Berita
Beredar unggahan foto [arsip] dari akun TikTok “TENTANG MEDIA” pada Kamis (11/6/2026) berisi narasi:
Pertamax 92 naik 16.250, rakyat dilarang berdemo TNI Polri pastikan rakyat harus tunduk pada pemerintah
Prabowo melarang adanya demo, TNI Polri pastikan para pendemo tidak akan selamat jika melawan pemerintah
Rakyat harus patuh dan tunduk terhadap kebijakan pemerintah baik itu tekanan dan mental jika tidak ingin disiram Air keras.
Hingga Senin (15/6/2026), unggahan tersebut telah ditonton 53.000-an kali, mendapat 270-an tanda suka, serta dibagikan ulang lebih dari 40 kali.
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “prabowo melarang demonstrasi setelah harga bbm naik” ke mesin pencarian Google. Tidak ditemukan informasi valid dari pemberitaan kredibel atau pernyataan resmi Prabowo yang membenarkan klaim.
TurnBackHoax lalu memeriksa foto dalam unggahan menggunakan Google Lens. Hasil penelusuran mengarah ke pemberitaan antaranews.com “Presiden Prabowo tanggapi wacana pembiayaan MBG gunakan dana zakat”.
Dari pemberitaan yang tayang pada Kamis (16/1/2025) itu diketahui bahwa konteks asli foto adalah momen Prabowo menjawab pertanyaan wartawan setelah menghadiri rangkaian acara Musyawarah Nasional Konsolidasi Persatuan Kadin Indonesia di Jakarta, Kamis (16/1/2025). Prabowo menanggapi adanya wacana menggunakan dana zakat untuk pembiayaan Makanan Bergizi Gratis (MBG). Dalam momen tersebut, Prabowo tidak menyampaikan tentang larangan demonstrasi terkait kenaikan harga BBM.
Sebagai informasi, dilansir dari cnnindonesia.com, Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi Pertamax dan Pertamax Green. Berdasarkan keterangan pers Pertamina pada Selasa (9/6/2026), mulai Rabu (10/6/2026) harga BBM non-subsidi Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan pemberitaan kredibel atau pernyataan resmi Prabowo yang membenarkan klaim “Prabowo melarang demo kenaikan harga BBM”.
Tidak ditemukan informasi valid atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim. Jadi, unggahan berisi klaim “Prabowo melarang demo kenaikan harga BBM” merupakan konten palsu (fabricated content).