(GFD-2022-9161) [SALAH] Judul Berita Jatim.suara.com “Setelah Polres Pamekasan Dikepung Warga, Polisi Pilih Bebaskan Habib Yusuf Alkaf Terduga Dalam Kasus Pencabulan”
Sumber: twitter.comTanggal publish: 10/02/2022
Berita
Beredar cuitan di Twitter oleh akun @blantik_pedhet1 yang memposting sebuah gambar screenshot artikel berita dari Jatim.suara.com berjudul “Setelah Polres Pamekasan Dikepung Warga, Polisi Pilih Bebaskan Habib Yusuf Alkaf Terduga Dalam Kasus Pencabulan”. Dalam artikel tersebut juga disertai gambar dengan keterangan polisi membebaskan Habib Alkaf terduga kasus pencabulan [Foto: Suarajatimpost].
Hasil Cek Fakta
Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, postingan tersebut adalah hoaks. Artikel aslinya berjudul ” Meski Polres Pamekasan Dikepung Warga, Polisi Tetap Amankan Habib Yusuf Alkaf Terduga Dalam Kasus Pencabulan “, tayang pertama kali pada 01 Februari 2022 pukul 16.19 WIB. Gambar yang ditampilkan dalam artikelnya juga sama namun dengan keterangan Kantor Polres dikepung massa saat penangkapan Habib Alkaf terduga kasus pencabulan [Foto: Suarajatimpost].
Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa tangkapan layar yang diunggah oleh @blantik_pedhet1 adalah hoaks dan termasuk kategori Konten yang Dimanipulasi.
Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa tangkapan layar yang diunggah oleh @blantik_pedhet1 adalah hoaks dan termasuk kategori Konten yang Dimanipulasi.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Ari Dwi Prasetyo.
Hasil Editan. Judul asli dari artikel berita jatim.suara.com tersebut adalah “Meski Polres Pamekasan Dikepung Warga, Polisi Tetap Amankan Habib Yusuf Alkaf Terduga Dalam Kasus Pencabulan
“, tayang pertama kali pada 01 Februari 2022 pukul 16.19.
Hasil Editan. Judul asli dari artikel berita jatim.suara.com tersebut adalah “Meski Polres Pamekasan Dikepung Warga, Polisi Tetap Amankan Habib Yusuf Alkaf Terduga Dalam Kasus Pencabulan
“, tayang pertama kali pada 01 Februari 2022 pukul 16.19.
Rujukan
(GFD-2022-9162) [SALAH] Sendok untuk Medical Check Up
Sumber: facebook.comTanggal publish: 10/02/2022
Berita
Beredar postingan Facebook tentang cara pemeriksaan medis dapat dilakukan dengan menempelkan sendok ke lidah kemudian memasukkan sendok ke dalam plastik transparan lalu mengamati perubahan warna dan bau yang terjadi.
Hasil Cek Fakta
Klaim tersebut adalah hoaks lama yang beredar kembali. Faktanya menurut penjelasan dr. Andi Khomeini Takdir Haruni, SpPD, dari Badan Data dan Informasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menjelaskan faktor untuk menentukan apakah seseorang terkena penyakit atau tidak, tidak sesederhana itu. Ada banyak faktor; volume air liur, intensitas cahaya, sampai makanan dan minuman yang sebelumnya dikonsumsi, bisa memengaruhi hasil eksperimen.
Dilansir dari Kompas.com menurut Dokter Patologi Klinis Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Tonang Dwi Ardyanto, untuk menentukan sesuatu yang sifatnya khusus terutama terkait kesehatan, tentunya juga diperlukan pemeriksaan khusus, dan tidak hanya bisa dilakukan dengan “metode sendok”.
Dilansir dari Kompas.com menurut Dokter Patologi Klinis Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Tonang Dwi Ardyanto, untuk menentukan sesuatu yang sifatnya khusus terutama terkait kesehatan, tentunya juga diperlukan pemeriksaan khusus, dan tidak hanya bisa dilakukan dengan “metode sendok”.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Riza Dwi (Anggota Tim Kalimasada).
Klaim cara sederhana medical check up menggunakan sendok adalah salah. Faktanya mengecek kesehatan tidak sesederhana itu, banyak faktor yang bisa mempengaruhi hasil eksperimen.
Klaim cara sederhana medical check up menggunakan sendok adalah salah. Faktanya mengecek kesehatan tidak sesederhana itu, banyak faktor yang bisa mempengaruhi hasil eksperimen.
Rujukan
(GFD-2022-9151) Keliru, Pesan Berantai 17 Poin Menghadapi Covid-19 dari Menteri Kesehatan Portugal, Marta Temido
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 09/02/2022
Berita
Pesan berantai berisi 17 hal tentang covid-19 yang diklaim berasal dari Menteri Kesehatan Portugal, Marta Temido, diterima Tempo dari grup Telegram, Senin 8 Februari 2022. Pesan berantai itu memuat situs berbahasa Spanyol Impala, berjudul Não haverá regresso à normalidade tal e qual a vivíamos», avisa ministra da Saúde dan memuat foto Marta Temido.
17 poin itu antara lain berisi tips pencegahan umum seperti mencuci tangan untuk melindungi diri, cuci tangan setelah memegang belanjaan, menggunakan sabun bisa membunuh virus.
Tetapi ada beberapa item yang membutuhkan verifikasi antara lain:
Tangkapan layar pesan berantai 17 poin menghadapi Covid-19 dari Menteri Kesehatan Portugal, Marta Temido.
Hasil Cek Fakta
Tempo memeriksa isi artikel yang dimuat situs Impala. Artikel Não haverá regresso à normalidade tal e qual a vivíamos», avisa a ministra da Saúde itu sebenarnya dipublikasikan pada 26 April 2020.
Tangkapan layar situs berbahasa Spanyol Impala, berjudul Não haverá regresso à normalidade tal e qual a vivíamos», avisa ministra da Saúde dan memuat foto Marta Temido.
Tempo menerjemahkan artikel itu dalam bahasa Indonesia dengan Google Translate. Artikel itu sendiri memuat pernyataan Marta Temido, Menteri Kesehatan dalam sebuah konferensi pers, “apa yang kita jalani tidak akan kembali normal". Pernyataan tersebut merujuk pada kasus Covid-19 di Portugal pada 25 April 2020, di mana terdapat 8 orang meninggal dalam 24 jam terakhir dan 1.855 orang terinfeksi.
Dia juga mengingat langkah-langkah pencegahan seperti menjaga jarak sosial, memakai masker di ruang tertutup, dan menjaga kebersihan tangan sebanyak mungkin.
Dalam paragraf berikutnya, Menteri Kesehatan menjawab kontroversi pengukuran suhu tubuh pekerja. Menurut dia, pengukuran suhu tubuh bisa dilakukan jika beralasan untuk kepentingan umum dan melindungi pekerja lainnya.
Selain anjuran mencuci tangan, Tempo tidak menemukan 16 poin lainnya dalam pesan berantai yang dibagikan di Telegram.
Terkait beberapa klaim
Klaim 1: tidak perlu ganti baju dan mandi setelah sampai di rumah
Fakta : Panduan kebersihan oleh Unicef, tetap menekankan pentingnya melepas sepatu dan mengganti pakaian bersih saat kembali ke rumah setelah berada di tempat ramai. Sebab tidak jelas berapa lama virus COVID-19 dapat bertahan pada kain, tetapi banyak item pakaian memiliki elemen plastik dan logam yang dapat bertahan selama beberapa jam hingga beberapa hari.
https://www.unicef.org/indonesia/coronavirus/cleaning-and-hygiene-tips-during-covid-19. Selain itu, menurut Purvi Parikh, seorang ahli imunologi dan alergi dari New York, Amerika Serikat mandi setelah keluar dari rumah di masa pandemi akan membantu memastikan bahwa tubuh telah bersih sepenuhnya.
Klaim 2: virus Covid-19 tidak ada di udara
Fakta: Para ahli telah menyatakan bahwa Virus Sars-CoV-2 bisa menular lewat udara atau airborne. Dikutip dari arsip Tempo, Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Agus Dwi Santoso, mengatakan selain di rumah sakit, penularan Covid-19 melalui udara juga dapat terjadi di tengah populasi, terutama pada area-area tertutup yang tidak memiliki ventilasi baik. Ia mencontohkan ruang perkantoran, restoran, atau ruang-ruang pertemuan kecil.
Klaim 3: masker hanya digunakan di keramaian
Fakta: WHO menganjurkan untuk mengenakan masker baik di dalam maupun di luar ruangan, khususnya dalam kondisi-kondisi tertentu seperti ketika banyak orang di sekitar kita, tidak bisa menjaga jarak, atau saat ventilasi udara tidak baik. Panduan mengenai penggunaan masker oleh WHO bisa diunduh di sini
Kesimpulan
Dari pemeriksaan fakta di atas, pesan berantai dari Menteri Kesehatan Portugal, Marta Temido menyatakan 17 hal terkait Covid-19 adalah keliru. Berita Marta Temido yang dimuat oleh situs berbahasa Spanyol, Impala, yang disertakan dalam pesan berantai itu, berasal dari berita 28 April 2020.
Dalam berita itu, Marta memperingatkan bahwa apa yang kita jalani (pandemi Covid-19) tidak akan kembali normal. Dia juga mengingatkan tindakan pencegahan seperti menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker.
Tim Cek Fakta Tempo
Rujukan
- https://www.impala.pt/noticias/atualidade/covid-19
- https://www.impala.pt/noticias/atualidade/covid-19
- https://www.unicef.org/indonesia/coronavirus/cleaning-and-hygiene-tips-during-covid-19
- https://www.cantika.com/read/1368906/new-normal-selain-mandi-lakukan-4-hal-ini-setibanya-di-rumah
- https://tekno.tempo.co/read/1388090/dokter-paru-bicara-airborne-covid-19-bisa-sampai-60-meter/full&view=ok
(GFD-2022-9152) [SALAH] Video Kemunculan UFO di Bandung
Sumber: Tiktok.comTanggal publish: 09/02/2022
Berita
“Telah terjadi penampakan UFO di Bandung. kejadian tersebut membuat geger publik. Kejadian terekam dalam sebuah video yang dikirim oleh netizen.”
Hasil Cek Fakta
Beredar sebuah video oleh akun Tiktok Radar Bandung yang mengatakan bahwa terdapat penampakan UFO. Penampakan UFO tersebut diklaim muncul di Kota Bandung.
Setelah melakukan penelusuran, hal tersebut tidak benar. Akun Tiktok Radar Bandung, pihak yang mengunggah video tersebut, telah melakukan klarifikasi dan mengatakan bahwa terdapat kesalahan dalam pengunggahan konten di akun Tiktok Radar Bandung.
Dengan demikian, video yang diunggah oleh akun Tiktok Radar Bandung tidak sesuai fakta dan masuk ke dalam kategori fabricated content atau konten palsu.
Setelah melakukan penelusuran, hal tersebut tidak benar. Akun Tiktok Radar Bandung, pihak yang mengunggah video tersebut, telah melakukan klarifikasi dan mengatakan bahwa terdapat kesalahan dalam pengunggahan konten di akun Tiktok Radar Bandung.
Dengan demikian, video yang diunggah oleh akun Tiktok Radar Bandung tidak sesuai fakta dan masuk ke dalam kategori fabricated content atau konten palsu.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Nadine Salsabila (Universitas Diponegoro)
Hal tersebut tidak benar. Akun Tiktok Radar Bandung, pihak yang mengunggah video tersebut, telah melakukan klarifikasi dan mengatakan bahwa terdapat kesalahan dalam pengunggahan konten di akun Tiktok Radar Bandung.
Hal tersebut tidak benar. Akun Tiktok Radar Bandung, pihak yang mengunggah video tersebut, telah melakukan klarifikasi dan mengatakan bahwa terdapat kesalahan dalam pengunggahan konten di akun Tiktok Radar Bandung.
Rujukan
Halaman: 6263/7991




