Berita
Pada Senin (8/6/2026) akun Facebook “GERHANA ICE” mengunggah foto [arsip] yang menampilkan wajah Eks Waka BGN Sony Sanjana dengan narasi :
“Prabowo yang perintahkan saya korupsi dibagi bagi saya merasa ditumbalkan Prabowo”
Hingga Minggu (14/6/2026) unggahan tersebut disukai lebih dari satu ribu kali, menuai lebih dari 140 komentar, dan dibagikan ulang lebih dari 300 kali.
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri klaim tersebut dengan memasukkan kata kunci “Sony Sanjaya sebut Prabowo perintahkan untuk korupsi” ke mesin pencarian Google. Namun, tidak ditemukan informasi yang membenarkan klaim tersebut.
Selanjutnya, TurnBackHoax menelusuri siaran langsung di YouTube dan menyaksikan proses penangkapan Sony pada Rabu (7/6/2026) melalui kanal Metro TV dan Kompas TV. Dalam siaran tersebut, Sony resmi ditahan oleh Kejaksaan Agung dengan mengenakan rompi berwarna pink, sebagaimana terlihat dalam foto pada klaim. Namun, tidak terdapat sesi wawancara Sony dengan media.
Penelusuran lebih lanjut mengarah pada artikel Kompas.com berjudul “Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator, Bongkar ‘Orang Besar’ dalam Kasus Korupsi MBG” yang diunggah pada Kamis (8/6/2026). Melalui kuasa hukumnya, Sony disebut memiliki bukti dan data digital terkait proses penentuan lokasi dapur SPPG serta dugaan praktik pengaturan atau jual beli proyek. Data tersebut diklaim memuat sekitar 26 nama yang dapat ditelusuri penyidik melalui jejak komunikasi di perangkat miliknya.
Tidak ditemukan pernyataan kredibel yang membenarkan klaim. Jadi, unggahan dengan narasi “Eks Waka BGN Sony Sanjaya sebut Prabowo beri perintah untuk korupsi” merupakan konten palsu (fabricated content).