• (GFD-2021-7852) [SALAH] Prediksi Akan Ada Bencana Besar di Palopo

    Sumber: Whatsapp.com
    Tanggal publish: 15/11/2021

    Berita

    “Gess… Ada barusan cerita ku dengar dari kampung ku, di batu.. Ada tetua (orang tua kampung).. Entah itu mimpi atau tidak, tapi nyata. Nabilang toh, na tanya itu org di kampung. Ke den keluarga mi dio palopo, sua jolo male torroan to kampong na,.. Suruh menjauh dari palopo maksudnya.., karena bakalan ada bencana besar yg akan datang.. Tapi wallahu a’lam bisshowab.. Kita hanya manusia biasa.. Dan ini cerita toh, mirip sama yg terjadi di masamba pernah sebelum bencana.. Ada org di rasuki.. Nabilang tinggalkan ini masamba karena ada bencana besar mau datang.. Tapi kek tdk ada yg peduli.. Karena na kira akal2an ji.. Tapi alhasil, kan sdh terjadi.. Jadi toh, merinding ka dengar ini waktu menelpon keluarga ku dari bawa.. Karena palopo kata nanti paling besar bencana nya.”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah pesan berantai Whatsapp yang menyebutkan bahwa akan ada bencana besar yang terjadi di Palopo, Sulawesi Selatan. Dalam isi pesan itu, disebut ada tetua kampung meminta warga menjauh dari Palopo karena akan datang bencana besar di wilayah tersebut.

    Berdasarkan penelusuran, Pelaksana tugas Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan, informasi yang beredar itu tidak benar alias hoaks.

    “(Informasi tersebut) tidak benar,” kata Abdul saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (13/11/2021).

    Ia menekankan, tidak ada yang bisa memprediksi secara tepat kapan bencana besar akan datang. Contohnya, seperti gempa bumi yang kemunculannya tidak dapat diprediksi. Belum ada alat bisa memprediksi secara tepat kapan, di mana, dan seberapa besar bencana gempa akan terjadi di suatu daerah.

    Hal yang sama disampaikan Kepala Stasiun Meteorologi Andi Jemma Masamba, Winarno Nurdianto, saat dihubungi secara terpisah, Sabtu (13/11/2021). Terkait prediksi bencana besar yang terjadi di wilayah Palopo, pihaknya sejauh ini hanya memberi peringatan waspada terkait dampak La Nina.

    “BMKG melalui berbagai media sudah menyampaikan bahwa waspada dampak La Nina, dari bulan November 2021 hingga Februari 2022,” kata Winarno kepada Kompas.com.

    Kendati demikian, tidak ada peringatan khusus untuk meninggalkan wilayah Palopo karena cuaca atau prediksi bencana iklim. La Nina merupakan fenomena ketika suhu muka laut (SML) di Samudera Pasifik bagian tengah mengalami pendinginan hingga di bawah suhu normal. Akibatnya, udara terasa lebih dingin dan curah hujan lebih tinggi. La Nina biasanya berisiko meningkatkan bencana hidrometorologi, seperti banjir, banjir bandnag, longsor, pohon tumbang, dan lain-lain.

    “Wilayah Luwu Raya termasuk Kota Palopo memiliki profil iklim Non-ZOM (Non Zona Musim), artinya pada saat musim hujan dengan musim kemarau, tidak memiliki perbedaan yang jelas, maksudnya kota Palopo dengan intensitas curah hujan tinggi sepanjang tahun,” jelas Winarno.

    Kesimpulan

    Informasi yang sesat. Pelaksana tugas Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan, informasi yang beredar itu tidak benar alias hoaks. Tidak ada yang bisa memprediksi dengan tepat kapan, di mana, dan seberapa besar suatu bencana akan terjadi.

    Rujukan

  • (GFD-2021-7853) [SALAH] Petai dan Jengkol dapat Sebabkan Stroke

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 15/11/2021

    Berita

    “Akibat pete dan jengkol di konsumsi ini
    jadinya stroke usia 24 tahun..

    Terjadi pada Wanita muda mengalami
    stroke..”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar postingan dari akun Facebook Irwanto Iwan berupa sebuah video seorang wanita yang diklaim mengalami stroke karena mengkonsumsi petai dan jengkol. Postingan tersebut disukai 128 kali, dikomentari 98 kali, dan disebarkan kembali sebanyak 915 kali.

    Hoax berulang yang sudah beredar sejak bulan Mei lalu dan sudah dibahas oleh turnbackhoax.id, diketahui wanita tersebut tidak mengalami stroke melainkan gangguan saraf wajah bernama bell’s palsy yang disebabkan oleh kerusakan bagian saraf kranial ketujuh. Berdasarkan artikel dari Kompas.com, dr. Paryono, Sp.S(K) selaku Dokter spesialis saraf RSUP Dr Sarjito Sleman menjelaskan bahwa tidak adanya hubungan antara konsumsi petai dan jengkol dengan stroke, sedangkan petai sendiri dapat meningkatkan asam urat. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko stroke dikutip dari Kompas.com adalah:

    Gaya hidup
    Kelebihan berat badan atau obesitas
    Gaya hidup pasif
    Konsumsi alcohol
    Penggunaan obat-obatan terlarang seperti kokain dan metamfetamin
    Faktor risiko medis
    Tekanan darah lebih tinggi dari 120/80 milimeter air raksa (mm Hg)
    Merokok atau terpapar asap rokok orang lain
    Kolesterol Tinggi
    Diabetes
    Apnea tidur obstruktif
    Penyakit kardiovaskular, termasuk gagal jantung, kelainan jantung, infeksi jantung atau irama jantung yang tidak normal
    Riwayat pribadi atau keluarga dari stroke, serangan jantung atau serangan iskemik sementara.
    Melihat dari penjelasan tersebut, klaim bahwa mengonsumsi petai dan jengkol dapat menyebabkan penyakit stroke adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia).

    Informasi yang salah. Faktanya petai dan jengkol tidak termasuk dalam faktor risiko penyebab stroke, wanita yang ada pada video tersebut tidak mengalami stroke melainkan gangguan saraf Bell’s palsy.

    Rujukan

  • (GFD-2021-7829) [SALAH] Presiden Jokowi Resmi Copot Menag

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 14/11/2021

    Berita

    “Tepat Hari Ini !! Jokowi Resmi Copot Menag”

    Hasil Cek Fakta

    Beberapa waktu lalu, telah beredar sebuah video di Facebook yang menuliskan judul dengan klaim bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah resmi mencopot Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Quomas atau akrab disapa Yaqut. Sampai saat ini, video yang disebarkan kembali oleh akun Facebook Persaudaraan telah ditonton sebanyak 15 ribu kali di sumber aslinya di Youtube.

    Namun setelah mengecek kebenaran informasi ini, didapati fakta bahwa klaim ini merupakan hoaks. Jika melihat isi video secara keseluruhan, tidak terdapat pernyataan atau informasi tentang pencopotan Menag Yaqut oleh Presiden Jokowi.

    Video ini merupakan kumpulan video-video dari Menag, Yaqut dan beberapa tokoh lain yang telah disunting. Beberapa diantaranya video tentang pernyataan Menag, Yaqut yang menyatakan bahwa Kementerian Agama adalah hadiah bangsa ke NU, sementara yang lain adalah tentang kabar larangan haji dan dana haji.

    Jadi dapat disimpulkan bahwa video yang berjudul “Presiden Jokowi Resmi Copot Menag” adalah hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli (Universitas Sumatera Utara)

    Klaim tersebut salah. Faktanya tidak ada pernyataan resmi di dalam video yang menyebutkan bahwa Presiden Jokowi mencopot Menteri Agama,Yaqut Cholil.

    Rujukan

  • (GFD-2021-7830) [SALAH] Video “Genangan air di Jkrt trnyata bisa hanyutkan mobil”

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 14/11/2021

    Berita

    Akun Facebook Patrik Galampo (fb.com/patrik.galampo.9) pada mengunggah sebuah video ke grup BUZZER NKRI SOLID dengan narasi:

    “Genangan air di Jkrt trnyata bisa hanyutkan mobil. Jangan ada yg bilang ini banjir ya, soalx Jkrt tahun ini bebas banjir. Yg ada adalah genangan air.”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, adanya video banjir yang menghanyutkan sejumlah mobil yang diklaim terjadi di Jakarta merupakan klaim yang salah.

    Faktanya, bukan di Jakarta. Video banjir yang menyeret sejumlah mobil itu terjadi di Pondok Gede Permai, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, pada Januari 2020.

    Di video yang diunggah oleh sumber klaim tersebut, terdapat narasi “Innalillahi. Banjir di Pondok Gede Permai Akibat tanggul jebol.” Hal ini sudah menunjukkan fakta bahwa klaim yang ditulis oleh sumber tidaklah benar.

    Selain itu, berdasarkan hasil penelusuran gambar dari potongan video tersebut, ditemukan video yang identik salah satunya diunggah oleh kanal Youtube SripokuTV pada 2 Januari 2020 dengan judul “Ngeri! Video Banjir di Pondok Gede Permai Bekasi, Mirip Lautan, Kendaraan Hanyut, Warga Terjebak”

    Video yang sama juga pernah digunakan oleh pembuat hoax dan diklaim kejadian banjir di daerah Sampang, Madura dan Semarang, Jawa Tengah yang artikel periksa faktanya sudah diterbitkan di situs turnbackhoax.id

    Kesimpulan

    BUKAN di Jakarta. Video banjir yang menyeret sejumlah mobil itu terjadi di Pondok Gede Permai, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, pada Januari 2020.

    Rujukan