• (GFD-2025-26562) [SALAH] Video Demo Penolakan RUU TNI di Surabaya

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 16/04/2025

    Berita

    Akun Twitter (X) “Gondo_Maruto” pada Selasa (25/3/2025) mengunggah video [arsip] yang menampilkan ribuan manusia disertai narasi:

    Warga dan mahasiswa Surabaya tak pernah padam sebelum UU TNI di cabut kembali. #Semangat

    Per Senin (7/4/2025) video itu sudah dilihat lebih dari 300 ribu kali, disukai lebih dari 13 ribu kali, dibagikan ulang lebih dari 4 ribu kali dan menuai 407 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “video demo penolakan RUU TNI di Surabaya” ke mesin pencari Google. Tidak ditemukan informasi dari laman berita kredibel atau akun resmi pemerintahan yang membenarkan klaim tersebut.

    TurnBackHoax kemudian menelusuri lebih lanjut dengan cara memasukkan potongan awal video lewat Google Lens. Diketahui video berasal dari momen ratusan ribu orang demo anti korupsi di Belgrade, Serbia, pada Sabtu (16/3/2025).

    Demo yang dilakukan mahasiswa di Serbia buntut dari korupsi yang merajalela sejak November 2024 pada pemerintahan Presiden Aleksandar Vucic.

    Video serupa dimuat dalam kanal Youtube milik The Times and The Sunday Times berjudul “Serbians protest in Belgrade amid corruption scandal”.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi narasi “video demo penolakan RUU TNI di Surabaya” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    (Ditulis oleh Yudho Ardi)

  • (GFD-2025-26565) [SALAH] Kuda Unicorn Hebohkan Warga di Kabupaten Lahat

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 16/04/2025

    Berita

    Beredar sebuah video [arsip] yang dibagikan melalui pesan berantai WhatsApp. Menunjukkan seekor kuda unicorn berwarna putih terkapar lemas di tengah jalan dan ditonton oleh sejumlah warga. Video tersebut diklaim terjadi di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) coba melakukan penelusuran sumber tersebut melalui alat pencarian “InVid” dengan Google. Hasilnya ditemukan banyak video serupa yang juga sudah beredar di media sosial bahkan hingga tersebar di luar negeri.

    Setelah menelusuri satu per satu hasil tersebut, ditemukan akun Instagram bernama “maharaja_ai” yang mengunggah video serupa. Dalam unggahannya ia menuliskan klarifikasi, bahwa video yang sedang ramai beredar tersebut merupakan buatannya dengan menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI).

    Dalam deskripsi akunnya ia menjelaskan bahwa semua video yang dibuatnya menggunakan teknologi AI, ia menyebutkan bahwa penyebaran video tanpa ada keterangan dan tag itulah yg menyebabkan kesalahpahaman masyarakat. Selain itu, penggunaan lokasi di Kabupaten Lahat adalah karena ia bertempat tinggal di daerah tersebut. Maka agar lebih dilirik oleh masyarakat Indonesia, ia sengaja menuliskan kejadian tersebut berlokasi di Kabupaten Lahat.

    Kesimpulan

    Unggahan “kuda unicorn hebohkan warga di Kabupaten Lahat” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-26566) [SALAH] Bank DKI Kebobolan 200 Miliar, Imbau Nasabah untuk Tarik Seluruh Saldo di ATM KJP

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 16/04/2025

    Berita

    Beredar sebuah informasi pada Sabtu (29/3/2025) dalam bentuk tangkapan layar [arsip] yang dibagikan melalui pesan berantai WhatsApp menginformasikan telah terjadi kebobolan uang sejumlah 200 miliar. Dalam informasi itu juga menyebutkan akibat dari kejadian tersebut Direktur Utama Bank DKI dipecat oleh Gubernur Jakarta.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) coba melakukan penelusuran atas informasi yang beredar terkait kebobolan uang sejumlah 200 miliar tersebut.

    Pada Sabtu (29/3/2025), bank DKI memang sempat mengalami gangguan layanan perbankan yang diakibatkan oleh fitur pemeliharaan sistem yang menyala secara otomatis. Atas kejadian tersebut, Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo memutuskan untuk memberhentikan Direktur IT Bank DKI Amirul Wicaksono menyusul gangguan layanan yang terjadi di Bank DKI beberapa waktu lalu. Posisi tersebut kini diisi oleh Direktur Umum Agus Haryoto Widodo terhitung sejak Selasa (8/4/2025).

    Dilansir dari Tirto.id, Direktur Utama (Dirut) Bank DKI, Agus Haryoto Widodo, menyebutkan akibat dari aktivasi otomatis fitur pemeliharaan sistem tersebut, layanan perbankan yang terdampak gangguan di antaranya adalah transaksi antar bank, termasuk transaksi di ATM dari jaringan bank lain.

    Selain itu, tidak ditemukan pula terkait informasi resmi dari bank DKI ataupun pihak terkait mengenai imbauan kepada nasabah untuk menarik seluruh saldo yang ada dalam rekening bank DKI. Agus juga membantah kabar yang beredar bahwa gangguan layanan ini terjadi akibat pembobolan atau peretasan. Ia menekankan bahwa data dan dana para nasabah Bank DKI saat ini berada dalam kondisi aman.

    Kesimpulan

    Unggahan informasi “Bank DKI kebobolan 200 miliar dan imbau nasabah untuk tarik seluruh saldo di ATM KJP” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-26567) [SALAH] Tempo Menghapus Berita Jokowi

    Sumber: x.com
    Tanggal publish: 16/04/2025

    Berita

    Beredar sebuah cuitan dari akun Twitter (X) “@blank0429” pada Sabtu (5/4/2025) disertai gambar tangkapan layar berita dengan judul “Jadi Capres Tak Perlu IPK 4, Jokowi: IPK Saya < 2”. Terdapat juga gambar yang diklaim sebagai potongan artikel Tempo.

    Berikut narasi lengkapnya:

    Dua Saja Tidak Ada

    Tempo @tempodotco @BocorAlusPol please jujur..

    Kenapa beritanya dihapus?

    🤔

    Hingga Jumat (11/4/2025) cuitan tersebut telah ditonton lebih dari 9 ribu tayangan, disukai oleh 215 pengguna, menuai 28 komentar dan 101 kali dibagikan ulang.

    Hasil Cek Fakta

    Disadur dari artikel Cek Fakta tempo.co.

    Tempo memverifikasi cuitan tersebut menggunakan mesin pencarian Google dan mewawancarai Pemimpin Redaksi Tempo, Setri Yasra. Faktanya, artikel tentang Jokowi tersebut masih ditemukan di website tempo.co.

    Menurut Pemimpin Redaksi Tempo, Setri Yasra, tidak ada kebijakan menghapus berita di Tempo, kecuali itu keputusan Dewan Pers. Sesuai pedoman media siber, media tidak dibenarkan menghapus berita di website sesuka hati.

    Kesimpulan

    Faktanya, artikel tentang Jokowi tersebut masih ditemukan di website tempo.co.

    Rujukan