KOMPAS.com - Fakta unik mengenai pondasi Kota Venesia, Italia beredar di media sosial. Venesia terkenal sebagai kota terapung yang memiliki kanal di setiap sudut kota.
Selama ratusan tahun, kota tersebut berdiri di atas pondasi yang terbuat dari batang kayu dan tanah laguna.
Meski narasinya benar, tetapi Tim Cek Fakta Kompas.com menemukan bahwa gambar yang beredar adalah konten manipulatif.
Gambar desain Kota Venesia dari tumpukkan kayu disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini.
Berikut penggalan narasi yang ditulis salah satu akun pada Minggu (13/4/2025):
Venesia: Kota yang Terapung di Hutan yang Terendam
Sejak 421 M, Venesia telah berdiri di atas jutaan batang pohon yang tertancap di dasar tanah liat laguna. Bukan baja atau beton, tapi sebagian besar kayu alder, dengan beberapa pohon ek, menopang seluruh kota.
Di air asin, pilar-pilar kayu ini lama kelamaan membatu dan menjadi sekeras batu. Menara Lonceng Santo Markus saja berdiri di atas 100.000 tiang, sedangkan Basilica della Salute yang megah membutuhkan lebih dari satu juta batang.
(GFD-2025-26595) [KLARIFIKASI] Desain Kota Venesia Ini Dibuat dengan AI
Sumber:Tanggal publish: 16/04/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Gambar yang beredar bukanlah desain atau pondasi dari Kota Venesia yang asli.
Tools pendeteksi konten AI, Hive Moderation, mengidentifikasi gambar tersebut memiliki probabilitas 99,3 persen dihasilkan artificial intelligence (AI).
Desain yang beredar tidak akurat dan tidak merepresentasikan pondasi Kota Venesia yang sesungguhnya.
Meski ilustrasi yang disebarkan keliru, tetapi narasi bahwa Venesia dibangun di atas tiang kayu tidak salah.
Dilansir BBC, kota yang berusia lebih dari 1.600 tahun tersebut dibangun di atas tumpukan kayu yang dijejalkan di tanah laguna.
Batang kayu sepanjang 1 sampai 3,5 meter dengan diameter 10-25 centimeter, ditancapkan secara vertikal di tanah lembek khas danau air asin dekat pantai.
Tidak ada yang dapat memastikan jumlah tiang kayu di seluruh Kota Venesia.
Namun jumlah tiang kayu untuk pondasi jembatan Rialto diperkirakan sekitar 14.000 batang.
Sementara Basilika San Maliko membutuhkan sekitar 10.000 batang pohon ek.
Video yang diunggah di kanal YouTube NOVA PBS Official menunjukkan, bagaimana batang kayu ditancapkan di tanah laguna.
Batang kayu membantu membuat lumpur menjadi padat dan menahan agar objek di atas tanah laguna tidak tenggelam.
Gambar yang menampilkan ilustrasi dan desain keliru pondasi Kota Venesia sebelumnya telah dibantah oleh pemeriksa fakta Snopes.
Tools pendeteksi konten AI, Hive Moderation, mengidentifikasi gambar tersebut memiliki probabilitas 99,3 persen dihasilkan artificial intelligence (AI).
Desain yang beredar tidak akurat dan tidak merepresentasikan pondasi Kota Venesia yang sesungguhnya.
Meski ilustrasi yang disebarkan keliru, tetapi narasi bahwa Venesia dibangun di atas tiang kayu tidak salah.
Dilansir BBC, kota yang berusia lebih dari 1.600 tahun tersebut dibangun di atas tumpukan kayu yang dijejalkan di tanah laguna.
Batang kayu sepanjang 1 sampai 3,5 meter dengan diameter 10-25 centimeter, ditancapkan secara vertikal di tanah lembek khas danau air asin dekat pantai.
Tidak ada yang dapat memastikan jumlah tiang kayu di seluruh Kota Venesia.
Namun jumlah tiang kayu untuk pondasi jembatan Rialto diperkirakan sekitar 14.000 batang.
Sementara Basilika San Maliko membutuhkan sekitar 10.000 batang pohon ek.
Video yang diunggah di kanal YouTube NOVA PBS Official menunjukkan, bagaimana batang kayu ditancapkan di tanah laguna.
Batang kayu membantu membuat lumpur menjadi padat dan menahan agar objek di atas tanah laguna tidak tenggelam.
Gambar yang menampilkan ilustrasi dan desain keliru pondasi Kota Venesia sebelumnya telah dibantah oleh pemeriksa fakta Snopes.
Kesimpulan
Pondasi Kota Venesia dibangun di atas batang kayu yang ditancapkan di tanah laguna.
Namun desain Kota Venesia yang beredar di media sosial merupakan konten manipulatif berbasis AI.
Desain itu tidak menggambarkan secara akurat pondasi sesungguhnya dari kota terapung tersebut.
Namun desain Kota Venesia yang beredar di media sosial merupakan konten manipulatif berbasis AI.
Desain itu tidak menggambarkan secara akurat pondasi sesungguhnya dari kota terapung tersebut.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=570801012694532&set=a.355737164200919
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=122146507502554434&set=a.122121475610554434
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=628299286707428&set=a.100488409488521
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=671110485306774&set=a.193210993096728
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=648276858005830&set=a.256488680517985
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
- https://www.bbc.com/future/article/20250324-the-ancient-forest-that-supports-venice
- https://www.youtube.com/watch?v=rJpJdCs5KFw
- https://www.snopes.com/fact-check/ai-image-venice-underwater/
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-26596) [HOAKS] Poster Razia STNK Serentak di NTB pada April 2025
Sumber:Tanggal publish: 16/04/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar poster berisi informasi adanya razia Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) serentak di Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai 14 April 2025.
Razia itu diklaim dilakukan oleh Pemerintah daerah (Pemda) bekerja sama dengan polisi.
Akan tetapi, setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Poster soal razia STNK serentak di NTB salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Dalam poster tersebut disebutkan, bagi pengendara yang STNK-nya telat selama tiga tahun lebih maka kendaraannya akan disita.
Selain itu, mereka yang kena razia juga harus membayar biaya derek dan parkir sebesar Rp 400.000 per hari.
Razia itu diklaim dilakukan oleh Pemerintah daerah (Pemda) bekerja sama dengan polisi.
Akan tetapi, setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Poster soal razia STNK serentak di NTB salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Dalam poster tersebut disebutkan, bagi pengendara yang STNK-nya telat selama tiga tahun lebih maka kendaraannya akan disita.
Selain itu, mereka yang kena razia juga harus membayar biaya derek dan parkir sebesar Rp 400.000 per hari.
Hasil Cek Fakta
Dikutip dariTribun Lombok,Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Pemprov NTB, Eva Dewiyani membantah informasi tersebut.
Ia memastikan, narasi dalam poster yang beredar adalah hoaks.
Pemprov NTB tidak pernah mengeluarkan poster berisi informasi razia STNK serentak yang bekerja sama dengan polisi.
"Enggak ada pengumuman resmi dari Bappenda, tolong diluruskan ya karena entah siapa yang buat hingga menjadi bias ke mana-mana," kata Eva Selasa (15/4/2025).
Ia pun meminta masyarakat untuk tidak percaya dengan informasi tersebut.
Dikutip dari Antara, hoaks soal razia STNK serentak sebelumnya juga pernah beredar pada tahun 2018, 2019 dan 2022.
Narasi dalam unggahan sama persis dengan yang beredar di NTB pada April 2025.
Ia memastikan, narasi dalam poster yang beredar adalah hoaks.
Pemprov NTB tidak pernah mengeluarkan poster berisi informasi razia STNK serentak yang bekerja sama dengan polisi.
"Enggak ada pengumuman resmi dari Bappenda, tolong diluruskan ya karena entah siapa yang buat hingga menjadi bias ke mana-mana," kata Eva Selasa (15/4/2025).
Ia pun meminta masyarakat untuk tidak percaya dengan informasi tersebut.
Dikutip dari Antara, hoaks soal razia STNK serentak sebelumnya juga pernah beredar pada tahun 2018, 2019 dan 2022.
Narasi dalam unggahan sama persis dengan yang beredar di NTB pada April 2025.
Kesimpulan
Poster soal razia STNK serentak di NTB pada April 2025 tidak benar atau hoaks. Pemprov NTB menyebut, pihaknya tidak pernah mengeluarkan poster tersebut.
Narasi dalam unggahan merupakan hoaks lama yang sebelumnya pernah beredar sejak 2018.
Narasi dalam unggahan merupakan hoaks lama yang sebelumnya pernah beredar sejak 2018.
Rujukan
- https://www.facebook.com/share/p/18ipYmcYe1/?mibextid=NOb6eG
- https://www.facebook.com/share/p/1F8DSjQdCR/
- https://www.facebook.com/share/p/1ADELS9cLh/
- https://www.facebook.com/share/p/1XuWPraQvL/
- https://lombok.tribunnews.com/2025/04/15/bappenda-ntb-tegaskan-info-razia-stnk-hingga-parkir-rp400-ribu-adalah-hoaks
- https://www.antaranews.com/berita/2650429/hoaks-pemda-dan-polri-menggelar-razia-stnk
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-26547) [SALAH] Erick Thohir Meminta Seluruh Rakyat Menyumbang Emas untuk Memajukan Ekonomi Indonesia
Sumber: X/TwitterTanggal publish: 15/04/2025
Berita
Pada Jumat (28/3/2025) beredar unggahan di X/Twitter (arsip cadangan) yang membagikan gambar tangkapan layar artikel oleh CNN Indonesia dengan judul "Erick Thohir minta seluruh rakyat menyumbang berupa uang emas biar Indonesia maju lagi ekonominya” disertai narasi:
"Untuk Batre kembung 58% fersi Khodori silahkan yang punya emas sumbangkan untuk negara, pemeritah butuh bantuanya .
Dimulai dr 0 eh dari Pak @erickthohir yah😊"
Per arsip dibuat pada Jumat (28/3/2025) unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 49.3 ribu kali, mendapatkan jawaban 814 kali, dibagikan ulang 329 kali, dan disukai oleh 776 pengguna X/Twitter lainnya.
"Untuk Batre kembung 58% fersi Khodori silahkan yang punya emas sumbangkan untuk negara, pemeritah butuh bantuanya .
Dimulai dr 0 eh dari Pak @erickthohir yah😊"
Per arsip dibuat pada Jumat (28/3/2025) unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 49.3 ribu kali, mendapatkan jawaban 814 kali, dibagikan ulang 329 kali, dan disukai oleh 776 pengguna X/Twitter lainnya.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim menggunakan perkakas (tools) pencarian foto Google Image Search, ditemukan bahwa CNN Indonesia menggunakan dan membagikan foto yang sama di berbagai pemberitaan, salah satunya unggahan Kamis, (27/3/2025) berjudul "Erick Thohir Bersuara soal Fahri Hamzah Jadi Komisaris BTN" dengan waktu tayang artikel yang sama dengan konten yang disebarkan oleh akun X/Twitter “BebySoSweet”.
Selain itu, dengan menggunakan perkakas (tools) pencarian berita Google News, ditemukan juga artikel dari media nasional lainnya yang mengkoroborasi dan mendukung artikel tersebut oleh CNN Indonesia.
Selain itu, dengan menggunakan perkakas (tools) pencarian berita Google News, ditemukan juga artikel dari media nasional lainnya yang mengkoroborasi dan mendukung artikel tersebut oleh CNN Indonesia.
Kesimpulan
Unggahan tersebut masuk ke kategori konten yang dimanipulasi (manipulated content), faktanya judul artikel yang benar adalah "Erick Thohir Bersuara soal Fahri Hamzah Jadi Komisaris BTN".
Rujukan
- https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20250327125948-92-1213685/erick-thohir-bersuara-soal-fahri-hamzah-jadi-komisaris-btn /
- https://archive.ph/K4QEN (arsip cadangan)
- https://www.google.com/search?q=erick+thohir+fahri+hamzah+komisaris+btn&tbm=nws /
- https://ghostarchive.org/archive/mKuTo (arsip cadangan).
- https://x.com/BebySoSweet/status/1905460558238802424, unggahan oleh akun X/Twitter “BebySoSweet”.
- https://archive.ph/2HwZP, arsip cadangan unggahan oleh akun X/Twitter “BebySoSweet”.
(GFD-2025-26548) Cek Fakta: Tidak Benar dalam Video Ini Seekor Hiu Serang Kapal Nelayan
Sumber:Tanggal publish: 15/04/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video yang diklaim seekor ikan hiu menyerang kapal nelayan beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 19 Maret 2025.
Dalam video tersebut, tampak seekor hiu menyerang sebuah kapal yang berada di tengah laut. Terlihat tangan seorang pria menghalau serangan hiu tersebut. Video itu kemudian disebut-sebut sebagai serangan hiu terhadap kapal nelayan.
"Detik detik ikan hiu menyerang kapal nelayan," demikian narasi dalam video tersebut.
Video yang disebarkan akun Facebook tersebut telah beberapa kali direspons dan mendapat 3 komentar dari warganet.
Benarkah dalam video tersebut seekor hiu menyerang kapal nelayan? Berikut penelusurannya.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim seekor hiu menyerang kapal nelayan. Penelusuran dilakukan dengan mengunggah gambar tangkapan layar dari video tersebut ke situs Google Images.
Hasilnya, ditemukan video identik yang diunggah akun Instagram @ai_genarate_ pada 22 Maret 2025. Berikut gambar tangkapan layarnya.
"Shark Suddenly Attacks Tourists by Yacht, Thrilling and Shocking Moment," tulis akun Instagram @ai_generate_.
Akun Instagram @ai_generate_ kerap kali mengunggah video hasil editan AI. Jika diperhatikan, pada bagian bawah video tersebut memiliki tanda air bertuliskan "Wan". Ternyata tanda air tersebut merupakan logo dari Wan AI, website untuk membuat video dengan perangkat AI.
"Wan AI adalah model pembangkitan visual canggih dan canggih yang dikembangkan oleh Tongyi Lab. Dapat menghasilkan video berdasarkan teks, gambar, dan sinyal kontrol lainnya," tulis Wan AI dalam websitenya, wan-ai.org.
Penelusuran juga dilakukan dengan mengunggah gambar tangkapan layar dari video tersebut ke situs pendeteksi AI, aidetectcontent.com. Hasilnya, gambar tersebut memiliki probabilitas 67 persen dibuat dengan perangkat AI.
Berikut gambar tangkapan layarnya.
Kesimpulan
Video yang diklaim seekor hiu menyerang kapal nelayan ternyata tidak benar. Faktanya, video tersebut merupakan hasil rekayasa digital menggunakan perangkat AI.
Rujukan
Halaman: 1905/7925

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5188348/original/079809500_1744690754-Hiu1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5188471/original/087204100_1744694764-VideoHiu1.jpg)