• (GFD-2025-25370) Cek Fakta: Megawati Sudah Sah Jadi Tersangka KPK

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/01/2025

    Berita

    Suara.com - Beredar di media sosial sebuah video dengan narasi bahwa Megawati sah menjadi tersangka KPK.

    Video tersebut diunggah di Kanal YouTube “Lingkarnews” pada Jumat (17/1/2025) dengan narasi sebagai berikut:

    SUDAH SAH MEGAWATI TERSANGKA KPK !? BUKTI KETERKAITANNYA DENGAN SI KORUPTOR SUDAH DITEMUKAN, SURAT PERINTAH RESMI TERENDUS KPK !

    Terpantau pada Rabu (29/1/2025) video ini sudah ditonton lebih dari 2 ribu kali dan mendapatkan 56 tanda suka.

    Lantas benarkha narasi yang disampaikan?

    Hasil Cek Fakta

    Melansir TurnBackHoax, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo melakukan penelusuran dengan menonton video berdurasi 3 menit 18 detik itu secara menyeluruh.

    Setelah diamati, video tersebut hanya berisi pembahasan narator yang membacakan ulang artikel detik.com “Potensi KPK Panggil Megawati di Kasus Hasto Dibalas PDIP Tak Ada Sangkut Paut” yang tayang Sabtu (28/12/2024).

    Artikel tersebut membahas tentang KPK yang akan meminta keterangan dari Megawati mengenai kasus Harun Masiku. Tak dijumpai pernyataan dari KPK jika Megawati sudah terbukti jadi tersangka.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa unggahan dengan narasi “Megawati jadi tersangka di kasus Harun Masiku” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).
  • (GFD-2025-25374) Hoaks Hotel Grand Hyatt Dijual Senilai Rp12,5 Triliun

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/01/2025

    Berita

    tirto.id - Belum lama ini, jagat maya diramaikan oleh informasi soal penjualan hotel berbintang 5 di Menteng, Jakarta, Hotel Grand Hyatt. Sebuah akun X bernama @AsepWitoko (arsip) membagikan narasi ini disertai sebuah tangkapan layar grup Facebook.

    Dalam grup berjudul “Jual Beli Hotel n Rumah Sakit n Pabrik” itu terpampang kompilasi foto hotel dengan keterangan harga Rp12,5 triliun, lengkap dengan sebuah nomor WhatsApp atas nama Peter.

    “Hotel Grand Hyatt pun dijual di Market Place FB [Facebook],” cuit akun pengunggah, Kamis (23/1/2025).

    Hingga Kamis (30/1/2025), unggahan ini sudah dilihat sebanyak 730 kali, dan memperoleh 15 likes, serta 9 komentar. Impresi lainnya juga berupa retweet sebanyak 3 retweet.

    Meski beberapa warganet menanggapi informasi ini dengan candaan, di kolom komentar ada juga pengguna X yang mempertanyakan klaim tersebut lantaran sudah lama beredar di kalangan broker properti.

    Beberapa unggahan dari tahun 2024 terkait hal ini di antaranya disebar oleh akun "Muhammad Ismanto" (arsip) dan "Ariq Manu" (arsip).

    Lantas, bagaimana kebenarannya?

    Hasil Cek Fakta

    Tim Riset Tirto menelusuri klaim ini dengan mengecek akun Instagram resmi Plaza Indonesia, selaku pemilik Hotel Grand Hyatt. Lewat unggahan bertanggal Selasa (28/1/2025), Corporate Secretary PT Plaza Indonesia Realty Tbk, Umbas Rombe, sudah membantah informasi tersebut.

    Ia mengatakan bahwa narasi yang beredar menyesatkan. Menurutnya, kabar tersebut telah mencemarkan nama baik PT Plaza Indonesia Realty Tbk.

    “Informasi terkait dengan penjualan Hotel Grand Hyatt Jakarta tersebut adalah tidak benar dan menyesatkan serta mencemarkan nama baik PT Plaza Indonesia Realty Tbk selaku pemilik sah atas Hotel Grand Hyatt Jakarta,” kata Umbas dalam keterangan resminya di akun Instagram @plazaindonesia.

    Umbas mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan mengabaikan klaim atau informasi apapun terkait dengan dugaan penjualan Hotel Grand Hyatt Jakarta.

    “Pernyataan ini sebagai klarifikasi kepada masyarakat dan agar menjadi perhatian bersama. Kami berhak untuk melakukan upaya hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ungkap Umbas.

    Tirto juga mencoba mengunjungi grup Facebook “Jual Beli Hotel n Rumah Sakit n Pabrik”. Grup itu merupakan grup publik dengan jumlah anggota mencapai 21 ribu orang per Kamis (30/1/2025). Selain berisi informasi penjualan hotel hingga pabrik, grup itu juga memuat iklan-iklan penjualan tanah.

    Berhubung setiap orang bisa mengunggah informasi di grup serupa, narasi yang beredar di dalamnya tentu perlu disaring agar tak terjebak dalam informasi menyesatkan atau bahkan penipuan.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran fakta menunjukkan bahwa klaim Hotel Grand Hyatt Jakarta dijual di market place Facebook bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

    Lewat unggahan akun Instagram resmi Plaza Indonesia, yakni @plazaindonesia, selaku pemilik Hotel Grand Hyatt, Corporate Secretary PT Plaza Indonesia Realty Tbk, Umbas Rombe, sudah membantah informasi tersebut. Ia mengatakan bahwa narasi yang beredar menyesatkan.

    Umbas mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan mengabaikan klaim apapun terkait dengan dugaan penjualan Hotel Grand Hyatt Jakarta.

    Rujukan

  • (GFD-2025-25375) [PENIPUAN] Kontak WhatsApp Rekrutmen Pendamping P3TGAI

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 30/01/2025

    Berita


    Akun Facebook “Infolokerterkini2024” pada Minggu (20/10/24) mengunggah tautan [arsip] berisi informasi rekrutmen tenaga pendamping masyarakat (TPM) program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3TGAI).
    Unggahan disertai narasi:
    “Open Rekrutmen Pendamping Masyarakat Gaji tinggi 7/15juta”
    Peminat diarahkan ke tautan nomor WhatsApp (WA) yang tersemat dalam unggahan untuk bisa melakukan pendaftaran rekrutmen.
    Per Kamis (30/01/2025) unggahan menuai sekitar 700-an tanda suka dan ratusan komentar, mayoritas mempertanyakan kebenaran info lowongan kerja (loker).

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengakses tautan nomor WA yang tersemat dalam unggahan. Diketahui, nomor WA tersebut berbeda dengan nomor resmi (081-909-031245) yang tertulis di laman rekrutmen TPM PT3GAI Kementerian Pekerjaan Umum p3tgai.pu.go.id.
    Ketika diperiksa melalui Getcontact, hanya muncul satu nama “Lucky Awaloei” dan tidak ada keterangan lain yang ada hubungannya dengan P3TGAI.
    TurnBackHoax memperoleh tautan pendaftaran rekrutmen saat mengakses WA “Lucky Awaloei” tersebut. Diketahui, tautan tak mengarah ke laman resmi, warganet justru diminta mengisi nama dan nomor Telegram.
    Dari penelusuran TurnBackHoax di laman p3tgai.pu.go.id, tidak ada informasi terkait pendaftaran TPM PT3GA untuk tahun 2025. Rekrutmen terakhir dibuka pada Oktober 2024.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi tautan kontak “rekrutmen tenaga pendamping masyarakat (TPM) untuk program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3TGAI)” yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-25376) [SALAH] Polisi Los Angeles Masuk Islam Setelah Saksikan Musibah Kebakaran

    Sumber: https://vt.tiktok.com/ZS6qoXwXA/ (unggahan akun TikTok “blehodnourispart2”)
    Tanggal publish: 30/01/2025

    Berita

    Konteks asli video merupakan momen seorang petugas keamanan dituntun mengucapkan syahadat di Masjid At-Thohir Los Angeles. Namun, peristiwa itu terjadi sebelum kebakaran melanda Los Angeles awal 2025.
    Unggahan berisi narasi ”polisi Los Angeles masuk Islam setelah saksikan musibah kebakaran” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Akun TikTok @blehodnourispart2 pada Minggu (17/1/2025) membagikan video [arsip] berisi narasi:
    “Viral! Dapat hidayah setelah menyaksikan kuasa Allah saat si jago merah meratakan sebagian kota Los Angeles bola api turun dari langit namun beberapa rumah orang muslim ajaibnya tak tersentuh api. Polisi Los Angeles akhirnya memutuskan masuk Islam dengan membaca kalimat syahadat.”

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menggunakan Google Lens untuk mengetahui kebenaran potongan gambar dalam video. Hasil penelusuran mengarah ke konten di akun TikTok pribadi milik Uya Kuya “king.uyakuya” yang diunggah November 2023.
    Diketahui, konteks asli video merupakan momen seorang laki-laki berseragam petugas keamanan yang dituntun mengucapkan syahadat di Masjid At-Thohir Los Angeles. Namun, peristiwa itu terjadi sebelum kebakaran melanda Los Angeles awal 2025.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi narasi ”polisi Los Angeles masuk Islam setelah saksikan musibah kebakaran” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
    (Ditulis oleh Noy Husain)

    Rujukan