SEBUAH akun di Facebook [arsip] mengunggah video saat Mahfud MD berpidato soal pembagian uang dari sitaan korupsi. Ia mengklaim bahwa uang sitaan korupsi itu akan dibagikan untuk tambahan modal usaha atau yang belum memiliki usaha sendiri.
Video Mahfud MD juga ditampilkan berdampingan dengan video lain berlogo situs berita BBC. Sepanjang 53 detik, tampak tumpukan uang kertas diambil dari cuplikan di situs berita itu. “Masing-masing akan menerima bantuan sebanyak Rp100 juta per orang, pencairan bantuannya langsung hari ini,” ucapnya.
Hingga artikel ini diterbitkan, video yang diunggah pada 19 Desember 2025 tersebut telah ditonton 43.100 kali, disukai 667 pengguna, dan mendapat lebih dari 300 komentar. Namun, benarkah klaim video Mahfud MD membagikan bantuan modal usaha sebesar Rp100 juta dari hasil sitaan korupsi?
(GFD-2026-31406) Keliru: Mahfud MD Membagikan Uang Sitaan Korupsi untuk Modal Usaha
Sumber:Tanggal publish: 06/01/2026
Berita
Hasil Cek Fakta
Tempo memverifikasi peristiwa itu dengan menelusuri sumber asli, pemberitaan media kredibel, dan alat deteksi kecerdasan buatan. Hasilnya, rekaman suara Mahfud MD dalam video yang beredar merupakan hasil manipulasi dengan AI.
Potongan video Mahfud MD duduk di depan lukisan panen padi ini, identik dengan rekaman yang diunggah lewat akun Instagram pribadinya, @mohmahfudmd, pada 11 Agustus 2020. Dalam video aslinya, ia menyampaikan selamat ulang tahun kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
"Selamat ulang tahun yang ke-12 untuk Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Semoga LPSK dapat menjadi garda terdepan dalam perlindungan dan pemenuhan hak saksi, korban, pelapor serta justice collaborator demi tegaknya hukum. Sekali lagi, selamat ulang tahun, maju terus LPSK," ujarnya.
Kala itu, Mahfud MD masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI. Dalam video berdurasi 35 detik itu, ia sama sekali tak menyebut soal pemberian modal usaha sebesar Rp100 juta.
Sedangkan cuplikan video bagian kanan pada konten yang beredar, bersumber dari tayangan video pendek Instagram BBC Indonesia. Pada bagian takarir, BBC melansir berita Kejaksaan Agung menunjukkan uang sitaan senilai Rp11,8 triliun dari kasus korupsi ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), Selasa, 17 Juni 2025. Menurut Kejagung, uang tersebut adalah penyitaan terbesar sepanjang sejarah.
Selanjutnya, Tempo menguji sampel suara Mahfud MD pada 8 detik pertama menggunakan perangkat Hiya Deepfake Voice Detector. Hasil analisis menunjukkan skor keaslian suara tersebut hanya 1 dari 100, yang menandakan audio tersebut sebagai hasil deepfake.
Pemeriksaan serupa menggunakan Hive Moderation juga mengungkap bahwa suara dalam konten itu 99 persen mengandung elemen AI, walau video yang digunakan tidak dimanipulasi.
Potongan video Mahfud MD duduk di depan lukisan panen padi ini, identik dengan rekaman yang diunggah lewat akun Instagram pribadinya, @mohmahfudmd, pada 11 Agustus 2020. Dalam video aslinya, ia menyampaikan selamat ulang tahun kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
"Selamat ulang tahun yang ke-12 untuk Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Semoga LPSK dapat menjadi garda terdepan dalam perlindungan dan pemenuhan hak saksi, korban, pelapor serta justice collaborator demi tegaknya hukum. Sekali lagi, selamat ulang tahun, maju terus LPSK," ujarnya.
Kala itu, Mahfud MD masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI. Dalam video berdurasi 35 detik itu, ia sama sekali tak menyebut soal pemberian modal usaha sebesar Rp100 juta.
Sedangkan cuplikan video bagian kanan pada konten yang beredar, bersumber dari tayangan video pendek Instagram BBC Indonesia. Pada bagian takarir, BBC melansir berita Kejaksaan Agung menunjukkan uang sitaan senilai Rp11,8 triliun dari kasus korupsi ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), Selasa, 17 Juni 2025. Menurut Kejagung, uang tersebut adalah penyitaan terbesar sepanjang sejarah.
Selanjutnya, Tempo menguji sampel suara Mahfud MD pada 8 detik pertama menggunakan perangkat Hiya Deepfake Voice Detector. Hasil analisis menunjukkan skor keaslian suara tersebut hanya 1 dari 100, yang menandakan audio tersebut sebagai hasil deepfake.
Pemeriksaan serupa menggunakan Hive Moderation juga mengungkap bahwa suara dalam konten itu 99 persen mengandung elemen AI, walau video yang digunakan tidak dimanipulasi.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran Tempo, klaim bahwa Mahfud MD membagikan bantuan modal usaha sebesar Rp100 juta dari hasil sitaan korupsi adalah keliru.
Rujukan
- https://web.facebook.com/reel/24671472112527924/?__cft__[0]=AZZ-Q9gv5kwuPJfM0W9X9wX1r4njMKbqJKX4m253g5y7VmoeAwuKv4zCsgnxKS7Nx4TMuWNCRu6eXIpgpIiCB7IW5VoRjCAsssZwgOAgQyFhUwZk9RzLGg60HAvsNc2R9eRYZfPLD5sGDZ6L2KeDDIOAymq14rx4_YfkMFD0xYmSVpAOYGm02SgsO91Wonv5EXc&__tn__=%2CO%2CP-R
- https://perma.cc/JFG6-J9ZD
- https://www.instagram.com/reel/CDxkqCzp-fY/
- https://www.instagram.com/reels/DLABPLTi1xx/
- https://www.hiya.com/products/deepfake-voice-detector
- https://hivemoderation.com/ /cdn-cgi/l/email-protection#87e4e2ece1e6ecf3e6c7f3e2eaf7e8a9e4e8a9eee3

