Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengunduh video tersebut dan menganalisisnya dengan alat pendeteksi AI, Hive Moderation. Hasilnya, diketahui konten tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 80,7 persen.
Sementara itu, dilansir dari pemberitaan tribunnews.com berjudul “Video Viral Bus Terobos Banjir di Jaksel hingga Air Masuk Kabin Bukan Armada TransJakarta” pada Jumat (23/1/2026). PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menjelaskan bahwa bus yang ada pada video tersebut bukan bagian dari armada mereka. Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani menyatakan, unit bus dalam video tersebut bukan di bawah pengelolaan Transjakarta maupun mitra operatornya.
Video merupakan hasil rekayasa AI dengan probabilitas mencapai 80,7 persen. Dengan demikian, unggahan video “Transjakarta kemasukan air saat banjir di Jaksel” adalah konten palsu (fabricated content).