AstraZeneca.
    "Data yang tersedia tidak menunjukkan peningkatan keseluruhan dalam kondisi pembekuan setelah pemberian vaksin Covid-19 Oxford-AstraZeneca. Kami mendesak negara-negara untuk terus menggunakan vaksin penting ini,” kata Tedros dalam konferensi pers. 

    Kesimpulan


    Dari hasil pemeriksaan fakta di atas, Tempo menyimpulkan, pesan berantai dengan klaim harga vaksin Astrazeneca paling murah karena Sarah Gilbert menyerahkan seluruh hak paten, sebagian benar. Harga vaksin AZ lebih murah dibandingkan beberapa jenis vaksin lain. Akan tetapi, mengapa harga vaksin AZ lebih murah bukan karena Sarah Gilbert menyerahkan seluruh hak paten. Melainkan karena pertama, Astrazeneca menjalin transfer teknologi dengan 25 mitra di 15 negara. Hak atas vaksin tersebut belum tersedia secara bebas untuk produsen mana pun. 
    Kedua, distribusi vaksin melalui skema COVAX untuk membantu negara-negara miskin dan berkembang. Serta ketiga, Vaksin AZ dibuat dengan Adenovirus yang rantai pasokannya lebih dulu ada dan sudah mapan. 
    Tim Cek Fakta Tempo