Disadur dari artikel Cek Fakta tempo.co.
Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, menjelaskan bahwa kondisi ponsel panas dan baterai cepat habis dapat dipicu berbagai faktor. Karena itu, dua gejala tersebut tidak bisa langsung dijadikan indikator bahwa perangkat sedang disadap.
Alfons menyebut beberapa tanda lain yang lebih patut dicurigai, seperti fitur aksesibilitas yang terus aktif, kamera atau mikrofon menyala sendiri, hingga ponsel tetap aktif pada malam hari tanpa digunakan.
Ia juga menegaskan bahwa fitur notifikasi pelacak tidak berkaitan dengan baterai boros. Fitur tersebut justru berguna untuk mendeteksi perangkat pelacak seperti AirTag yang mungkin disisipkan pada tas atau barang pribadi.
Untuk mencegah ancaman siber, pengguna disarankan mengaktifkan Google Protect atau menggunakan aplikasi keamanan seperti G-Data Mobile Security guna melindungi perangkat dari malware berbahaya.
Sementara itu, dilansir dari avast.com, sejumlah indikasi lain yang patut dicurigai antara lain baterai cepat habis, ponsel panas berlebihan saat tidak digunakan, lonjakan pemakaian data internet, suara aneh ketika menelpon, munculnya pop-up atau aplikasi asing, perangkat menyala dan mati sendiri, hingga pesan teks mencurigakan.
Jika ditemukan indikasi malware serius, pengguna disarankan mencadangkan data penting dan melakukan factory reset pada perangkat.
Faktanya, handphone yang cepat panas dan baterai boros bukan tanda pasti perangkat sedang disadap. Unggahan video berisi klaim “HP panas dan baterai boros itu indikasi penyadapan” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).