(GFD-2021-7828) [SALAH] Akun WhatsApp Wakil Bupati Bangkalan Meminta Sejumlah Dana
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 13/11/2021
Berita
Beredar akun WhatsApp Wakil Bupati Bangkalan, Drs. Mohni, MM., dengan nomor +6285784906027. Akun tersebut menggunakan nama dan foto Mohni sebagai foto profil, serta melakukan komunikasi ke beberapa orang untuk meminta sejumlah dana.
Hasil Cek Fakta
Melansir dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Bangkalan, pihak Dinas Kominfo Bangkalan telah menegaskan bahwa akun maupun nomor tersebut adalah bukan milik Wakil Bupati Mohni. Pihak Dinas Kominfo Bangkalan juga mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan mengabaikan segala bentuk permintaan dana dari pihak yang mengatasnamakan Wakil Bupati Bangkalan.
Dengan demikian, akun WhatsApp yang mengatasnamakan Wakil Bupati Bangkalan, Drs. Mohni, MM., tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten Tiruan/Imposter Content.
Dengan demikian, akun WhatsApp yang mengatasnamakan Wakil Bupati Bangkalan, Drs. Mohni, MM., tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten Tiruan/Imposter Content.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini.
Dinas Kominfo Bangkalan menegaskan bahwa akun tersebut bukan merupakan akun WhatsApp milik Wakil Bupati Bangakalan, Drs. Mohni, MM.
Dinas Kominfo Bangkalan menegaskan bahwa akun tersebut bukan merupakan akun WhatsApp milik Wakil Bupati Bangakalan, Drs. Mohni, MM.
Rujukan
(GFD-2021-7818) [SALAH] “Kebakaran di pesantren Alquran dekat Ibu Kota Monrovia, Liberia, Rabu dini hari waktu setempat”
Sumber: artikel onlineTanggal publish: 12/11/2021
Berita
NARASI: “Innalilahi Wa Inna Ilaihi Raji’un 😭Mohon Bantuan Dan Do’anya 🤲 😭 Pesantren Alquran Terba4kar, 26 Santri Dan Dua Guru T3w4s Terp4ngg4ng 😭
09 Nov, 2021
Kebakaran merenggut banyak korban jiwa terjadi di pesantren Alquran dekat Ibu Kota Monrovia, Liberia, Rabu dini hari waktu setempat.
Kantor kepresidenan Liberia, seperti dikutip dari AFP, menyatakan, sedikitnya 26 santri dan 2 guru meninggal dalam insiden yang terjadi sejak Selasa malam hingga Rabu dini hari itu …”
09 Nov, 2021
Kebakaran merenggut banyak korban jiwa terjadi di pesantren Alquran dekat Ibu Kota Monrovia, Liberia, Rabu dini hari waktu setempat.
Kantor kepresidenan Liberia, seperti dikutip dari AFP, menyatakan, sedikitnya 26 santri dan 2 guru meninggal dalam insiden yang terjadi sejak Selasa malam hingga Rabu dini hari itu …”
Hasil Cek Fakta
SUMBER membagikan foto yang TIDAK sesuai dengan foto dari peristiwa yang dipublikasikan di artikel, sehingga menimbulkan kesimpulan yang SALAH.
Salah satu sumber dengan foto yang identik, Topikpapua.com pada 12 Februari 2019: “Jayapura, Topikpapua.com, – Pondok Pesantren Yayasan Lembaga Tarbiyah Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI) Jayapura di Jalan Beringin Kelurahan Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Selasa (12/02/19) petang, terbakar. Api di duga dari koslering arus pendek.
Salah satu sumber lain dengan foto yang identik, KOMPAS.com pada 13 Februari 2019: “TIMIKA, KOMPAS.com – Asrama putri Pondok Pesantren Yayasan Lembaga Tarbiyah Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI) Jayapura, di Jalan Beringin, Kelurahan Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua, terbakar pada Selasa (12/2/2019) sore.
AP NEWS pada 2 Oktober 2019: “MONROVIA, Liberia (AP) — Dinas Pemadam Kebakaran Nasional Liberia mengatakan “kejutan listrik” menyebabkan kebakaran yang menewaskan 27 anak di sebuah pesantren di timur Monrovia dua minggu lalu.
Salah satu sumber dengan foto yang identik, Topikpapua.com pada 12 Februari 2019: “Jayapura, Topikpapua.com, – Pondok Pesantren Yayasan Lembaga Tarbiyah Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI) Jayapura di Jalan Beringin Kelurahan Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Selasa (12/02/19) petang, terbakar. Api di duga dari koslering arus pendek.
Salah satu sumber lain dengan foto yang identik, KOMPAS.com pada 13 Februari 2019: “TIMIKA, KOMPAS.com – Asrama putri Pondok Pesantren Yayasan Lembaga Tarbiyah Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI) Jayapura, di Jalan Beringin, Kelurahan Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua, terbakar pada Selasa (12/2/2019) sore.
AP NEWS pada 2 Oktober 2019: “MONROVIA, Liberia (AP) — Dinas Pemadam Kebakaran Nasional Liberia mengatakan “kejutan listrik” menyebabkan kebakaran yang menewaskan 27 anak di sebuah pesantren di timur Monrovia dua minggu lalu.
Kesimpulan
FAKTANYA, foto yang digunakan di artikel TIDAK sesuai. Selain itu, peristiwa terjadi pada tahun 2019 lalu, BUKAN pada 9 November 2021 seperti yang disebutkan di artikel.
Rujukan
- http[1] firstdraftnews.org: “Memahami gangguan informasi”,
- https://bit.ly/3gvztci (Google Translate) /
- https://archive.st/pabo (arsip cadangan). [2] topikpapua.com: “Pondok Pesantren Terbesar di Jayapura Terbakar, Ini Penyebab nya..”,
- https://bit.ly/30fikOB /
- https://archive.md/2Ae39 (arsip cadangan). [3] kompas.com: “Asrama Putri Sebuah Pondok Pesantren di Jayapura Terbakar”,
- https://bit.ly/30maBi3 /
- https://archive.md/qD3DG (arsip cadangan). [4] apnews.com: “Korsleting listrik menyebabkan kebakaran Liberia yang menewaskan 27 anak” (Google Translate),
- https://bit.ly/3HfavJy /
- https://archive.md/PtVav (arsip cadangan). [5] google.com – pencarian berita: “monrovia boarding fire” (kata kunci),
- https://bit.ly/3D7exl1 /
- https://bit.ly/3ksPqS2 (arsip cadangan). [6] google.com – pencarian foto: “monrovia boarding fire” (kata kunci),
- https://bit.ly/3F3QJyQ /
- https://bit.ly/3D6sVd2 (arsip cadangan).
(GFD-2021-7819) [SALAH] Tol Semarang-Batang Tutup Total
Sumber: facebook.comTanggal publish: 12/11/2021
Berita
Akun Facebook Seputar Pantura pada 23 Oktober 2021 pukul 08.08 memposting sebuah video ruas Tol Semarang – Batang beserta narasi yang mengklaim tol tersebut tutup total karena pemasangan girder Jembatan.
Hasil Cek Fakta
Setelah diteluari dengan kata kunci “Tol Semarang – Batang” muncul beberapa artikel berita. Salah satunya artikel milik Tempo.co yang diunggah pada 23 Oktober 2021 pukul 06.57 dengan judul “Tol Semarang-Batang Terapkan Buka-Tutup Selama Pemasangan Jembatan Kedawung”. Dalam artikel tersebut PT Jasamarga Semarang Batang memastikan tidak ada penutupan total ruas tol selama pemasangan girder Jembatan Kedawung di KM 368+100 ruas Tol Semarang-Batang. Terkait arus lalu lintas nantinya akan di berlakukan sistem buka tutup.
Infomasi yang sama juga keluar dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kawasan Industri Batang I Nugraha. Melansir dari Kompas.com, pihakya berkoordinasi dengan PT JSB dan atas diskreksi Kepolisian akan melakukan pengaturan lalu lintas dengan skema buka tutup lajur secara situasional.
Dengan demikian klaim bahwa Tol Semarang-Batang ditutup total tidak benar. PT jasamarga dan PPK Kawasan Industri Batang mengatakan sistem yang digunakan saat pemasangan girder Jembatan Kedawung di KM 368+100 adalah buka-tutup sehingga hal tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Infomasi yang sama juga keluar dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kawasan Industri Batang I Nugraha. Melansir dari Kompas.com, pihakya berkoordinasi dengan PT JSB dan atas diskreksi Kepolisian akan melakukan pengaturan lalu lintas dengan skema buka tutup lajur secara situasional.
Dengan demikian klaim bahwa Tol Semarang-Batang ditutup total tidak benar. PT jasamarga dan PPK Kawasan Industri Batang mengatakan sistem yang digunakan saat pemasangan girder Jembatan Kedawung di KM 368+100 adalah buka-tutup sehingga hal tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Luthfiyah Oktari Jasmien (UIN Raden Mas Said Surakarta).
Informasi tidak benar. PT Jasamarga dan PPK Kawasan Industri Batang mengatakan sistem yang digunakan saat pemasangan girder Jembatan Kedawung di KM 368+100 adalah buka-tutup.
Informasi tidak benar. PT Jasamarga dan PPK Kawasan Industri Batang mengatakan sistem yang digunakan saat pemasangan girder Jembatan Kedawung di KM 368+100 adalah buka-tutup.
Rujukan
(GFD-2021-7820) [SALAH] Pemerintah Suntik Paksa Vaksin Mematikan secara Massal pada 22 Februari 2022
Sumber: WhatsAppTanggal publish: 12/11/2021
Berita
Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim pemerintah akan lakukan penyuntikan massal vaksin mematikan secara paksa pada 22 Februari 2022.
Klaim pemerintah akan lakukan penyuntikan massal vaksin mematikan secara paksa pada 22 Februari 2022, beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp, berikut isinya:
"Bocoran
WASPADA NASIONAL...!!!
Nanti bulan Februari 2022
REZIM (Pemerintahan) akan adakan vaksin massal paksa secara menyeluruh
Dengan vaksin yang lebih ganas'dan mematikan
Rezim Jokowi bukan baik²Penjajah rakyatnya "dewek" sendiri
Sifat Penjajah pasti keji, jahat dan licik
Rezim telah bersiap melihat manusia mati bergelimpangan di mana²
Bagi merupakan suatu hiburan
Hiburan nya orang kafir itu apabila melihat muslim tersiksa/ terbunuh mengenaskan
Target 1 VAKSIN = 1 NYAWA."
Klaim pemerintah akan lakukan penyuntikan massal vaksin mematikan secara paksa pada 22 Februari 2022, beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp, berikut isinya:
"Bocoran
WASPADA NASIONAL...!!!
Nanti bulan Februari 2022
REZIM (Pemerintahan) akan adakan vaksin massal paksa secara menyeluruh
Dengan vaksin yang lebih ganas'dan mematikan
Rezim Jokowi bukan baik²Penjajah rakyatnya "dewek" sendiri
Sifat Penjajah pasti keji, jahat dan licik
Rezim telah bersiap melihat manusia mati bergelimpangan di mana²
Bagi merupakan suatu hiburan
Hiburan nya orang kafir itu apabila melihat muslim tersiksa/ terbunuh mengenaskan
Target 1 VAKSIN = 1 NYAWA."
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelsuri klaim pemerintah akan lakukan penyuntikan massal vaksin mematikan secara paksa pada 22 Februari 2022, dengan menghubungi Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi.
dr Nadia menyatakan, klaim pemerintah akan lakukan penyuntikan massal vaksin mematikan secara paksa pada 22 Februari 2022 tidak benar.
"Tidak benar," kata dr Nadia, saat berbincang dengan Liputan6.com.
dr Nadia menyatakan, pemerintah tidak memiliki rencana penyuntikan massal vaksin mematikan secara paksa pada 22 Februari.
"Wah tidak ada itu ya," tegasnya.
dr Nadia menyatakan, klaim pemerintah akan lakukan penyuntikan massal vaksin mematikan secara paksa pada 22 Februari 2022 tidak benar.
"Tidak benar," kata dr Nadia, saat berbincang dengan Liputan6.com.
dr Nadia menyatakan, pemerintah tidak memiliki rencana penyuntikan massal vaksin mematikan secara paksa pada 22 Februari.
"Wah tidak ada itu ya," tegasnya.
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim pemerintah akan lakukan penyuntikan massal vaksin mematikan secara paksa pada 22 Februari 2022 tidak benar.
Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi menyatakan, pemerintah akan lakukan penyuntikan massal vaksin mematikan secara paksa pada 22 Februari 2022 tidak benar.
Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi menyatakan, pemerintah akan lakukan penyuntikan massal vaksin mematikan secara paksa pada 22 Februari 2022 tidak benar.
Rujukan
Halaman: 6389/7981



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3627464/original/073086000_1636451765-vaksin_22_februari.jpg)